The Great Hack – film dokumenter

Saya baru nonton film dokumenter the great hack. Kirain tentang hacking, ternyata tentang kasus skandal Facebook (FB) – Cambridge analytica (CA). Tapi seru juga. Jadi tau sekarang tentang kasus itu. Jadi ceritanya, CA ini sebuah perusahaan konsultan politik. Jadi kerjanya ngasih saran dan strategi supaya kliennya menang dalam pemilu. Yang menarik CA ini punya metode yang canggih. Jadi CA ini punya profil dari para pemilih, misalnya masih ragu dalam menentukan pilihan atau sudah mantep dengan satu pilihan. Buat orang yang masih ragu ini CA, pasang iklan yang terarah atau khusus ke orang tersebut secara terus menerus untuk mendorong dia milih kliennya si CA ini.

Bagaimana CA bisa dapet profile orang? Dia menggunakan aplikasi namanya “thisisyourdigitallife” di facebook. Aplikasi ini kayak semacam kuis, yang hasilnya bisa melakukan prediksi kepribadian orang. Konon aplikasi ini buat riset psikologi. Namun aplikasi ini ternyata crawling banyak informasi dari user yang pake aplikasi itu, bahkan juga dari teman yang terhubung dengan user itu. Dengan cara ini mereka bisa mengumpulkan banyak data tentang seseorang, dan bisa membuat profil tentang dia. Aplikasi ini sebenernya bukan CA yang bikin. Tapi seorang peneliti psikometrik di cambridge. Konon dengan cara itu CA punya data 50 juta pengguna Facebook. Nonton film ini seru dari sisi teknologi, ternyata Machine Learning bisa disalah gunakan untuk macem2. Tapi di sisi lain jadi serem juga, ternyata sekarang orang bisa “cheating” dalam pemilu menggunakan ML. Dan di situ disebutkan juga SCL group, (ini Bapaknya CA) punya peran juga dalam memenangkan berbagai kandidat dari seluruh dunia, termasuk Indonesia. Habis nonton film dokumenter ini jadi bengong sendiri saya.

Survey Adiksi Internet

Kami sedang melakukan survei untuk mengetahui sejauh mana tingkat adiksi internet dan media sosial pada masyarakat Indonesia.

Kami memohon bantuan Bapak, Ibu, Kakak dan Adik semuanya untuk ikut berpartisipasi dalam survei ini.

Berikut adalah link yang bisa diakses dalam survei ini:

http://bit.ly/SurveiAdiksiInternetdanMedsos2020

Kami mengucapkan terima kasih yang mendalam atas partisipasi semuanya dalam survei ini.
Semoga seluruh responden diberikan kesehatan, kelancaraan dan kemudahan dalam seluruh aktivitasnya. Aamiin.

Salam sukses dan sehat,

Tim “📱 Survei Adiksi Internet dan Media Sosial 📲”
I
November 2020

Karl Popper – the problem of induction

Saya baru mengenal Karl Popper, dia seorang filsuf dari Austria. DIa mengembangkan filsafat science. Banyak pemikirannya yang menarik diantaranya tentang the problem of induktion. Menurut pandangan yang diterima secara luas Science menggunakan ‘metode induktif‘. Jadi logika penemuan ilmiah akan identik dengan logika induktif. Berikut ini saya rangkum pandangan Popper dari Logic of Scientific.

Biasanya inferensi (kesimpulan) disebut ‘induktif’ jika berasal dari bentuk pernyataan tunggal seperti hasil pengamatan atau eksperimen, yang kemudian menjadi pernyataan universal, seperti hipotesis atau teori. Contohnya saya mengamati 1 angsa, saya menemukan angsa itu warnanya putih. Kemudian saya mengamati 1000 angsa, semuanya warnanya putih. Jadi saya menyimpulkan semua angsa itu warnanya putih.

Namun menurut popper kita tidak dibenarkan dalam menyimpulkan pernyataan universal dari sebuah pernyataan yang tunggal, tidak peduli seberapa banyak; karena kesimpulan apa pun yang diambil dengan cara ini mungkin selalu terbukti salah: tidak peduli berapa banyak contoh angsa putih yang telah kita amati, ini tidak membenarkan kesimpulan bahwa semua angsa berwarna putih. Inilah yang disebut sebagai masalah induksi
Masalah induksi juga dapat dirumuskan sebagai pertanyaan validitas atau kebenaran pernyataan universal yang didasarkan pada pengalaman, seperti hipotesis. Banyak orang percaya bahwa kebenaran dari pernyataan universal ini ‘diketahui melalui pengalaman’; namun jelas bahwa catatan tentang pengalaman — pengamatan atau hasil eksperimen — dapat menjadi pernyataan tunggal dan bukan pernyataan universal.

