Kategori
Uncategorized @id

Latihan 15 Jarkom – wireless

Silahkan pilih salah satu tools berikut:

Android: Wifi Analyzer atau Ubiquiti WiFiman

Windows: Acrylic Wi-Fi Home (Free Version) atau NetSpot

MacOS: NetSpot 

  • Tugas 1: Identifikasi Parameter Dasar Jaringan
  • Lakukan scanning di area kampus dan isi tabel berikut untuk minimal 5 SSID yang terdeteksi:
NoSSID (Nama Wi-Fi)BSSID (MAC Address AP)Signal Strength (dBm)Kanal (Channel)Frekuensi Tengah (MHz)
1.
2

Tugas 2: Analisis Kanal dan Interferensi (Frekuensi 2,4 GHz)

Gunakan fitur “Channel Graph” atau “Kanal Rating” pada aplikasi

  • Amati grafik pada spektrum 2.4 GHz. Apakah Anda melihat ada dua atau lebih SSID yang menumpuk di kanal yang sama? (Ini disebut Co-Channel Interference).
  • Apakah Anda melihat ada SSID yang berada di kanal yang saling bersinggungan (misal satu di kanal 1, lainnya di kanal 2 atau 3)? (Ini disebut Adjacent Channel Interference).
  • Analisis: Berdasarkan grafik tersebut, sebutkan kanal mana (misalnya kanal 1, 6, atau 11) yang paling “padat” dan mana yang paling “kosong” di lokasi Anda saat ini.

Tugas 3: Perbandingan Spektrum 2.4 GHz vs 5 GHz

Pindah ke area yang memiliki sinyal dual-band (mendukung 2.4 GHz dan 5 GHz).

  1. Bandingkan jumlah SSID yang terdeteksi di frekuensi 2.4 GHz dan 5 GHz. Mana yang lebih ramai?
  2. Lihat lebar pita (Channel Width). Apakah jaringan di 5 GHz menggunakan lebar pita yang lebih besar (misal 40 MHz atau 80 MHz) dibanding 2.4 GHz (rata-rata 20 MHz)?
  3. Uji Jarak: Berjalanlah menjauh dari Access Point (sekitar 10-20 meter atau terhalang tembok). Amati frekuensi mana yang sinyalnya (dBm) turun lebih cepat. Jelaskan secara teori mengapa hal itu terjadi.

Tugas 4: Rekomendasi

Jika Anda adalah seorang administrator jaringan di lokasi tersebut, berikan rekomendasi teknis:

  • Kanal berapakah yang sebaiknya digunakan untuk Access Point baru agar tidak terganggu oleh jaringan yang sudah ada?
  • Mengapa penggunaan frekuensi 5 GHz lebih disarankan untuk area yang padat pengguna?

Buat laporan, kirimkan ke email dengan subjek: Latihan 15 jarkom

Have Fun!

Kategori
jarkom

Latihan 15 Jarkom- ACL

Kepada para mahasiswa peserta mata kuliah jaringan Komputer, hari ini kita akan belajar tentang ACL (Access Control List) untuk itu silahkan kerjakan latihan berikut:

Teori 

1. Dalam infrastruktur jaringan skala besar, ACL sering disebut sebagai “Firewall Sederhana”. Jelaskan apa fungsi utama ACL di dalam sebuah Router!
2. Jelaskan apa yang terjadi pada sebuah paket data jika Router menemukan bahwa paket tersebut cocok dengan aturan yang memiliki aksi deny!
3. Jelaskan perbedaan mendasar antara Standard ACL dan Extended ACL! Dalam kondisi apa Anda akan memilih menggunakan Extended ACL daripada Standard ACL? Berikan satu contoh sederhana.
4. Kriteria tunggal apa yang menjadi dasar pemfilteran pada Standard ACL?
5. Semua ACL memiliki aturan tak terlihat di baris terakhir yang disebut “Implicit Deny All”. Jelaskan maksud dari aturan ini. Apa dampaknya jika seorang Administrator lupa menambahkan perintah permit any yang tepat pada sebuah ACL?
6. Apa kepanjangan dari NAT? Jelaskan manfaat keamanan yang didapatkan oleh jaringan internal (privat) ketika NAT diaktifkan pada Router yang terhubung ke internet.
7. Port Address Translation (PAT) dikenal sebagai solusi “banyak-ke-satu”. Apa maksud dari istilah tersebut dalam konteks alamat IP?
8. Jelaskan perbedaan utama antara Static NAT dan PAT. Berikan masing-masing satu contoh kasus di lingkungan Smart Citydi mana kedua jenis NAT tersebut paling tepat digunakan!

Praktek
Pada latihan ini kita akan melanjutkan topologi dan konfigurasi jaringan yang telah anda buat pada latihan 14 tentang VLAN.

A. Implementasi Access Control List (ACL)

Skenario: Mencegah PC Sensor (VLAN 10) melakukan ping ke Server Monitoring (VLAN 99), namun PC Admin (VLAN 99) tetap diperbolehkan mengakses seluruh jaringan.

1. Konfigurasi Standard ACL

Terapkan ACL sedekat mungkin dengan tujuan karena kita menggunakan Standard ACL (hanya memeriksa IP sumber).

