Kategori
Uncategorized @id

Latihan 4 – DNS-NTP

1. Jalankan menyalakan Ubuntu Server (pastikan isc-dhcp-server menyala)


2. Jalankan penyadap paket bawaan Linux (tcpdump) di antarmuka Host-Only (misal enp0s8):

sudo tcpdump -i enp0s8 port 67 or port 68 -vn

3. Buka CMD di Windows Host dan mengetik: ipconfig /release lalu ipconfig /renew.

4. Screenshot paket Request (Discover) –> Reply (Offer) –> Request –> Reply (ACK). di Ubuntu server. Tekan Ctrl C

5. Buka kembali konfigurasi DHCP Server dari minggu lalu:

sudo nano /etc/dhcp/dhcpd.conf

Perhatikan dua baris krusial di dalam blok subnet. ubah agar mengarah ke IP dan Nama Domain DNS Server yang mereka buat pada pertemuan kemarin:

option domain-name-servers 192.168.xx.yy;
option domain-name "[nama_anda].com";

6. Restart layanan DHCP: 

sudo systemctl restart isc-dhcp-server

7.  Pastikan pengaturan kartu jaringan Host-Only di Windows diatur ke “Obtain an IP address automatically” DAN “Obtain DNS server address automatically”. Buka CMD Windows, ketik ipconfig /renew lalu ipconfig /all

Pastikan baris Connection-specific DNS Suffix dan DNS Servers di Windows sudah otomatis terisi domain dan IP BIND9, lalu tes dengan ping www.[nama_anda].com

8. Cek Status Waktu & Zona Waktu Saat Ini:

timedatectl status
sudo timedatectl set-timezone Asia/Jakarta

9. Instalasi Chrony (Otomatis menggantikan timesyncd):

sudo apt update
sudo apt install chrony -y

10. Konfigurasi Server Pool Indonesia & Izin Klien Lokal. Buka konfigurasi Chrony:

sudo nano /etc/chrony/chrony.conf

Tambahkan/ubah baris pool di bagian atas agar mengambil waktu dari server Indonesia: 

pool id.pool.ntp.org iburst

Di baris paling bawah, izinkan jaringan Host-Only (laptop karyawan) untuk meminta waktu ke server ini:

allow 192.168.xx.0/24 (sesuaikan xx dengan segmen IP NIM anda)

11. Restart & Verifikasi Stratum:

sudo systemctl restart chrony

chronyc sources -v

chronyc tracking

12. Ketik perintah berikut dan screenshot:

a. timedatectl

b. chronyc tracking

c. cat /var/lib/dhcp/dhcpd.leases

Have Fun!

Kategori
Uncategorized @id

Persiapan Asesmen 3

Misi 1: Aktivasi Layanan dan pembuatan Flag

1. Verifikasi Layanan:

a. Hidupkan VM Metasploitable 2. 

b. Pastikan anda bisa login dan cek IP.

c. Pastikan port 80 dan port SSH (22) diizinkan di iptables

2. Buat 2 Flag. Buat dua teks rahasia (.txt) dengan format berikut: 

a. Flag Web: FLAG{NamaTim_Web_SandiUnik} contoh: FLAG{TIM01_Web_WebAman}

b. Flag SSH: FLAG{NamaTim_SSH_SandiUnik} (Contoh: FLAG{TIM01_SSH_BentengKuat})

3. Tanam Flag di dua lokasi:

a. Untuk target web: buat file di direktori publik Apache:

sudo nano /var/www/flag_web.txt

Ketikkan teks Flag Web, lalu simpan.

b. Untuk Target SSH:Buat file di direktori pengguna (atau di /root/). 

sudo nano /home/msfadmin/flag_ssh.txt

Misi 2: Scanning dan log monitoring

1. Aktifkan log: Buka dua terminal :

a. Terminal 1 : sudo tail -f /var/log/apache2/access.log

b. Terminal 2:  sudo tail -f /var/log/auth.log

2. Lakukan scan dari Kali linux, pastikan port 80 dan port SSH terbuka:

a. nmap -sV -p- <IP_Target>

b. nikto -h http://<IP_Target>

3. Laporkan screenshot output hasil scan dari penyerang!

Misi 3: Simulasi serangan:

1. Di Penyerang: Gunakan Hydra untuk mennyerang layanan SSH server anda menggunakan kombinasi password acak atau wordlist.

