Pulang karya Tere Liye

Saya lagi baca novel Pulang karya Tere Liye. Ini buku karya Tere Liye pertama yang saya baca. Sebelumnya cuma hanya mengenal nama Tere Liye dari Film Hafalan Sholat Delisa dan Moga Bunda disayang Allah. Kedua film tersebut diangkat dari novel karya Tere Liye dengan judul sama. Saya pikir buku ini mengambil tema keluarga seperti film diatas. Ternyata temanya tentang shadow economy alias dunia hitam. Seru sekali membaca buku ini. Dengan gaya penulisan yang baik, membaca buku ini seolah-olah seperti kita sedang nonton film action James Bond.

Buku Pulang bercerita tentang Bujang seorang anak muda dari kampung Talang dekat Gunung Kerinci di pedalaman rimba Sumatera. Bujang adalah anak Samad, mantan tukang pukul yang dulu bekerja dengan Tauke Besar di kota provinsi. Karena kampungnya diserang oleh kawanan babi hutan, Samad meminta tolong para pemburu untuk mengusir babi Hutan. Para pemburu ini yang dipimpin Tauke Muda mengajak bujang untuk ikut berburu. Setelah menyelamatkan Tauke Muda dari serangan babi hutan, bujang mendapat julukan si babi hutan.

Tauke Muda kemudian membawa bujang ke kota provinsi. Tauke muda melihat potensi bujang yang memiliki kecerdasan tinggi. Kemudian bujang setiap hari diberi pengajaran oleh guru privat Frans. Bujang yang selama dikampung tidak pernah sekolah akhirnya bisa menyelesaikan ujian persamaan SMA, dan masuk ke perguruan tinggi besar di Ibu Kota. Setelah menyelesaikan skripsi tentang shadow economy, bujang pun disekolahkan ke Amerika. Di Amerika bujang berhasil mendapatkan gelar master dengan nilai baik. Selain belajar, bujang juga dilatih menjadi tukang pukul. Mulai dari latihan fisik oleh Kopong, Samurai oleh guru Bushi dan juga menembak oleh guru Salonga. Walaupun hidup dalam dunia hitam, bujang tetap memegang teguh pesan mamaknya untuk tidak minum alkohol dan tidak makan babi.

Novel ini merupakan kisah petualangan Bujang, yang akhirnya kembali “pulang”. Alur cerita buku ini cukup menarik, maju mundur. Walaupun begitu cukup sangat menarik dan tidak membosankan. Banyak hal baru yang saya pelajari di buku ini, juga berbagai kutipan penuh makna. Seolah-olah sang penulis hendak mengajarkan suatu pesan melalui cerita ini.

Selamat membaca!

Jejak Langkah

Saya baru saja tamat membaca buku Jejak Langkah karya Pramoedya Ananta Toer. Buku ini merupakan buku ke 3 dari tetralogi buru.  Dinamakan tetralogi buru karena disusun ketika Pram dipenjara di pulau Buru. Buku ini lanjutan dari bumi manusia dan anak semua bangsa. Buku ini bercerita tentang Raden Mas Mingke, seorang putra Bupati di Jawa yang prihatin melihat kondisi pribumi saat itu. Mingke hidup pada jaman penjajahan Belanda. Sekitar awal tahun 1900 an. Konon tokoh Mingke ini terinspirasi dari perjuangan Bapak Pers Indonesia Tirto Adi suryo (T.A.S)

Buku ke-3 ini diawal ketika Mingke melanjutkan studi di Stovia untuk menjadi dokter. Di Batavia mingke berkenalan dengan seorang wanita singkeh bernama Ang san mei. Ang ini merupakan teman dari sahabat mingke yang sudah meninggal Khow ah soe. Ang dan Khow merupakan aktivis golongan muda Cina yang memiliki rasa cinta yang besar pada negerinya. Pada saat itu golongan muda Cina sedang berjuang menumbuhkan rasa nasionalisme dan mendirikan sebuah republik.