Router# configure terminal
! Langkah 1: Buat ACL (Nomor 1-99 untuk Standard)
Router(config)# access-list 1 deny 192.168.10.0 0.0.0.255
Router(config)# access-list 1 permit any
! Langkah 2: Terapkan pada Interface Sub-vlan 99 (Arah keluar ke Server)
Router(config)# interface gigabitethernet 0/0.99
Router(config-subif)# ip access-group 1 out
Router(config-subif)# end

2. Verifikasi

  • PC Sensor (192.168.10.10): Lakukan ping ke 192.168.99.10. Hasil: Destination Host Unreachable (Berhasil diblokir).
  • PC Admin (192.168.99.10): Lakukan ping ke 192.168.10.10. Hasil: Gagal

B. Konfigurasi NAT Overload (PAT)

Skenario: Seluruh VLAN (10, 20, 99) ingin mengakses internet menggunakan satu alamat IP Publik (200.200.200.2).

Tambahkan 1 router baru (misal tipe 1941 atau 2911), lalu hubungkan menggunakan kabel Cross-Over (atau kabel otomatis):

  • Router Internal (Gi0/1) <—> Router ISP (Gi0/0)

1.  Konfigurasi router ISP 

ISP> enable
ISP# configure terminal
ISP(config)# interface gigabitethernet 0/0
ISP(config-if)# ip address 200.200.200.1 255.255.255.252
ISP(config-if)# no shutdown
ISP(config-if)# exit
! Di Router ISP 
ISP(config)# interface loopback 0
ISP(config-if)# ip address 8.8.8.8 255.255.255.255

Persiapan Link ISP & Default Route

! Di Router Internal:
Internal> enable Internal# configure terminal ! 1. Setting IP WAN yang terhubung ke ISP Internal(config)# interface gigabitethernet 0/1 Internal(config-if)# ip address 200.200.200.2 255.255.255.252 Internal(config-if)# ip nat outside Internal(config-if)# no shutdown Internal(config-if)# exit ! 2. Menambahkan Default Route ! Ini memerintahkan router: "Jika tujuan tidak ada di jaringan lokal, lempar ke ISP" Internal(config)# ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 200.200.200.1




2. Konfigurasi Inside Interface & NAT Rules

! Menandai interface internal
Internal(config)# interface range gig0/0.10 , gig0/0.20 , gig0/0.99
Internal(config-if-range)# ip nat inside
Internal(config-if-range)# exit
! Membuat ACL untuk menentukan siapa yang boleh NAT (Internal Network)
Internal(config)# access-list 100 permit ip 192.168.10.0 0.0.0.255 any
Internal(config)# access-list 100 permit ip 192.168.20.0 0.0.0.255 any
Internal(config)# access-list 100 permit ip 192.168.99.0 0.0.0.255 any
! Aktivasi PAT (Overload)
Internal(config)# ip nat inside source list 100 interface gigabitethernet 0/1 overload

3. Verifikasi NAT

  1. Lakukan ping dari PC Admin ke IP Router ISP (200.200.200.1).
  2. Jalankan perintah berikut pada Router Internal: Router# show ip nat translations
  3. Pastikan muncul baris yang menunjukkan IP privat PC (192.168.x.x) sedang dipetakan ke IP publik (200.200.200.2) dengan nomor port yang berbeda.

Have Fun!

Kategori
Siskom

Latihan 12 Floating Point

1. 62,5(10)= ……………(2) (Floating Point sederhana)

2. Ubah 62,5 (10) jadi bilangan single precision 32 bit!

3. Ubah 62,5 (10) jadi bilangan double precision 64 bit

4. 15,67510 = ……………(2) (Floating Point sederhana)

5. Ubah 15,67510 (10) jadi bilangan single precision 32 bit!

6. Ubah 15,67510 (10) jadi bilangan double precision 64 bit

7. Jelaskan mengapa Anda TIDAK BOLEH menggunakan tipe data float (32-bit Single Precision) atau double (64-bit Double Precision) untuk menyimpan nilai uang (misalnya, harga produk, saldo rekening bank) dalam sebuah aplikasi akuntansi.

8. Jelaskan dua (2) metode/solusi praktis yang dapat Anda terapkan sebagai programmer untuk mengatasi masalah ini dan memastikan keakuratan moneter.

9. Di hardware mana (CPU atau GPUfloat 32-bit lebih dominan digunakan, dan mengapa faktor kecepatan lebih penting daripada akurasi tertinggi di lingkungan tersebut?