2. Buka browser Kali linux, akses http://<IP_Target>/dvwa. Masuk ke menu Command Execution. Coba baca flag dengan injeksi: 127.0.0.1; cat /var/www/flag_web.txt

3. Di server:Lihat di Terminal 1 (access.log), identifikasi IP Attacker. Blokir IP tersebut menggunakan perintah penyisipan (-I) agar berada di prioritas teratas firewall

4. Pulihkan IP teman anda agar bisa mengakses kembali server!

Misi 4

1. Laporkan: 

a. Nama Kelompok dan nama anggota

b. Flag Web (FLAG{...})

c. Flag SSH (FLAG{...})

2. Simpan konfigurasi anda dan buat snapshot VM!

Have Fun!

Kategori
Uncategorized @id

Praktikum SoC

Sebagai anggota satuan tugas Cybersecurity, kalian tidak hanya dilatih untuk menyerang, tapi juga membangun sistem deteksi dini. Hari ini, kalian akan membuat mesin Kali Linux kalian menjadi server SOC (Security Operations Center) mini menggunakan Grafana Loki. Setelah radar terpasang, kalian akan melancarkan serangan siber ke mesin sendiri untuk membuktikan bahwa sistem kalian berhasil menangkap jejak penyusup.

1. Instal paket pendukung untuk mengunduh repositori

sudo apt-get install -y apt-transport-https software-properties-common wget

2. Buat folder keyring jika belum ada

sudo mkdir -p /etc/apt/keyrings/

3. Unduh GPG Key resmi Grafana

wget -q -O – https://apt.grafana.com/gpg.key | gpg –dearmor | sudo tee /etc/apt/keyrings/grafana.gpg > /dev/null

4. Tambahkan repositori ke source list Debian

echo “deb [signed-by=/etc/apt/keyrings/grafana.gpg] https://apt.grafana.com stable main” | sudo tee -a /etc/apt/sources.list.d/grafana.list

5. Perbarui daftar paket

sudo apt-get update

6. Instal Grafana, Loki, dan Promtail

sudo apt-get install -y grafana loki promtail

7. Jalankan service secara manual

sudo systemctl start grafana-server loki promtail

8. Hak Akses Log

sudo usermod -aG adm promtail

9. Konfigurasi Target Promtail

sudo nano /etc/promtail/config.yml

10. Scroll ke bagian paling bawah dan ubah path bawaan menjadi path Linux anda:

scrape_configs:

– job_name: system

  static_configs:

  – targets:

      – localhost

    labels:

      job: varlogs

      __path__: /var/log/{syslog,auth.log}

(Perhatikan spasi/tab harus sesuai)

11. Simpan (Ctrl+O, Enter, Ctrl+X), lalu restart Promtail:

sudo systemctl restart promtail

12. Setup Dashboard Grafana. Buka browser di dalam Kali Linux dan akses: http://localhost:3000 . Login awal: admin / admin (buat password baru jika diminta).

13. Menu Connections > Data sources > Add data source > pilih Loki. Di kolom URL, isi dengan: http://localhost:3100 . Klik Save & test. Pastikan muncul notifikasi hijau.

14. Pastikan layanan SSH di Kali Linux masing-masing berjalan agar bisa diserang:

sudo systemctl start ssh

15. Serangan Brute Force dengan Hydra. Buka terminal baru. Lakukan simulasi cracking password menggunakan Hydra. Gunakan password acak agar prosesnya cepat tercatat sebagai kegagalan di log.

hydra -l admin -p PasswordSalah123 ssh://127.0.0.1

16. Di Grafana, klik ikon kompas (Explore). Pastikan sumber data adalah Loki. Ubah rentang waktu di pojok kanan atas menjadi “Last 15 minutes”.

17. Buat query LogQL untuk mencari kegagalan SSH:

{job=”varlogs”} Klik Run query.

18. Laporkan Screenshot timestamp terjadinya serangan di dashboard Grafana.

Have Fun!