Pada suatu hari Stovia kedatangan seorang dokter tua jawa (Dr.Wahidin Sudirohusodo) yang bercerita bahwa untuk bangkit, kaum pribumi harus membentuk organisasi. Kaum pribumi sudah tertinggal dari kaum singkeh dan orang arab yang sudah membentuk organisasi dan membuat sekolah-sekolah bagi kaumnya.

Dari Ang dan dokter tua jawa ini Mingke kemudian tergerak membuat organisasi pribumi pertama saat itu, Sarekat Priyayi. Sarekat priyayi berhasil menerbitkan koran pribumi pertama yaitu medan priyayi. Koran ini diterbitkan di Bandung. Koran inilah melalui rubrik-rubriknya telah menumbuhkan bibit kebangkitan nasional.

Buku ini sangat bagus sekali. Pram mampu membawa kita merasakan penderitaan pribumi pada saat itu. Banyak sekali cerita sejarah yang bisa kita pelajari dari buku ini. Tentang perang aceh, tentang perang puputan di bali, tentang Jendral Van Heutscz, Ibu Kartini, revolusi prancis, kebangkitan jepang serta awal perjuangan kebangkitan nasional dan masih banyak lagi.

Dari buku ini juga digambarkan saat itu terdapat berbagai macam kasta kehidupan, ada bangsa eropa totok, indo dan pribumi. Pribumi pun dibagi lagi ada kalangan priyayi, raden mas, raden dan seterusnya. Walaupun begitu cerita sejarah ini ditulis dengan gaya yang indah dan tidak membosankan. Semuanya terbalut indah dengan kisah roman antara mingke dengan ang, mingke dengan princess katsurita dan annelies. Terlepas dari sosok pram yang kontroversial, dengan karyanya ini memang sangat pantas pram mendapat banyak penghargaan internasional. Bahkan sempat menjadi nominator hadiah nobel di bidang sastra.

Selamat membaca

“Apakah sebangsamu akan kau biarkan terbungkuk-bungkuk dalam ketidaktahuannya? Siapa bakal memulai kalau bukan kau?”

Api Tauhid

Sejak kecil saya senang membaca buku tentang sejarah. Seringkali buku sejarah ditulis dengan menampilkan banyak fakta sehingga terkesan berat dan membosankan.Tapi ada hal yang berbeda ketika saya membaca buku Api Tauhid. Sebuah novel sejarah karya kang Abik (Habiburrahman el shirazy) yang menyampaikan sejarah dengan gaya yang menarik dan tidak membosankan. Buku ini bercerita tentang sejarah pergolakan islam di Turki melalui kisah biografi seorang ulama besar asal Turki, Syekh Said Nursi.

Syeikh Nursi oleh banyak ulama  disebut-sebut sebagai mujaddid (pembaru). Beliau hidup ditengah keruntuhan Kalifah Turki Usmani di Turki dan diawal munculnya Turki baru yang sekuler. Di sini diceritakan bagaimana beliau berjuang di tengah-tengah kegelapan ajaran tauhid di wilayah itu. Saat itu, ajaran ateis dan sekularisme sangat membudaya di Turki. Walaupun banyak halangan dalam dakwah yang dilakukan Said Nursi, namun beliau mampu mengajak umat untuk bersama-sama menyalakan lentera tauhid. Sehingga novel ini diberi nama Api Tauhid.

