Distro linux untuk Multimeda

Selama ini linux lebih dikenal sebagai sistem operasi yang sulit, hanya digunakan oleh admin jaringan maupun para hacker. Sementara untuk para desainer dan penggemar multimedia MacOs lebih beken. Padahal linux memiliki berbagai macam distro. Bahkan ada juga Linux yang khusus dibuat untuk Multimedia dan untuk desain. Distro ini biasanya sudah dilengkapi berbagai macam software untuk edit video, foto maupun musik. Distro ini juga sudah dioptimasi agar tidak lemot. Berikut ini beberapa distro Linux khusus untuk multimedia

  1. Ubuntu Studio

Berbasis ubuntu, distro ini memiliki berbagai aplikasi untuk multimedia, memiliki banyak pilihan fonts juga. Desktopnya pake xfce.

Download

2. AV Linux MX Edition

Distro ini lebih fokus untuk edit musik. Distro ini berbasis debian. Dengan kernel yang memiliki latency rendah, environment JACK audio/MIDI dengan integrasi PulseAudio dan repository KXStudio.

AV Linux MX Edition

3. Fedora design suite

Distro ini bisa digunakan untuk membuat disain backgroud desktop, cover CD, desain web, interface applikasi, flyers, posters dll. Bisa digunakan untuk mempersiapkan publikasi buku,  dokumen, edit  gambar vector and bitmap, membuat model 3D modeling, dll

https://labs.fedoraproject.org/en/design-suite/

Beberapa distro multimedia lainnya:

http://www.apodio.org/doku.php

http://io.gnu.linux.free.fr

http://www.ap-linux.com

Semoga bermanfaat!

tulisan lain tentang distro multimedia

https://www.makeuseof.com/tag/6-linux-distros-designed-artists-musicians-editors/

Mempercepat Libreoffice

Untuk penggemar Linux dan aplikasi open source, tentunya sudah kenal dengan Libre office. Libre ini aplikasi buat ngetik2 yang handal. Cuman belakangan karena laptop saya dah jadul, saya ngerasa jadi rada lemot librenya (bukan orangnya)

Setelah browsing-browsing ternyata ada beberapa tips ampuh untuk mempercepat si Libre. Diantaranya

Menambah memori dan cache gambar:
  1. Buka LibreOffice Writer atau Calc.
  2. Klik Tools -> Options.
  3. Klik Memori (di menu LibreOffice).
  4. Tambah Cache untuk gambar  -> “Use for LibreOffice” (pilih 128 MB kalo masih ngerasa kurang nanti bisa ditambah ).
  5. Tambah juga “Memory per object” (coba 20MB, kalo kurang nanti bisa ditambah).
  6. Klik OK.

Ada beberapa teknik lainnya seperti konfigurasi mengurangi jumlah undo, enable libreoffice quickstarter, dan disable Java Runtime. Cuman saya gak sempet nyoba, karena dengan nambah memori tadi udah cukup kenceng si Libre. wuzz!!

Semoga Bermanfaat!

Upgrade Kernel

Hari ini saya baru ngeh ternyata linux saya masih menggunakan kernel jadul. Distronya sudah pake yg terbaru, tapi kernelnya masih jadul. Buat cek versi kernel yang kita pake caranya mudah. Tinggal buka terminal dan jalankan perintah

uname -r

responnya: 3.7.32

berarti saya menggunakan kernel 3.7

selanjutnya kita cek web officialnya linux kernel pada alamat https://www.kernel.org/ 

ternyata saat ini linux kernel terbaru adalah versi 5.7.2. seperti gambar diatas. Wah sudah ketinggalan jaman kernel linux saya. Baiklah selanjutnya saya coba upgrade. Karena saya pake debian, saya coba cari tutorialnya di webnya debian berikut ini: https://wiki.debian.org/HowToUpgradeKernel

jadi kita harus cek dulu kernel image mana yang ada di reponya debian:

apt-cache search linux-image

selanjutnya pilih versi stable dan install dengan perintah berikut:

sudo apt install linux-image-<flavour>

flavour diganti dengan versi kernel yang mau dipake dan arsitektur yang kita gunakan, misalnya amd64 dst. Alhamdulillah prosesnya lancar, kernel saya berhasil diupdate. Moga-moga gak ada masalah driver dll yg tidak compatibel. 

