Strategi menulis buku ajar

… tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya tentang webinar menulis buku ajar…

Setelah melakukan studi pasar dan menentukan positioning buku yang akan kita tulis, teknik berikutnya yang dijelaskan Pak Suyanto adalah bahasa yang digunakan harus mengandung motivasi dan kekinian. Harapannya buku yang ditulis ini bisa menjadi inspirasi bagi pembacanya. Sumber motivasinya bisa dari pengalaman pribadi, ataupun prospek penerapan teknologi dan tema yang sedang dibahas dalam buku tersebut.

Tips berikutnya, buku yang ditulis harus mencerahkan (enlightening). Caranya dengan merancang gambar, tabel dan ilustrasi yang menarik. Menurut beliau pada buku ajar yang bagus, orang melihat gambar dan ilustrasi yang baik sudah memiliki bayangan tentang tema yang dibahas.

Tips berikutnya adalah penyusunan bab (chaptering) harus dirancang dengan baik. Biasanya dimulai dari materi yang paling dasar atau mudah, kemudian pelan-pelan mulai ditingkatkan kesulitannya. Begitu juga tugas baiknya dimulai dari yang paling mudah, kemudian pelan2 ditingkatkan kesulitannya. Bagian ini disebut juga (plotting). Menurut beliau untuk chaptering ini dia mulai dengan struktur mata kuliah yang dia ajar, atau dari mata kuliah referensi di beberapa kampus beken. Beliau biasanya liat juga referensi dari buku best seller internasional dan paper survey dari jurnal beken.

Setelah dibuat kerangka bab-nya dirancang juga sub-bab apa saja yang akan ditulis, dan dilanjutkan dengan kerangka isi paragrafnya. Baru poin-poinnya saja. Dalam penyusunan ini harus dipikirkan kohesinya, keterkaitan antara bab dengan bab, sub-bab dengan sub-bab maupun paragraf dengan paragraf. Pak Suyanto menyusun struktur ini mengikuti slide perkuliahan. Dan selanjutnya dipikirkan juga kohesi antara kalimat dengan kalimat. Dan jangan lupa referensi juga harus akurat. Temukan referensi yang terpercaya. Tentang referensi ini pak Suyanto menggunakan paper review dari sciencedirect dan scopus.

Setelah kita susun kerangka tulisan tadi, baru kita mulai menulis. Tips dari beliau adalah menulis cepat, edit belakangan. Jadi tulis aja dulu yang ada di kepala dengan cepat, gak usah mikirin typo, kesalahan eyd, dll. Tumpahkan saja dulu semua ide yang ada di kepala ke dalam tulisan. Rutinkan menulis selama 2 jam perhari.

Menurut beliau kesalahan penulis pemula:

  1. kepala kosong di depan laptop
  2. menulis sambil mengedit, tidak mau ada salah ketik (perfeksionis)
  3. Menulis sampai sempurna; bold italic, numbering, equation dll

Pak Suyanto bercerita dalam menulis buku dia membutuhkan waktu yang berbeda-beda. Ada yang selesai dalam 1 bulan, namun ada juga bukunya yang baru selesai dalam 36 bulan. Beliau bisa menyelesaikan 1 halaman dalam 1 jam, 180 halaman dalam 1 bulan.

Beliau menyarankan untuk berkolaborasi dengan dosen maupun mahasiswa dalam menulis buku ajar. Ada prinsip 2T yang diperlukan dalam menulis buku ajar yaitu:

Teams: (advisor, authors, illustrator, proofreader, dst)

Tools: (Scopus, Mendeley, Latex/Word, Excel, Visio, dll)

Beliau membagi proses penulisan menjadi 7:

  1. Survei buku-buku best seller (nasional & internasional)
  2. Penetapan gagasan (wujud akhir buku)
  3. Pembuatan kerangka (bab/subbab: judul, sinopsis, gambar, tabel, equation)
  4. Penulisan konten di setiap bab dan subbab
  5. Penomoran gambar, tabel, equation dan sitasi secara otomatis
  6. Pembuatan front matter (penulis, kata pengantar, sinopsis buku, judul buku)
  7. Validasi, Verifikasi, editing dan proofreading

Untuk penerbitan sebaiknya pelajari dulu tentang penerbit yang jadi tujuan. Seperti apa proses reviewnya, konten khasnya seperti apa , bagaimana skema kontraknya dll. Untuk mendapatkan info tersebut bisa tanyakan ke penulis yang sudah berhasil menerbitkan buku disana. Beliau pernah ditolak naskahnya karena tidak sesuai dengan lini penerbitan disana. Beliau merekomendasikan beberap penerbit berikut ini, beserta topik khasnya:

  1. Informatika (Teori dan pemrograman)
  2. Penerbit rekayasa sains (matematika)
  3. Modula (Modul praktis)
  4. Andi (Teori dan pemrograman)
  5. Elexmedia (Howto)
  6. Erlangga (pelajar dan mahasiswa)
  7. Graha Ilmu (Umum)

Beberapa tips berikut untuk proses penerbitan:

Kebanyakan penerbit hanya menerima file .doc, ada juga yang menerima latex tapi prosesnya jadi lama, karena keterbatasan tenaga editor yang bisa pake latex. Menurut pengalaman beliau yang menerima file latex hanya penerbit informatila. Proses editing, setting dan cover normalnya butuh waktu 1 bulan. Namun untuk editing latex butuh waktu lebih lama. Penerbit hanya menerima dokumen yang sudah lengkap dari awal sampai akhir.

Beliau kemudian menampilkan grafik perbandingan nilai konten dan potensi pasar dengan berapa lama keputusan penerbit untuk menerima atau menolak naskah kita. Bila kontennya baik dan memiliki potensi pasar yang tinggi umumnya setelah 1 bulan akan diputuskan diterima oleh penerbit. Namun bila kontennya jelek dan nilai potensi pasar rendah maka dalam 2 minggu sudah ditolak. Naskah kita akan dinilai terlebih dahulu oleh beberapa reviewer yang ditunjuk oleh penerbit.