Kategori
Siskom

Latihan 11 Siskom – signed integer

Kepada para mahasiswa peserta mata kuliah sistem komunikasi, hari ini kita akan belajar tentang signed integer, untuk itu silahkan kerjaka latihan 11 berikut:

  1. Jelaskan perbedaan antara signed integer dan unsigned integer dalam representasi biner!
  2. Mengapa komputer menggunakan komplemen dua (two’s complement) untuk menyatakan bilangan negatif?
  1. Representasikan bilangan desimal berikut dalam 8-bit signed integer (two’s complement):
    • a. +25
    • b. –25
    • c. –60
    • d. +100
  2. Tentukan nilai desimal dari bilangan signed integer (two’s complement 8-bit) berikut:
    • a. 11110110
    • b. 10001001
    • c. 01111111
    • d. 11001100
  1. Lakukan operasi penjumlahan berikut menggunakan representasi two’s complement 8-bit, kemudian tentukan apakah terjadi overflow:
    • a. 01001010 (+74) + 01001100 (+76)
    • b. 01111111 (+127) + 00000001 (+1)
    • c. 10001010 (–118) + 11111110 (–2)
  2. Hitung hasil pengurangan berikut dengan metode two’s complement (gunakan 8-bit):
    • a. 25 – 40
    • b. –50 – (–80)
  1. Dalam sistem 8-bit signed integer, rentang nilai yang bisa direpresentasikan adalah berapa?
  2. Sebuah sensor menghasilkan data suhu dalam format signed 8-bit. Jika data biner yang terbaca adalah 11100110, berapakah suhu dalam desimal?
  3. Jelaskan apa yang terjadi jika hasil operasi aritmetika signed integer melebihi rentang representasinya. Berikan contoh konkret dalam 8 bit

have fun!

 

Kategori
jarkom

Latihan 9 Jarkom – web server

Kepada para peserta mahasiswa peserta mata kuliah jaringan komputer, hari ini kita akan belajar tentang web server, database server dan hosting. Untuk itu silahkan kerjakan latihan 9 berikut ini:

Konfigurasi Web server lokal

1. Unduh dan install XAMPP 
https://www.apachefriends.org/
2. Buka XAMPP Control Panel. Klik tombol Start pada modul Apache dan MySQL
3. Buka browser Anda. Akses alamat http://localhost.
4. Buka folder instalasi XAMPP, lalu masuk ke folder htdocs. Ini adalah tempat semua file web disimpan. Buat folder baru di dalamnya: tugas_web.

Database Server

5. Akses browser Anda dan buka: http://localhost/phpmyadmin ; Anda akan masuk ke antarmuka phpMyAdmin, alat untuk mengelola MySQL Database Server Anda.


Membuat Database
6. Di sisi kiri, klik tombol New atau tab Databases
7. Masukkan nama database (DB) baru db_mahasiswa_sikc
8. Klik tombol Create atau Buat

Membuat Tabel (Struktur Data)
9. Setelah DB dibuat, klik nama DB tersebut (db_mahasiswa_sikc) di sisi kiri
10. Di bagian Create table, masukkan nama tabel: tabel_pengguna.
11. Jumlah kolom (Number of columns): 3. Klik Create.
12. Isi struktur kolom seperti tabel di bawah, lalu klik Save

Nama Kolom (Name)Tipe (Type)Panjang (Length/Values)A_I (Centang)Indeks (Index)Komentar(comment)
idINT11V (Auto Increment)PRIMARYID unik (kunci utama)
namaVARCHAR50Nama Pengguna
nimVARCHAR10NIM Mahasiswa

Mengisi Data
13. Di menu atas phpMyAdmin, klik tab Insert atau Sisipkan.
14. Isi 3 baris data (Value) ke dalam kolom nama dan nim (kolom id biarkan kosong, karena akan terisi otomatis).
Isi 3 data nama dan nim kamu dan temanmu
15. Klik Go atau Kirim.
16. Klik tab Browse untuk memastikan 3 data telah tersimpan

Koneksi Web Server ke Database Server
17. Buka folder kerja Anda: htdocs/tugas_web.
18. Buat file baru bernama index.php menggunakan text editor (seperti Sublime Text, VS Code, atau Notepad++).
19. Salin kode PHP sederhana berikut ke dalam index.php. Kode ini berisi instruksi koneksi ke DB dan menampilkan data:

<?php
// Bagian 1: Konfigurasi Koneksi Database
$servername = "localhost"; // Nama server database (di hosting: bisa beda)
$username = "root";        // Nama pengguna default XAMPP
$password = "";            // Kata sandi default XAMPP (kosong)
$dbname = "db_mahasiswa_sikc"; // Nama Database yang kita buat
// Membuat koneksi
$conn = new mysqli($servername, $username, $password, $dbname);
// Memeriksa koneksi
if ($conn->connect_error) {
    die("Koneksi Gagal: " . $conn->connect_error);
}
echo "<h1>Koneksi Database Berhasil! (Server Status OK)</h1>";
echo "<hr>";
// Bagian 2: Mengambil Data dari Tabel
$sql = "SELECT id, nama, nim FROM tabel_pengguna";
$result = $conn->query($sql);
if ($result->num_rows > 0) {
    echo "<h2>Daftar Pengguna dari Database:</h2>";
    echo "<table border='1' cellpadding='10' cellspacing='0'>";
    echo "<tr><th>ID</th><th>NAMA</th><th>NIM</th></tr>";
    // Menampilkan setiap baris data
    while($row = $result->fetch_assoc()) {
        echo "<tr>";
        echo "<td>" . $row["id"]. "</td>";
        echo "<td>" . $row["nama"]. "</td>";
        echo "<td>" . $row["nim"]. "</td>";
        echo "</tr>";
    }
    echo "</table>";
} else {
    echo "Tabel kosong atau tidak ada data.";
}
// Menutup koneksi
$conn->close();
?>

20. Simpan file index.php.

21. Buka browser Anda dan akses: http://localhost/tugas_web/

22. Hasil yang benar: Halaman akan menampilkan pesan “Koneksi Database Berhasil!” diikuti dengan tabel yang berisi 3 data pengguna. Screenshoot!