Kategori
Uncategorized @id

Praktikum – Routing – IPv6

Dua buah kantor cabang (Cabang A dan Cabang B) ingin menguji coba migrasi jaringan lokal mereka menggunakan IPv6 penuh (Full IPv6 Stack). Tabel Alokasi IPv6 Address:

PerangkatInterfaceIPv6 Address (Global Unicast)Keterangan
Router-Aether12001:db8:12::1/64Jalur Penghubung (Inter-Router)
Router-Aether22001:db8:aaaa::1/64PC A
Router-Bether12001:db8:12::2/64Jalur Penghubung (Inter-Router)
Router-Bether22001:db8:bbbb::1/64PC B

1: Konfigurasi IPv6 Statis & Inter-Router Link

  1. Menambahkan IPv6 di Router-A:
    • Buka menu IPv6 –> Addresses –> Klik (+) Add.
    • Address: 2001:db8:12::1/64
    • Interface: ether1
    • Centang opsi Advertise (biarkan default). Klik Apply/OK.
    • Tambahkan lagi untuk jalur LAN: Address: 2001:db8:aaaa::1/64, Interface: ether2.
  2.  Menambahkan IPv6 di Router-B:
    • Buka menu IPv6 –> Addresses –> Klik (+) Add.
    • Address: 2001:db8:12::2/64
    • Interface: ether1. Klik Apply/OK.
    • Tambahkan untuk jalur LAN: Address: 2001:db8:bbbb::1/64, Interface: ether2.
  3.  Pengujian Awal (Ping Antar-Router):
    • Buka Terminal di Router-A, lakukan ping ke Router-B:

tool ping 2001:db8:12::2

  • Pastikan statusnya Reply.

2: Autokonfigurasi Client Lewat SLAAC

  1. Mengaktifkan IPv6 ND di Router-A:
    • Buka menu IPv6 –> ND (Neighbor Discovery).
    • Secara default sudah ada aturan untuk all. Pastikan interface ether2 masuk di dalamnya.
    • Pastikan opsi Managed Address Configuration (M) dan Other Configuration (O) TIDAK dicentang (karena kita tidak pakai DHCPv6, murni SLAAC).
  2. Pengujian pada Client Cabang A:
    • Colokkan Laptop Client 1 ke ether2 Router-A.
    • Buka CMD/Terminal di Laptop, ketik ipconfig (Windows) atau ifconfig (Linux/Mac).
    • Perhatikan bahwa Laptop otomatis mendapatkan IP Global IPv6 dengan prefix 2001:db8:aaaa:[Kombinasi_MAC_Address].
  3. Lakukan hal yang sama untuk Client di Router-B (Cabang B) pada interface ether2.

3. Static Routing IPv6

a. Konfigurasi Routing di Router-A:

  • Buka menu IPv6 –> Routes –> Klik (+) Add.
  • Dst. Address: 2001:db8:bbbb::/64 (Network LAN Cabang B)
  • Gateway: 2001:db8:12::2 (IP ether1 milik Router-B)
  • Klik Apply/OK.

b.  Konfigurasi Routing di Router-B (Rute Balik):

  • Buka menu IPv6 –> Routes –>Klik (+) Add.
  • Dst. Address: 2001:db8:aaaa::/64 (Network LAN Cabang A)
  • Gateway: 2001:db8:12::1 (IP ether1 milik Router-A)
  • Klik Apply/OK.

4. Pengujian

a. Lakukan ping dari Laptop Client A langsung menuju IP IPv6 Laptop Client B. Status harus Reply.

b. Melihat Link-Local vs Global Address: Tunjukkan di laporan mana IP yang berawalan fe80:: (Link-Local) dan mana yang berawalan 2001:: (Global Unicast).

c.  Traceroute: Lakukan tracert [IP_V6_Client_B] untuk melihat bahwa paket data benar-benar melompati hop IPv6 milik router.

d.  Mengapa pada IPv6 kita bisa mendapatkan IP otomatis pada komputer client tanpa perlu mengonfigurasi DHCP Server seperti pada IPv4? Jelaskan konsep SLAAC singkat!

e.  Screenshot tabel /ipv6 route dari kedua router dan tandai rute statis yang baru saja dibuat!