Namun kang abik mengemas cerita sejarah ini dengan  kisah cinta seorang Fahmi. Seorang pemuda desa asal Indonesia yang sedang berhasil mewujudkan mimpinya studi S2 di Madinah. Ketika Fahmi mudik dia menikah dengan Nuzula anak seorang kyai besar. Pernikahan dilakukan secara sirri. Setelah menikah Fahmi pun berangkat ke Madinah, sementara Nuzula ke Jakarta. Empat bulan menikah, Nuzula meminta cerai. Padahal mereka belum tinggal satu atap. Kyai Arselan, ayah Nuzula memaksa Fahmi untuk menjatuhkan talak. Fahmi depresi dan menghabiskan waktunya dengan iktikaf di masjid Nabawi demi mengkhatamkaan 40 kali hafalannya. Pada hari kelima belas, Fahmi kritis, ia dibawa ke rumah sakit. Setelah sehat, Fahmi diajak temannya asal Turki untuk jalan menelusuri jejak Syekh Nursi, sambil berupaya melupakan kegalauannya.

Fahmi kemudian melakukan napak tilas kehidupan Said Nursi dimulai dari Istanbul, Kayseri, Gaziantep, Sanliurfa, Konya, Isparta hingga Barla. Said Nursi yang dijuluki keajaiban zaman(Badiuzzaman) dikenal sebagai ulama yang cerdas telah menghafal 80 kitab pada usia muda. Banyak hikmah yang dapat dipelajari dari perjuangan Said Nursi. Dakwah yang diajarkan Said Nursi ini berbeda , sebab Said Nursi menyebarkan dakwahnya dengan cinta. Beliau tidak mau menegakkan sesuatu atas nama agama dengan cara-cara yang tidak benar, apalagi melakukan kekerasan. Kalau mau menegakkan agama, ya harus dengan aturan agama yang benar. Beliau digambarkan sebagai ulama yang ikhlas membela agamanya, membela negaranya, membela kemanusiaan
dengan kekuatan iman. Beliau selalu menekankan untuk selalu menjaga dan memelihara cahaya Al-Quran.

Semoga Bermanfaat

Dalam Dekapan Ukhuwah

Saya lagi baca buku karya Salim A.Fillah Dalam dekapan ukhuwah. Sebenarnya buku ini bukan buku baru. Tapi memang saya baru mengenal sosok ustadz Salim ini. Penyebabnya ketika saya berkunjung ke kios buku langganan saya, sang penjual sangat semangat sekali bercerita tentang ustadz Salim dan karya-karyanya. Yang akhirnya sukses membuat saya penasaran dengan buku ini.

Buku ini berisi berbagai kisah menarik dan penuh hikmah, mulai dari Narcissus dan Telaga, Kisah nabi Musa dan Harun yang dirangkai dengan berbagai literatur sigmon freud, Boyd dll. Ustadz Salim berhasil merangkai berbagai kisah dengan bahasa sastra yang indah tapi sarat makna.

Cerita-cerita di buku ini berkisah tentang cinta terhadap sesama dan tentang ukhuwah islam. Diawali dengan sebuah prolog dua telaga,  satu telaga di bumi dimana seorang Narcissus bercermin mengagumi pesona diri dan satu telaga lagi berada di langit sana ditempati oleh seorang kekasih yang menanti kedatangan ummatnya (ia Muhammad saw.). Intisari kisah telaga ini, dalam dekapan ukhuwah bercerminlah! Tapi bukan untuk takjub pada bayang-bayang atau telaganya, namun bercermin pada saudara (baca: mukmin lainnya) untuk membenahi diri.

Mukmin satu adalah cermin bagi mukmin lainnya.

Dalam dekapan ukhuwah kita menghayati pesan Sang Nabi. “Jangan kalian saling membenci”, begitu beliau bersabda seperti dicatat Al Bukhari dalam Shahihnya, “Jangan kalian saling mendengki, dan jangan saling membelakangi karena permusuhan dalam hati.. Tetapi jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.

Banyak kisah-kisah inspiratif, mulai dari kisah persaudaraan penuh cinta, penuh haru, antara Rasulullah saw, dengan para sahabat Abu Bakar ash Shiddiq, Umar ibn Khatab, Utsman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib. Atau kisah para pemimpin setelah Rasul tercinta wafat, Muawwiyah dengan Ali. Yazid putra Muawwiyah dengan Husain dan sahabat lainnya. Buku ini sangat bagus untuk dibaca dan sebagai bahan renungan.