Skema pembayaran penerbitan tidak sama untuk semua penerbit. Ada yang jual putus, maksudnya royalti langsung dibayar di depan, nilainya tergantung kesepakatan. Ini biasanya untuk penulis yang sudah mapan. Ada juga yang menggunakan sistem royalti, maksudnya dibayar persemester, dihitung berdasarkan jumlah buku yang terjual. Biasanya sebesar 10% dari harga buku (kena pajak 15%). Atau ada juga yang pake skema semi putus, yaitu royalti dibayar langsung didepan, misalnya sebesar Rp 50 ribu perhalaman. Kemudian pada setiap cetak ulang tanpa revisi dapat royalti lagi sebesar 50%. Sementara kalo cetak ulang dengan revisi, dapat royalti sebesar 100%.

Beberapa buku yang pernah dia tulis diantaranya:

  1. Tentang algoritma genetika dalam matlab. Menurut beliau konten ini strukturnya berasal dari kuliah S2 dia dulu di swedia.
  2. Artificial intelligence disusun dari slide kuliah
  3. Evolutionary computation, buku ini disusun cukup lama sekitar 6 bulan
  4. Soft Computing, buku ini cukup berkesan menurut beliau, karena dia mendapat feedback dari pembaca yang mengatakan membaca buku ini menyenangkan, seperti membaca novel.
  5. Algoritma optimasi, disusun selama 24 bulan
  6. Data mining, disusun selama 36 bulan, yang menarik motivasinya menulis buku ini menurut beliau adalah karena takut dosa.
  7. Swarm Intelligence
  8. Machine learning
  9. Deep Learning
  10. Evolutionary machine learning

Menulis buku ajar menurut beliau akan lebih bermanfaat, dibandingkan menulis paper, karena coveragenya lebih luas. Selain itu menulis buku ini akan memberi manfaat domino effect, peacock effect, snowball effect maupun chain reaction bagi penulisnya.

Beliau memberi contoh step-step penulisan bulu explainable AI sebagai berikut:

  1. Bikin struktur buku
  2. Masukan gambar2 terlebih dahulu dari referensi (misalnya copas dr survey paper). Tahap awal ini hanya untuk memudahkan, selanjutnya nanti gambar ini akan diganti dengan gambar yang dibuat sendiri.
  3. Rancang alur cerita
  4. Catat referensi pada subbab

Tentang buku referensi beliau menambahkan bahwa buku referensi berasal dari hasil riset. Buku referensi biasanya gak komersil, jadi penulis yang menanggung seluruh biaya cetaknya. Biasanya untuk penerbitan minimal penerbit mencetak 1000 eksemplar, dengan harga buku rata-rata 100 ribu. Untuk buku teks biasanya minimal 200 lembar, dan maksimal 500 lembar

Demikian catatan dari webinar ini, terima kasih banyak pak Suyanto. Semoga bermanfaat!

Webinar strategi menulis buku ajar

Kemaren saya ikut webinar strategi menulis buku ajar. Webinar ini diadakan oleh Tel-U dengan pembicara Bapak Dr.Suyanto. Beliau ini dosen Tel-u dan telah menerbitkan 10 buku ajar di bidang informatika. Pada webinar ini dia share gimana strategi untuk menulis buku ajar.

Menurut beliau menulis buku ini penting banget buat dosen, bahkan ada rencana dikti untuk mewajibkan dosen untuk menulis buku. Untuk dosen ada 2 jenis buku yang bisa ditulis yaitu buku ajar dan buku referensi. Buku ajar itu buku yang dipake jadi bahan pegangan di suatu mata kuliah. Buku ini disebut juga textbook. Sementara buku referensi biasanya menjelaskan suatu topik khusus hasil penelitian dosen tersebut. Buku referensi ini biasanya menjelaskan sebuah kebaruan (novelty) pada sebuah bidang ilmu.

Oiya, karena di negeri ini dosen harus mengumpulkan angka kredit untuk naik tingkat, buku yang sudah ditulis bisa diajukan untuk kenaikan jabatan fungsional dosen. Buku ajar masuk ke kum pengajaran, nilainya 20. Sementara buku referensi masuk ke kum penelitian dengan nilai 40. Selain pengajaran dan penelitian, kewajiban dosen lainnya adalah pengabdian masyarakat.

Kemudian menurut beliau, menulis buku ini bisa bermanfaat pas kita ngajuin proposal penelitian. Jadi pas seleksi proposal penelitian itu ada penilaian rekam jejak peneliti. Kalo kita pernah nulis 1 buku maka dapat poin 2,5 ; nulis 2 buku poinnya 5; nulis 3 buku poinnya 7,5; kalo lebih dari lebih dari 3 buku dapet poin 10; Nah penilaian rekam jejak peneliti ini total nilainya adalah 40 dari 100. Jadi sangat ngaruh dengan lolos atau tidaknya penelitian ini. Selain buku di rekam jejak peneliti ini yang dinilai adalah apakah peneliti memiliki publikasi di jurnal internasional bereputasi sebagai penulis pertama atau corresponding author, publikasi di jurnal nasional terakreditasi peringkat satu atau dua, serta prosiding internasional terindeks.

Beliau memberi tips untuk memperkuat rekam jejak bisa menggunakan strategi 2P: push & pull. Maksudnya adalah kolaborasi, satu orang dosen senior menarik beberapa dosen yunior. Dan dosen yunior mendorong dirinya. Maksudnya pengerjaan buku maupun penelitian bisa dilakukan dalam tim, yang ada dosen senior dan dosen yunior.

Menurut pak suyanto, menulis buku ajar harus inspiring dan enlightening. Memberi inspirasi dan mencerahkan. Berbeda dengan menulis novel yang lebih simpel, mudah dibaca namun mengandung twist (perubahan alur cerita yang tidak terduga). Novel biasanya bikin orang penasaran sehingga gak sabar untuk membuka halaman berikutnya. Namun bisa juga kita menulis buku ajar seperti novel, contohnya beliau di akhir sebuah sub bagian atau bab memberi sebuah pertanyaan yang jawabannya disediakan pada halaman berikutnya.

