1 Muharram

Hari rabu lalu umat Islam baru saja merayakan tahun baru hijrah 1437. Bertepatan dengan tanggal 1 muharram, berbagai macam perayaan digelar untuk merayakan tahun baru ini. Ada yang mengadakan pawai obor, ada yang mengadakan shalawat dll, festival bedug dll. Sayangnya seringkali orang melupakan peristiwa besar yang dijadikan tonggak penetapan penanggalan hijriah.

Penanggalan Hijriah baru ditetapkan pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Sebelum itu bangsa Arab tidak menggunakan penomoran tahun. Mereka menggunakan berbagai peristiwa besar untuk menamakan sebuah tahun. Misalnya tahun gajah, ketika terjadi penyerbuan pasukan gajah ke mekah. Mereka memang sudah mengenal nama-nama bulan berdasarkan peredaran bulan tapi belum menggunakan penomoran tahun. Sistem kalender ini terus berlanjut sampai jaman Rasulullah dan Khalifah Abu Bakar.

Tidak adanya penomoran tahun ini ternyata membuat proses administrasi menjadi susah. Ketika itu mereka menerima sebuah surat yang dibuat pada bulan sya’ban. Hanya karena tidak ada tahunnya maka mereka menjadi bingung apakah surat ini dibuat pada bulan sya’ban tahun ini atau tahun kemaren.

Akhirnya Khalifah Umar mengumpulkan para sahabat dan mengambil inisiatif penomoran tahun. Kemudian muncul beberapa usulan untuk menetapkan kapan penomoran tahun ini dimulai. Ada yang mengusulkan penanggalan dimulai dari tahun diutus Rasullullah.  Sebagian lagi mengusulkan agar penanggalan dibuat sesuai dengan kalender Romawi, yang mana mereka memulai hitungan penanggalan dari masa raja Iskandar (Alexander). Yang lain mengusulkan, dimulai dari tahun hijrahnya Rasulullah ke kota Madinah.

Akhirnya khalifah memutuskan tahun hijrahnya Rasul sebagai tahun pertama Hijriah. Bulan Muharram pun diputuskan menjadi bulan pertama. Hijrah memang sebuah peristiwa yang besar. Hijrah merupakan titik balik perjuangan Rasululllah dalam menyebarkan cahaya Islam. Dari umat yang ditindas oleh Kafir Mekah, menjadi bangsa yang merdeka di Madinah. Hijrah tidak hanya berpindah tempat dari Mekah ke Madinah. Dengan hijrah maka dimulailah peradaban Islam dari Madinah. Cahaya yang terus menyebar ke seluruh pelosoh bumi. Cahaya yang tidak pernah redup sampai akhir jaman.

Bagi saya Hijrah merupakan sebuah revolusi yang mengubah peradaban. Hijrah berarti berubah. Sayangnya hijrah saat ini disalahgunakan oleh kaum radikal untuk kepentingan perang. Mari kita jaga semangat Hijrah ini dengan meninggalkan kebiasaan buruk, dan menjadi pribadi yang merdeka.

Semoga bermanfaat!

Silahkan tuliskan tanggapan, kritik maupun saran

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.