Buat Laporan dan kumpulkan ke GCR

Kategori
Uncategorized @id

Praktikum Hardening – Keamanan jaringan

Mulai pertemuan hari ini kita akan mempersiapkan asesmen 3:

  1. Buat kelompok bertiga! Tentukan ada yang menjadi server, penyerang, technical writer!
  2. Di Server: unduh Metasploitable 2 dari salah satu link berikut:
    a. https://www.rapid7.com/products/metasploit/metasploitable/
    b. https://sourceforge.net/projects/metasploitable/
  3. Ekstrak file .zip yang telah diunduh ke dalam direktori penyimpanan lokal.
  4. Buka aplikasi VirtualBox dan klik tombol New untuk membuat mesin virtual baru.
  5. Masukkan nama mesin virtual, misalnya “Metasploitable2-Target”.
  6. Atur tipe sistem operasi menjadi Linux dan versinya menjadi Ubuntu (64-bit).
  7. Alokasikan memori dasar (RAM) sebesar 512 MB atau 1024 MB.
  8. Pada bagian konfigurasi Hard Disk, pilih opsi Use an existing virtual hard disk file.
  9. Klik ikon folder di sebelah opsi tersebut, klik Add, lalu navigasikan ke folder hasil ekstraksi sebelumnya untuk memilih file Metasploitable.vmdk.
  10. Selesaikan proses pembuatan mesin virtual dengan mengeklik Create atau Finish.
  11. Ubah konfigurasi jaringan agar server dan penyerang dapat saling terhubung!
  12. Jalankan mesin virtual dengan mengeklik Start, tunggu proses booting selesai, dan lakukan login menggunakan kredensial bawaan msfadmin untuk username sekaligus password.
  13. Dari penyerang: Jalankan Nmap untuk mendeteksi layanan yang berjalan dan backdoor yang terbuka. nmap -sV -p-
  14. Analisis hasil Nmap. Catat layanan kritis yang seharusnya tidak terekspos ke publik (seperti Telnet di port 23, Bindshell di port 1524, rlogin di port 512, dan FTP).
  15. Instalasi lynis: di host Server (os Windows) :
    a. buka browser download lynis https://github.com/CISOfy/lynis/archive/refs/heads/master.zip
    b. instal winscp https://winscp.net/eng/download.php
    c. konek winscp dengan metasploitable
    d. copy paste lynis ke metasploitable –> ekstrak lynis –> jalankan ./lynis audit system
  16. Catat Hardening Index (Skor akhir) dan peringatan (Warnings) berwarna merah atau kuning.
  17. Login ke Metasploitable 2 ; Ubah Kredensial Bawaan: Ganti password untuk user; msfadmin; dan root.
    a. bash passwd sudo passwd root.
  18. Service Hardening (SSH). Buka file konfigurasi SSH di VM Target: sudo nano /etc/ssh/sshd_config.
    a. Lakukan modifikasi berikut (cari barisnya, hapus tanda #, dan ubah nilainya):
    b. Ubah port default untuk menghindari automated bot scanners: Port 2222 (atau port lain di atas 1024)
    c. Nonaktifkan login menggunakan root: PermitRootLogin no
    d. Batasi waktu login grace (waktu maksimal memasukkan password): LoginGraceTime 30
    e. sudo /etc/init.d/ssh restart
  19. (Opsional) Matikan otentikasi password jika menggunakan SSH Key: PasswordAuthentication no (Catatan: Pastikan sudah membuat dan menguji SSH Key sebelum mengubah ini agar tidak terkunci).
  20. Metasploitable 2 menjalankan banyak layanan rentan melalui daemon inetd.
    a. Buka sudo nano /etc/inetd.conf, dan matikan layanan yang tidak perlu
    b. Restart layanan: sudo /etc/init.d/openbsd-inetd restart
  21. Implementasi Firewall. Bangun aturan firewall. Izinkan koneksi yang sudah terbentuk, izinkan loopback, dan izinkan SSH (Port 22) serta HTTP, yang lain boleh di drop.
  22. Lakukan scan nmap ulang dari penyerang

Buat Laporan dan kumpulkan ke GCR!