Popper menulis buku “the logic of scientific discovery” tahun 1935. Berikut ini beberapa catatan dari buku tersebut:

  1. Apa yang dilakukan oleh scientist? Membuat sebuah pernyataan dan mengujinya satu persatu
  2. Apa yang disebut sebagai Science Empiris? Menyusun Hipotesis dan mengujinya berdasarkan pengalaman dengan melakukan observasi dan eksperimen
  3. Apa peran logika dari penemuan ilmiah?
    1. untuk memberikan analisa yang logis dari prosedur yang digunakan
    2. Untuk menganalisa metoda science empiris
  4. Apa yang disebut metoda science empiris? Yang lazim diterima adalah metoda induktif.
  5. Kesimpulan induktif umumnya di dapat dari pernyataan singular yang disimpulkan menjadi pernyataan universal. Contohnya hasil dari observasi disimpulkan menjadi hipotesis atau teori
  6. Menurut Popper, kita tidak bisa menyimpulkan pernyataan universal dari pernyataan singular, berapa pun banyaknya pernyataan itu. Karena bisa saja pernyataan tersebut salah. Permasalahan ini sering disebut Permasalahan Induksi
  7. Menurut David Hume 1711-1776, Betapa pun besarnya jumlah sekumpulan fakta, secara logis tidak bisa disimpulkan suatu kebenaran umum. Tidak ada keharusan besok pagi matahari akan terbit.
  8. Menurut Reichenbach, Prinsip induksi menentukan kebenaran dari sebuah teori scientific. Sehingga menghilangkan induksi dari science, berarti mencabut kekuatan science untuk menentukan mana teori yang benar dan mana yang salah. Bahkan tanpa induksi kita tidak bisa membedakan science dari fantasi dan puisi. Reichenbach menganggap induksi telah diterima oleh seluruh ilmuwan, dan tidak ada orang yang bisa meragukan prinsip ini dari kehidupan sehari-hari
  9. Menurut Popper prinsip Induksi itu tidak berguna, dan menghasilkan kesimpulan yang tidak konsisten. Menurut Popper, bila kita mendapat suatu kebenaran dari pengalaman, untuk membenarkannya, kita harus melakukan sebuah inductive inference, dan untuk membenarkannya, kita harus mengasumsikan inductive inference yang lebih tinggi. Ini yang disebut infinite regress
  10. Sementara itu prinsip kebenaran probabilitas dengan induksi juga tidak tepat. Karena untuk membenarkan prinsip ini, kita harus melakukan sebuah induksi yang lebih tinggi, dan menghasilkan juga infinite regress.
  11. Untuk mengatasi permasalahan induksi ini, Popper menawarkan metode deduksi
  12. Metoda Deduksi
    1. Susun hipotesis
    2. Lakukan pengujian konsistensi
    3. Uji sisi logis dari teori
    4. Bandingkan dengan teori lainnya
    5. Uji teori dan penerapannya secara empiris
    6. Kesimpulannya disusun dengan melakukan logika deduksi
  13. Pengujian teori secara deduktif
    1. Pernyataan singular (prediksi) didapat dari hasil deduksi dari teori.
    2. Harus dapat diuji atau diimplementasikan
    3. Tidak bertentangan
    4. Bandingkan dengan hasil eksperiman dan penerapan
    5. Bila hasilnya positif, maka dapat diterima
    6. Bila hasilnya negatif maka tidak dapat diterima
    7. Teori ini hanya berlaku sementara, sampai ada teori yang membantahnya
    8. Selama teori ini dapat bertahan dari berbagai tes yang rinci dan berat dan dikatakan bahwa teori ini dikuatkan atau corborated
  14. Proses penemuan ilmiah bisa saja mengandung bagian yang tidak rasional atau menurut bergson sebagai intuisi kreatif
  15. Menurut einstein proses penemuan tidak memiliki alur logika yang logis, dia dapat dicapai dengan intuisi atau yang disebut kecintaan terhadap ilmu pengetahuan (Einfeuhlung)


Inferiority complex

Beberapa hari lalu, saya berdiskusi dengan seorang dosen senior. Dia menyebutkan masih banyak orang indo yang secara tidak sadar memiliki perasaan Inferiority complex. Maksudnya selalu merasa rendah diri, tidak PD dll.

Dia memberi contoh, banyak orang yang cepet merasa gak PD kalo diminta berbicara bahasa Inggris, apalagi kalo disuruh bicara dengan bule. Padahal belum tentu bule itu juga jago bahasa inggris. Contoh lain menurut dia banyak orang yang minder kalo disuruh bicara di depan umum. Menurut dia, penyakit inferiority complex ini banyak dialami orang indo. Dan mulai lah dia bercerita panjang lebar, ngasih kuliah 2 sks.

Karena saya gak terlalu paham tentang permasalahan kayak gini, ya akhirnya jadi pendengar yang budiman saja. Cuman jadi kepikiran juga, bener gak ya omongan beliau? bukannya anak muda sekarang justru generasi yang senang eksis dan doyan selpi ya? gimana menurut kamu?

