Tentang Kamu karya Tere Liye

Akhir pekan ini daripada bermacet-macetan di jalan, saya gunakan untuk  membaca buku. Dan wiken ini akhirnya saya berhasil tamat membaca buku Tentang Kamu karya Tere Liye. Dari judulnya terkesan buku ini berkisah tentang sebuah kisah cinta yang mendayu-dayu. Namun ternyata bercerita tentang petualangan Zaman Zulkarnaen, seorang pengacara muda Indonesia yang sedang magang di sebuah firma hukum ternama Thompson & Co di London.

Thompson & Co

Firma Hukum Thompson & Co adalah salah satu firma hukum tertua di Inggris. Didirikan setelah perang Dunia ke 2. Firma hukum ini memiliki reputasi yang sangat baik. Hanya pengacara pilihan dan memiliki integritas yang bisa bekerja di perusahaan ini. Para pengacara firma hukum ini dikenal bagaikan para ksatria hukum yang berani menegakkan keadilan. Firma hukum ini khusus menangani hukum waris.

Pada suatu pagi, Zaman mendapat panggilan penting dari Mr. Thompson, pemilik firma hukum ini. Seorang client misterius dari firma hukum ini baru saja meninggal di Paris. Client ini meninggal di sebuah panti jompo di Paris. Namun client ini meninggalkan kekayaan yang sangat besar, karena beliau memiliki saham di sebuah perusahaan multinasional raksasa. Bahkan diduga dari jumlah hartanya beliau termasuk salah satu orang terkaya di negerinya. Walaupun begitu tidak banyak informasi yang diketahui tentang klien ini. Nama klien ini adalah Sri Ningsih, seorang warga negara Inggris yang berasal dari Indonesia. Tidak ada informasi mengenai keluarga, dan ahli waris dari klien ini. Menurut aturan di Inggris, bila tidak ada ahli waris yang ditemukan, maka seluruh harta kekayaan tersebut akan menjadi milik kerajaan Inggris. Sebagai seorang ksatria hukum penjaga keadilan, Mr. Thompson menugaskan Zaman untuk mencari ahli waris yang sah dari klien penting ini. Zaman tidak memiliki waktu banyak, karena pengadilan akan segera memutuskan nasib harta waris ini.  Bila Zaman berhasil menemukan ahli waris yang sah, Mr Thompson berjanji akan mengangkat Zaman menjadi pengacara tetap di Firma Hukum ini

Sri Ningsih

Disinilah dimulainya petualangan Zaman menelusuri kehidupan Sri Ningsih. Zaman harus menelusuri kehidupan Sri mulai dari Paris, Pulau Bungin, Solo, Jakarta, dan London untuk mencari ahli waris sah beliau. Ternyata Sri Ningsih adalah anak seorang pelaut bernama Nugroho dan Rahayu yang tinggal di Pulau terpadat di dunia. Menelusuri kehidupan Sri, Zaman menemukan kisah hidup yang luar biasa dan penuh tragedi. Zaman mengikuti perjuangan Sri yang berasal dari seorang anak yatim piatu di Pulau Bungin, hingga bisa menjadi seorang pengusaha sukses di Jakarta. Kejujuran, kemauan belajar serta kegigihannya adalah salah satu kepribadian Sri yang patut ditiru.

Namun begitu banyak sekali tragedi yang harus dilalui oleh Sri. Sedari kecil dia bahkan sudah mendapat julukan anak yang dikutuk. Tidak mudah bagi Zaman untuk mencari jejak kehidupan Sri. Dalam perjalanannya Zaman juga harus menghadapi seseorang yang sangat membenci Sri Ningsih. Sesorang yang menggunakan segala macam cara untuk mendapatkan harta Sri ningsih. Apakah Zaman berhasil menemukan ahli waris ibu Sri Ningsih sebelum batas waktu yang diberikan pengadilan?  Wah gak seru kalo diceritain endingnya, jadi silahkan baca aja bukunya. Keren banget buku ini! Salut buat om Tere Liye!

Selamat Membaca!

beberapa quote penuh makna dari buku ini:

“Jadilah seperti lilin, yang tidak pernah menyesal saat nyala api membakarmu. Jadilah seperti air yang mengalir sabar. Jangan pernah takut memulai hal baru.”

“Masa lalu, rasa sakit, masa depan, mimpi-mimpi, semua akan berlalu, seperti sungai yang mengalir. Maka biarlah hidupku mengalir seperti sungai kehidupan.”

“Pertanyaan paling penting adalah bukan berapa kali kita gagal, melainkan berapa kali kita bangkit lagi, lagi, dan lagi dan lagi setelah gagal tersebut. Jika kita gagal 1000x, maka pastikan kita bangkit 1001x lagi.”

“Aku ingin punya hati seperti milik Sri Ningsih. Tidak pernah membenci walau sedebu. Tidak pernah berprasangka buruk walau setetes.”

Silahkan tuliskan tanggapan, kritik maupun saran