Pertemuan Akhir Tahun ID-CERT 2017

Hari ini diadakan acara pertemuan akhir tahun ID-CERT 2017. Kali ini acaranya diadakan di Jakarta, tepatnya di Kolla Space Jl Agus Salim. Biasanya acara ID-CERT diadakan di Bandung. Namun kali ini Pak Budi ingin acara diadakan di Jakarta.

Kolla Space ini ternyata tempatnya nyaman. Jadi dia konsepnya co-working space (Kollaborasi). Letaknya juga tidak jauh dari stasiun kereta Gambir. Karena itu saya nyoba naek kereta api tut tut tut. Dulu terakhir naik kereta parahyangan rasanya waktu jaman old. Ternyata sekarang sangat nyaman naik kereta api. Beli tiketnya online. Trus sampe stasiun ternyata harus cetak boarding pass sendiri. Ada terminalnya, kita tinggal scan barcode atau masukan kode booking. T O P deh. Saya sengaja pilih kelas ekonomi, ternyata nyaman juga kursinya. Cuman tempat kakinya kurang panjang buat kaki saya. Dan AC nya dingin banget.

Agenda

Ok kembali ke laptop. Pada pertemuan ini agendanya adalah:

  1. Pengenalan ID-CERT oleh pak Budi Rahardjo.
  2. Laporan aktifitas ID-CERT 2017 oleh Pak Ahmad Alkhazimy.
  3. Laporan aktifitas Lab Malware oleh Jul
  4. Ikhtisar Peristiwa Keamanan 2017  oleh Suluh Husodo CBN
  5. Tren security 2018 oleh Pak Budi Rahardjo
  6. Outlook Malware 2018 oleh Jul

Pengenalan ID-CERT

Tujuan pertemuan ini adalah melaporkan aktifitas ID-CERT selama satu tahun kepada komunitas. Agenda dimulai dengan pengenalan sejarah ID-CERT oleh Pak BR. ID-CERT didirikan oleh Pak Budi dan Pak Andika pada bulan Desember 1998. Karena pada saat itu tidak ada organisasi di Indonesia yang menangani insiden keamanan. ID-CERT dibangun oleh komunitas. Tujuan ID-CERT adalah untuk melakukan koordinasi penanganan insiden keamanan di Indonesia. Selain itu ID-CERT juga melakukan penelitian dibidang keamanan internet.

Kemudian Pak Budi bercerita tentang sejarah CERT di dunia. Berawal dari kasus Morris Worm di US tahun 1988, kemudian Carnegie Mellon University berinisiatif membuat CERT (Computer Emergency Response Team) untuk mempermudah koordinasi penanganan insiden tersebut.

ID-CERT bersama dengan JP-CERT (Jepang) dan Aus-CERT (Australia) mengambil inisiatif mendirikan AP-CERT (Asia Pasicif Computer Emergency Response Team) sebagai wadah koordinasi penanganan insiden di regional Asia Pasific. Setelah itu pemerintah mendirikan ID-SIRTII. ID-CERT berharap akan muncul juga berbagai CERT pada berbagai sektor, untuk menangani insiden misalnya perbankan, pendidikan dll.

Materi berikutnya adalah laporan aktifitas ID-CERT 2017 oleh pak Ahmad, insya Allah akan saya share pada tulisan berikutnya.

Semoga Bermanfaat!

Silahkan tuliskan tanggapan, kritik maupun saran

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.