Ada 5 teknik menulis:

  1. Positioning
  2. Inspiring
  3. Enlightening
  4. Plotting
  5. Chaptering

Sebelum menulis harus dilakukan studi pasar terlebih dahulu, membaca buku-buku best seller dengan tema sama. Kemudian dipelajari apa kekurangan buku-buku tersebut. Misalnya buku yang ada bahasanya terlalu berat, atau buku-buku yang ada tidak memberi contoh latihan dsb. Setelah itu mulai direncanakan konten buku kita, apa yang membedakan dengan buku-buku yang sudah ada tersebut. Tahapan ini yang disebut positioning. Sampai disini dulu, besok insyaallah saya lanjutkan dengan tahapan berikutnya.

Semoga Bermanfaat!

Janji – Tere Liye

Saya baru beres baca novel Janji karya Tere liye, bentuknya masih ebook. Ceritanya tentang tiga sekawan, Hasan, Baso dan Kaharudin. Tiga anak ini lagi belajar di sebuah sekolah agama yang dipimpin oleh Buya, seorang ulama terkemuka. Tiga sekawan ini terkenal sering membuat onar di sekolah itu. Bahkan ketika sekolah itu kedatangan seorang tamu agung (sepertinya presiden), tiga anak ini nekat memasukan garam ke teh yang diminum tamu agung tersebut.

Akibatnya Buya marah dan memberikan hukuman ke tiga sekawan ini. Namun hukumannya unik, mereka diminta menemukan jejak seorang alumni spesial dari sekolah agama itu. Kalo mereka bisa menemukan Bahar (alumni spesial itu), maka mereka bisa pergi dari sekolah agama itu dan mendapatkan ijazah.

Bahar ini 30 tahun lalu juga membuat masalah besar di sekolah agama itu, dan dikeluarkan oleh Ayahnya sang Buya yang dulu memimpin sekolah itu. Namun kemudian ayahnya buya menyesal telah mengusir Bahar, karena dia bermimpi 3 hari berturut-turut bahwa Bahar masuk surga dengan mengendarai kendaraan sementara Ayahnya buya berjalan kaki di padang mahsyar. Tak terbayangkan oleh Ayahnya Buya, bahwa Bahar yang gagal dia didik bisa masuk surga lebih dahulu dibandingkan dia.

Ayahnya buya dulu mencoba mencari jejak Bahar, namun tidak berhasil. Sehingga Ayahnya buya mewasiatkan anaknya agar menemukan Bahar dan menyampaikan permintaan maaf. Namun Buya juga tidak berhasil menemukan Bahar.

Disinilah petualangan tiga sekawan ini dimulai, mereka berusaha mencari Bahar. Dimulai dari Ibukota propinsi mereka berupaya menyelesaikan misi rahasia dari Buya. Namun ternyata tidak mudah menemukan jejak Bahar.

Seru banget petualangan tiga sekawan ini, dan banyak pesan-pesan yang disisipkan Tere Liye dalam buku ini. Keren banget bang Tere bukunya. Cocok banget dengan timing menjelang ramadhan ini. Kalo menurut saya buku ini temanya petualangan, hampir seperti seri negeri para bedebah. Selamat membaca!!

Scientific Writing Communication-Hofmann

Saya lagi baca buku Scientific Writing and Communication: Paper, Proposal and presentations karya Angelika Hofmann penerbit Oxford press. Buku ini ngasih banyak tips untuk para peneliti tentang bagaimana menulis dan komunikasi scientifik yang efektif. Buknya dibagi 6 bagian, yaitu:

  1. Scientific writing basic: style and composition
  2. Planning and Laying the foundation
  3. Manuscripts: research papers and Review Articles
  4. Grant Proposals
  5. Posters and presetnations
  6. Job Applications

Berikut ini beberapa catatan saya dari buku ini:

Scientific Writing Basics: 

Aturan umum:

  1. Write with the reader in mind
  2. Use Precise words
  3. Use simple words
  4. Omit unnecessary words and phrases
  5. Avoid too many abbreviations
  6. Use correct nomenclature and terminology
  7. Establish importance
  8. Place old, familiar and short information at the beginning of a sentence in the topic position
  9. Place new, complex, or long information at the end of a sentence in the stress position
  10. Get to the subject of the main sentence quickly, and make it short and specific. If possible, use central caracters and topics as subject
  11. Avoid Interruptions between subject and verb and between verb and object
  12. Use the first person
  13. Use the active voice
  14. Use the past tense for observations and specific conclusions
  15. Use present tense for general rules and established knowledge
  16. Write short sentences. Aim for one main idea in a sentence
  17. Use active verbs
  18. Avoid noun clusters
  19. Use clear pronouns
  20. Use correct parallel form
  21. Avoid faulty comparisons
  22. Avoid errors in spelling, punctutation and grammar
  23. Organize your paragraphs
  24. Use a topic sentence to provide an overview of the paragraph
  25. Use consistent order
  26. Use consistent point of view
  27. Make your sentences cohesive
  28. Use key terms to create continuity. Repeat them exactly and early, and link them
  29. Use transitions to indicate logical relationships between sentences
  30. Make your writing concise

Aturan khusus pada situasi tertentu:

  1. Understand the scientific method
  2. Strive to communicate your finding recently
  3. be ethical
  4. Understand how reader go about reading
  5. Distinguish between science writing and scientific writing
  6. Distinguish between expository and technical writing
  7. Practice writing
  8. Watch out for misused word
  9. Avoid sexism
  10. The location of words within a sentence is important for its interpretation
  11. Arrange ideas in a list to read from shorter to longer 
  12. Use correct prepositions
  13. Use correct articles
  14. Use correct plural and singular verb forms
  15. Use correct form irregular verbs
  16. Do not omit endings of verbs
  17. Follow a verb with the correct gerund or infinitive form
  18. Distinguish between adjective and adverb
  19. Ensure that every sentence has a subject
  20. Arrange the details in the remaining sentences
  21. Establish importance
  22. Omit “overview” words, phrases and sentences
  23. Avoid writing in the negative
  24. Omit excessive detail
  25. Do not overuse intensifiers or hedges

