Keraton Kasepuhan Cirebon

Bila anda berkunjung ke Cirebon, kurang lengkap rasanya bila belum mengunjungi Keraton Kasepuhan Cirebon. Bangunan keraton ini cukup unik, karena  tidak hanya menampilkan budaya jawa, tapi juga terlihat perpaduan dari berbagai budaya lainnya. Saya melihat ada pengaruh budaya hindu, cina dan eropa pada bangunan keraton ini.

Untuk masuk ke gerbang depan keraton kita harus melewati jembatan kecil. Setelah memasuki gerbang ada dua bangunan seperti bale-bale yang dinamakan pancaratna dan pancaniti.  Setelah melwati kedua bangunan itu ada bangunan yang mirip seperti kompleks candi jaman Majapahit, namanya Siti inggil. Siti Inggil ini memiliki dua gapura dan dikelilingi dengan dinding berwarna merah. Yang unik adalah pada dinding pagar ditempelkan berbagai keramik dengan motif dari cina dan eropa. Di dalam siti Inggil ada lima bangunan.

Setelah melewati siti inggil, kita akan menemukan sebuah musholla yang disebut Tajug agung. Setelah melwati Tajug Agung inilah baru kita memasuki area utama kompleks keraton. Area utama keraton dikelilingi oleh tembok berwarna putih dengan gerbang kayu yang cukup besar. Di dalam area utama keraton kita akan disambut patung 2 singa putih, dan meriam hadiah dari Raffles. 2 Patung singa ini konon berasal dari kerajaan Pajajaran. Kemudian kita bisa melihat museum kereta di sebelah kiri, museum benda kuno di sebelah kanan, Taman Dewandaru yang berbentuk bulat,  joglo tempat bermain gamelan dan bangunan induk keraton.

Di Museum kereta ada kereta kencana Singa Barong. Kereta ini kendaraan dinas Sultan. Bentuknya gabungan dari gajah, garuda dan naga. Kereta ini cukup canggih pada saat itu, karena sudah memiliki sistem suspensi dari kulit, ada setir yang membelokkan kereta dengan cepat, kemudian memiliki sayap yang bisa bergerak-gerak. Di dalam bangunan museum ditampilkan juga berbagai senjata yang digunakan para pengawal sultan. Selain itu ada juga foto prabu siliwangi bersama singa.

Pada bangunan museum benda kuno terdapat berbagai macam benda bersejarah kesultanan cirebon. Ada koleksi gamelan, baju perang, keris dll. Kemudian ada bangunan induk keraton, yang merupakan kediaman sultan dan keluarganya. Sayangnya tempat ini ditutup. kita hanya bisa mengambil foto dari luar. Di sebelah museum kereta kalo kita berjalan ke luar ada bangunan keraton lama. Disana ada sebuah tempat bersuci, ada taman sunyaragi yang lama, ada rumah tempat tinggal sultan yang lama dll. Sayangnya bangunan lama ini kurang diperhatikan. Sangat menarik berkunjung ke keraton ini, kita dapat mengenal budaya dan sejarah Kesultanan Cirebon. Hanya saja di tempat ini masih banyak pengemis, tukang sapu yang minta-minta, serta pemandu wisata liar yang mengurangi kenyamanan kita. Sebaiknya siapkan uang kecil kalo berkunjung ke tempat ini.

Semoga Bermanfaat!

Info lebih lanjut:

https://id.wikipedia.org/wiki/Keraton_Kasepuhan

http://travel.kompas.com/read/2014/08/02/090300827/Keraton.Kasepuhan.Cirebon.Tiga.Agama.dan.Budaya.Menyatu

 

Silahkan tuliskan tanggapan, kritik maupun saran

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.