Kategori
Uncategorized @id

Praktikum Keamanan Web – Online -XSS

Kepada para mahasiswa peserta kuliah keamanan jaringan hari ini kita akan melanjutkan belajar tentang keamanan Web. Hari ini kita akan mengenal tentang serangan Cross Site Scripting (XSS)

  1. Jalankan Burp Suite!
  2. Buka Browser bawaan Burp Suite!
  3. Buka web berikut di browser: https://portswigger.net/web-security/all-labs#cross-site-scripting!
  4. Kerjakan Lab 1: Reflected XSS into HTML Context with nothing encoded (Dasar Reflected XSS)
  5. Kerjakan Lab 2: Stored XSS into HTML context with nothing encoded (Dasar Stored XSS – biasanya di kolom komentar).
  6. Kerjakan Lab 3: DOM XSS in document.writesink using source location.search (Pengenalan DOM-based XSS).
  7. Kerjakan Lab 4: DOM XSS in innerHTML sink using source location.search
  8. Kerjakan Lab 7: Reflected XSS into attribute with angle brackets HTML-encoded
  9. Kerjakan Lab 9 : Reflected XSS into a JavaScript string with angle brackets HTML encoded (Belajar teknik breakout dari kode JavaScript).
  10. Laporkan screenshot lab solved!

Buat laporan dan kumpulkan ke Goolge Classroom!

Kategori
Uncategorized @id

Instalasi Mikrotik CHR

1. Unduh dan install GNS3 dari link berikut: https://gns3.com/software/download
2. Unduh  GNS3 VM dari link berikut: 
https://gns3.com/software/download-vm
3. Unduh Mikrotik CHR Image (pilih .ova) : https://mikrotik.com/download/chr
4. Setup GNS3 VM di virtualbox! 

  • Buka VirtualBox, klik menu File > Import Appliance.
  • Pilih file GNS3 VM.ova yang telah diunduh.
  • Pastikan konfigurasi Network Adapter pada VirtualBox:
    • Adapter 1: Host-only Adapter (Gunakan vboxnet0 atau adapter serupa).
    • Adapter 2: NAT (Untuk akses internet ke VM).
  • Jalankan GNS3 VM untuk memastikan tidak ada error pada kernel virtualisasi.

5. Konfigurasi GNS3 GUI!

  • Buka GNS3 GUI. Saat muncul Setup Wizard, pilih opsi “Run appliances on a remote server (GNS3 VM)”.
  • Masuk ke menu Edit > Preferences > GNS3 VM.
  • Centang “Enable GNS3 VM”, pilih Virtualization engine VirtualBox, dan pilih nama VM yang sesuai.
  • Tunggu hingga indikator “GNS3 VM” di panel sebelah kanan berubah menjadi Hijau.

6. Import MikroTik CHR (RouterOS)

  • Unduh file mikrotik CHR dalam format .vmdk atau qcow2Buka menu Edit > Preferences
  • Pilih menu QEMU VMs di bilah kiri, lalu klik tombol New.
  • Server Selection: Pilih Run this QEMU VM on the GNS3 VM (Rekomendasi). Klik Next.
  • Name: Berikan nama perangkat, contoh: MikroTik-CHR-7.x. Klik Next.
  • QEMU Binary: Biarkan pada pilihan default (biasanya qemu-system-x86_64). Klik Next.
  • RAM: Alokasikan 256 MB. Klik Next.
  • Console Type: Pilih telnet. Klik Next.
  • Disk Image (HDA): * Pilih opsi New Image.
    • Klik Browse, lalu cari dan pilih file .vmdk atau .qcow2 MikroTik CHR yang sudah diunduh.
    • Jika muncul pop-up “Would you like to copy the image…”, pilih Yes.
  • Klik Finish.
  • Setelah perangkat muncul di daftar QEMU VMs, klik perangkat tersebut lalu pilih Edit:Tab General Settings:Symbol: Klik Browse dan cari ikon router agar tampilan di lembar kerja lebih representatif.Category: Ubah menjadi Router.Tab Network:Adapters: Ubah jumlahnya menjadi 4 adapters.First port name: ether1.
      • Name format: ether{0}.Tab Advanced:Pastikan opsi “Use as a linked base VM” dicentang. Ini memungkinkan penggunaan satu image master untuk banyak router sekaligus tanpa menghabiskan ruang disk.Klik OK untuk menyimpan perubahan.

