Presentasi Infaltech | IDMalwareSummit

Pembicara berikutnya pada acara Indonesia Malware Summit adalah Muhammad Alim dari Infaltech.  Presentasi Infaltech ini mengambil tema Indonesia darurat Malware. Muhammad Alim saat ini masih sekolah SMA di Makassar. Bersama teman-temannya dia mengembangkan antivirus Inpag.  M.Alim terinspirasi membuat anti virus setelah mempelajari Source Code Codenesia Malware Cleaner (CMC) . Source Code tersebut dikembangkan oleh Tim Inpag Antivirus. Nama Inpag merupakan singkatan dari IndonesiaPinrang Antivirus. Inpag Antivirus menggunakan Library Disinfector dari HyperlinxMod dari Ansav dan LibFsDisInfect dari Rifki Dermawan. Selain itu Inpag Antivirus mempunyai fitur Web Protection dan Firewall. Inpag Antivirus masuk daftar List Vendor AV Comparative, lembaga independen asal Austria yang melakukan pengujian antivirus.

Pada awal presentasi dibahas tentang bahaya trojan. Begitu banyak laporan insiden di internet yang melibatkan trojan. Tidak hanya merusak sistem, Ada juga trojan yang mampu menggenerate sebuag virus baru. Bagaimana cara penyebaran trojan ini ? . Umumnya trojan masuk dengan mengeksploitasi kelemahan sistem (vulnerable), kemudian disebarkan melalui email palsu ataupun link web palsu.

Kemudian Alim cerita tentang malware perusak sistem. Malware perusak adalah virus yang mampu mengubah bahkan merusak sistem dari korban. Malware ini dapat menempel pada file data aplikasi dan dokumen. Mengapa dikatakan perusak? . Malware adalah sebuah program
diciptakan oleh seseorang dengan tujuan jahat. Sebenarnya Malware itu adalah sebuah software atau program komputer, namun Malware dibuat dengan tujuan untuk merugikan orang lain. Malware dapat mengubah data (menghapus, menyembunyikan, dan mencuri), menghabiskan bandwith dan juga sumber daya lain tanpa seijin.

Sering timbul pertanyaan di berbagai grup media sosial, bahwa anti virus lokal tidak sepenuhnya bisa menangani malware. Mengapa ? Fitur dan removal terkadang di andalkan namun
tergantung pengguna lagi. Ini karena antivirus mampu mendeteksi malware tapi tidak mampu menghilangkan malware tersebut. Tantangan apa saja yang perlu dilakukan oleh develpor antivirus lokal misalnya meningkatkan proteksi realtime. Contohnya antivirus melakukan deteksi bila ada file yang baru di pindahkan, diunduh, dimodifikasi bahkan di exract dari arsip. Selain itu dapat ditambahkan fitur proteksi firewall untuk mematikan koneksi port yang mencurigakan. Kemudian ada fungsi disinfeksi malware. Ide lainnya adalah dengan mengembangkan lauanan berbasis cloud untuk memperbaiki file yang telah dirusak oleh malware. Fitur lainnya dengan teknologi rescue safe surf mematikan ads yang mengunduh malware otomatis dan mendeteksi script jahat pada website yang di kunjungi.

Selanjutnya dibahas juga tentang malware ctblocker, Malware Zeus. dan malware ramnit yang menyebar melalui removable media. Menurut alim statistik malware indonesia Trojan 68%, Virus 16% worm 11%. Harapan dari Alim adanya sebuah forum para developer antivirus lokal.

Beberapa bahan bacaan

http://www.antivirus.infaltech.com/

https://www.facebook.com/inpagantivirus

http://www.av-comparatives.org/av-vendors/

https://www.planet-source-code.com/vb/authors/ShowBio.asp?lngAuthorId=88555732107&lngWId=1

https://www.planet-source-code.com/vb/scripts/ShowCode.asp?txtCodeId=73890&lngWId=1

http://www.sikoder.com/2015/05/download-source-code-antivirus-cmc-ph-35.html

Silahkan tuliskan tanggapan, kritik maupun saran