Planning and laying the foundation

Tips untuk prewriting and drafting:

  1. Search journal for the best match of topic, audience and journal

  2. Instruction to Authors: obtain and follow

  3. Decide Authorship befora starting to write

  4. Follow IMRAD format

  5. Start by writing less

  6. worry about basic rules, principles and guidelines in the revisions

  7. collect, organize and study your references

  8. pay attention to order and organization

  9. organize your data and ideas before writing

Untuk mengatasi Writers block

  1. Know that you are not alone
  2. Organize your material
  3. Use a cheap, ugly notebook
  4. Make your own rules
  5. Use provided sample sentences as a starting points
  6. Learn to imitate
  7. Write as if you are explaining your work to a friend
  8. Write one paragraph at atime
  9. Set yourself some deadlines
  10. Involve coauthors
  11. Percolate
Untuk kita yang bahasa inggris bukan bahasa ibu: be careful applying the same principles of style that are

Outside help

  • Hire a scientific editor
  • Collect sample phrases for references
  • Consult books on scientific/technical writing

References and Plagiarism

  • References the ideas and findings of others
  • Differentiate between primary, secondary and tertiary sources
  • Select the most relevant references
  • Verify your references against the original document
  • Manage your references well
  • Follow the journal citation style for details in the reference citation
  • Cite references in the correct form and order
  • Remain objective and neutral when citing the work of the others
  • Know where to place references in a sentence

Plagiarism

  • Ensure that you are not plagiarizing
  • Know how to paraphrase
  • Keep track of ideas and references
  • Know where to place references in a scientific paper
  • Follow the journal reference list style
  • Know how to cite and list references from the internet

Acknowledgments

  • List all the people whose help was important but not enough to warrant authorship
  • Disclose any possible conflict of interest

Gambar dan tabel

  • Decide whether to present data in a table, a figure, or in the text
  • Use the fewest figures and tables needed to tell a story
  • Design figures and tables to have strong visual impact
  • Figures and tables should be able to stand on their own
  • Prepare figures and tables with the reader in mind-place information where the reader expects to find it

Gambar

  • Use figures to show trends and relationships and to emphasize data
  • Prepare professional figures
  • Do not mislead readers
  • Use line graphs for dynamic comparisons
  • Use Scatter plots to find a correlation for a collection of data
  • Use bar graphs when findings can be subdivided and compared
  • Use pie charts to compare parts of a whole
  • Use box plants to display differences between data sets, especially in descriptive statistics
  • Place the independent variables in the x-axis and the dependent variables at the y-axis
  • Make each figures easy to read
  • Differentiate points, lines and curves well
  • Label axes and scales well
  • Use a logarithmic scaled graph when your data covers a large range over many powers of 10

Tabel

  • Prepare tables rather than graphs when it is important to give precise numbers
  • Keep the structure of your table as simple as possible
  • Place familiar context on the left and new, important information on the right
  • Design table titles to identify the specific topic
  • Label dependent variables in column headings and independent variables in row headings
  • Avoid overly large tables

Formula

  • Treat Equations and formulas as part of the text
  • Present algorithms in the text as a flow chart or as a list of instructions

Analisa statistik

  1. Gunakan analisa statistik untuk menentukan tren data dan kemungkinan kemunculan
  2. Pahami istilah umum statistik dan perhitungannya
  3. Pahama kurva distribusi umum
  4. Pelajari bagaimana melakukan analisa statistik
    • Rencanakan pengujian dan putuskan populasi yang akan dipelajari
    • Kumpulkan data
    • Tentukan distribusi yang sesuai
    • Analisa data seperti rata-rata, standar deviasi dan signifikansi data dari sebuah distribusi
    • Tarik kesimpulan untuk menjawab pertanyaan penelitian
  5. Pahami tentang null hypotesis dan signifkansi statistik
  6. Pelajari bagian analisa statistik mana yang akan digunakan
  7. Pelajari pengetahuan dasar yang diperlukan
  8. Pelajari bagaimana untuk melaporkan data statistik
  9. Pelajari bagaimana untuk melaporan signifikan statistik
  10. Pelajari bagaimana untuk menampilkan nilai statistik secara grafis

Manuskrip: paper penelitian dan artikel review  

Introduction

  1. Buat pembaca tertarik dan jelaskan konteks pembahasan
  2. Ikuti struktur Funel:
    • Untuk paper investigative:
      1. Background
      2. Unknown/Problem
      3. Question/Purpose of study
      4. Pendekatan pengujian
      5. Results dan kesimpulan (opsional)
      6. Signifikansi
    • Untuk paper deskriptive:
      1. Background
      2. Discovery statement
      3. Experimental approach-if appropriate
      4. Description
      5. Implication
  3. Keep introduction short
  4. Provide pertinent background information, but do not review the literature
  5. State the problem or unknown
  6. State the central point (question/purpose) precisely
  7. State the experimental approach briefly
  8. For descriptive papers include…..
  9. Distinguish between past and present tense
  10. Use strong verbs and short sentences
  11. Ensure good cohesion and coherence
  12. Signal all the elements of the introduction
  13. Do not omit any element

Materials and method

  1. Provide enough details and references to enable a trained scientist to evaluate or repeat your work
  2. Include material and methods, but no result
  3. Provide literature references where needed
  4. Include sufficient technical details to let others repeat your work
  5. Use Parentheses for technical specifications
  6. Indicate any statistical analysis performed
  7. Place full descriptions of procedures or other lengthy details in an appendix
  8. arrange experimental details as protocols grouped in order or by subsections
  9. Signal and link the different topics
  10. Explain the purpose for any procedure whose function is not clear
  11. In the materials and methods section, passive voice is often preferred
  12. do not switch from one point of view to another for no apparent reason
  13. Distinguish between past and present tense
  14. Choose your words carefully
  15. Follow guidelines on ethical conduct
  16. Indicate ethical conduct for human experimentation
  17. indicate guidelines followed for care and use of laboratory

