Bumi Manusia

Saya baru saja tamat membaca buku Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer. Buku ini merupakan buku pertama dari tetralogi Buru. Kenapa disebut Tetralogi buru. Karena 4 buku ini ditulis ketika Pram ditahan pemerintah orde baru di pulau buru. Konon sebelum ditahan Pram telah memulai penulisan naskah buku ini. Nah di dalam tahanan, agar tidak lupa terhadap naskah yang dia telah siapkan, Pram menceritakan kisah-kisah yang dia tulis dalam buku ini ke teman-temannya sesama tahanan. Baru setelah beberapa saat ada dalam tahanan, Pram diijinkan menuliskan naskah buku ini.

Dalam tetralogi Buru, Pram bercerita tentang Minke, seorang putra pribumi yang hidup pada masa penjajahan Belanda di akhir tahun 1900an sampai sekitar 1920an. Periode ini merupakan periode awal kebangkitan pemuda di Indonesia. Pada periode ini mulai muncul berbagai macam organisasi untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Sebelum periode kebangkitan nasional, perjuangan kemerdekaan baru bersifat kedaerahan. Misalnya di Jawa ada Pangeran Diponegoro, di Sumatera ada Tuanku Imam Bonjol dll. Setelah muncul organisasi inilah mulai dikenal persatuan  di Indonesia. Dan perjuangan tidak lagi bersifat kedaerahan.

Dengan buku ini Minke diceritakan sebagai seorang pribumi yang pintar. Minke berhasil masuk ke HBS (SMA) di Surabaya. Pada saat itu jarang sekali putra pribumi yang sekolah di HBS. HBS merupakan sekolah yang mengajarkan pendidikan Belanda. Minke pandai menulis.  Tulisannya mulai dimuat di koran-koran berbahasa Belanda.

Kemudian Minke berkenalan dengan Robert Suurhof, Nyai Ontosoroh, Annelies dan Jean Marais. Dalam buku ini diceritakan Minke sebagai sosok yang berani melawan ketidakadilan terhadap bangsanya.Konon sosok minke ini terinspirasi dari sosok Bapak Pers Indonesia Tirto Adhi Soerjo (TAS). Dengan membaca perjalanan kisah Minke pada buku ini,  Pram berhasil menggambarkan keadaan bangsa kita pada jaman kolonialisme Belanda.

Pada akhir buku, Minke menikah dengan Annelies, tapi kemudian Ann harus dibawa ke Belanda karena keputusan pengadilan. Kisah ini dilanjutkan dengan buku kedua Anak semua bangsa.

“seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan” – Jean Marais

Semoga Bermanfaat!

Silahkan tuliskan tanggapan, kritik maupun saran

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.