42 Kesalahan Berpikir

Saya baru nemu tulisan tentang 42 kesalahan berpikir (Fallacies) karya Dr. Michael C. LaBossiere. Seru juga baca tulisan tentang fallacies alias sesat pikir. Jadi yang dimaksud Kesalahan berpikir atau kerancuan berpikir tuh kesalahan orang dalam menyimpulkan tentang sesuatu. Jadi seolah-olah argumennya itu logis padahal ngawur dan menyesatkan.

Menurut Dr. LaBossiere, supaya paham apa itu kesalahan berpikir, kita musti ngerti dulu apa yang dimaksud dengan argumen.

Argumen biasanya terdiri dari 1 atau beberapa premise (alasan) dan sebuah kesimpulan. Alasan itu adalah sebuah pernyataan (bisa benar atau salah) yang diceritakan untuk mendukung sebuah kesimpulan (bisa benar atau salah).

Ada 2 tipe argumen: deduktif dan induktif

Argumen deduktif menurut Dr LaBossiere semua alasannya mendukung kesimpulan secara penuh. Argumen induktif menurut beliau tidak semua alasannya secara penuh mendukung kesimpulan.

Sebuah argumen dikatakan baik bila alasan yang disampaikan mendukung kesimpulan. Argumen deduktif yang baik disebut argumen valid, yaitu bila semua alasannya benar maka kesimpulannya pasti benar. Bila semua argumennya valid dan semua alasannya benar disebut argumen bermakna (sound). Bila argumen tersebut tidak valid, atau memiliki satu atau lebih alasan yang salah disebut argumen tidak bermakna (unsound).

Argumen induktif yang baik disebut argumen induktif yang kuat atau meyakinkan (cogent). Yaitu alasan-alasannya benar dan kesimpulannya sepertinya benar.

Secara umum Fallacy atau kesalahan berpikir adalah kesalahan penalaran (memberikan alasan). Fallacy berbeda dengan kesalahan faktual (Factual error). Fallacy adalah alasan yang dikemukakan tidak mendukung kesimpulan.

Deduktif fallacy adalah argumen deduktif yang tidak valid. Contohnya alasan (asumsinya) benar tapi kesimpulannya keliru. Induktif fallacy adalah argumen induktif yang tidak mendukung kesimpulan.

Contoh argumen deduktif

Asumsi 1: Kalau Alexa adalah seekor kucing, maka alexa adalah mamalia

Asumsi 1: Alexa adalah seekor kucing

Kesimpulan: Alexa adalah mamalia

Contoh argumen induktif

asumsi 1: Sebagian besar kucing di Bandung adalah hewan piaraan

Asumsi 2: Alexa adalah seekor kucing di bandung

kesimpulan: alexa adalah seekor hewan piaraan

Contoh factual error

Bandung adalah ibukota Indonesia

Contoh Deductive fallacy

Asumsi 1: Jika Bekasi adalah ibukota Jawa Barat, maka Bekasi berada di Jawa Barat

Asumsi 2: Bekasi berada di Jawa Barat

Kesimpulan: Bekasi adalah ibukota jawa barat

Contoh inductive fallacy

Asumsi 1: Ketika sampai di Bandung, saya melihat seorang gadis Bandung yang cantik

Kesimpulan: Semua gadis bandung cantik

Jenis-jenis Fallacy

  1. Ad Hominem

Dikenal juga sebagai ad Hominem Abusive, Personal Attack.

Menyerang individu daripada membahas argumennya.

2. Adhominem Tu Quoque

Dikenal juga sebagai you too fallacy

Argumen seseorang dianggap salah karena tidak konsisten dengan apa yang pernah dia ucapkan, atau tidak konsisten dengan perbuatannya. Jadi argumen dianggap salah bukan karena argumennya, tapi karena perkataan atau tindakan orangnya yang tidak konsisten

3. Appeal to the consequences of a belief

Benar salah sebuah argumen tergantung pada keyakinan terhadap konsekuensi (akibat) yang timbul dari argumen tersebut. Beberapa pola fallacy ini adalah:

  1. X adalah benar, karena bila orang tidak menerima bahwa X tidak benar maka akan timbul konsekuensi negatif
  2. X adalah salah, karena bila orang tidak menerimaX adalah salah maka akan timbul konsekuensi negatif
  3. X adalah benar, karena mempercayai bahwa X adalah benar akan menimbulkan konsekuensi positif
  4. X adalah salah, karena mempercayai bahwa X adalah salah akan menimbulkan konsekuensi positif
  5. Saya berharap X adalah benar, karena itu X adalah benar. Ini disebut juga angan-angan (wishful thinking)
  6. Saya berharap X adalah salah, karena itu X adalah salah. Ini juga disebut angan-angan (wishful thinking)

4. Appeal to authority

Disebut juga: fallacious appeal to authority, misuse of authority, irrelevant authority, questionable authority, Inapproriate Authority, Ad Verecundiam

Kesalahan berpikir karena orang yang menyampaikan argumen tidak memiliki otoritas/kompetensi di bidang tersebut. Atau otoritas dan kompetensinya dipertanyakan.