Results

  1. Report your main findings as well as other important findings
  2. include control results
  3. point the reader to the data shown in figures and tables
  4. Interpret your results for the reader
  5. Place statistical information with data. Do not use it instead of results
  6. Place results that answer the question of the paper at the beginnig of the results section
  7. Organize the results section chronologically or from most to least important
  8. Emphasize your results. Subordinate secondary information
  9. Organize your results into different segments. In each segment, state:
    • purpose or background of experiment
    • experimental approach
    • results
    • interpretation of results (optional for descriptive papers)
  10. Describe what you discovered in the results section of descriptive papers
  11. pay attention to word choice
  12. use past tense for your results but present tense for descriptive papers
  13. use signals to hoghlight diverse elements of the results
  14. do not omit any key elements of the results
  15. omit peripheral information and irrelevant general statements
  16. avoid experimental details
  17. avoid general conclusions, speculations, or comparisons with other studies

Masih banyak lagi nanti insyaallah saya lanjutkan

 

 

 

Share the pain – Peironcely

Saya lanjutkan bagian terakhir dari buku 17 simple tips surviving your PhD karya Peironcely. 

15. Share the pain

Kalo lagi stress sama studi, cerita ke orang. Jangan disimpan sendiri. Bisa cerita ke teman, ke bagian konseling/ psikolog, maupun bisa cerita di blog. Kalo gak punya teman dekat, coba baca buku Dale Carnegie, How to win friends and influence people. Jangan malu juga pergi ke konselor. Di kampus biasanya ada konselor studi.

16. Nulis Blog

Menulis blog dan bercerita tentang kesulitan studi yang dihadapi, bisa membantu mengeluarkan beban pikiran. Dengan menulis juga seringkali dapat digunakan untuk refleksi dan mencari jalan keluar.

17. Rencanakan masa depan

Cari tau apa yang kamu inginkan setelah lulus. Bayangkan pekerjaan apa yang diinginkan setelah lulus, atau ingin liburan ke suatu tempat, dll. Jadikan itu motivasi dan tujuan untuk segera menyelesaikan studi.

Sampai disini pembahasan buku ini. Semoga Bermanfaat!

Referensi:

Peironcely, 17 tips to survive your PhD, nextscientist.com

Inisiatif – Peironcely

Saya lanjutkan pembahasan buku 17 tips PhD karya Peironcely. 

12. Ambil Tanggungjawab

Tema penelitian mungkin saja berasal dari professor atau tema riset grup, namun sekarang tema itu tema anda. Anda yang memutuskan apa yang akan dikerjakan dan bagaimana tema itu dikerjakan. Promotor akan memberikan banyak ide penelitian, anda harus mengambil ide yang baik, dan meninggalkan yang ide yang tidak realistis. Jangan takut mengatakan tidak. Pada akhirnya penelitian itu adalah tanggungjawab anda.

13. Katakan tidak

Banyak orang akan menghabiskan energi dan waktu anda tapi tidak memberi kontribusi bagi studi s3 anda. Hal ini akan mengganggu tujuan anda yaitu, menyelesaikan S3. Katakan tidak pada gangguan, dan fokuslah pada studi.

Email, telefon, rapat, tamu banyak menghasilkan interupsi pada pekerjaan anda, dan mengganggu fokus. Atur waktu anda secara baik. Tentukan waktu khusus kapan anda akan memeriksa email, chat, maupun panggilan telepon. Misalnya 30 menit setelah istirahat makan siang. Biasakan makan siang tepat waktu.

Kurangi rapat, karena banyak menghabiskan waktu. Tawarkan panggilan telepon 5 menit atau video conference. Tanyakan dulu agenda apa yang akan dibahas. Bila tidak jelas, lebih baik ijin. 

Bila anda menghadiri pertemuan, tanyakan sampai jam berapa jadwal pertemuan tersebut. Ingatkan pimpinan pertemuan, bila waktunya sudah habis.

14. Have a social life

Jangan lupa refreshing. Silahkan ikut klub olahraga di kampus maupun hobi lainnya. Aktifitas ini akan menjaga kesehatan kita, menghilangkan stres, dan bersosialisasi. Selain olahraga, bisa juga ikut kegiatan seni, theater, les bahasa, les memasak, relawan dll.

Sampai disini dulu, besok insyallah saya akan lanjutkan.

Referensi:

Peironcely, 17 tips to survive your PhD, nextscientist.com

Menulis Paper – Peironcely

Saya lanjutkan pembahasan buku surviving PhD karya Peironcely. Tips ke 10 adalah tentang menulis.

10. Write a lot Early

Hal yang harus dilakukan ketika studi S3 adalah menulis paper. Kemampuan menulis paper adalah bukti bahwa riset kita bagus. Bahkan ada kampus yang mewajibkan sejumlah paper tertentu yang dipublish untuk syarat kelulusan. Ada yang menulis secara kuantitatif, yaitu sebanyak2nya, ada juga yang secara kualitatif, maksudnya publish paper pada jurnal yang memiliki impact tinggi. 

Untuk jago menulis, kita harus berlatih. Beberapa tips dalam menulis paper:

Jelas, Ringkas, terstruktur 

hindari typo dan kesalahan gramatik. Proofreading dan menggunakan tools word processor yang baik membantu penulisan. Pelajari teknik “economy in writing” , maksudnya menggunakan kalimat yang sederhana dan jelas, tidak menggunakan frasa yang berlebihan, dan tidak diperlukan. Selain itu tulisan harus tetap fokus dan tidak menyimpang dari topik.

Bangun Konten yang benar

Tulis apa yang anda ketahui, jangan ngarang. Sampaikan fakta dan sitasi dengan benar

Jangan nyontek

Di dunia akademik, plagiarism adalah satu dosa yang besar. Jangan ngambil konten dari orang lain, tanpa sitasi.