  • 7. Membangun Topologi
  • Tarik ikon MikroTik dan ikon Cloud ke dalam workspace.
  • Hubungkan Ether1 pada MikroTik ke GNS3 VM Network (biasanya mengarah ke Host-only adapter).
  • Klik kanan pada MikroTik, pilih Start, lalu klik kanan lagi dan pilih Console.
  • Login default: admin (tanpa password).
  • Cek IP address yang didapat melalui perintah: /ip address print
    8. Pengujian
    1. Ganti Identity router menjadi Router-[NIM]-[Nama].
    2. Berikan IP Address pada ether1 secara statis yang berada dalam satu subnet dengan IP Host-only laptop Anda.
    3. Pastikan router MikroTik tersebut dapat diakses/di-remote menggunakan Winbox dari OS utama (Windows/macOS).
    4. Buatlah user baru dengan nama admin-jaringan dan berikan password baru, lalu hapus user admin bawaan.
      Buat laporan dan kumpulkanreferensi:https://help.mikrotik.com/docs/spaces/ROS/pages/262864931/CHR+installing+on+VirtualBox
  • https://www.youtube.com/watch?v=kbF_Wof4OTg
Kategori
Uncategorized @id

Latihan 2 Scanning dengan Nmap

Pada latihan sebelumnya anda telah belajar bermain dengan game hackthegame. Hari ini kita akan coba belajar melakukan scanning dengan menggunakan Nmap:

Instalasi

  1. Untuk pengguna windows: Buka situs resmi Nmap: nmap.org/download.html ;
  2. Cari bagian Microsoft Windows binaries dan unduh file installer nmap .exe terbaru 
  3. Jalankan installer dan ikuti instruksi (centang instalasi Npcap jika diminta, karena ini wajib untuk proses scanning).
  4. Buka Command Prompt (CMD) atau PowerShell untuk menjalankan perintah.
  5. Untuk pengguna Linux:
    • sudo apt update
    • sudo apt install nmap -y
  6. Khusus pengguna kali linux, nmap biasanya sudah terinstal
  7. Untuk pengguna Mac: Buka situs resmi Nmap: nmap.org/download.html ; Unduh file .dmg dan jalankan paket instalasinya.

Latihan

  1. Konek ke Akses Poin yang digunakan pada latihan ini!
  2. Catat alamat IP anda!
  3. Lakukan scanning untuk menemukan semua host yang aktif di jaringan anda
    • nmap -sn [network_id]/24
    • Laporkan daftar IP yang aktif di jaringan anda!
  4. Pilih sebuah target, dan lakukan scan pada sebuah target:
    • nmap -sV [IP_target]
    • Catat layanan apa saja yang tersedia pada komputer target!
  5. Temukan sistem operasi dari komputer target:
    • nmap -A [IP_target]
    • Berdasarkan hasil scan, sistem operasi apa yang digunakan oleh target berikan alasannya!
    • Laporkan juga versi dari layanan yang berjalan
  6. Pada hasil scan menggunakan Nmap terdapat beberapa macam status port yaitu:
    • open
    • closed
    • filtered
    • open|filtered
    • closed|filtered.
    • Jelaskan apa perbedaan dari masing-masing status tersebut!
  7. Apa yang dimaksud dengan teknik stealth scanning (SYN Scan)? Apa kegunaan dari teknik ini
  8. Apakah melakukan scanning terhadap server publik tanpa izin dapat dikategorikan sebagai tindakan ilegal? (meskipun Anda tidak melakukan perusakan data)

Buat laporan dan kumpulkan!

Have Fun!

Referensi:

https://nmap.org/book/man-briefoptions.html

https://hackertarget.com/nmap-tutorial

Kategori
Uncategorized @id

Latihan 11 – Mikrotik

Kepada mahasiswa peserta mata kuliah administrasi jaringan silahkan kerjakan latihan 11 berikut:

Studi kasus PT Koneksi Nusantara memiliki 3 kantor :

Kantor 1 (router 1)

Kantor 2 (router 2, terhubung ke internet)

Kantor 3 (router 3)

Semua kantor terhubung melalui router mikrotik. Kantor 2 memiliki sambungan ke internet. Direksi perusahaan ingin agar seluruh kantor bisa mengakses internet melalui router 2 sebagai gateway pusat.

Bagian 1 – Konfigurasi Routing Static

  1. Konfigurasikan semua IP Address sesuai IP Plan.
  2. Konfigurasikan static routing agar semua jaringan (192.168.1.0/24, 192.168.2.0/24, 192.168.3.0/24) bisa saling berkomunikasi.

