Masjid Kobe – Mesjid Pertama Jepang

Satu hal yang sulit ditemukan di Jepang adalah Masjid. Beda banget dengan di tanah air, dimana hampir di setiap sudut ada mesjid. Di dekat rumah saya saja di indo ada 4 masjid, ada masjid yang dibangun oleh Muhammadiyah, NU, Persis dan jamaah lainnya. Jadi tinggal milih mau sholat di mana. Sementara di Jepang, masjid baru ada di beberapa kota besar. Itu juga bangunannya tidak terlihat seperti mesjid. Karena masjid-masjid ini awalnya sebuah gedung biasa yang disewa oleh komunitas muslim dan dialih fungsikan jadi mesjid. Jadi tidak dirancang sebagai mesjid. Walaupun begitu ada satu masjid di jepang yang istimewa, yaitu masjid Kobe.

Masjid Kobe

Masjid Kobe ini adalah masjid pertama di Jepang. Masjid ini dibangun pada tahun 1935. Nah pada waktu perang Dunia ke II, kota Kobe termasuk salah satu kota yang hancur karena di bombardir oleh tentara sekutu. Namun mesjid ini tetap berdiri tegak. Pada saat itu Kobe memiliki pelabuhan terbesar di Jepang, sehingga jadi sasaran tentanra sekutu. Kemudian ketika tahun 1995 juga terjadi gempa besar di Kobe, mesjid ini juga termasuk salah satu bangunan yang selamat.

Saya mengenal mesjid ini ketika mengobrol dengan salah satu mahasiswa Indo di Osaka. Dia cerita di Kobe ada satu mesjid yang bagus, dan ada menaranya.  Karena penasaran saya rencanakan pergi ke kobe, pas hari jumat. Kobe jaraknya sekitar 30 km sebelah timur Osaka. Kalo naek kereta sekitar 30-45 menit. Stasiun terdekat dengan masjid ini namanya Kobe-Sannomiya. Dari stasiun ini kita tinggal jalan sekitar 10 menit.

Dekat mesjid saya ketemu 2 toko yang menjual beberapa barang halal, dan ada 2 restoran yang menyediakan makanan halal. Bangunan masjid Kobe ini tidak besar, tapi terlihat megah. Dengan 2 tiangnya. Gayanya seperti masjid Turki menurut saya. Masuk mesjid ini saya langsung disambut seorang muslim asal Jepang. Di dinding saya melihat foto kondisi kota kobe pasca perang dunia ke 2. Disitu terlihat Masjid ini masih berdiri tegak, sementara bangunan di sekelilingnya sudah hancur. Untuk jamaah putri tempat sholat di lantai 2. Putra di lantai 1. Ruangan utama sholat tidak terlalu besar, tapi terlihat megah.

Sholat Jumat

Jumatan disini azannya dua kali. Setelah azan pertama, imam naik ke mimbar dan membacakan terjemahan Khutbah Jumat dalam bahasa inggris. Karena jamaah disini  kebanyakan adalah kaum pendatang. Cuman ada satu dua yang asli Jepang. Kemudian setelah azan kedua, imam menyampaikan khutbah dalam bahasa Arab. Yang jumatan disini ternyata tidak hanya muslim dari Kobe. Ada juga yang datang dari berbagai kota lain di Jepang.

Restoran Halal

Selesai sholat saya sempatkan mampir di toko yang menjual berbagai barang halal di depan masjid. Banyak barang impor di toko ini, termasuk makanan dari Indo. Ada Supermi, kecap, bumbu makanan dll. Kemudian dilanjutkan dengan makan di restoran yang menyediakan masakah halal. Pemiliknya keliatannya dari Pakistan. Tempatnya tidak terlalu besar, tapi masakannya enak. Disini malah saya bertemu dengan 2 mahasiswa Indonesia dari UI. Ternyata UI ada kerjasama dengan Kobe University. Menurut mereka di Kobe ini lumayan banyak orang Indo. Kemudian kenalan juga dengan bapak-bapak dari Malaysia. Dia pegawai pemerintahan malaysia yang tinggal di Kobe. Katanya mempromosikan pariwisata malaysia untuk warga Jepang.

Sholat di masjid ini saya bisa merasakan indahnya rasa persaudaraan umat Islam. Walaupun berasal dari negara dan budaya yang berbeda-beda, tetap saja semua muslim disini saling tersenyum dan saling menyapa dengan panggilan Brother and Sister. Subhanallah!

Semoga Bermanfaat!

Website mesjid kobe

Silahkan tuliskan tanggapan, kritik maupun saran