Non-Fallacious appeals to authority

Kesalahan berpikir dengan mempercayai bahwa pernyataan dari seseorang yang mempunyai otoritas atau kompetensi selalu benar.

5. Appeal to belief

Kesalahan berpikir karena sebagian besar orang percaya terhadap klaim bahwa X itu benar

6. Appeal to common practice

Kesalahan berpikir menganggap benar sesuatu yang lazim dilakukan oleh banyak orang. Polanya adalah X adalah sesuatu yang lazim dilakukan. Maka X adalah benar.

7. Appeal to emotion

Kesalahan berpikir dengan memanfaatkan/memanipulasi emosi untuk mengklaim sebuah kebenaran

8. Appeal to Fear

Kesalahan berpikir dengan cara menakut-nakuti orang

9. Appeal to Flattery

Kerancuan berpikir dengan menggunakan pujian terhadap pendengar, agar orang itu mendukung sebuah argumen.

10. Appeal to novelty

Kesalahan berpikir karena beranggapan bahwa sesuatu yang baru itu pasti lebih baik atau lebih benar

11. Appeal to Pity

Kesalahan berpikir dengan menggunakan rasa iba untuk membuat orang mendukung sesuatu argumen

12. Appeal to popularity

Kesalahan berpikir karena sebagian besar orang mendukung X, jadi saya harus mendukung X. Karena saya mendukung X, maka X pastilah benar

13. Appeal to ridicule

Kesalahan berpikir dengan mentertawakan atau menjelekan sebuah argumen untuk menganggap argumen tersebut salah

14. Appeal to spite

Kesalahan berpikir dengan berusaha menimbulkan rasa dengki pada pendengar untuk menyalahkan sebuah argumen

15. Appeal to tradition

Kesalahan berpikir bahwa sesuatu tradisi atau cara lama adalah cara yang terbaik

16. Begging the Question

Disebut juga circular reasoning atau penalaran berputar. A benar karena B benar. B benar karena A benar.

17. Biased Generalization

Kesalahan pengambilan kesimpulan karena data yang bias, atau tidak mewakili.

18.Burden of proof

Kesalahan berpikir yang menganggap pernyataannya benar, karena belum ada orang lain yang membuktikan bahwa pernyataannya salah. Jadi orang lain yang harus membuktikan klaim yang dia buat.

19. Circumstantial Ad Hominem

Kesalahan berpikir yang menganggap pernyataan X salah, karena X itu memiliki kepentingan pribadi terhadap pernyataan tersebut yang dilandaskan agamanya X, kepentingan politiknya X, sukunya dll

20. Fallacy of composition

Kesalahan dalam menyimpulkan bahwa kebenaran terhadap satu fakta berarti berlaku juga untuk semua fakta.

21. Confusing Cause and Effect

Kesalahan mengambil kesimpulan bahwa fakta atau kejadian A adalah penyebab dari B, karena asumsi bahwa A dan B sering terjadi secara bersamaan.

22. Fallacy of division

Kesalahan dalam menyimpulkan bahwa sebuah kebenaran terhadap satu bagian besar berarti juga benar terhadap bagian kecilnya.

23. False Dilemma

Disebut juga pola pikir hitam putih. Bila ada 2 hal A dan B, bila A benar maka B salah. Jadi tidak mungkin A dan B sama benar, atau sama-sama salah.

24. Gambler Fallacy

Kesalahan berpikir dimana menganggap probabilitas dimasa depan dipengaruhi probabilitas di masa lampau. Padahal tidak berhubungan.

25. Genetic Fallacy

Kesalahan berpikir dimana kebenaran sebuah argumen ditentukan dari sumbernya, atau orangnya. Bila A mengatakan argumen X benar, maka X benar. 

26. Guilt by Association

Kesalahan berpikir dimana orang menganggap suatu klaim X salah, hanya karena orang yang dia tidak suka menganggap bahwa X itu benar.

27. Hasty Generalization

Kesalahan berpikir karena menyamakan semua populasi berdasarkan satu atau sedikit kebenaran yang dia ketahui. Bisa diartikan juga menggeneralisir semua kebenaran berdasarkan satu atau sedikit sampel.

28. Ignoring a common cause

Kesalahan berpikir ini terjadi bila seseorang percaya kejadian A disebabkan oleh kejadian B. Tanpa mempertimbangkan adanya faktor lain yang menyebabkan dapat menyebabkan terjadinya A dan B.