Semoga Bermanfaat!

Tafsir Salman

Bulan Ramadhan hampir berakhir. Bulan ini kita dianjurkan banyak membaca Al-Quran. Ada membuat target 1 bulan ini tamat, ada yang tamat 2 kali dst.  Ada juga yang mencoba membaca al Quran secara berkelompok, kemudian dibagi-bagi misalnya 1 orang jatahnya 1 juz. Kalo saya lebih senang membaca dan mencoba memahami Al-Quran. Jadi saya coba baca Al Quran beserta terjemahannya dan juga coba baca tafsirnya. Terdapat berbagai macam tafsir yang bisa kita gunakan untuk memahami Al Quran, tapi ada satu tafsir yang menarik untuk dibahas, yaitu Tafsir Salman.

Tafsir Salman disusun oleh Dewan Pembina Mesjid Salman ITB. Tafsir ini awalnya digagas oleh Bapak Irfan Anshory. Almarhum adalah seorang Dosen Kimia dan salah seorang guru saya. Beliau melihat Alquran selain mengandung aturan fiqh, kisah-kisah juga mengandung banyak isyarat-isyarat ilmiah. Isyarat ilmiah ini kemudian coba digali oleh para Dosen ITB untuk dijabarkan dari sisi keilmuan, atau tafsir ilmi dalam dunia tafsir. Tafsir ilmi mencoba memahami kitab suci Alquran secara ilmiah. Tafsir ilmi telah ada dari jaman Imam Ghazali (505 H), Imam Fakhrudin al-Razi, Jalaludin al-Suyuti sampai Muhammad Abduh (1849-1905). Imam al-Ghazali, misalnya, dalam kitab  Jawahir al-Quran, menegaskan, penafsiran ayat Alquran perlu menggunakan disiplin ilmu seperti astronomi, kedokteran, dan perbintangan. Sementara Abduh mengingatkan agar Muslim berpikir kritis dan tidak terjebak fatalisme.

Untuk itulah Salman mengumpulkan 26 dosen ITB dari berbagai macam jurusan untuk menggali makna ilmiah dalam ayat suci Alquran. Hampir semuanya Profesor di bidangnya. Tafsir ini fokus pada juz 30. Misalnya pada surat An-Naba ada ayat

..Bukankah kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan dan gunung-gunung sebgai pasak.

Ayat ini kemudian dijelaskan oleh Profesor Geologi. Diceritakan tentang pergerakan lempeng bumi, dimana benua-benua itu sebenarnya merupakan sebuah lempeng bumi. Contohnya Afrika itu dari utara sampai selatan merupakan satu lempeng. Lempeng-lempeng ini ternyata tidak diam, tapi terus bergerak. Sehingga susunan benua-benua ini tidak akan terus sama, tapi akan berubah seiring pergerakan lempeng bumi. Misalnya India itu sebenarnya dulunya tidak berada di Asia, tapi tergabung dalam lempeng Afrika. Pergerakan lempeng inilah yang bisa menyebabkan terjadinya tabrakan lempeng yang menimbulkan gempa dll. Disinilah fungsi Gunung yang berfungsi sebagai pasak. Gunung-gunung dipancangkan dan tancapkan sampai ke lapisan dalam bumi sehingga menjadi diam dan tidak mengguncangkan  para penghuninya yang ada diatasnya.