23. Cari 1 penyedia hosting di Indonesia. Catat Harga termurah (Shared Hosting) dan Kapasitas penyimpanan (disk space) yang ditawarkan !

24. Cari di website penyedia domain (Domain Checker). Berapa harga rata-rata per tahun untuk domain dengan ekstensi .com dan .id?

Have Fun!

Buat laporan dan kumpulkan ke LMS!

Laporan adalah hasil screenshoot tampilan web dan no 23 dan 24

Kategori
jarkom

Latihan 8 Jarkom – Routing

Kepada para mahasiswa peserta mata kuliah jaringan komputer, hari ini kita belajar tentang routing. Untuk itu silahkan kerjakan latihan 8 berikut:

Soal Esai Singkat 

  1. Jelaskan dengan kata-kata Anda sendiri, apa fungsi utama dari Tabel Routing bagi sebuah router? (Gambarkan analogi sederhana jika perlu, misalnya peta jalan).
  2. Di dalam Tabel Routing, jelaskan perbedaan fungsi antara komponen Network Destination dan Next Hop!
  3. Berikan satu contoh Metrik yang digunakan dalam routing dan jelaskan bagaimana metrik tersebut digunakan router untuk memilih jalur terbaik!
  4. Apa perbedaan mendasar antara Routing Statis dan Routing Dinamis dari sisi administrasi (bagaimana rute diatur dan diperbarui)?
  5. Sebutkan dua (2) kelebihan dan dua (2) kekurangan dari implementasi Routing Statis!
  6. Sebutkan dua (2) kelebihan dan dua (2) kekurangan dari implementasi Routing Dinamis!
  7. Apa yang dimaksud dengan protokol Distance Vector, dan sebutkan satu contoh protokol yang termasuk dalam kategori ini!
  8. Protokol RIP menggunakan metrik Hop Count. Jelaskan apa yang dihitung oleh Hop Count tersebut!
  9. Mengapa Routing Dinamis dianggap lebih fleksibel untuk jaringan perusahaan yang besar dibandingkan Routing Statis?
  10. Protokol BGP (Border Gateway Protocol) adalah protokol routing. Jelaskan di mana protokol ini umumnya digunakan (konteks jaringan apa)?
  11. Ketika sebuah paket data diterima router dan alamat tujuannya tidak ditemukan di Tabel Routing, tindakan apa yang biasanya dilakukan router terhadap paket tersebut?
  12. Jika Anda membuat rute statis, Anda harus mengatur ulang konfigurasi rute jika topologi jaringan Anda berubah (misalnya, kabel putus atau router baru ditambahkan). Mengapa hal ini tidak terjadi pada Routing Dinamis?
  13. Mengapa konfigurasi Routing Statis dianggap memiliki keamanan lebih tinggi dibandingkan Routing Dinamis?

Praktek: 

Instruksi: Ikuti langkah-langkah di bawah menggunakan Cisco Packet Tracer. Anda akan membandingkan Tabel Routing antara konfigurasi Statis dan Dinamis (RIP).

A. Setup Topologi dan Konfigurasi Awal 

1. Rangkai Topologi

  • Letakkan 2 Router (misalnya model 2911), beri nama R1 dan R2.
  • Letakkan 2 Switch, beri nama SW-A dan SW-B.
  • Letakkan 2 PC (PC-A dan PC-B).
  • Hubungkan perangkat menggunakan kabel Straight-Through (misalnya menggunakan port FastEthernet 0/0 untuk LAN dan GigabitEthernet 0/0 untuk koneksi antar router).

2. Konfigurasi Alamat IP (PC)

PerangkatAlamat IPSubnet MaskGateway
PC-A 192.168.1.10 255.255.255.0 192.168.1.1
PC-B192.168.2.10255.255.255.0192.168.2.1

3. Konfigurasi Alamat IP (Router)

Lakukan konfigurasi ini di CLI masing-masing router.

Konfigurasi R1:

R1> enable
R1# configure terminal
R1(config)# hostname R1
R1(config)# interface FastEthernet0/0
R1(config-if)# ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
R1(config-if)# no shutdown
R1(config-if)# exit
R1(config)# interface GigabitEthernet0/0 
R1(config-if)# ip address 10.0.0.1 255.255.255.252  <-- Perhatikan Subnet Mask /30
R1(config-if)# no shutdown
R1(config-if)# end
R1# write memory  <-- Simpan Konfigurasi

Konfigurasi R2:

R2> enable
R2# configure terminal
R2(config)# hostname R2
R2(config)# interface FastEthernet0/0
R2(config-if)# ip address 192.168.2.1 255.255.255.0
R2(config-if)# no shutdown
R2(config-if)# exit
R2(config)# interface GigabitEthernet0/0 
R2(config-if)# ip address 10.0.0.2 255.255.255.252  <-- Perhatikan Subnet Mask /30
R2(config-if)# no shutdown
R2(config-if)# end
R2# write memory 

4. Verifikasi Konektivitas Awal

  • Lakukan ping dari PC-A ke PC-B (ping 192.168.2.10).
  • Tuliskan hasilnya (Gagal/Berhasil): __________________________________ 

B. Skenario 1: Implementasi Routing Statis (25 Menit)

Tujuan: Agar R1 tahu jalan ke LAN B, dan R2 tahu jalan ke LAN A.