29. Middle Ground

Kesalahan berpikir ini terjadi karena asumsi mengambil sebuah posisi yang berada di tengah-tengah antara dua kondisi ekstrem adalah yang paling benar.

30. Misleading Vividness

Kesalahan berpikir dimana orang salah mengambil kesimpulan dari beberapa kejadian yang sudah terjadi, maka kejadian itu akan terjadi terus. Padahal jumlah kejadian yang terjadi sangat kecil dan tidak signifikan

31. Peer Presure

Kesalahan berpikir dimana orang salah mengambil kesimpulan karena ancaman atau tekanan dari teman-temannya atau kelompoknya.

32. Personal Attack

Disebut juga Ad Hominem Abusive. Kesalahan berpikir ketika X menyangkal ide Y dengan menyerang secara personal Y, bukan idenya.

33. Poisoning the well

Kesalahan berpikir ketika X menyangkal pendapat Y dengan menyajikan informasi negatif yang tidak relevan tentang Y untuk melemahkan pendapat Y.

34. Post Hoc

Disebut juga Post Hoc Ergo Propter Hoc, False Cause, Questionable Cause, Confusing Coincidental Relationships With Causes. Kesalahan berpikir ketika menyimpulkan bahwa A adalah penyebab dari B, hanya karena A terjadi sebelum B.

35. Questionable Cause

Kesalahan berpikir yang menyimpulkan bahwa A menyebabkan B, hanya karena A dan B sering terjadi secara bersamaan.

36. Red Herring

Disebut juga smoke screen atau wild goose chase. Kesalahan berpikir dimana seseorang mencoba mengalihkan topik pembicaraan untuk membuat orang lupa akan topik yang sedang diperdebatkan.

37. Relativist Fallacy

Disebut juga Subjectivist Fallacy. Kesalahan berpikir ketika seseorang menolak sebuah klaim A, dengan menyatakan bahwa klaim A tersebut bisa saja benar bagi semua orang, tapi klaim A tersebut tidak berlaku bagi dirinya.

38. Slippery slope

Disebut juga Camel’s Nose. Kesalahan berpikir dimana sebuah kejadian A, pasti akan diikuti oleh kejadian B.

39. Special Pleading

Kesalahan berpikir ketika A menerapkan aturan atau standar tertentu namun menganggap aturan itu tidak berlaku untuk dia, tanpa alasan yang jelas.

40. Spotlight

Kesalahan berpikir ketika menyimpulkan bahwa seluruh populasi memiliki sifat yang sama dengan A. Dimana A adalah warga populasi tersebut yang paling mendapat sorotan dari media (mendapat spotlight)

41. Straw Man (manusia jerami)

Kesalahan berpikir ketika Y memberikan pendapat A. Kemudian X menyalahkan pendapat Y tersebut dengan menuduh Y memiliki pendapat B. Padahal Y tidak pernah menyebut tentang B. B merupakan sesuatu yang berbeda/berubah dari A. sehingga dapat dikatakan X itu menyerang manusia jerami (manusia sawah) bukan menyerang Y.

42. Two wrongs make a right

Kesalahan berpikir ketika X membenarkan tindakannya terhadap Y, dengan menuduh Y akan (atau telah) melakukan tindakan yang sama terhadap X. Padahal tindakannya itu  tetap saja salah, walaupun Y juga melakukan tindakan yang sama terhadap X.

Semoga Bermanfaat!

reference

https://www.softschools.com/examples/fallacies/

TBC

Sekitar 7 tahun lalu (2013) saya sempat sakit TBC. Lumayan parah, saya sempat mondok di Borromeus selama 20 hari dan berat badan saya turun 10 Kg. Saya akan coba share pengalaman tersebut. Gejala yang saya rasakan demam cukup tinggi, sampai 40 C. Badan terasa panas dingin. Malam hari badan saya berkeringat banyak, sampe harus ganti kaos beberapa kali. Gejala ini awalnya saya abaikan karena aktifitas kampus cukup padat. Waktu itu sudah mau akhir semester, bulan juni.

Setelah 3 hari demam saya coba ke Lab dan periksa darah. Hasil labnya typhus negatif tapi ada kelainan fungsi darah, anomali SgOT Sgpt dll. Kemudian coba konsul ke internis, Dr.Primal di Halmahera. Dia minta di usg perut dan periksa darah lagi.  Dari hasilnya dia curiga ada infeksi, cuman belum ketauan sakit apa, baru ketauan ada gangguan fungsi hati. Dia kasih obat antibibiotik dll. Cuman setelah konsul berikutnya, sepertinya belum ada perubahan. Akhirnya saya dirujuk ke Prof Siti di Borromeus.