Hindari kutipan berlebihan

Jangan melakukan kutipan secara berlebihan. Lakukan parafrase. Jangan lupa sitasi

Singkat padat

Hilangkan konten yang tidak perlu. Gunakan teknik Ockham razor (pisau cukur). Teknik ini membuat paper kita singkat namun fokus. Contohnya kita hanya membatasi penyebutan 8 studi kasus, bukan 32. Atau memangkas dokumen menjadi sepertiga ukuran aslinya namun tetap memenuhi prinsip akademis

tenteng economic writing

8 Tips for Concise Writing: How to Write Clearly and Effectively

11. Gunakan software yang tepat

Ada banyak software yang dapat digunakan untuk memudahkan pekerjaan kita, misalnya mengelola pustaka, menyimpan catatan, list tugas dll. 4 tools yang harus dimiliki siswa s3:

Evernote

Evernote dapat digunakan untuk mencatat semua info digital kita. Tools ini dapat juga melakukan sinkronisasi dari berbagai perangkat kita. Evernote juga memanage catatan kita dan mengelompokannya dalam notebook. Notebook itu seperti proyek atau topik penelitian kita. Note bisa diambil dari bagian website yang kita catat, foto yang kita ambil dari handpone, ataupun rekaman suara, note yang kita tulis maupun dokumen yang kita scan. Dia bisa mengenali text yand ada dalam foto.

Tools ini dapat digunakan sebagai repositori lab journal dari siswa kita. Jadi kita bisa baca catatan percobaannya, ketika dia membacanya ketika jurnal itu dibuat, maupun bertahun2 kemudian. Bisa juga menyimpan sitasi dari artikel di web.

Dropbox: file sharing

Mendeley: reference manager

Wunderlist: tools untuk menyimpan to-do-list

sampai disini dulu, besok saya akan lanjutkan ke tips no 12

referensi:

Peironcely, 17 simple strategies to survive your phd, nextscientist.com

Tips Memberi Presentasi – Peironcely

Saya lanjutkan pembahasan buku Peironcely tentang tips to survive your phd. 

9. Memberi Presentasi

Satu skill utama yang harus dikuasai siswa S3 adalah memberi presentasi. Skill ini tidak ada yang mengajarkan, supervisor biasanya hanya fokus pada penelitian. Beberapa tips untuk meningkatkan kemampuan presentasi kita:

Persiapan

Persiapkan terlebih dahulu: sediakan waktu yang cukup untuk mempersiapkan presentasi, jangan dadakan. Sebaiknya 95% slide harus sudah selesai 3 hari sebelum presentasi. Kemudian lakukan latihan, dan perbaiki detail2 dari presentasi kita

Ketahui siapa Audience kita: pelajari siapa audience (pendengar) presentasi kita, pelajari juga latar belakang mereka.Hal ini akan mempengaruhi kualitas dan struktur presentasi kita. Rancang seberapa besar bagian pengantar (introduction) yang diperlukan, teknik apa yang digunakan untuk menjelaskan, dan masalah apa yang akan dihadapi, sangat bergantung pada seberapa besar audience mengetahui topik yang akan dibicarakan. Bila audience berasal dari background yang berbeda, maka kita harus memasukan bagian pengantar yang cukup tentang penelitian kita, dan mengapa tema ini penting. Jangan mengambil asumsi bahwa mereka mengetahui tentang teknik yang kita gunakan. Bila audience adalah para ilmuwan pada bidang yang sama, maka kita bisa skip bagian pengantar, dan lebih fokus pada novelty penelitian. Pembicara yang baik biasanya langsung mendapatperhatian dari audience dengan cepat, misalnya dengan bercerita tentang sebuah kisah pribadi atau tentang permasalahan yang pernah dihadapi audience. Pikirkan tentang masalah atau ketakutan yang pernah dihadapi audience, dan jawab pertanyaan mereka tentang “terus bagaimana?” Pikirkan juga pertanyaan apa yang akan mereka tanyakan. Hal ini akan membantu kita memahami pemikiran audience dan melihat presentasi kita dari perspektif audience.

Belajar dari orang lain

Ada banyak jenis presentasi, klub jurnal, seri seminar, konferensi, pertemuan tahunan, pembicara tamu, bahkan sambutan pada pernikahan. Kita bisa belajar dari pembicara yang baik maupun pembicara yang buruk. Pembicara mana yang menarik, apa yang membuat presentasinya menarik? Apa saja kesalahan dari presentasinya? Kemudian coba perhatikan presentasi kita, apakah kita membuat kesalahan yang sama ketika sedang nervous? Dengan melakukan analisa dari presentasi ini, kita bisa belajar bagaimana untuk memperbaiki presentasi kita.

Membuat Slide

Tips untuk membuat slide, mulai dari belakang:

  • Apa ide utama dari presentasi anda. Bila kita harus merangkum seluruh presentasi dalam 2 kalimat, apa yang bisa kita katakan?
  • Buat slide acknowledgement. 
  • Buat slide kesimpulan. Batasi hanya 3 poin inti. Dapat juga tambahkan 3 hal yang bisa dilakukan pada penelitian berikutnya
  • Putuskan hasil apa yang akan ditampulkan. Buat slide dengan gambar dari hasil pengujian.
  • Buat Slide tentang metode yang digunakan, yang menjelaskan bagaimana hasil tersebut dicapai
  • Buat slide pengantar. Bagian ini harus dibuat menarik, sehingga audience ingin mendengar presentasi kita, tampilkan apa pentingnya riset anda, jelaskan pilihan metode yang digunakan. Tipe slide pengantar, tergantung dari audience. Terkadang kita harus memberi penjelasan yang panjang, terkadang lebih pendek
  • buat Judul slide

Tips supaya tetap tenang selama presentasi:

  • Persiapkan dan latih presentasi anda. Persiapan yang baik akan meningkatkan kepercayaan diri 
  • Pahami semua yang akan ditampilkan. Jangan ngarang. Jangan tampilkan sesuatu yang kita tidak yakin bagaimana hal itu diperoleh. 
  • Bicara dengan audience, buat interaki. Jangan hanya membaca slide
  • Perbaiki gesture. Ketika mendengarkan presentasi, audience tidak hanya mendengar perkataan kita, namun juga memperhatikan gesture kita

Latihan

Latih presentasi kita sendiri (tanpa audience) dan dengan audience. Berlatih presentasi dengan audience, misalnya grup riset kita, dan mintalah masukan dari mereka. Biarkan mereka mengkritisi desain slide, isinya, artikulasi, ritme dan lainnya.

