Penghujung bulan Ramadhan

Tak terasa hari ini kita sudah memasuki penghujung bulan Ramadhan. Ada seorang teman bertanya, seekor kuda yang bertanding pada lomba pacuan kuda, ketika mendekati garis finish apa yang dia lakukan? Umumnya dia akan semakin kencang larinya.  Ketika mendekati garis finish bukannya malah bersantai atau berlari dengan perlahan, tapi justru semakin kencang larinya. Bahkan dia akan berusaha berlari lebih kencang lagi untuk menjadi juara.

Tauladan Rasulullah SAW di akhir  ramadhan

Nah begitu juga seharusnya yang kita lakukan pada penghujung bulan Ramadhan ini. Semakin dekat kita dengan garis finish maka harusnya semakin giat ibadah kita. Rasulullah SAW sang tauladan kita telah memberi contoh:

“Adalah Rasulullah SAW jika telah masuk sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, beliau mengencangkan kainnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari-Muslim)

dalam riwayat lain disebutkan:

“Nabi SAW melakukan iktikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan sampai beliau meninggal. Kemudian, istri-istrinya yang melakukan iktikaf sepeninggal beliau.” (HR. Bukhari-Muslim)

Sementara itu di hari-hari terakhir ramadhan, diceritakan mulai tampak kesedihan di hati para sahabat. Mengapa demikian? Karena akan berpisah dengan bulan Ramadhan. Mereka sangat cemas jangan sampai mereka tidak mendapatkan berkah ramadhan, dimana semua amalan dilipat gandakan. Di pintu ampunan dibuka lebar-lebar. Mereka cemas hanya memperoleh bila mereka termasuk golongan yang pada bulan Ramadhan hanya mendapat rasa lapar, dahaga. Konon Ali bin Abi Thalib pada malam terakhir Ramadhan tampak cemas di wajah, gelisah dan berlinang air mata.

Pada riwayat lain Rasulullah SAW bersabda,

“Apabila malam terakhir bulan Ramadhan tiba, maka menangislah langit, bumi, dan para malaikat karena musibah menimpa umat Muhammad SAW.”
Rasulullah ditanya, “Musibah apakah itu ya Rasulullah? Nabi SAW menjawab, “Perginya bulan Ramadhan, karena di bulan Ramadhan itu semua doa diijabah, semua sedekah diterima, semua kebaikan dilipatgandakan pahalanya dan siksa ditolak (dihentikan).” (Diriwayatkan dari Jabir).

“Sekiranya umatku ini mengetahui apa-apa (kebaikan) di dalam bulan Ramadhan, niscaya mereka menginginkan agar tahun semuanya itu menjadi Ramadhan.” HR Ibnu Abbas

Para sahabat bersedih karena semua kebaikan di bulan Ramadhan, ketaatan diterima Allah SWT, doa-doa hamba dikabulkan, semua dosa dan kesalahan diampuni dan surga rindu menunggu kehadiran mereka.

Doa Penutup Ramadhan

Sebagai penutup ada untaian perpisahan Ramadhan dari Zainal Abidin Al-Sajjad yang sangat bagus:

“Wahai Bulan Allah yang agung. Wahai hari raya kekasih Tuhan. Asalamu alaika, wahai waktu-waktu yang menyertai kami dengan penuh kemuliaan. Wahai bulan, detik, jam dan hari-hari kebaikan. Assalamu alaika, wahai bulan yang ketika harapan didekat kan dan amal dihamparkan.”

“Salam bagimu wahai Ramadhan, sahabat yang datang membawa kebahagian dan kepergiannya meninggalkan kepedihan. Salam bagimu wahai teman, yang membuat hati menjadi lembut dan dosa berguguran.”

“Salam bagimu wahai bulan penolong yang membantu kami melawan setan dan memudahkan menapak jalan kebaikan. Assalamu alaika ya Ramadhan. Betapa panjangnya Engkau bagi para pendurhaka. Betapa mulianya Engkau bagi hati orang-orang yang yakin. Salam bagimu wahai Ramadhan, Engkau datang pada kami membawa keberkahan dan membersihkan kami dari kesalahan.”

“Salam bagimu wahai Ramadhan, yang dirindukan sebelum kedatangannya dan disedihkan sebelum kepergiannya. Salam bagimu wahai Ramadhan karenamu betapa banyaknya kejelekan dipalingkan dari kami. Karena engkau betapa banyak kebaikan dilimpahkan pada kami.”

“Semoga sebelum Ramadhan meninggalkan kita dan berpisah dengannya, kita mampu menyembelih nafsu kebinatangan kita, menutup pintu masuknya setan, menutup pintu neraka, dan membuka pintu surga.”

Ya Allah, janganlah Engkau jadikan puasa kami saat ini sebagai puasa yang terakhir dalam hidup. Sekiranya Engakau jadikan puasa ini sebagai puasa yang terakhir dalam hidupku, maka jadikanlah sebagai puasa yang dirahmati, dan janganlah Engkau jadikan sebagai puasa yang hampa (ditolak). Amin ya rabbal Alamin.

Semoga Bermanfaat!

Disarikan dari tulisan DR Fadhlullah Muhammad Said MA di Republika yang bisa dilihat pada link berikut ini

 

One thought on “Penghujung bulan Ramadhan”

Silahkan tuliskan tanggapan, kritik maupun saran