Kuil Fushimi Inari Taisha

Salah satu tempat wisata yang popular di Jepang adalah Kyoto. Kyoto adalah ibukota kekaisaran Jepang selama  hampir 1000 tahun sebelum dipindahkan ke Tokyo. Di Kyoto banyak sekali Kuil. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah kuil Fushimi Inari Taisha. Kuil ini terkenal dengan 1000 gerbang merah, seperti yang pernah saya liat di film Memoirs of Geisha.

Akses ke kuil Fushimi Inari Taisha

Untuk menuju ke Kyoto kami naik kereta dari Osaka. Ada banyak pilihan kereta, Shinkansen, JR Express dan kereta biasa. Dengan menggunakan kereta biasa, sekitar 45-55 menit kami sudah sampai di Kyoto. Dari Stasion kyoto harus naek kereta lokal lagi menuju stasiun Inari. Dari stasiun ini tinggal jalan sekitar 5 menit.

Inari

Kuil ini merupakan sebuah kuil Shinto, berada di sebuah bukit Inari. Konon kuil ini dibangun pada abad ke 7. Inari sendiri adalah nama Dewi Sinto untuk Kesuburan, atau sering juga disebut dewi padi. Dewi ini sangat populer di Jepang, konon ada 30.000 kuil yang dibangun untuk memuja dewi ini. Menurut legenda dewi ini sering mengutus Kitsune atau rubah sebagai pembawa pesan. Di kuil Fushimi Inari Taisha ini juga kita bisa lihat patung rubah di samping pintu gerbang.

Bangunan utama kuil ini terletak di atas bukit Inari, yang memiliki ketinggian sekitar 233 m dpl. Jalan menuju bangunan utama ini kuil ini kita harus melewati ribuan gerbang merah (Torii). Ribuan gerbang ini disebut juga Senbon Torii (seribu gerbang). Setiap Gerbang-gerbang merah ini konon katanya merupakan sumbangan dari pengusaha maupun masyarakat Jepang. Pada setiap gerbang dituliskan nama donatur dan penyumbangnya. Menurut brosur harga satu gerbang kecil dimulai dari 400.00 yen sampai jutaan Yen untuk gerbang Tori yang besar.

Yotsutsuji

Untuk jalan sampai atas perlu waktu sekitar 2-3 jam. Biasanya para turis hanya jalan sampe Yotsutsuji intersection dari sini ada tempat foto yang bagus. Sepanjang jalan banyak kuil-kuil kecil. Saya melihat orang sini berhenti di kuil, mengambil air, mencuci tangan, ada yang minum air ada yang kumur-kumur saja, kemudian menepuk tangannya atau membunyikan lonceng kemudian berdoa. Setelah berdoa mereka melemparkan koin ke sebuah kotak. Ada juga yang menuliskan doanya di sebuah kertas dan diiket di sebuah tempat. Ada juga yang ditulis di sebuah papan kayu.

Masuk ke sini gratis. Cuman jalan ke atas cape banget. Paling enak pake sepatu. Di sepanjang jalan ke atas ada beberapa tempat istirahat dan ada juga beberapa tempat makan. Makanan yang dijual ada Inari Sushi, Kitsune Udon (“Fox Udon”), dua-duanya dibuat dari tahu. Cuman saya gak berani nyoba. Kalo cape kita bisa berhenti dimana saja dan langsung turun ke bawah. Jalur naik dan jalur turun dipisah tapi cuman bersebelahan.

Setelah cape jalan-jalan di kuil ini kami turun dan melanjutkan jalan ke tempat lainnya di Kyoto

Semoga Bermanfaat!

Info tentang kuli ini

Silahkan tuliskan tanggapan, kritik maupun saran