The Inconvenient Truth

Minggu lalu saya nonton film The Inconvenient Truth. Film ini sebuah film dokumentasi tentang global warming. Pada film ini kita akan melihat presentasi Al Gore tentang permasalahan lingkungan. Al Gore merupakan seorang politikus yang sempat menjadi wakil Presiden Amerika Serikat. Sekarang beliau banyak menyampaikan presentasi untuk memberi edukasi tentang masalah lingkungan.

Pada film ini Al Gore bercerita tentang efek rumah kaca dimana kadar CO2 saat ini terus meningkat. Akibatnya adalah meningkatnya temperatur bumi yang mengakibatkan Es di kutub semakin berkurang. Berkurangnya es di kutub ini lama kelamaan akan meningkatkan permukaan laut. Sehingga sangat mungkin dalam 20 tahun kedepan kota-kota yang berada di pinggir laut akan terendam. Selain itu efek pemanasan global ini ternyata juga menimbulkan berbagai bencana seperti banjir, angin topan, serta kekeringan.  Kerusakan lingkungan ini disebabkan oleh semakin pesatnya pembangunan yang tidak memperhatikan aspek lingkungan. Presentasi yang ditampilkan sangat menarik, dengan menampilkan video, gambar dan data-data scientific.

Pada film ini beliau juga mengajak kita untuk ikut berperan serta untuk menjaga lingkungan. Ada banyak tips yang disampaikan untuk berperan serta, misalnya:dengan melakukan penghematan energi, misalnya menghemat listrik seperlunya, menggunakan lampu hemat energi, hemat air, memisahkan sampah, melakukan daur ulang dll.  Beliau mengajak kita untuk menjaga bumi ini, tidak hanya untuk kita tapi untuk anak cucu kita.

Film ini mengingatkan saya dengan lagu “Heal the World” – Michael Jackson

Heal the world,
make it a better place,
for you and for me and the entire human race…

Mari kita jaga bumi ini bersama2

Materi tentang film ini bisa dilihat pada link berikut http://www.takepart.com/an-inconvenient-truth.  Langkah apa saja yang bisa kita lakukan untuk menjaga lingkungan bisa dilihat pada link berikut http://www.epa.gov/climatechange/wycd/

Kaos untuk blog

Judul tulisan kali ini agak berbeda “Kaos untuk blog“. Yah, memang tulisan kali ini mau menyampaikan pesan sponsor :) Jadi pihak kampus sedang berupaya untuk mengajak segenap komponen kampus, baik dosen, mahasiswa dan staff untuk rajin menulis di blog internal kampus. Nah untuk itu pihak kampus mengadakan sebuah kontes blog, dimana akan diberikan 25 kaos untuk mahasiswa dengan blog terbaik. Kontes ini akan berlangsung sampai tanggal 30 November 2014. Informasi lebih jelasnya bisa dilihat pada link berikut : http://ccs.is.telkomuniversity.ac.id/2014/09/23/hadiah-t-shirt-dan-kaos-untuk-dosen-tpa-dan-dosen/

Budaya menulis di blog ini sebenarnya sangat positif, terutama untuk mahasiswa. Karena saya masih sering melihat mahasiswa tingkat akhir yang kesulitan untuk menuliskan hasil penelitiannya. Padahal untuk bisa lulus, mahasiswa dinilai dari hasil penelitian akhirnya. Nah penelitian tersebut harus bisa dituliskan secara baik dalam buku Proyek Akhir atau Tugas Akhir. Tak jarang mahasiswa bimbingan saya terlihat bingung untuk menulis hasil penelitiannya. Seringkali dalam buku karya akhir mahasiswa menulis dalam kalimat yang susah dimengerti. Karena penguji tidak bisa memahami apa yang ditulis di buku, akhirnya mahasiswa mendapat nilai rendah. Padahal mahasiswa merasa penelitian yang dia kerjakan sudah sangat hebat dan canggih. Ada juga yang masih menggunakan bahasa gaul di buku proyek akhirnya. Mungkin mahasiswa masih menganggap menulis buku Penelitian tidak beda dengan menulis status di media social.

Nah disinilah perlunya mahasiswa rajin menulis. Karena menulis itu memang tidak mudah. Seringkali kita menganggap menulis itu gampang. Karena sejak SD toh kita sudah sering menulis. Tapi menulis dengan baik dan benar serta mudah dipahami pembaca itu ternyata tidak mudah. Bahkan saya sebagai pengajar pun sering merasa kesulitan (keram otak) untuk menulis. Tapi saya ingat pesan guru saya bahwa keahlian apapun di dunia ini tidak ada yang tidak bisa dipelajari. Yang kita butuhkan hanya terus berlatih. Menurut beliau kita butuh 1000 jam latihan untuk bisa menguasai satu hal. Contohnya kalo kita latihan maen bola terus setiap hari secara rutin, maka lama-kelamaan kita pasti akan jago maen bola.  Begitu juga keahlian apapun, kalo kita tekuni terus menerus setelah 1000 jam latihan pasti kita bisa.

