Tafsir Salman

Bulan Ramadhan hampir berakhir. Bulan ini kita dianjurkan banyak membaca Al-Quran. Ada membuat target 1 bulan ini tamat, ada yang tamat 2 kali dst.  Ada juga yang mencoba membaca al Quran secara berkelompok, kemudian dibagi-bagi misalnya 1 orang jatahnya 1 juz. Kalo saya lebih senang membaca dan mencoba memahami Al-Quran. Jadi saya coba baca Al Quran beserta terjemahannya dan juga coba baca tafsirnya. Terdapat berbagai macam tafsir yang bisa kita gunakan untuk memahami Al Quran, tapi ada satu tafsir yang menarik untuk dibahas, yaitu Tafsir Salman.

Tafsir Salman disusun oleh Dewan Pembina Mesjid Salman ITB. Tafsir ini awalnya digagas oleh Bapak Irfan Anshory. Almarhum adalah seorang Dosen Kimia dan salah seorang guru saya. Beliau melihat Alquran selain mengandung aturan fiqh, kisah-kisah juga mengandung banyak isyarat-isyarat ilmiah. Isyarat ilmiah ini kemudian coba digali oleh para Dosen ITB untuk dijabarkan dari sisi keilmuan, atau tafsir ilmi dalam dunia tafsir. Tafsir ilmi mencoba memahami kitab suci Alquran secara ilmiah. Tafsir ilmi telah ada dari jaman Imam Ghazali (505 H), Imam Fakhrudin al-Razi, Jalaludin al-Suyuti sampai Muhammad Abduh (1849-1905). Imam al-Ghazali, misalnya, dalam kitab  Jawahir al-Quran, menegaskan, penafsiran ayat Alquran perlu menggunakan disiplin ilmu seperti astronomi, kedokteran, dan perbintangan. Sementara Abduh mengingatkan agar Muslim berpikir kritis dan tidak terjebak fatalisme.

Untuk itulah Salman mengumpulkan 26 dosen ITB dari berbagai macam jurusan untuk menggali makna ilmiah dalam ayat suci Alquran. Hampir semuanya Profesor di bidangnya. Tafsir ini fokus pada juz 30. Misalnya pada surat An-Naba ada ayat

..Bukankah kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan dan gunung-gunung sebgai pasak.

Ayat ini kemudian dijelaskan oleh Profesor Geologi. Diceritakan tentang pergerakan lempeng bumi, dimana benua-benua itu sebenarnya merupakan sebuah lempeng bumi. Contohnya Afrika itu dari utara sampai selatan merupakan satu lempeng. Lempeng-lempeng ini ternyata tidak diam, tapi terus bergerak. Sehingga susunan benua-benua ini tidak akan terus sama, tapi akan berubah seiring pergerakan lempeng bumi. Misalnya India itu sebenarnya dulunya tidak berada di Asia, tapi tergabung dalam lempeng Afrika. Pergerakan lempeng inilah yang bisa menyebabkan terjadinya tabrakan lempeng yang menimbulkan gempa dll. Disinilah fungsi Gunung yang berfungsi sebagai pasak. Gunung-gunung dipancangkan dan tancapkan sampai ke lapisan dalam bumi sehingga menjadi diam dan tidak mengguncangkan  para penghuninya yang ada diatasnya.

Tafsir Salman sekarang ada versi digital dan dapat diunduh di google playstore dengan membayar Rp 66 ribu. Bisa dilihat pada link berikut https://play.google.com/store/books/details/Tim_Tafsir_Ilmiah_Salman_ITB_Tafsir_Salman?id=P7EaBQAAQBAJ

Di Google books juga ada https://books.google.co.id/books?id=P7EaBQAAQBAJ&pg=PA10&lpg=PA10&dq=tafsir+salman&source=bl&ots=R70MQGq0gM&sig=GBViyzIlrHWD1rDsrBmR_o4hN-Q&hl=id&sa=X&redir_esc=y#v=onepage&q=tafsir%20salman&f=false

Sementara bukunya sendiri cukup tebal ada sekitar 600 lembar. Walaupun begitu membaca tafsir salman ini tidak akan membosankan, karena kita seperti menghadiri orasi ilmiah dari para professor atau melihat film Dokumenter tentang science. Kita akan banyak mendapatkan banyak ilmu baru, dan insyaallah akan menambah iman kita.

Semoga bermanfaat.

Bacaan

http://www.republika.co.id/berita/koran/halaman-1/14/11/18/nf7yla1-tafsir-salman-upaya-ilmuwan-itb-gali-makna-ilmiah-alquran

http://irfananshory.blogspot.com/

Silahkan tuliskan tanggapan, kritik maupun saran

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.