Bagian 2 – Konfigurasi Akses Internet

  1. Konfigurasikan NAT (masquerade) di Router-2 pada interface ether3 (internet)agar semua jaringan lokal dapat mengakses internet: /ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether3 action=masquerade
  2. Tambahkan default route (0.0.0.0/0) di Router 2 melalui gateway internet (otomatis dari DHCP atau manual ke 192.168.100.1).
  3. Di Router 1 dan Router 3, tambahkan default route menuju Router 2: Router 1: gateway = 10.0.0.2; Router 3: gateway = 10.0.0.5
  4. Lakukan uji koneksi:
    • Ping antar client.
    • Ping internet dari semua client (contoh: ping 8.8.8.8).
  5. Tunjukkan hasil traceroute dari Client-1 ke internet.

Buat laporan dan kirim ke email

Have Fun!

Kategori
Uncategorized @id

Deteksi Drone

Saya lagi baca-baca tentang teknologi deteksi drone. Dari sisi keamanan, drone dapat menjadi ancaman. Terutama di area seperti airport, area militer, atau pada acara resmi kenegaraan. Beberapa teknologi deteksi drone diantaranya:

  1. Radar
  • Radar mendeteksi drones dengan mengirimkan gelombang radio yang memantul pada obyek seperti drone dan diterima kembali oleh radar. Waktu yng diperlukan oleh gelombang untuk kembali ke radar, dapat digunakan untuk menghitung jarak dari drone. Sementara radar Doppler dapat digunakan untuk menghitung kecepatan drone.
  • Kelebihan: jarak deteksi jauh, dapat bekerja dalam kondisi cuaca yang buruk, dan lebih tahan terhadap interferensi sinyal.
  • Kekurangan: Radar dapat mengalami kesulitan membedakan drone dengan benda terbang lainnya seperti burung atau benda lainnya, sehingga berpotensi menghasilkan false positives. Radar juga kurang efektif pada area perkotaan yang memiliki tingkat interferensi electromagnetic tinggi.

2. Radio Frequency (RF): deteksi RF melakukan monitoring sinyal komunikasi antara drone dan operatornya. Drone menggunakan sinyal RF signals untuk kontrol dan transmisi data (contohnya, Wi-Fi, Bluetooth, atau protocol komunikasi lainnya. Kelebihan: dapat mendeteksi drones dari jarak jauh, dan berguna untuk mengidentifikasi operator drone. Kekurangan: tidak dapat mendeteksi drone otonomous. Komunikasi yang terenkripsi serta jammer juga dapat menggangu deteksi ini.

3. Deteksi Optik dan Infrared. Metode ini kamera dan sensor inframerah untuk mendeteksi drone dan panas yang dipancarkan. Kelebihan: Metode ini dapat mendeteksi signature panas dari motor dan rotor drone, bahkan pada saat malam, atau pencahayaan rendah. Dapat membedakan drone dari benda terbang lainnya. Kekurangan: dapat dipengaruhi oleh kabut hujan maupun kondisi seperti cuaca ekstrem atau bila temperatur drone rendah.

4. Akustik: menggunakan mikropon untuk mendengarkan suara motor dan rotor dari drone. Dapat menggunakan array dari beberapa mikropon. Kelebihan: dapat mendeteksi drone kecil pada area yang tidak dapat dideteksi oleh radar maupun RF. Dapat digunakan pada jarak dekat. Kekurangan: dapat mengalami kendala bila ada noise misalnya dari mesin mobil atau mesin lainnya. Selain itu juga pada kondisi berangin.

5. Komputer vision dan machine learning. Menggunakan algoritma machine learning seperti CNN untuk mendeteksi drone dari kamera. Kelebihan: akurasi tinggi dan dapat diintegrasikan dengan kamera. Flexible untuk berbagai kondisi. Kekurangan: membutuhkan kamera dengan kualitas tinggi dan komputasi besar.

6. Multimodal. Menggabungkan berbagai teknik deteksi seperti: radar, RF, optik dan akustik. Kelebihan: mengurangi tingkat false positive, dan meningkatkan akurasi. Kekurangan: lebih mahal, dan membutuhkan komputasi tinggi

semoga bermanfaat!