Mereview Proposal PA

Minggu ini saya disibukkan dengan tugas mereview proposal PA (Proyek akhir). Ada sekitar 12 proposal yang harus direview. Ceritanya Review proposal ini ditujukan untuk menguji kelayakan PA. Maksudnya yang perlu diuji adalah apakah proposal yang diajukan sudah sesuai dengan bidang studi? apakah proposal terlalu sulit atau terlalu mudah untuk mahasiswa D3? serta kejelasan isi dari proposal, seperti rencana pengujian, perangkat yang dibutuhkan dll. Review proposal ini memang sebuah terobosan baru dari prodi. Sebelumnya mahasiswa harus menjelaskan proposal yang dibuat kepada para penguji pada seminar PA.

Baik seminar PA maupun review proposal sebenarnya mempunyai tujuan akhir yang sama. Bedanya pada seminar terdapat interaksi langsung berupa presentasi dan tanya jawab antara mahasiswa dengan penguji. Pada proses review proposal, tidak terdapat interaksi langsung. Mahasiswa menyerahkan proposal kepada koordinator PA, kemudian koordinator PA akan menugaskan dosen penguji untuk melakukan review proposal. Review proposal ini terinspirasi dari proses Peer-Review yang sudah lazim digunakan pada proses penulisan karya ilmiah. Biasanya bila kita akan melakukan publikasi karya ilmiah, sebelum disetujui untuk diterbitkan pada jurnal atau proceeding, naskah kita direview dulu oleh para pakar.

Ternyata perlu konsentrasi tingkat tinggi untuk memahami proposal-proposal PA ini. Kebanyakan proposal yang saya review sulit untuk dipahami. Maksudnya cara penulisannya seringkali terlalu rumit. Contohnya ada mahasiswa yang menulis kalimat yang panjang-panjang, sampai 5 baris. Sehingga susah untuk saya pahami maksudnya.  Memang menuliskan apa yang ada di pikiran kita bukanlah hal yang mudah. Menulis itu berbeda dengan berbicara. Menulis membutuhkan latihan. Untuk itu sebaiknya mahasiswa sejak dini berlatih menulis. Bahkan sayapun masih terus berlatih menulis, ya melalui blog ini misalnya 🙂 Saran saya sebaiknya proposal yang sudah ditulis dibaca dulu. Mungkin bisa minta tolong orang lain atau teman untuk membacanya. Tanyakan apakah dia paham dengan apa yang kita tulis.

from aockeysolutions
from aockeysolutions

Sebagai penutup ada satu pesan guru saya yang ingin saya share. Menurut guru saya dalam menulis gunakanlah kalimat yang mudah. Tulisan yang bagus bahkan  harus bisa dipahami oleh nenek-nenek dengan mudah. Maksudnya walaupun materi yang kita tulis “berat”,  orang yang awam tentang topik itu menjadi mengerti setelah membaca tulisan kita. Baiklah masih ada 3 proposal lagi yang belum saya review. Saya akan lanjutkan penderitaan mereview ini. Mungkin sebaiknya pada proses review ini kedepannya ada kesempatan bagi penguji untuk bertanya dengan mahasiswa.

 

Silahkan tuliskan tanggapan, kritik maupun saran