1. Konfigurasi Statis

Masukkan perintah berikut di CLI masing-masing router.

Di R1 (Rute menuju LAN B):

Cuplikan kode

R1# configure terminal
R1(config)# ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 10.0.0.2  <-- Tujuan: LAN B, Next Hop: IP R2
R1(config)# end

Di R2 (Rute menuju LAN A):

Cuplikan kode

R2# configure terminal
R2(config)# ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 10.0.0.1  <-- Tujuan: LAN A, Next Hop: IP R1
R2(config)# end

2. Verifikasi dan Analisis

  • Lakukan ping dari PC-A ke PC-B (ping 192.168.2.10).
  • Tuliskan hasilnya: __________________________________ 
  • Di R1, jalankan perintah show ip route.
  • Tuliskan baris entri rute yang ditandai dengan huruf ‘S’ (Static):

C. Skenario 2: Implementasi Routing Dinamis (RIPv2) 

Tujuan: Menghapus Statis dan menggunakan RIPv2 agar router otomatis bertukar informasi rute.

1. Hapus Rute Statis

Hapus rute statis yang sudah dikonfigurasi pada Tahap B.

Di R1:

R1# configure terminal
R1(config)# no ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 10.0.0.2
R1(config)# end

Di R2:

R2# configure terminal
R2(config)# no ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 10.0.0.1
R2(config)# end

2. Konfigurasi RIPv2

Konfigurasikan RIPv2 di kedua router.

Di R1:

R1# configure terminal
R1(config)# router rip
R1(config-router)# version 2            <-- Pastikan menggunakan versi 2
R1(config-router)# no auto-summary      <-- Agar routing lebih efisien
R1(config-router)# network 192.168.1.0  <-- Jaringan LAN A
R1(config-router)# network 10.0.0.0     <-- Jaringan penghubung R1-R2
R1(config-router)# end

Di R2:

R2# configure terminal
R2(config)# router rip
R2(config-router)# version 2
R2(config-router)# no auto-summary
R2(config-router)# network 192.168.2.0  <-- Jaringan LAN B
R2(config-router)# network 10.0.0.0     <-- Jaringan penghubung R1-R2
R2(config-router)# end

3. Verifikasi dan Analisis

  • Tunggu beberapa detik (proses konvergensi).
  • Lakukan ping dari PC-A ke PC-B (ping 192.168.2.10).
  • Tuliskan hasilnya: __________________________________ 
  • Di R1, jalankan perintah show ip route.
  • Tuliskan baris entri rute yang ditandai dengan huruf ‘R’ (RIP):
  • Tuliskan Metrik (Hop Count) yang digunakan RIP untuk mencapai LAN B dari R1 (angka setelah / dan sebelum [Next Hop])

Have Fun!

Kategori
malware

Reverse Mango – Analisa Malware

  1. Persiapan Lingkungan Aman: seting Windows 7 32 bit/Windows 10/11 32-bit/64-bit lightweight sebagai VM guest.
  2. Install tools analisa statik: PEviewDependency WalkerIDA Pro/Ghidra (disassembler/decompiler), StringsExifTool.
  3. Instal tools analisa dinamis: x64dbg (atau OllyDbg untuk 32-bit), WinDbg.
  4. Setel adaptor jaringan VM ke mode Host-Only atau Isolated Network (terputus dari internet). JANGAN gunakan mode NAT/Bridged.
  5. Buat snapshot (titik pemulihan) setelah instalasi OS dan alat.
  6. Alternatif bisa menggunakan tools online seperti Virustotal, Hybrid Analysis, Any.run
  7. Kerjakan Lab 01 RPISEC dari link berikut: https://github.com/RPISEC/Malware/tree/master/Labs/Lab_01 ; instruksi bisa dilihat di file pdf, sampel bisa dilihat di file zip
  8. Tutorial bisa dilihat di lecturer berikut : https://github.com/RPISEC/Malware/tree/master/Lectures/01_Introduction_and_Basic_Analysis

Have Fun!

Kategori
jarkom

Latihan 5 jarkom – media jaringan

Soal 1: Aplikasi Kabel dan Konektor Jaringan

Sebagai seorang teknisi jaringan, Anda diminta menghubungkan dua perangkat yang memiliki konfigurasi media transmisi yang sama (misalnya, dua Router atau dua PC secara langsung) dan menggunakan konektor yang umum.

a. Jelaskan secara rinci perbedaan pengkabelan antara Kabel Straight-Through dan Kabel Crossover (Wired Ethernet).

b. Kabel manakah yang harus Anda gunakan untuk skenario di atas (menghubungkan dua perangkat sejenis) dan berikan alasannya dari segi prinsip kerja

Soal 2: Perbandingan Teknologi Media Transmisi dan Peran Duplex

Media transmisi dapat diklasifikasikan menjadi Wired dan Wireless, dan masing-masing memiliki mode transmisi (Duplex) yang berbeda.

a. Bandingkan keunggulan dan kekurangan dari Saluran Komunikasi Kabel (Wired) dan Saluran Komunikasi Nirkabel (Wireless) dalam hal keamanan, kecepatan, dan jarak.

b. Jelaskan perbedaan prinsip kerja antara mode Half Duplex dan Full Duplex.