Begitu juga dengan menulis. Guru saya tersebut sering bilang untuk jago menulis, kita harus latihan menulis setiap hari. Untuk itu dia selalu menyempatkan diri menulis tiap hari satu halaman di blog (one day one post). Nah sekarang pesan itu saya lanjutkan kepada anda. Mari kita rajin menulis.

Untuk mengaktifkan blog internal bisa dilihat disini http://ccs.is.telkomuniversity.ac.id/2014/02/19/ayo-aktifkan-blogmu/

Tentang ngeblog di wordpress bisa dilihat disini http://ccs.is.telkomuniversity.ac.id/2014/06/17/materi-sosialisasi-peningkatan-pengelolaan/

kaos untuk blog
from http://ccs.is.telkomuniversity.ac.id

Perwalian 2014

Hari ini saya mendapatkan jadwal Perwalian 2014, ketemu anak wali angkatan baru tahun 2014. Saya harus menjelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan aturan akademik dll. Senang sekali rasanya melihat mata dan pancaran penuh semangat dari para mahasiswa baru. Bagi para mahasiswa baru selamat datang di kampus Telkom University. Materi slide presentasi bisa dilihat di alamat berikut: http://ppdu.telkomuniversity.ac.id/?p=836

Jangan lupa juga untuk melakukan registrasi di i-gracias. Pengumuman tentang registrasi bisa dilihat disini http://ppdu.telkomuniversity.ac.id/wp-content/uploads/2014/08/Pengumuman-Registrasi-Mahasiswa-Baru-2014-1.pdf

Have Fun!

Install Jabref (reference manager) di linux

Untuk mahasiswa yang sedang nulis baik PA/TA/Thesis maupun Disertasi, mengumpulkan literatur atau daftar pustaka menjadi hal yang cukup menyulitkan. Seringkali mahasiswa lupa mencantumkan literatur. Hal ini cukup fatal karena nanti bisa dianggap oleh penugji. Nah  plagiat di kalangan akademis bisa dibandingkan seperti dosa besar (kesalahan yang sangat fatal). Seringkali mahasiswa menemukan bahan bacaan  (buku, website dll) tapi lupa tidak dicatat, sehingga waktu nulis buku kelupaan. Apalagi kalo sumber literatur sudah mencapai puluhan, wah puyeng deh.

Padahal ada banyak alat bantu yang bisa kita gunakan untuk membantu mengelola referensi. Dengan alat bantu, biasanya kita cukup menambahkan sitasi sekali, atau bisa juga copy paste atau import dari web, kemudian nanti tinggal dimasukkan ke aplikasi report kita misalnya microsoft word, LibreOffice atau lyx.Yang paling banyak digunakan ada reference manager. Aplikasi ini sudah jadi standar digunakan oleh para peneliti.Cuman mahal. Nah sebagai pecinta aplikasi open source, pilihan saya adalah pake JabRef. Aplikasi ini berbasis Java, cukup mudah digunakan,dan  menggunakan format Bibtex. Dengan Jabref, mengelola referensi jadi mudah, dia bisa terhubung juga dengan berbagai jurnal seperti IEEE, CiteSeer dll. Jadi bisa donlot sitasi langsung dari web jurnal tersebut. Bisa import bibtex juga. Klo dari google scholar kita tinggal copy paste aja sitasinya.

JabRef-Logo

Instalasi jabref pada linux cukup mudah. Karena hampir semua distro support. Pada Debian kita tinggal menjalankan perintah

apt-get install jabref

Jangan lupa, jabref perlu java, jadi pastikan kita install java terlebih dahulu Aplikasi ini cukup mudah digunakan. Kalau bingung, ada tutorial bahasa indonesia juga  pada link berikut:

http://jabref.sourceforge.net/help/in/Contents.php

Semoga bermanfaat

Jingga

Hari ini saya mau coba review buku yang lagi saya baca. Judulnya Jingga: Perjalanan ke India dan Thailand Mencari Surga di Bumi. Karya dari  Marina S. Kusumawardhani. Buku ini sebenarnya sudah terlupakan, sudah ada lama di rumah saya. Hadiah dari siapa saya juga lupa. Sudah sekitar 2 tahun  tidak terjamah, masih terbungkus plastik. Karena ketika dapat buku ini dari judulnya kesannya seperti travel guide. Mungkin tentang orang backpacker ke India pikir saya, covernya juga kurang menarik. Jadi kurang nafsu untuk membacanya. Minggu lalu pas lagi gak ada bahan bacaan, saya gak sengaja nemu lagi buku ini.