Oleh Prof Siti saya langsung diminta cari kamar di Borromeus, supaya bisa diperiksa lebih intensif. Alhamdulilah dapat kamar ber-4. Sepertinya saya yang paling muda dan paling lama di kamar itu. Kemudian dari hasil USG perut disana baru ketauan ada asites, kalo gak salah sm dr ricky. Kemudian dikeluarkanlah asites itu, cairannya pekat banget kayak teh, ada sekitar 2 liter di perut saya. Cairan ini kemudian katanya mau diuji di lab.

Kemudian oleh prof Siti saya dirujuk juga ke berbagai macam ahli, ada dr Prayudi spesialis paru, Prof Iman (imunolog kalo gak salah). Kemudian dr prayudi menduga saya kena TB. Dan di rontgen lah paru saya, waktu itu hasilnya tidak terlalu jelas bercak yang biasanya jadi indikasi TB paru. Saya juga diminta cek sputum, kayak cairan dahak. Cuman saya gak bisa ngeluarin dahak. Bahkan sampe di nebu, kayak disuruh diasap hidung sama mulut, juga cuman dapet dikit. Terus selain itu juga di cek macem2, ada air kencing, dll. Cuman waktu itu beliau memutuskan mencoba treatment TB. Waktu itu memang ada respon, dalam artian saya jadi gak demam lagi dst. 

Klo dari prof iman saya cuman diajak ngobrol, sambil dicek macem2, mungkin prof siti takut klo ada kemungkinan penyakit imun dll. Prof Siti kemudian minta saya di CT scan. Nah ini persiapannya lumayan cape. Karena perut saya dikuras dulu, dikasih garam inggris kata susternya, sehingga saya buang air terus. Kemudian diminta puasa. Pas hari H, saya dimasukan semacam cairan pewarna katanya dari belakang, kemudian di scan pake alat itu. 

Abis itu setelah hampir 20 hari mondok di Borro, saya dinyatakan boleh pulang. Vonisnya TB perut, dan harus diterapi obat selama TB 6 bulan. Obat TB ini lumayan keras, pas hari pertama saya langsung mual dan muntah kalo gak salah, trus buang air kecil jadi merah. Padahal pada waktu itu dosisnya masih rendah. Setelah seminggu kalo gak salah saya harus ke RS, untuk suntik obat TB setiap hari.Saya lupa sampai berapa lama harus suntik. Kalo gak salah setelah konsul ke berapa, dr Prayudi memutuskan saya lulus suntik. 

Oiya yang seru juga, pas waktu saya mau pulang dari Borro, saya dapat telpon dari Bank Mandiri. Jadi sekitar 3 tahun sebelumnya (2010) saya ikut tabungan haji di sana, nah petugas bank nya bilang saya tahun ini dapat porsi haji, dan diminta melakukan pelunasan. Wow, saya bilang saya lagi di rumah sakit, musti nanya dokter dulu, dan waktu itu seinget saya, saya masih di kursi roda, nunggu istri saya ngurus administrasi kelulusan mondok. Sebenernya kaget juga, karena waktu daftar tahun 2010, dibilangnya antriannya masih panjang, sekitar 10 tahun lah. 

Untungnya dokter prayudi mengijinkan, selama saya tetap menjaga pengobatan TB yang harus minum obat tiap hari. Kata dia kalo kelewat, harus ngulang lagi dari awal pengobatannya selama 6 bulan lagi. Sampe istri saya nyiapin alarm di hp, jam berapa saya harus makan obat, biar gak kelewat.

Keluar dari mondok, kondisi saya masih lemah banget. Baru jalan dikit aja turun dari mobil ke rumah, udah ngos-ngosan. Apalagi waktu itu kontrakan kami di lantai 2, jadi pertama naik tangga rumah tuh harus meniti satu satu anak tangga, serasa kayak disuruh naik gunung sambil jalan jongkok,

Alhamdulillah setelah 9 bulan, pengobatan saya dinyatakan sembuh. TB ini penyakit yang cukup banyak di Indonesia. Dan dia menular lewat droplet dari orang yang sakit. Droplet itu maksudnya percikan ludah yang keluar ketika pasien, berbicara, batuk atau bersin. Jadi saya selama pengobatan juga diminta pake masker dan jaga jarak sama orang.

TB ini biasanya menyerang paru, tapi bisa juga nyerang tulung, usus, atau kelenjar. Waktu itu sepertinya saya ketularan dari seseorang. Dan waktu itu saya kondisinya memang lagi drop, gara-gara malas olahraga, sering begadang dan sutris juga sepertinya.

Tulisan ini saya buat cuman untuk mengenang aja kisah saya mondok dulu. Sekalian untuk introspeksi diri biar disiplin jaga kesehatan. Semoga yang baca ini bisa mengambil hikmahnya dan terhindar dari penyakit ini!