Hapalkan poin2 presentasi, jangan hapalkan keseluruhan kalimat.  Bila anda siapkan slide dengan baik, maka dia akan membantu anda menyampaikan apa yang ingin disampaikan. Hindari kesan membaca atau menghapal keseluruhan kalimat. Perhatikan waktu ketika latihan.

Pada saat Presentasi

Anda harus datang lebih awal, sempatkan berbicara dengan moderator atau pimpinan sidang atau orang yang mengatur acara. Perkenalkan diri, dan sampaikan bagaimana menyebut nama anda, sampaikan juga biodata pendek, sehingga dia bisa memperkenalkan anda. Jangan lupa untuk memberi slide. Minta mereka untuk uji coba menampilkan slide pada komputer yang akan digunakan. Pastikan warna, transisi dan video yang ditampilkan berjalan dengan baik.

Hadir lebih awal juga memberi kesempatan kita untuk terbiasa dengan ruangan yang digunakan. Pergi ke panggung dan bayangkan anda sedang presentasi. Jadi ketika waktu presentasi, kita sudah merasa lebih nyaman.

Tips lainnya. Tanyakan sesuatu hal pada presentasi sebelum anda, hal ini membantu kita lebih rileks

Gesture (bahasa tubuh)

  • Jangan gunakan terlalu banyak gesture, dan jangan juga terlalu sedikit. Jangan terlalu dramatis dengan menggerakan tangan terlalu banyak, namun jangan juga biarkan tangan anda kaku,
  • Atur napas, dan jangan terburu-buru
  • Senyum! dan usahakan ramah dan rileks
  • Bila tegang dan tangan anda bergetar, jangan gunakan laser pointer. Gunakan kalimat seperti ” pada gambar di kiri atas, kita lihat…” Atau bisa juga gunakan dua tangan. Satu untuk pointer, tangan lain memegang pergelangan tangan

Audience/kontak mata

Bila anda tidak bisa melihat audience secara langsung, coba lihat garis horizontal diatas kepala. Atau lihat audience secara random, tanpa melakukan analisa ekspresi mereka. Pastikan kita memperhatikan setiap bagian dari ruangan, misalnya kiri, tengah, kanan, sehingga tidak ada audience yang merasa dicuekin

Sesi tanya jawab

Tergantung dari audience, sisakan setidaknya 10 menit untuk sesi tanya jawab. Bila kita tidak sanggup melihat langsung mata orang, usahakan konsentrasi pada titik antara kedua matanya. Untuk menjawab pertanyaan, sebaiknya pahami dulu pertanyaannya. Bila ada yang belum dipahami dari pertanyaan tersebut, sebaiknya pastikan apa yang dimaksud penanya, misalnya dengan bertanya “apakah yang anda maksud adalah ….? apakah anda bertanya tentang A atau B? Pertanyaan ini bisa memberi waktu tambahan untuk kita memikirkan jawabannya.

Ada baiknya mengulang pertanyaan tersebut. Dengan cara ini semua audience bisa mendengar pertanyaan tersebut, dan memastikan kita paham pertanyaan tersebut. Jangan panik bila kita tidak punya jawaban dari setiap pertanyaan. Bahkan ahlinya ahli pun tidak mungkin tau semuanya. 

Beberapa contoh kalimat yang bisa digunakan ketika menjawab pertanyaan:

  • Itu sudut pandang yang menarik, saya belum memikirkan tentang aspek tersebut
  • Kami belum fokus tentang hal tersebut, tapi hal itu sudah kami catat sebagai salah satu poin penelitian berikutnya, atau ide yang akan kami pelajari.
  • Sayang sekali saat ini saya belum memiliki cukup waktu untuk mendapatkan data tersebut, tapi saya dapat mencarinya setelah presentasi, bila anda ingin berdiskusi lebih lanjut.

Jangan baper. Walaupun ada komentar yang membuat penelitian kita terlihat buruk. Walaupun nada bicara dan perilaku penanya terlihat agresif, tetap tenang dan ramah. 

Sampai disini dulu, besok insyaallah akan saya lanjutkan dengan tips ke 10. Semoga bermanfaat!

Referensi

Peironcely, 17 simple strategies to survive your phd, nextscientist.com

 

Strategi PhD -Peironcely

Saya lanjutkan tentang tulisan peironcely tentang strategy to survive PhD.

7. Get Result soon

Seringkali mahasiswa phd terlalu fokus pada target yang besar, pada publikasi yang wah. Padahal sebaiknya lebih fokus pada target yang lebih kecil dan bisa dicapai. Beberapa tips dari Peironcely:

  • Jangan terlalu perfeksionis, hasil yang baik sudah cukup
  • Rancang model yang sederhana, kurangi jumlah subproyek, fokus pada inti proyek yang dapat di publish
  • Buat sebuah prototipe dengan cepat, minta masukan, kembangkan prototipe, minta masukan.  Cara ini lebih cepat untuk konfirmasi atau membantah asumsi (hipotesis) kita.

Tanyakan pertanyaan berikut ketika merancang percobaan:

  • Apakah saya dapat menghilangkan suatu bagian penelitian tanpa menghilangkan inti penelitian saya?
  • Apakah prototipe saya sudah dapat digunakan orang untuk memberi feedback 

Tidak perlu membuat ribuan feature pada prototipe yang dibuat. Cukup membuat feature penting yang dapat dipublikasikan atau di presentasikan pada sebuah konferensi. Daripada fokus untuk membuat hasil yang sempurna, tunjukan hasil yang sudah ada ke kolega, minta masukan dari mereka dan kembangkan prototipe kita. 