Soal 3: Teknologi Nirkabel dan Perbedaan Frekuensi

Teknologi jaringan nirkabel (Wi-Fi) modern menggunakan berbagai frekuensi radio untuk mengirimkan data.

a. Analisis dan Bandingkan perbedaan utama antara penggunaan frekuensi 2.4 GHz dan 5 GHz dalam Wireless Networking.

b. Jika Anda merancang jaringan Wi-Fi untuk gedung bertingkat yang tebal, frekuensi manakah yang akan Anda pilih dan mengapa?

Soal 4: Struktur Kabel Ethernet dan Shielding

Kabel Ethernet terdiri dari berbagai jenis struktur yang mempengaruhi kualitas sinyal dan kinerja.

a. Analisis dan jelaskan mengapa penggunaan kabel STP (shielded twisted pair) menjadi pilihan utama dibandingkan UTP (unshielded twisted pair) ketika Saluran Komunikasi berada di lingkungan yang memiliki Gangguan Elektromagnetik (EMI) yang tinggi.

b. Jelaskan peran Twisted Pair (pasangan kabel yang dipilin) dalam kabel Ethernet untuk mengurangi noise dan memastikan kualitas Medium Transmisi.

Soal 5: Analisis dan Aplikasi Kabel Fiber Optic

Kabel Fiber Optic telah menjadi tulang punggung infrastruktur jaringan modern, terutama untuk jarak jauh dan kecepatan tinggi.

a. Jelaskan keunggulan utama dari Fiber Optic dibandingkan dengan kabel tembaga (UTP/STP) dari segi Medium Transmisi-nya. Fokuskan penjelasan pada bagaimana Fiber Optic mengatasi masalah Redaman Sinyal(Attenuation) dan Gangguan Elektromagnetik (EMI).

b. Sebutkan minimal dua tantangan teknis yang harus dihadapi oleh teknisi saat melakukan instalasi dan troubleshooting pada Fiber Optic (misalnya, penyambungan/ splicing atau penggunaan konektor).

Soal 6 Praktik : Verifikasi Pelabelan Lokal dan Global (IP)

Anda perlu memastikan konfigurasi Pelabelan (Addressing) perangkat Anda sudah benar, baik di jaringan lokal maupun ketika mengakses internet.

a. Pelabelan Lokal: Buka Command Prompt/Terminal dan jalankan perintah ipconfig /all (Windows) atau ip a(Linux/macOS).

  • Catat Alamat IP lokal perangkat Anda (misalnya 192.168.x.x).
  • Catat Default Gateway Anda.

b .Pelabelan Global: Buka web browser dan akses toolWhat’s My IP (misalnya, https://www.whatsmyip.org/).

  • Catat Alamat IP Publik yang ditampilkan.
  • Analisis: Mengapa IP Lokal Anda berbeda dengan IP Publik? Bandingkan alamat IP Publik anda dengan IP Publik teman anda! Apakah sama? Kenapa?

Soal 7 Praktik: Analisis Kapasitas Saluran (Medium)

Aktivitas ini menguji kapasitas Medium (saluran Wi-Fi) di kelas saat digunakan bersamaan, dan membandingkan Upload vs. Download 

  1. Pengukuran Baseline: Buka web browser dan akses toolSpeedtest.net atau sejenisnya.
    • Catat Download Speed (Mbps) dan Upload Speed (Mbps).
  2. Simulasi Bottleneck: Minta 3-4 rekan Anda di kelas untuk melakukan streaming video HD secara bersamaan. Kemudian, ulangi Speedtest Anda.
    • Catat kembali Download Speed (Mbps) dan Upload Speed (Mbps) yang baru.
  3. Analisis:
    • Jelaskan mengapa Download Speed Anda menurun signifikan pada langkah 2. Kaitkan fenomena ini dengan sifat Half Duplex (saluran bersama) dari media Wi-Fi.
    • Secara umum, mengapa Download Speed seringkali lebih tinggi daripada Upload Speed pada koneksi internet rumah atau kampus? Kaitkan hal ini dengan Rules (Protokol) yang ditetapkan oleh penyedia layanan internet.

Buat laporan dan kumpulkan di LMS!
Have Fun!

Kategori
Siskom

Latihan 8 Siskom – troubleshooting

Hari ini kita akan belajar tentang troubleshooting yaitu belajar melakukan diagnosis dan mencari solusi permasalahan yang muncul pada komputer anda. Jawab setiap skenario berikut dengan melakukan langkah-langkah troubeshooting pada laptop anda. Dokumentasikan setiap langkah yang anda lakukan.

