Hujan karya Tere Liye

Saya baru saja tamat membaca buku hujan karya tere liye. Buku ini agak berbeda dengan karya Tere liye lainnya, mengambil setting waktu masa depan tahun 2040an. Kisahnya di sebuah negeri yang telah mengalami kemajuan teknologi yang sangat canggih, terjadi letusan Gunung Berapi yang sangat dahsyat (super volcanoes).  Letusan gunung berapi ini diikuti dengan gempa dan gelombang tsunami yang menghancurkan banyak kota di bumi. Lail seorang remaja putri yang saat itu sedang berangkat sekolah, berhasil lolos dari tragedi tersebut dibantu oleh seorang remaja putra bernama esok alias Soke Bahtera. Namun akibat bencana tersebut Lail kehilangan kedua orang tuanya.

Pasca bencana tersebut kondisi bumi sangat suram dan menyedihkan, perlu waktu berhari-hari untuk dapat memulihkan listrik, dan infrastruktur lainnya. Kota tempat Lail tinggal hancur, banyak penduduk yang meninggal akibat kelaparan. Kemudian langit juga ditutupi oleh debu vulkanik. Debu ini menyebabkan suhu bumi menjadi turun. Beberapa negara mengalami musim dingin yang berkepanjangan akibat debu vulkanik ini (vulcanic winter).

Lail yang menjadi yatim piatu pun harus tinggal di pengungsian. Lail mengalami trauma dan kesedihan yang mendalam karena kehilangan segalanya, keluarga, rumah dll. Sementara,  Esok yang juga kehilangan 4 orang kakaknya akibat bencana tersebut, berhasil menyelamatkan ibunya yang tertimbun dari reruntuhan tokonya. Walaupun begitu ibu Esok harus merelakan kedua kakinya diamputasi. Berbeda dengan Lail, Esok menghadapi tragedi tersebut dengan sangat positif. Esok banyak menolong orang di kamp pengungsian.  esok bahkan membantu para relawan untuk membuat pompa air untuk mendapatkan air bersih. Esok juga membantu menjadi kurir pengantar pesan antar kamp pengungsian. Esok kemudian tumbuh menjadi seorang ilmuwan muda yang cerdas, yang menemukan berbagai teknologi canggih. Sementara Lail berhasil bangkit dari kesedihannya dan menjadi perawat yang mendapatkan penghargaan atas pengabdiannya.

Buku ini berkisah tentang kisah cinta Lail dan Esok, dua orang manusia yang hidup dalam situasi yang serba sulit pasca bencana. Kisah cinta yang rumit. Buku ini berkisah juga tentang kemajuan teknologi yang sangat canggih. Selain itu juga tentang ketamakan manusia yang tidak perduli tentang permasalahan lingkungan hidup. Dan tentang belajar melupakan dan belajar menerima.

Membaca buku ini menurut saya banyak kisah sedihnya, walaupun ada kejutan di akhir buku. Tapi seru juga membayangkan berbagai teknologi canggih yang diceritakan tere liye dengan sangat baik. Ada mobil terbang, ada teknologi medis yang bisa memetakan syaraf dan menghapus memori buruk dari ingatan kita, ada teknologi telekomunikasi canggih yang berupa chip dan ditanamkan ke tangan kita. Chip itu digunakan juga untuk menjadi alat pembayaran. Ada teknologi untuk merekayasa cuaca dll. Selain itu tentunya seperti buku tere liye lainnya, ada banyak hikmah dan kata bijak yang disampaikan dengan bahasa yang mudah dimengerti.

Selamat membaca!

Silahkan tuliskan tanggapan, kritik maupun saran

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.