Mencari Promotor

Mencari sekolah S3 ternyata tidak mudah, sudah hampir 5 tahun saya ikhtiar mencari promotor dan kesempatan melanjutkan studi di luar. Saya memang agak milih2 dalam mencari promotor, karena ingin yang nyambung dengan bidang saya, yaitu malware. Selain itu saya juga agak milih2 kampus yang masuk list kampus tujuan Beasiswa BPP-LN dan BUDI. Ternyata promotor yang saya tuju juga milih2 juga, jadinya belum jodoh. Berikut ini beberapa kampus yang pernah saya coba ngelamar untuk lanjut studi S3:

  1. University of Kent – UK
  2. UNSW – Australia
  3. Keio University – Japan
  4. Tokyo Institute of Technology – Japan
  5. NAIST – Japan
  6. University of California Riverside – US
  7. North Carolina State University – US
  8. Northwestern University – US
  9. Nagoya University – JP
  10. TU Munchen – Deutschland
  11. RWTH Aachen – Deutschland
  12. ANU – Australia
  13. UCL – UK
  14. TU Braunschweig- DE
  15. Royal Holloway – UK
  16. Eurocomm – France
  17. Ruhr-Universität Bochum – DE
  18. Deakin University – AU
  19. Waseda Univ- JP
  20. Tsinghua – China
  21. University of Newcastle – Aus
  22. Zhejiang Univ – China
  23. Tsinghua – China
  24. University of Wisconsin, Madison – USA
  25. ETH Zurich – Swiss
  26. KAIST – KR
  27. TU Darmstadt – DE
  28. TU Dresden – DE
  29. UCl – UK
  30. Waseda – JP
  31. Univ Calgary – Canada
  32. UAB- Spain
  33. KTH – Sweden
  34. Uni of Dallas – USA
  35. NUS – Singapore
  36. N.C. State University
  37. RWTH Aachen – DE
  38. UC3M Madrid – Spain
  39. Univ Auckland – NZ
  40. Uni Melbourne – Australia
  41. Northumbria – UK
  42. Birmingham – UK
  43. NU Galway – Irland
  44. Edinburgh – Scottland
  45. Stuttgart – Jerman
  46. University of Luxemburg
  47. TU Denmark
  48. TU Delft – Belanda
  49. Cispa – Jerman
  50. Aalborg – Denmark

Sepertinya masih ada beberapa lagi kampus lain yang sempat saya lamar. Ada yang menjawab, ada yang tidak. Yang sempat menerima TU Munchen, Waseda, dan Northumbria. Cuman ada kendala di scholarship, saya sempat coba di BUDI dan BPPLN belum jodoh sepertinya. Gpp, tetep mencoba. Insyaallah nanti dapat yang terbaik

Belajar TKDA

Bulan lalu saya ikut tes TKDA (tes kemampuan dasar akademik). Tes ini kayak tes TPA (tes potensi akademik), tapi biasanya dipake untuk serdos (sertifikasi dosen). Karena lagi lauk daun (baca PSBB), tes ini saya ikuti secara online.

Pendaftaran

Pendaftaran tes bisa dilakukan di web https://member.plti.co.id/  atau di web https://upap.psikologi.ugm.ac.id/tkda/  dan https://psikologi.unair.ac.id/tkda/. Karena kuota tes TKDA terbatas, sementara peminatnya ada ribuan orang, jadinya waktu itu saya harus berburu slot kosong.

Maksudnya nongkrongin web tersebut, sambil coba daftar klo ada slot kosong.Contohnya jam 9 slotnya dibuka, nanti sekitar 10-15 menit sudah habis lagi kuotanya, padahal sekali buka slotnya bisa sampe 300 orang. Oiya info tentang slot kosong dan jadwal2 TKDA bisa dilihat di grup Telegram https://t.me/joinchat/Dq9h7BsoHkmaDmVOzkx4BQ .

Setelah seharian berburu slot pendaftaran TKDA, alhamdulillah saya dapat juga slot. Selanjutnya persiapan ujian.

Persiapan

Setelah browsing2, saya dapat kesimpulan tes TKDA itu dibagi 3 bagian yaitu : Verbal, Numerikal dan Figural. Dari 3 bagian itu dibagi lagi jadi 8 subkompetensi:

  1.  Kemampuan Verbal :  1.Analogi, 2.Logical Reasoning, 3.Analytic Reasoning
  2. Kemampuan Numerical:  4.Aritmethic, 5.Number Series, 6.Word Problem
  3. Kemampuan Figural: 7. Figure Analysis and Synthesis, 8. Spatial Reasoning

Untuk penjelasan umum tentang Tes TKDA yang menurut saya bagus bisa dilihat di youtube berikut ini

A1.Verbal Analogi

tentang tes Verbal Analogi saya belajar dari video berikut ini:

A.2 Verbal – logical reasoning

tes bagian kedua tentang Verbal logical reasoning saya belajar dari 3 video ini:

A.3 Verbal Analytical reasoning

tentang bagian Verbal analytical reasoning saya belajar dari video berikut ini:

Ok karena ada masukan katanya halaman ini lama banget loadingnya, jadi saya postingan ini saya bagi jadi 3 posting. Untuk bagian berikutnya B4. Numerik arithmetic bisa dilihat pada postingan berikutnya pada link ini https://julismail.staff.telkomuniversity.ac.id/belajar-tkda-2/. Semoga Bermanfaat!