Skenario 1: Diagnosis Kinerja Sistem dan Program Startup

Permasalahan: Laptop Windows Anda sangat lambat setelah booting. Setelah 15 menit, kecepatan membaik, tetapi Anda curiga ada aplikasi latar belakang yang membebani CPU secara tidak perlu, dan waktu booting sangat lama.

Tugas:

  1. Gunakan Task Manager untuk mengidentifikasi 3 program startup dengan dampak tertinggi (“High” impact).
  2. Nonaktifkan (Disable) ketiga program tersebut, lalu jelaskan mengapa langkah ini dapat mempercepat proses booting.
  3. Gunakan Resource Monitor (atau Performance Monitor) untuk mengidentifikasi proses non-sistem (selain proses Windows) yang paling banyak menggunakan CPU atau Disk I/O selama 5 menit pertama setelah Task Manager dibuka.
  4. Jelaskan langkah-langkah yang Anda ambil untuk menganalisis dan memutuskan apakah proses tersebut harus dipertahankan atau diakhiri.

Dokumentasi yang Diperlukan: Laporan langkah-langkah (1-4) dan screenshot tampilan Task Manager (tab Startup) dan Resource Monitor (tab CPU/Disk).

Skenario 2: Pemecahan Masalah Konektivitas Jaringan dan Resolusi DNS

Permasalahan: Laptop Anda terhubung ke jaringan Wi-Fi, dan Anda dapat mengakses jaringan lokal (misalnya, printer jaringan), tetapi Anda tidak dapat mengakses situs web tertentu (contoh: [www.example.com](https://www.example.com)), sementara situs lain (contoh: google.com) dapat diakses. Anda mencurigai masalah ada pada resolusi DNS atau cache jaringan yang rusak.

Tugas:

  1. Jalankan perintah ipconfig /all dan catat alamat IP dan DNS Server yang digunakan laptop Anda.
  2. Coba ping ke alamat IP Google DNS (8.8.8.8) dan ping ke nama domain [www.example.com](https://www.example.com). Catat hasilnya.
  3. Eksekusi perintah ipconfig /flushdns dan netsh winsock reset secara berurutan. Jelaskan fungsi spesifik kedua perintah ini dalam mengatasi masalah jaringan.
  4. Setelah mengatur ulang Winsock, restart laptop (Anda tidak perlu menunggu proses restart selesai untuk dokumentasi, cukup catat bahwa tindakan ini diperlukan), lalu jelaskan mengapa restart diperlukan setelah reset Winsock.

Dokumentasi yang Diperlukan: Laporan langkah-langkah (1-4), screenshot hasil ipconfig /all dan hasil ping (sebelum dan sesudah flushdns).

Skenario 3:  Penggunaan Sumber Daya Tinggi dan Komputer Sangat Lambat

Permasalahan: Komputer Anda terasa sangat lambat dan lemot (lag) bahkan saat hanya membuka beberapa program sederhana. Task Manager menunjukkan penggunaan RAM atau Disk yang secara konsisten di atas 80%.

Tugas:

  1. Gunakan Task Manager untuk mengidentifikasi proses non-sistem (pihak ketiga) dengan tingkat penggunaan Disk I/O dan Memori (RAM) tertinggi.
  2. Gunakan Resource Monitor untuk menganalisis dan mengidentifikasi 3 proses teratas yang melakukan I/O ke file paging (Page File/pagefile.sys). Jelaskan mengapa I/O ke page file dapat memperlambat sistem.
  3. Jelaskan langkah-langkah yang harus diambil untuk mengidentifikasi dan menonaktifkan layanan non-Microsoftyang mungkin menyebabkan beban berlebih ini menggunakan utilitas msconfig.
  4. Jalankan perintah chkdsk /f (tapi jangan eksekusi restart) dan jelaskan fungsi perintah ini dalam kaitannya dengan kinerja disk yang lambat.

Dokumentasi yang Diperlukan: Laporan langkah-langkah (1-4), screenshot tampilan Task Manager (tab Detail/Performance) dan Resource Monitor.

Skenario 4: Sistem Sering Freeze atau Tidak Ada Respon

Permasalahan: Laptop Anda berfungsi normal selama beberapa menit, tetapi kemudian membeku (freeze) total (kursor tidak bergerak, tidak ada respon keyboard) secara berkala. Setelah beberapa saat, laptop kembali normal.

Tugas:

  1. Jelaskan langkah-langkah yang harus segera Anda ambil (kombinasi tombol) saat sistem freeze untuk mencoba memulihkan kontrol, dan alat diagnostik Windows apa yang dapat Anda akses setelah pemulihan.
  2. Gunakan Event Viewer. Tentukan lokasi log yang paling tepat (termasuk nama log dan filter waktu) untuk mencari entri Critical atau Error yang terjadi tepat pada waktu freeze terjadi (Anda bisa mensimulasikan waktu freeze 2 menit lalu).
  3. Jalankan Reliability Monitor (Monitor Keandalan). Tentukan tanggal/waktu spesifik di mana sistem mencatat Application Hang (aplikasi macet) atau Windows Failure (Kegagalan Windows), dan catat 10 event terbaru dari jenis tersebut.

Dokumentasi yang Diperlukan: Laporan langkah-langkah (1-3) dan screenshot tampilan Event Viewer dan Reliability Monitor.

