Tips Memberi Presentasi – Peironcely

Saya lanjutkan pembahasan buku Peironcely tentang tips to survive your phd. 

9. Memberi Presentasi

Satu skill utama yang harus dikuasai siswa S3 adalah memberi presentasi. Skill ini tidak ada yang mengajarkan, supervisor biasanya hanya fokus pada penelitian. Beberapa tips untuk meningkatkan kemampuan presentasi kita:

Persiapan

Persiapkan terlebih dahulu: sediakan waktu yang cukup untuk mempersiapkan presentasi, jangan dadakan. Sebaiknya 95% slide harus sudah selesai 3 hari sebelum presentasi. Kemudian lakukan latihan, dan perbaiki detail2 dari presentasi kita

Ketahui siapa Audience kita: pelajari siapa audience (pendengar) presentasi kita, pelajari juga latar belakang mereka.Hal ini akan mempengaruhi kualitas dan struktur presentasi kita. Rancang seberapa besar bagian pengantar (introduction) yang diperlukan, teknik apa yang digunakan untuk menjelaskan, dan masalah apa yang akan dihadapi, sangat bergantung pada seberapa besar audience mengetahui topik yang akan dibicarakan. Bila audience berasal dari background yang berbeda, maka kita harus memasukan bagian pengantar yang cukup tentang penelitian kita, dan mengapa tema ini penting. Jangan mengambil asumsi bahwa mereka mengetahui tentang teknik yang kita gunakan. Bila audience adalah para ilmuwan pada bidang yang sama, maka kita bisa skip bagian pengantar, dan lebih fokus pada novelty penelitian. Pembicara yang baik biasanya langsung mendapatperhatian dari audience dengan cepat, misalnya dengan bercerita tentang sebuah kisah pribadi atau tentang permasalahan yang pernah dihadapi audience. Pikirkan tentang masalah atau ketakutan yang pernah dihadapi audience, dan jawab pertanyaan mereka tentang “terus bagaimana?” Pikirkan juga pertanyaan apa yang akan mereka tanyakan. Hal ini akan membantu kita memahami pemikiran audience dan melihat presentasi kita dari perspektif audience.

Belajar dari orang lain

Ada banyak jenis presentasi, klub jurnal, seri seminar, konferensi, pertemuan tahunan, pembicara tamu, bahkan sambutan pada pernikahan. Kita bisa belajar dari pembicara yang baik maupun pembicara yang buruk. Pembicara mana yang menarik, apa yang membuat presentasinya menarik? Apa saja kesalahan dari presentasinya? Kemudian coba perhatikan presentasi kita, apakah kita membuat kesalahan yang sama ketika sedang nervous? Dengan melakukan analisa dari presentasi ini, kita bisa belajar bagaimana untuk memperbaiki presentasi kita.

Membuat Slide

Tips untuk membuat slide, mulai dari belakang:

  • Apa ide utama dari presentasi anda. Bila kita harus merangkum seluruh presentasi dalam 2 kalimat, apa yang bisa kita katakan?
  • Buat slide acknowledgement. 
  • Buat slide kesimpulan. Batasi hanya 3 poin inti. Dapat juga tambahkan 3 hal yang bisa dilakukan pada penelitian berikutnya
  • Putuskan hasil apa yang akan ditampulkan. Buat slide dengan gambar dari hasil pengujian.
  • Buat Slide tentang metode yang digunakan, yang menjelaskan bagaimana hasil tersebut dicapai
  • Buat slide pengantar. Bagian ini harus dibuat menarik, sehingga audience ingin mendengar presentasi kita, tampilkan apa pentingnya riset anda, jelaskan pilihan metode yang digunakan. Tipe slide pengantar, tergantung dari audience. Terkadang kita harus memberi penjelasan yang panjang, terkadang lebih pendek
  • buat Judul slide

Tips supaya tetap tenang selama presentasi:

  • Persiapkan dan latih presentasi anda. Persiapan yang baik akan meningkatkan kepercayaan diri 
  • Pahami semua yang akan ditampilkan. Jangan ngarang. Jangan tampilkan sesuatu yang kita tidak yakin bagaimana hal itu diperoleh. 
  • Bicara dengan audience, buat interaki. Jangan hanya membaca slide
  • Perbaiki gesture. Ketika mendengarkan presentasi, audience tidak hanya mendengar perkataan kita, namun juga memperhatikan gesture kita

Latihan

Latih presentasi kita sendiri (tanpa audience) dan dengan audience. Berlatih presentasi dengan audience, misalnya grup riset kita, dan mintalah masukan dari mereka. Biarkan mereka mengkritisi desain slide, isinya, artikulasi, ritme dan lainnya.

