PhD Survival Guide – Karpathy

Seringkali kita mendengar cerita bahwa kuliah S3 itu berat dan bikin stress. Tentunya karena ada tuntutan harus menemukan sesuatu yang baru (novelty). Saya baru baca blog Andrej Karpathy – A survival Guide to a PhD. Disana dia cerita tentang pengalaman dia menyelesaikan studi PhD. Tulisannya bagus dan detail dari tahap awal alasan kuliah phd, mencari promotor, menentukan topik riset, menulis paper, ikut conference dst. Selain itu juga bahasanya cukup simpel, dan mudah dimengerti. Andrej ini PhD nya di bidang computer science, machine learning dan computer vision. Namun menurut saya, tulisannya ini cukup bisa bermanfaat juga buat yang studinya di bidang lain. Buat yang lagi galau pengen S3 atau, lagi S3 dan ngerasa stuck, silahkan dibaca tulisan Andrej, siapa tau dapat pencerahan

http://karpathy.github.io/2016/09/07/phd/

Beberapa link menarik dari tulisan andrej

  • Thread Quora tentang milih kerja atau lanjut PhD

https://www.quora.com/I-got-a-job-offer-from-Google-Facebook-and-Microsoft-and-I-also-got-accepted-into-the-Ph-D-in-Computer-Science-programs-at-MIT-Stanford-and-Berkeley-What-factors-should-I-consider-while-making-a-choice-between-the

  • Melihat visualisasi tema2 penelitian

http://paperscape.org/

  • Transkrip Pidato Richard Hamming tentang riset

https://www.cs.virginia.edu/~robins/YouAndYourResearch.html

  • Contoh beberapa paper dengan gaya penulisan yang berbeda

Tulisan razavian

https://arxiv.org/abs/1403.6382 

Papernya Alyosha efros

https://people.eecs.berkeley.edu/~efros/#pubs

http://people.csail.mit.edu/torralba/publications/datasets_cvpr11.pdf

Tips dari Jennifer Widom tentang menulis technical paper

https://cs.stanford.edu/people/widom/paper-writing.html

Semoga Bermanfaat!

Psikologi Komunikasi Jalaluddin Rakhmat

Saya lagi baca buku psikologi komunikasi tulisan Jalaluddin Rakhmat. Jadi saya lagi ngumpulin bahan untuk nulis paper tentang adiksi internet. Pak Dim menyarankan baca buku kang jalal tersebut. Kesan pertama heran, jaka sembung naik becak, gak nyambung kah pak?? maksudnya apa hubungannya buku psikologi komunikasi dengan adiksi. Karena pinisirin akhirnya sibuklah cari2 buku itu. Dan untungnya nemu di openlib. Dan ternyata openlib tetep buka di masa pandemi ini, keren. Nah setelah baca2, barulah ketauan bahwa di buku itu ada bab khusus tentang adiksi internet (bab9). Cuman sepertinya hanya ada di edisi revisi, gak tau deh di edisi sebelumnya.

Di situ kang jalal cerita berbagai contoh kasus adiksi, kebanyakan di luar negeri sih, cuman cukup ekstrem kasusnya. Misalnya ada di korsel orang tua yang menelantarkan bayinya, karena mereka kecanduan ngasuh bayi virtual di Prius online. Bayinya sampe kelaparan dan mati. Terus diceritakan juga tentang internet, dan sejarh penelitian adiksi internet. Istilah adiksi internet mulai dikenal dari Ivan Goldberg, trus mulai diteliti oleh kimberly young dst.Dan diceritakan juga beberapa peneliti yang mengkritik tentang adiksi internet. Maksudnya menurut mereka adiksi internet itu ilusi doang, Dst.  Seru juga buku ini, thx ya pak Dim.

Semoga Bermanfaat! 

Jaron Lanier – 10 Arguments for deleting your social media Accounts right now

Saya baru nemu buku Jaron Lanier. Judulnya cukup provokatif 10 alasan kamu harus hapus akun sosial media, sekarang juga. Kenapa provokatif, karena sekarang sosmed lagi booming, hampir setiap orang punya akun sosmed. Facebook, Twitter, Instagram dll. Dan mulai bangun sampai tidur lagi, seringkali kita selalu asyik dengan gadget dan sosmed kita. Namun buku ini memberi 10 alasan kenapa kita harus menghapus akun sosial media kita. Yang menarik, penulisnya ternyata seorang pakar komputer, dan salah satu pioner Virtual Reality.

Jadi mr Lanier ini khawatir dengan pengaruh buruk dari sosial media. Menurut dia platform sosial media membuat kita menjadi orang yang lebih mudah pemarah, cepat sedih, dan senang menyendiri. Algoritma yang digunakan oleh platform sosmed dirancang untuk membuat kita menjadi kecanduan. Selain itu menurut dia sosial media juga dapat merubah perilaku orang. 10 alasan yang dia maksud:

  1. Kamu akan kehilangan kemerdekaan/kebebasanmu
  2. Berhenti menggunakan medsos adalah cara terbaik untuk melawan kegilaan zaman now
  3. Sosmed membuat kamu menjadi orang yang menyebalkan
  4. Sosmed merusak kebenaran
  5. sosmed membuat apa yang kamu katakan menjadi tidak berarti
  6. Sosmed merusak kemampuan empatimu
  7. Sosmed membuat kamu tidak bahagia
  8. Sosmed tidak ingin kamu memiliki martabat ekonomi
  9. Sosmed membuat politik menjadi rumit
  10. Sosmed membenci jiwa tulusmu

Di video ini dia bercerita tentang bukunya:

Sangat menarik argumen mr. Lanier. Cuman emang gak mudah untuk kita berhenti dari sosmed. Paling gak kita harus belajar memfilter informasi “sampah” yang beredar di sosmed.