Ternyata setelah dibuka seru juga buku ini. Ceritanya keliatannya kisah  sang penulis buku. Jadi beliau seorang remaja wanita dari bandung, yang lagi galau berat, mencari jati diri. Kemudian terinspirasi dari sebuah band Inggris (kalo gak salah) yang menyanyikan lagu tentang India. Personil Band ini pernah ke India dan mengaku menemukan “sesuatu sangat spesial dari India”. Setelah menabung 8 tahun, pergilah gadis ini seorang diri ke India (nekat) untuk mencari “arti kehidupan”. Semuanya terkesan spontan, nekat dan tanpa rencana. Yang menakjubkan Gadis ini bertualang sendiri, tidak punya kenalan disana  dan tidak punya travel plan. Alkisah sampailah dia di New Delhi.

jingga

Nah di India ternyata semuanya berbeda, semrawut, tidak teratur, (menurut dia jauh lebih parah dari Jakarta) sangat jauh dari surga yang dicarinya.  Kemudian dia berkenalan dengan seorang dari Kashmir, dan pergilah mereka ke Kashmir, dekat Himalaya. Disini dia sempat menemukan “surga” di sebuah kawasan danau yang sangat indah di daerah pegunungan tinggi. Dia bertemu juga beberapa Holy man yang mengajarkan banyak hal tentang filosofis hidup. Namun gadis ini belum puas karena menemukan banyak hal yang terasa janggal di daerah yang masih terjadi konflik diperebutkan  antara India dan Pakistan. Gadis ini melanjutkan perjalanan ke daerah Himalaya dekat Nepal, dan bertemu dengan para pendeta Buddha. Dia sempat bertemu juga dengan Dalai Lama. Gadis ini banyak belajar tentang ajaran Buddha. Kemudian dia melanjutkan perjalanan ke sungai Gangga yang dianggap suci. Disini dia belajar meditasi dan yoga. Disini dia mengalami pengalaman spiritual yang membuat dia mampu melihat kehidupan secara berbeda.

Sayangnya saya baru sampe situ bacanya, nanti saya lanjutkan cerita perjalanan gadis nekat ini mencari surga di bumi.

..bersambung

Pengajar Muda

2 Mei adalah hari pendidikan. Kita akui masih banyak sekali permasalahan dalam dunia pendidikan negeri ini. Masih banyaknya angka putus sekolah, makin menurunnya akhlak dan budi pekerti siswa, dan masih banyak lagi. Sangat mudah bagi kita untuk mencari kambing hitam dan menyalahkan pemerintah terhadap permasalahan-permasalahan ini. Tapi saling menyalahkan itu tidak ada gunanya. Akan lebih bermanfaat bila kita melakukan sesuatu untuk memperbaiki pendidikan negeri ini.

Saat ini Indonesia Mengajar kembali membuka kesempatan para pemuda yang cinta negeri ini untuk menjadi pengajar muda. Teman-teman nanti akan dikirim ke daerah-daerah dan menjadi tenaga pengajar disana. Diharapkan teman-teman nanti dapat berbagi pengalaman dan menginspirasi para siswa agar mau belajar dengan giat dan merubah masa depannya. Pengalaman menjadi pengajar muda juga akan membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan teman-teman. Pengajar Muda adalah generasi muda terbaik bangsa yang direkrut, dilatih dan dikirimkan oleh Indonesia Mengajar untuk mengabdi di masyarakat sebagai guru di daerah terpencil selama 1 (satu) tahun.pengajar muda

Mari bergabung menjadi Pengajar Muda. Taklukan tugas menantang, sekaligus bentuk karakter kepemimpinanmu. Sebarkan pula pesan ini kepada teman-teman atau kenalanmu.  Pendaftaran Pengajar Muda Angkatan IX sudah dibuka dari tanggal 1 April sampai 15 Mei 2014. Pendaftaran dapat dilakukan melalui aplikasi online langsung pada halaman berikut ini https://indonesiamengajar.org/dukung-indonesia-mengajar/jadi-pengajar-muda/

Mari kita bersama-sama menginspirasi negeri ini !

