Api Tauhid

Sejak kecil saya senang membaca buku tentang sejarah. Seringkali buku sejarah ditulis dengan menampilkan banyak fakta sehingga terkesan berat dan membosankan.Tapi ada hal yang berbeda ketika saya membaca buku Api Tauhid. Sebuah novel sejarah karya kang Abik (Habiburrahman el shirazy) yang menyampaikan sejarah dengan gaya yang menarik dan tidak membosankan. Buku ini bercerita tentang sejarah pergolakan islam di Turki melalui kisah biografi seorang ulama besar asal Turki, Syekh Said Nursi.

Syeikh Nursi oleh banyak ulama  disebut-sebut sebagai mujaddid (pembaru). Beliau hidup ditengah keruntuhan Kalifah Turki Usmani di Turki dan diawal munculnya Turki baru yang sekuler. Di sini diceritakan bagaimana beliau berjuang di tengah-tengah kegelapan ajaran tauhid di wilayah itu. Saat itu, ajaran ateis dan sekularisme sangat membudaya di Turki. Walaupun banyak halangan dalam dakwah yang dilakukan Said Nursi, namun beliau mampu mengajak umat untuk bersama-sama menyalakan lentera tauhid. Sehingga novel ini diberi nama Api Tauhid.

Namun kang abik mengemas cerita sejarah ini dengan  kisah cinta seorang Fahmi. Seorang pemuda desa asal Indonesia yang sedang berhasil mewujudkan mimpinya studi S2 di Madinah. Ketika Fahmi mudik dia menikah dengan Nuzula anak seorang kyai besar. Pernikahan dilakukan secara sirri. Setelah menikah Fahmi pun berangkat ke Madinah, sementara Nuzula ke Jakarta. Empat bulan menikah, Nuzula meminta cerai. Padahal mereka belum tinggal satu atap. Kyai Arselan, ayah Nuzula memaksa Fahmi untuk menjatuhkan talak. Fahmi depresi dan menghabiskan waktunya dengan iktikaf di masjid Nabawi demi mengkhatamkaan 40 kali hafalannya. Pada hari kelima belas, Fahmi kritis, ia dibawa ke rumah sakit. Setelah sehat, Fahmi diajak temannya asal Turki untuk jalan menelusuri jejak Syekh Nursi, sambil berupaya melupakan kegalauannya.

Fahmi kemudian melakukan napak tilas kehidupan Said Nursi dimulai dari Istanbul, Kayseri, Gaziantep, Sanliurfa, Konya, Isparta hingga Barla. Said Nursi yang dijuluki keajaiban zaman(Badiuzzaman) dikenal sebagai ulama yang cerdas telah menghafal 80 kitab pada usia muda. Banyak hikmah yang dapat dipelajari dari perjuangan Said Nursi. Dakwah yang diajarkan Said Nursi ini berbeda , sebab Said Nursi menyebarkan dakwahnya dengan cinta. Beliau tidak mau menegakkan sesuatu atas nama agama dengan cara-cara yang tidak benar, apalagi melakukan kekerasan. Kalau mau menegakkan agama, ya harus dengan aturan agama yang benar. Beliau digambarkan sebagai ulama yang ikhlas membela agamanya, membela negaranya, membela kemanusiaan
dengan kekuatan iman. Beliau selalu menekankan untuk selalu menjaga dan memelihara cahaya Al-Quran.

Semoga Bermanfaat