Semoga Bermanfaat!

web jaron lanier:

http://www.jaronlanier.com/tenarguments.html

Karl Popper – The Problem of Demarcation

Saya lagi baca buku Karl Popper – the logic of scientific discovery. Berikut ini adalah beberapa catatan dari buku tersebut:

  1. Problem of Demarcation: adalah bagaimana untuk membedakan science dengan metafisika, science dengan non-science dan science dengan pseudoscience
  2. Banyak Filsuf yang beranggapan permasalahan demarkasi bisa diselesaikan dengan induksi
  3. Kaum positivist lama beranggapan bahwa science itu harus bisa diindera, seperti bisa dilihat, dirasakan, dll
  4. Menurut Popper definisi kaum positivist ini tidak hanya meniadakan metafisika, tapi juga science
  5. Menurut Popper kriteria Wittgenstein tentang kebermaknaan menolak hukum alam sebagai tidak berarti.
  6. Menurut Schlick masalah induksi terdiri dari mencari pembenaran logis dari sebuah pernyataan universal tentang realitas. Menurut Hume justifikasi logis itu tidak ada dan tidak mungkin ada, karena pernyataannya keliru
  7. Popper menolak pendapat para pengikut positivism yang menganggap metafisika tidak boleh ada pada ilmu science, karena menurut popper penemuan ilmiah tidak mungkin ada tanpa keyakinan terhadap ide-ide spekulatif. Padahal keyakinan tersebut adalah metafisika
  8. Kaum positivist mengasumsikan pengalaman sebagai sumber kebenaran, dan melakukan verifikasi satu persatu. Menurut Popper, kebenaran seperti ini tidak ada, karena induksi itu tidak valid
  9. Tiga persyaratan sistem teori empiris:
    1. sintetis: dapat terjadi
    2. Kriteria demarkasi
    3. dibedakan sebagai salah satu yang mewakili pengalaman kita: kemudian diuji dan lolos dari pengujian dengan menggunakan metoda deduksi
  10. Pengalaman muncul sebagai metode yang berbeda dimana satu sistem teoritis dapat dibedakan dari yang lain
  11. Teori yang disimpulkan dari pernyataan tunggal yang diverifikasi oleh pengalaman secara logis tidak dapat diterima.
  12. Menurut Popper, teori tidak dapat dilakukan verifikasi secara empiris
  13. Sesuatu itu disebut scientifik bila dia dapat diuji dengan pengalaman tidak dengan cara verifikasi tapi falsifikasi
  14. Jadi kriteria demarkasi adalah sistem itu dapat difalsifikasi. Jadi sistem yang ilmiah harus dapat disangkal oleh pengalaman
  15. Pendapat ini karena adanya asimetri antara verifikasi dan falsifikasi. Maksudnya dengan metode deduksi dari sebuah pernyataan singular kita dapat melakukan falsifikasi pernyataan universal. Namun tidak bisa sebaliknya
  16. Beberapa contoh yang tidak dapat difalsifikasi:
    1. Psikoanalisis Freud: Pengikut Freud akan mengatakan bahwa para penentang teori ini tidak mau menerima ajaran psikoanalisis, karena dikuasai oleh resistensi tidak sadar
    2. Bumi Datar: pengikut pandangan bumi datar akan mengatakan bahwa penentang teori ini tidak mau menerima teori ini karena sudah terjebak oleh konspirasi NASA
    3. System Security: Kami sudah mengembangkan sistem keamanan yang handal untuk melindungi sistem internet banking. Namun bank tersebut sama sekali tidak mau diuji oleh pihak luar
    4. Software Performance: kami sudah mengembangkan software ini dengan performansi tinggi sesuai kebutuhan. Namun pengembang tidak mendefinisikan ukuran performansi
  17. Contoh yang dapat di falsifikasi
    1. Machine Learning: Sistem machine learning yang dikembangkan dengan algoritma SVM ini efektif untuk melakukan analisa sentimen, komentar pelanggan berbahasa indonesia di Twitter. Dapat difalsifikasi dengan menguji sistem tersebut dengan berbagai komentar pelanggan di twitter
    2. Capacity Planning: Kami sudah merencanakan kapasitas sistem sesuai dengan prediksi kebutuhan satu tahun ke depan. Dapat difalsifikasi dengan load testing
    3. System Security: kami sudah mengembangkan sistem keamanan yang handal untuk melindungi sistem internet banking ini. Dapat difalsifikasi dengan penetration test
  18. Dapat difalsifikasi adalah ciri empiris dari suatu sistem pernyataan yang menunjukkan kemampuan menghadapi ujian ketat berupa penyangkalan.
  19. Sistem dapat difalsifikasi bila
    1. sistem tersebut dapat direka ulang
    2. Hipotesis empiris tingkat rendah yang menghasilkan efek yang sama diusulkan dan dikuatkan
    3. Hipotesis dapat dipalsukan secara empiris, dalam kepastian hubungan logis dengan pernyataan dasar

Semoga Bermanfaat!