Skenario 5: Blue Screen of Death (BSOD)

Permasalahan: Laptop tiba-tiba menampilkan BSOD dengan kode kesalahan MEMORY_MANAGEMENT setelah pembaruan Windows baru-baru ini.

Tugas:

  1. Jelaskan cara masuk ke Safe Mode with Networking jika sistem gagal boot setelah BSOD tersebut.
  2. Di lingkungan Safe Mode (simulasi), jelaskan langkah-langkah untuk memeriksa driver yang baru diperbarui melalui Device Manager, dan tindakan apa yang Anda lakukan untuk mengatasi driver yang bermasalah.
  3. Jelaskan di mana file Minidump atau Memory Dump (yang berisi informasi BSOD) disimpan secara default di sistem Windows.
  4. Jalankan perintah DISM (Deployment Image Servicing and Management) /CheckHealth di Command Prompt (Administrator). Jelaskan fungsi dari DISM dan bagaimana perintah ini berbeda dari sfc /scannow dalam memecahkan masalah integritas sistem.

Dokumentasi yang Diperlukan: Laporan langkah-langkah (1-4) dan screenshot simulasi akses Device Manager dan hasil perintah DISM /CheckHealth.

Skenario 6: Diagnosis Suara dan Panas (Komputer Berisik)

Permasalahan: Laptop Anda tiba-tiba menjadi sangat berisik, dan Anda dapat mendengar suara aneh berulang dari dalam unit (kemungkinan kipas atau hard drive). Anda mencurigai peningkatan suhu.

Tugas:

  1. Identifikasi dua sumber kebisingan utama pada laptop (selain speaker) dan jelaskan perbedaan suara yang dihasilkan (misalnya, kipas vs. HDD yang gagal).
  2. Sebutkan 2 alat pihak ketiga populer (nama dan fungsinya) yang dapat digunakan pada Windows untuk memantau suhu CPU dan GPU secara real-time. (Ini untuk menguji pengetahuan alat diagnosis eksternal).
  3. Jelaskan cara menggunakan Task Manager (tab Performance) untuk memantau penggunaan CPU, dan bagaimana penggunaan CPU yang tinggi berhubungan dengan peningkatan kecepatan kipas (kebisingan).
  4. Jelaskan langkah-langkah tindakan fisik segera apa yang harus dilakukan pengguna jika mereka mencurigai laptop mereka terlalu panas, sebelum membawanya ke teknisi.

Dokumentasi yang Diperlukan: Laporan langkah-langkah (1-4) dan screenshot tampilan Task Manager (tab Performance) dan penjelasan penggunaan alat pihak ketiga.
Buat laporan dan Kumpulkan di LMS/email.

Have FUN!

Kategori
Siskom

Latihan 7 Siskom – Bios

Kepada para mahasiswa peserta mata kuliah sistem komputer, hari ini kita akan belajar tentang BIOS. Untuk itu silahkan kerjakan latihan 7 berikut ini:

1. Jelaskan tentang proses booting komputer mulai dari anda menghidupkan tombol power sampai loading sistem operasi!

2. Apa yang dimaksud Firmware pada komputer!

3. Matikan total laptop anda. Hidupkan komputer anda dan catat tanda-tanda bahwa Laptop anda sedang mengalami proses POST! (catat indikatornya misalnya lampu indikator menyala, kipas berputar, beep code atau teks singkat yand ditampilkan di layar! Catat perkiraan waktu dari Power on hingga logo BIOS/UEFI muncul!

4. Identifikasi momen ketika laptop anda beralih dari firmware ke boot loader OS (misalnya logo windows). Catat perkiraan waktu yang dibutuhkan BIOS/UEFI untuk menyerahkan kontrol ke Boot Loader OS!

5. Masuk ke menu BIOS/UEFI (dengan menekan Del, F2, F10, atau F12 saat booting). Identifikasi Komponen: Cari dan catat lokasi dari:

  • Informasi Hardware utama (Model CPU, Jumlah RAM).
  • Pengaturan Tanggal dan Waktu sistem.
  • Pengaturan Virtualization Technology (VT-x/AMD-V) 

6. Perubahan Urutan Boot: Ubah Boot Order (Urutan Boot) untuk memprioritaskan perangkat eksternal (USB Drive atau CD/DVD) sebagai perangkat boot pertama. screenshoot perubahan dan tidak perlu disimpan

7. Masuk ke OS Windows, cari pengaturan power options (control panel). Aktifkan/nonaktifkan fitur Fast Startup. Jelaskan dampaknya pada proses shutdown dan waktu booting!

8. Masuk ke menu Recovery dan akses opsi Advanced options –>  UEFI Firmware Settings. (Jika ada) . Apa fungsi fitur ini!

9. Pada Disk management tunjukan skema partisi (MBT atau GPT) yang digunakan untuk boot drive anda! Screenshoot! Laporkan juga pemakaian Harddisk anda!

10. Jelaskan langkah2 dan tools apa yang bisa anda gunakan untuk membuat Live USB OS anda! Apa fungsi Live USB ini!

Buat laporan dan upload di LMS! 

Have Fun!