Hapalkan poin2 presentasi, jangan hapalkan keseluruhan kalimat.  Bila anda siapkan slide dengan baik, maka dia akan membantu anda menyampaikan apa yang ingin disampaikan. Hindari kesan membaca atau menghapal keseluruhan kalimat. Perhatikan waktu ketika latihan.

Pada saat Presentasi

Anda harus datang lebih awal, sempatkan berbicara dengan moderator atau pimpinan sidang atau orang yang mengatur acara. Perkenalkan diri, dan sampaikan bagaimana menyebut nama anda, sampaikan juga biodata pendek, sehingga dia bisa memperkenalkan anda. Jangan lupa untuk memberi slide. Minta mereka untuk uji coba menampilkan slide pada komputer yang akan digunakan. Pastikan warna, transisi dan video yang ditampilkan berjalan dengan baik.

Hadir lebih awal juga memberi kesempatan kita untuk terbiasa dengan ruangan yang digunakan. Pergi ke panggung dan bayangkan anda sedang presentasi. Jadi ketika waktu presentasi, kita sudah merasa lebih nyaman.

Tips lainnya. Tanyakan sesuatu hal pada presentasi sebelum anda, hal ini membantu kita lebih rileks

Gesture (bahasa tubuh)

  • Jangan gunakan terlalu banyak gesture, dan jangan juga terlalu sedikit. Jangan terlalu dramatis dengan menggerakan tangan terlalu banyak, namun jangan juga biarkan tangan anda kaku,
  • Atur napas, dan jangan terburu-buru
  • Senyum! dan usahakan ramah dan rileks
  • Bila tegang dan tangan anda bergetar, jangan gunakan laser pointer. Gunakan kalimat seperti ” pada gambar di kiri atas, kita lihat…” Atau bisa juga gunakan dua tangan. Satu untuk pointer, tangan lain memegang pergelangan tangan

Audience/kontak mata

Bila anda tidak bisa melihat audience secara langsung, coba lihat garis horizontal diatas kepala. Atau lihat audience secara random, tanpa melakukan analisa ekspresi mereka. Pastikan kita memperhatikan setiap bagian dari ruangan, misalnya kiri, tengah, kanan, sehingga tidak ada audience yang merasa dicuekin

Sesi tanya jawab

Tergantung dari audience, sisakan setidaknya 10 menit untuk sesi tanya jawab. Bila kita tidak sanggup melihat langsung mata orang, usahakan konsentrasi pada titik antara kedua matanya. Untuk menjawab pertanyaan, sebaiknya pahami dulu pertanyaannya. Bila ada yang belum dipahami dari pertanyaan tersebut, sebaiknya pastikan apa yang dimaksud penanya, misalnya dengan bertanya “apakah yang anda maksud adalah ….? apakah anda bertanya tentang A atau B? Pertanyaan ini bisa memberi waktu tambahan untuk kita memikirkan jawabannya.

Ada baiknya mengulang pertanyaan tersebut. Dengan cara ini semua audience bisa mendengar pertanyaan tersebut, dan memastikan kita paham pertanyaan tersebut. Jangan panik bila kita tidak punya jawaban dari setiap pertanyaan. Bahkan ahlinya ahli pun tidak mungkin tau semuanya. 

Beberapa contoh kalimat yang bisa digunakan ketika menjawab pertanyaan:

  • Itu sudut pandang yang menarik, saya belum memikirkan tentang aspek tersebut
  • Kami belum fokus tentang hal tersebut, tapi hal itu sudah kami catat sebagai salah satu poin penelitian berikutnya, atau ide yang akan kami pelajari.
  • Sayang sekali saat ini saya belum memiliki cukup waktu untuk mendapatkan data tersebut, tapi saya dapat mencarinya setelah presentasi, bila anda ingin berdiskusi lebih lanjut.

Jangan baper. Walaupun ada komentar yang membuat penelitian kita terlihat buruk. Walaupun nada bicara dan perilaku penanya terlihat agresif, tetap tenang dan ramah. 

Sampai disini dulu, besok insyaallah akan saya lanjutkan dengan tips ke 10. Semoga bermanfaat!

Referensi

Peironcely, 17 simple strategies to survive your phd, nextscientist.com

 

Silahkan tuliskan tanggapan, kritik maupun saran