Dalam 2 minggu: tentukan deadline dari penelitian kita, dan tentukan hal penting apa yang harus diselesaikan dalam 2 minggu tersebut. Selesaikan dengan cepat dan move on ke hal berikutnya.

8. Jaga Kesehatan

Mens sana in corpore sano : di dalam tubuh yang sehat ada jiwa yang kuat

Salah satu penyebab mahasiswa sering merasa frustasi adalah karena tidak memperhatikan kesehatan badannya. Sebagai ilmuwan memang otak adalah bagian yang paling penting, tapi jangan sampai mengabaikan kesehatan tubuh. 

Memperhatikan kesahatan bukan berarti harus tiap hari ke gym, tapi tentang menjaka makanan, minuman, istirahat cukup, latihan dan menenangkan pikiran. Ikuti anjuran minum 3 liter air putih sehari. Minum kopi maupun minuman anis hanya akan menyebabkan kita mendapat diabetes, obesitas, insomnia dll.

Kondisi kesehatan yang buruh akan meningkatkan stress dan gangguan tidur. Tips untuk menjaga kesehatan:

  • Diet slow-carb: ikut anjuran buku the 4-hour-body – timothy ferris
  • Bawa bekal makanan ke kampus
  • Kurangi snack, banyak minum air putih
  • Hanya minum kopi 1x di pagi hari
  • Tidak minum alkohol
  • Perbanyak latihan fisik
  • Blue light

Lebih sehat badan kita, maka lebih fokus, lebih efektif dan lebih sibuk kita dalam penelitian.

Sampai disini dulu, besok saya lanjutkan dengan tips no 9 insyaallah. Semoga Bermanfaat!

referensi:

Julio Peironcely, 17 simple strategies to survive your phd, nextscientist.com

 

 

17 strategy to survive PhD -Peironcely

Saya lagi baca buku 17 strategy to survive PhD karya Julio Peironcely. Beliau ini pendiri next scientist.

1 5 tahap PhD

  1. Uninformed Optimism: tahap ini kita belum ada bayangan tentang PhD, dan semuanya terlihat indah
  2. Informed Pessimism: setelah paham tentang projek yang dikerjakan mulai merasa pesimis
  3. Valley of Sh*t: Tahap krisis, ketika mulai merasa menghabiskan banyak waktu tapi tidak ada hasil
  4. crash & burn: frustasi
  5. Informed optimism: mulai realistis, mendapat publikasi yang cukup untuk lulus

2. Frustation tolerance

Hal paling penting adalah mengatasi frustasi. Ketika menghadapi penelitian yang gagal, dapat penolakan paper dll. Ketika menghadapi frustasi sebaiknya berbicara dan sharing dengan mahasiswa PhD lainnya, mungkin berbicara juga dengan counselor, dan terus bekerja.

PhD lebih banyak bekerja mandiri. Yang penting jangan menyerah, tetap bekerja, dan percaya akan ada hasilnya.

3. Learn the rules

Penting untuk bertanya ke promotor apa yang dia inginkan dari kita sebagai syarat kelulusan.

  • Apakah jumlah publikasi, apakah harus published atau cukup submission?
  • apakah jumlah halaman thesis,
  • Apakah publikasi pada jurnal dengan high impact? seberapa tinggi impact factornya?
  • Bagaimana bila penelitian kita tidak tepat waktu? apakah ada ekstensi?

4. Know your prof

Pelajari juga kebiasaan promotor, proyek apa yang dia senangi, bagaimana publikasi yang dia inginkan? bagaimana dia senang berdiskusi? apakah lewat email? atau pada meeting? ketika santai, minum kopi, dll. Kita juga harus pahami keiasaan kerjanya. Kapan dia biasanya membaca draft dan memberi feedback? 

Di akhir penelitian, kita akan menjadi pakar pada bidang kita. Bahkan kita harus lebih paham tentang bidang itu daripada promotor kita. Namun promotor memiliki wawasan dan pandangan tentang dimana penelitian kita akan sesuai. Peran promotor adalah:

  • Berdiskusi tentang solusi dari masalah yang kita ajaukan. Penting bahwa kita mengajukan solusi
  • Mengijinkan dan menyetujui surat rekomendasi untuk menghadiri konferensi, biaya perjalanan, perjanjian kerjasama.

Secara umum promotor adalah sebuah katalis. Promotor bukan berperan pada hal berikut:

  • Mengajari semua hal tentang bidang kita
  • Mengambil keputusan tentang proyek kita
  • Memberi feedback secara cepat

5. Realistis

Bagian terpenting dari PhD adalah menjaga motivasi. Melakukan penelitian PhD seringkali kita merasa kesepian. Kita harus memilih fokus pada sebuah sub bidang tertentu. Penelitian kita harus memberikan kontribusi sesuatu yang baru pada ilmu pengetahuan. Sesuatu itu tidak harus gebrakan yang baru. Yang jelas harus origimal.

Tidak ada orang yang akan berterima kasih pada penelitian dan usaha kita. Dokter akan mendapat ucapan terima kasih dari pasiennya,  supir taxi dari penumpangnya. Walaupun riset kita penting, tapi tidak ada yang akan berterima kasih tentang itu. Kita harus realistis dalam menentukan capaian penelitian kita.

6. Read

Ada sangat banyak literatur yang harus dibaca. Fokus pada beberapa paper penting. Paper yang menjadi dasar pengetahuan pada bidang kita. Namun jangan berlebihan, dan jangan lupakan percobaan. Selalu kombinasikan membaca dan bereksperimen. Baca juga thesis yang terkait. Pelajari state-of the art. Jangan sampai kita melakukan penelitian yang sudah pernah dilakukan orang lain. 

Sampai disini dulu besok akan saya lanjutkan dengan no 7 insyaallah. Semoga bermanfaat!

reference:

17 simple strategies to survive your phd, Next scientist, Julio Peironcely nextscientist.com