Tafsir Salman sekarang ada versi digital dan dapat diunduh di google playstore dengan membayar Rp 66 ribu. Bisa dilihat pada link berikut https://play.google.com/store/books/details/Tim_Tafsir_Ilmiah_Salman_ITB_Tafsir_Salman?id=P7EaBQAAQBAJ

Di Google books juga ada https://books.google.co.id/books?id=P7EaBQAAQBAJ&pg=PA10&lpg=PA10&dq=tafsir+salman&source=bl&ots=R70MQGq0gM&sig=GBViyzIlrHWD1rDsrBmR_o4hN-Q&hl=id&sa=X&redir_esc=y#v=onepage&q=tafsir%20salman&f=false

Sementara bukunya sendiri cukup tebal ada sekitar 600 lembar. Walaupun begitu membaca tafsir salman ini tidak akan membosankan, karena kita seperti menghadiri orasi ilmiah dari para professor atau melihat film Dokumenter tentang science. Kita akan banyak mendapatkan banyak ilmu baru, dan insyaallah akan menambah iman kita.

Semoga bermanfaat.

Bacaan

http://www.republika.co.id/berita/koran/halaman-1/14/11/18/nf7yla1-tafsir-salman-upaya-ilmuwan-itb-gali-makna-ilmiah-alquran

http://irfananshory.blogspot.com/

Bulan Terbelah di Langit Amerika

Lebaran ini saya dapat pinjeman buku, judulnya Bulan Terbelah di Langit Amerika karya Hanum Salsabilla Rais. Novel ini lanjutan dari kisah 99 Cahaya di Langit Eropa. Sayangnya saya belum sempat baca buku 99 itu, cuman nonton filmnya saja. Ceritanya masih tentang Hanum dan Rangga. Setting awalnya masih di Wien (Austria), tapi kemudian berlanjut di New York dan Washington DC. Ceritanya koran Heute ist Wunderbar tempat Hanum bekerja mau bangkrut. Hanum dapat tugas membuat liputan dengan tema yang bikin sensasi sehingga diharapkan bisa menaikkan penjualan koran tersebut. Temanya tentang Would the world be better without Islam? Tema ini juga diambil dalam rangka peringatan 8 tahun tragedi 11 September. Sementara Rangga dapat tugas dari Prof Reinhard untuk ikut konferensi di Washington DC.

bulan terbelah di langit amerika

Jadi berangkatlah mereka ke Amerika Serikat.  Dalam proses liputan Hanum berkenalan dengan Michael Jones, saat Jones berdemonstrasi menolak pembangunan mesjid di reruntuhan WTC. Istrinya jadi korban WTC sehingga mempunyai anggapan semua muslim adalah teroris. Selain itu hanum berkenalan juga dengan Azima Hussein, seorang mualaf keturunan morisco yang juga kehilangan suaminya ibrahim hussein pada tragedi WTC tersebut. Peristiwa WTC tersebut merubah jalan hidup Jones dan Azima. Selain ikut konferensi, rangga juga ditugaskan bertemu dengan Philippus Brown, milyuner amerika yang banyak memberi bantuan untuk korban perang di afganistan.

Banyak kisah menarik tentang sejarah Islam di Amerika, tentang Thomas Jefferson yang mempelajari Al-quran dan terinspirasi oleh alquran, tentang George Washington yang keturunan morisco, kisah Colombus, tentang nasib mesjid di US, tentang tantangan berat menjadi seorang muslim di US, tentang realitas kehidupan di sana, serta tentang simbol-simbol islam pada lembaga tinggi Amerika Serikat. Selain itu juga ada cerita seru tentang bagaimana tragedi WTC merubah kehidupan banyak orang di Amerika Serikat, merubah cara pandang mereka tentang Islam. Penulisan novel ini menarik  seolah2 kedua tokoh Hanum dan Rangga bertutur bergantian dan bercerita tentang pengalaman yang dihadapinya. Konon buku ini novel fiksi, tapi menurut penulis ada juga beberapa data ilmiah hasil riset mereka. Menurut saya jauh lebih keren dari 99.  Sangat seru dan enak buat dibaca endingnya juga tidak terduga dan mengharukan. Kayaknya keren kalo dibuat filmnya.