Briefing Kelas Inspirasi

Hari minggu tanggal 10 Februari 2013, saya mendapat kesempatan menghadiri briefing kelas inspirasi 2 Bandung di saung angklung udjo. Pada acara ini Bapak Anies Baswedan memberikan sambutan yang cukup menginspirasi saya. Saya akan coba sarikan beberapa pidato beliau sebagai berikut :

Saat ini setiap tahun terdapat sekitar 5,6 juta siswa yang mendaftar ke Sekolah Dasar. Sementara setiap tahun hanya terdapat sekitar 2,3 juta siswa yang lulus dari SMA. Sehingga setiap tahun di negara kita terdapat 3,3 juta siswa yang putus sekolah, mereka ini Big Young uneducated. Karena pengetahuan adalah sumber mimpi. Bagi mereka memiliki mimpi adalah sebuah mimpi, sehingga menyerah adalah sebuah keniscayaan. Ini adalah sebuah gambaran potret permasalahan pendidikan di negara ini.
Republik ini sesungguhnya didirikan dengan iuran dari seluruh warganya, baik itu iuran waktu, tenaga, darah bahkan nyawa. Kini adalah saatnya kita memberikan iuran untuk negeri ini, untuk membantu menyelesaikan permasalahan pendidikan di negara ini. Banyak cara yang bisa kita lakukan, menyumbang buku, menyumbang dana dsb. Tapi sesungguhnya iuran kehadiran adalah yang paling bermanfaat. Kita bisa menjadi seperti sekarang ini karena pendidikan. Sekarang saatnya kita turun tangan, Lets think big, start small and act now!

Pada hari inspirasi nanti tolong sampaikan 4 nilai penting bagi para siswa SD.

1. Kejujuran

Di negeri ini kejujuran sudah mulai langka, bahkan saat ini orang yang tidak jujur masih mendapatkan tempat. Padahal di negara maju kejujuran ataupun integritas merupakan syarat mutlak untuk bisa diakui di pekerjaan.

2. Kerja keras

Berani bermimpi saja belum cukup. Berani bermimpi harus disertai kerja keras untuk mengejarnya.

3. Ketangguhan

Pada proses meraih mimpi ini pasti akan sangat banyak halangan yang menghadang, sehingga mutlak ketangguhan serta daya juang yang tinggi sangat diperlukan. Ketika bermimpi saja adalah sebuah mimpi, maka menyerah itu adalah sebuah keniscayaan.

4. Kemandirian

Bangsa ini belum mandiri, karena itu kemandirian ini harus kita tanamkan sejak usia dini.

Anak-anak SD ini adalah audience yang sangat jujur, mereka akan segera mengekspresikan apa yang mereka rasakan. Karena itu persiapkan dengan baik materi pengajaran anda. Indonesia mengajar adalah sebuah gerakan, bukan sebuah program. Pada sebuah program, ownershipnya hanyalah pada pembuat program, tapi sebuah gerakan ownership dimiliki oleh semua orang. Pada gerakan (movement), its not about me but its about all of us.

Mari kita lanjutkan gerakan ini, kita bimbing tunas bangsa ini. Mendidik adalah memimpin, pemimpin yang baik adalah pendidik yang baik. Sehari mengajar, seumur hidup menginspirasi!

Berikut link pidato lengkapnya

Mengajar di Kelas Inspirasi

Awalnya saya berpikir mengajar di kelas inspirasi tidak akan sulit, karena mengajar merupakan aktifitas sehari-hari saya sebagai dosen. Tapi ternyata tidak mudah mengajar anak kelas 1 SD. Selain itu mengenalkan mimpi pada anak tukang baso, anak pembantu rumah tangga, bahkan ada yg orangtuanya pengangguran merupakan tantangan sendiri. Kondisi lingkungan dan sosial yang terbatas ternyata tidak menghalangi anak-anak ini untuk bermimpi. Dengan suara lantang dan pancaran mata yg meyakinkan, para tunas bangsa ini satu persatu menyebutkan cita-citanya, ada yang ingin jadi dokter, tentara, guru dll. Saya merasakan juga ketulusan hati para ibu guru SD dalam membimbing anak-anak ini. Walaupun ada yang baru mendapat gaji Rp 300 ribu perbulan sebagai guru honorer, tapi saya melihat beliau mengajar dengan hati yg tulus. Selesai mengajar 2 kelas, saya mendapat kabar duka ibunda saya meninggal. Beliau merupakan inspirasi saya selama ini. Tanpa dorongan motivasi ibunda rasanya tak mungkin saya bisa menjadi  seperti saat ini. Sehari mengajar di kelas inspirasi membuat saya merasa lebih mengenal profesi ibunda yang dulunya guru SD. Saya yakin hari ini ibunda kembali dengan tersenyum, karena di hari terkhirnya, anaknya ikut membagi mimpi bagi tunas bangsa. Maju terus pendidikan Indonesia. Sebagai penutup saya sampaikan kalimat yang disampaikan Anies Baswedan pada briefing acara ini : Lets think big, start small and act now!