Ceramah Ramadhan Arcandra Thahar

Bulan Ramadhan biasanya saya sempatkan untuk taraweh keliling. Tadi malam, malam ke 16 ramadhan saya sholat di Mesjid Salman. Ternyata yang memberi ceramah malam itu adalah Arcandra Thahar. Beliau adalah wakil menteri SDM baru, yang sempat ramai di media karena memiliki kewarganegaraan ganda. Karena saya dapat posisi tidak jauh dari podium, saya cukup dapat melihat jelas beliau.  Kesan pertama saya, beliau sangat berbeda dengan yang sosok yang saya banyangkan saya dari pemberitaan di media. Beliau terlihat sederhana, menggunakan baju taqwa putih menggunakan peci hitam, sementara perawakannya kecil dan kurus. Wajahnya murah senyum dan meneduhkan. Berikut adalah rangkuman ceramah ramadhan arcandra thahar yang sempat saya catat.

Mencari arah kiblat

Beliau bercerita bahwa dia sangat senang bisa kembali ke mesjid salman. Beliau adalah alumni ITB, terakhir kali beliau sholat di salman adalah tahun 1994. Kemudian tahun 1995 dia mendapat kesempatan melanjutkan studi ke USA. Beliau bercerita pertama kali sampai di Chicago Amerika, ketika ingin sholat beliau kebingungan mencari arah kiblat. Karena tidak punya kompas, dia mencoba menanyakan arah kiblat kepada petugas yang ada di penginapan. Kemudian beliau bertanya,

” Mom I want to pray, where is direction to pray?”

Petugasnya bingung dan menjawab,

” Sir if you want to pray you dont need direction”.

Akhirnya dia menggira bahwa arah kiblat adalah ke arah barat. Karena kalo liat di peta mekah itu berada di sebelah barat dari USA. Kemudian dia menanyakan arah barat kepada petugas yang ada di penginapan, dan sholat.  Namun ternyata 3 hari kemudian temannya memberitahukan bahwa arah kiblat di USA adalah ke arah timur, sekitar 45 derajat ke utara.

Dari pengalaman ini beliau teringat dialog malaikat dengan Allah dalam surat Al Baqarah (QS. 2:32) . Allah menanyakan nama benda-benda kepada malaikat. Kemudian malaikat menjawab

Maha Suci Engkau Ya Allah,  tidak ilmu bagiku kecuali apa yg engkau ajarkan. Sesungguhnya engkau maha mengetahui dan maha bijaksana

Ini adalah adab berilmu. Kecuali Allah mengajarkan ilmu pada kita maka kita tidak tahu apa-apa. Ilmu tanpa agama maka kita akan menjadi orang yang sombong.  Agama tanpa ilmu (seperti menentukan arah kiblat sendiri) membawa pada kesesatan. Untuk itu tuntutlah ilmu.

Shaum di USA

Pengalaman kedua beliau adalah tentang berpuasa di Amerika. Kalau winter shaum itu cepat dari pukul 5.30 pagi buka pukul 5.30 sore. Pada musim panas lebih panjang, dari jam 4.30 buka jam 8.30 malam. Kemudian di tempat kerja dia ditanya koleganya tentang puasa. Apa itu ramadhan? Kenapa kamu gak makan siang? I am fasting. Ternyata pengertian temannya tentang fasting itu berbeda dengan shaum. Oh anda fasting, berarti boleh minum ya? tidak saya tidak minum. Kok sengsara bener ya kamu kata temannya.

Kemudian jam kerja disana adalah 40 jam seminggu. Tapi jam masuknya bebas. Jadi atasannya menyarankan begini, “selama puasa saya membolehkan anda masuk kerja jam 8.30 malam pulang jam 5 pagi”

Karena dia yakin saya tidak mampu kerja saat perutnya lapar. Nah inilah tantangan kita sebagai muslim untuk membuktikan bahwa walaupun puasa kita tetap produktif. Jadi perintah puasa bukan punishment.Menurut Quran dengan puasa, kamu mungkin mencapai derajat taqwa.

Beliau menjawab fasting is about mindset. Merasa lapar itu hanya pikiran, tapi fisik insyaAllah masih bisa bekerja.

Suatu saat beliau ditanya kenapa gak makan babi. Dulu di kampung orangtuanya menjelaskan babi itu mengandung cacing pita. Cuman pasti tidak masuk akal bagi temannya disana. Akhirnya dia mengatakan ini adalah perintah tuhanku, yang mengatakan bahwa babi itu haram. Sami’na wa ato’na

Ahlak orang USA

Kemudian beliau cerita tentang pengalamandi kantornya. Ternyata disana jam kerja itu tidak dikontrol. Tidak pake fingerprint, dll. Namun walaupun disana tidak mengenal konsep malaikat, tapi mereka sangat taat dengan jam kerja tersebut. Satu saat hari sabtu ada temannya yang kerja? kemudian beliau bertanya kepada temannya ,”kenapa kamu hari sabtu masuk”. Temannya  menjawab, “kan saya harus kerja 40 jam, kemaren saya mengantar anak saya, habis 4 jam. Nah 4 jam ini harus saya ganti di hari sabtu”. Inilah akhlaq mereka yang harus kita pelajari. Padahal mereka tidak percaya konsep tuhan.

Suatu saat beliau bertanya ke temannya apa agamamu. Dia menjawab saya agnostik. Apa itu agnostik? apakah Atheis? bukan. Atheis itu tidak percaya adanya tuhan. Agnostik itu dia merasa belum ada bukti bahwa tuhan itu ada, dan juga belum ada bukti bahwa tuhan itu tidak ada.

Kemudian di kantor disediakan peralatan logistik, ada sebuah ruangan dimana disediakan perlengkapan seperti pulpen, baju dll. Namun ternyata mereka hanya mengambil perlengkapan tersebut sesuai dengan yang mereka butuhkan. Jadi tidak terpikirkan untuk mengambil pulpen tersebut untuk anaknya misalnya. Jadi mereka tidak mau mengambil barang yang bukan hak, ternyata mereka memiliki akhlak yang lebih baik daripada kita.

Padahal dulu beliau mengira orang Amerika itu jahat, seperti di film Rambo. Namun ternyata beliau keliru. Jadi belajarlah dari sumber yang benar. Jangan belajar dari sumber yang tidak benar. Ingatlah kita hanya bisa mencari kebenaran, namun kebenaran yang mutlak adalah dari Allah SWT.

Di akhir ceramah dia mengingatkan bahwa kita adalah manusia yang selalu salah. Untuk itu harus saling menasihati. Watawa saubilhaq, itu maknanya saling menasihati yaitu dua arah. Hati dalam bahasa arab adalah qalbu. Qalbu itu seperti flip flop, selalu berubah-ubah. Adakalanya cenderung kepada kebaikan, ada kalanya berbalik cenderung pada kejahatan.

Semoga bermanfaat!

Ceramah ramadhan arcandra thahar versi lengkapnya bisa dilihat pada link berikut:

Silahkan tuliskan tanggapan, kritik maupun saran