Perpanjang SIM di Festival Citylink

Minggu ini masa berlaku SIM saya habis, waktunya ngurus perpanjangan SIM. Cuman pas mau perpanjang lumayan bingung juga, karena SIM saya masih pake alamat lama di Kabupaten Bandung. Sementara KTP saya sudah pake alamat baru di Kotamadya Bandung. Langsung kebayang berarti harus ngurus mutasi sim dulu, cabut berkas dari kabupaten bandung, terus baru mutasi masuk ke kotamadya.

Setelah tanya2, sekarang kalo sudah pake eKTP gak perlu ngurus mutasi. Jadi cukup perpanjang SIM, nanti alamatnya langsung berubah ke alamat sesuai eKTP. Cuman menurut hasil googling, perpanjang SIM untuk yang beda daerah domisili ini hanya bisa di tempat SIM online. Maksudnya untuk kasus saya, belum bisa dilayani semua SIM outlet.

Jadi SIM online ini bisa melayani perpanjangan SIM dari seluruh Indonesia. Menurut mbah google yang sudah online tuh diantaranya SIM keliling. Nah di bandung ada satu gerai sim online baru di Festival Citylink. Di sim outlet ini bisa melayani perpanjangan SIM untuk pemegang KTP/SIM luar kota bandung.

Lokasinya di Lt 2 Pas pojokan kanan kalo naek escalator. Jam bukanya ngikutin Mall jam 10. Untuk perpanjangan SIM persyaratan yang perlu dibawa:

  • SIM asli, fotocopy
  • KTP asli fotocopy

Sebelum perpanjang SIM, kita harus cek kesehatan dulu. Loket pemeriksaan kesehatan ini persis di sebelah gerai sim online. Cek kesehatan bayarnya 40 rb. Disini kita diminta nyerahin SIM asli sama fotocopy KTP.

Pertama di cek mata, kayak cek mata minus di dokter. Jadi kita disuruh baca huruf yang mulai dari yang besar sampe yang kecil banget. Terus cek buta warna, disuruh baca angka2 yang tersembunyi di beberapa warna yang beda2. Terakhir cek tensi. Setelah itu dapat surat sehat, oiya SIM dan fotocopy KTP kita dibalikin lagi.

Setelah dapat surat sehat, saya langsung menuju loket 1 bagian pendaftaran. Disana saya menyerahkan surat kesehatan, SIM asli dan fotocopy KTP. Setelah itu duduk manis nunggu dipanggil. Menurut info petugas dari loket pendaftaran, yang dilayani disini cuman SIM yang bakal habis dalam rentang waktu 2 minggu.

Kemudian ada panggilan dari loket 2, ini adalah loket pembayaran. Karena saya perpanjang 2 sim sekaligus saya diminta bayar Rp 255 ribu. Kalo perpanjang 1 sim kayaknya bayarnya 125 ribu. Setelah bayar, duduk cantik lagi nunggu panggilan.

Gak lama kemudian ada panggilan dari loket 3. Disini saya dikasi form yang harus diisi, karena saya bikin 2 SIM jadi dapet 2 form plus 1 form untuk asuransi. Form ini isinya tentang data-data kita, nama alamat dll. Ada disediakan pulpen disana, cuman biar gak ngantri baiknya bawa pulpen sendiri dari rumah. Kalo udah beres ngisi formulir, taro formnya di loket 5. Setelah itu duduk lagi, nunggu panggilan.

Kemudian ada panggilan dari loket 5, petugas akan membacakan nama, alamat dan tempat tanggal lahir kita. Kita diminta konfirmasi apakah nama, alamat dan tempat tanggal lahir kita sudah sesuai. Setelah itu saya difoto, ambil cap jempol, dan tanda tangan. Setelah itu duduk lagi.

Kemudian ada panggilan dari loket 6, ini adalah loket pengambilan SIM. Disini petugasnya nawarin SIMnya mau dilaminating apa gak? Cuman karena harus bayar lagi, saya bilang gak usah dilaminating mas.

Di SIM outlet festival citylink ini lumayan cepat prosesnya, sekitar 30-45 menit. Mungkin karena belum terlalu rame juga yang bikin SIM disini. Ruangannya nyaman, dan melayani juga untuk yang SIMnya luar kota bandung

Semoga Bermanfaat!

Papan Informasi SIM outlet Festival Citylink

Selamat Hari Raya

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Taqabbalallahu Minna Wa minukum

Mohon Maaf Lahir Batin

Eid Mubarak