Btw ada beberapa orang yang punya pendapat, klo distronya masih support, ngapain ngupdate kernel. Bisa juga sih, biasanya alasannya gak mau ribet. Karena abis update kernel kadang ada beberapa driver yang gak kebaca, atau masalah lainnya. Tapi buat alasan security dan peformance baiknya selalu diupdate kernel & distronya. 

Semoga bermanfaat!

beberapa referensi

https://wiki.debian.org/HowToUpgradeKernel

https://sobmint.blogspot.com/2018/06/cara-upgrade-kernel-linux-mint-ubuntu-debian.html

Cara cek versi kernel Linux

Repo Debian Tel-U

Tel-U baru buka repository untuk para penggemar Linux. Untuk para penggemar debian bisa menambahkan repo berikut ini:

deb https://mirror.telkomuniversity.ac.id/debian/ buster main contrib non-free
deb-src https://mirror.telkomuniversity.ac.id/debian/ buster main contrib non-free
deb https://mirror.telkomuniversity.ac.id/debian/ buster-updates main contrib non-free
deb-src https://mirror.telkomuniversity.ac.id/debian/ buster-updates main contrib non-free
deb https://mirror.telkomuniversity.ac.id/debian-security/ buster/updates main contrib non-free
deb-src https://mirror.telkomuniversity.ac.id/debian-security/ buster/updates main contrib non-free

Selain debian ada juga repo untuk ubuntu, centos dll. Bisa dilihat pada link berikut:

https://mirror.telkomuniversity.ac.id/iso-images/

Semoga Bermanfaat!

Linux Grub Tidak Terbaca

Beberapa hari lalu, teman saya tidak sengaja numpahin air di laptop saya. Airnya lumayan banyak,  sekitar 1 botol 500ml. Akibatnya laptop saya mati. Kemudian saya buru-buru matikan laptopnya, saya bongkar, copot semua komponennya dan diamkan selama satu hari. Besoknya saya coba pasang lagi semua bagian2nya. Alhamdulillah laptopnya mau idup lagi. Cuman OSnya gak mau loading. Jadi laptopnya abis ngejalanin BIOS, ngebaca HD dll, terus restart lagi. Btw saya pake Linux. Harddisknya kebaca, cuman kayaknya GRUB nya gak kebaca. Setelah browsing2 dan nyoba2 beberapa solusi orang di internet, akhirnya nemu juga cara benerinnya tanpa harus install ulang OS saya. Yg saya lakukan kayak gini:

  1. Minjem dulu laptop/PC temen buat bikin USB/CD bootable
  2. Donlot dulu tools GrubEFIReinstall dari link berikut: http://www.rodsbooks.com/refind/getting.html . Ada banyak file disana, saya pilih yang USB image file.
  3. Kemudian bikin bootable USB dari image GRUBEFIReinstall tadi. Karena gak mau ribet, buat bikin bootable USB ini saya pake tools Etcher
  4. Setelah USBnya jadi colokin ke laptop dan idupin tuh laptop, maka program GrubEFI bakal jalan dan ngebaca Harddisk kita. Terus dia nampilin menu, dan nampilin OS apa aja yang ada di Laptop saya.
  5. Kemudian saya pilih OS Linux. Dan Linux saya alhamdulillah jalan lagi.
  6. Setelah masuk ke OS Linuxnya, Konek ke Internet.
  7. buka terminal.
  8. Kemudian sebagai Root jalankan perintah2 berikut satu2:
[-d /sys/firmware/efi\ && echo "EFI boot on HDD" || echo "Legacy boot on HDD"


mount /dev/sda1 /boot/efi

apt-get install --reinstall grub-efi

grub-install /dev/sda

update-grub

file /boot/efi/EFI/debian/grubx64.efi

efibootmgr --verbose | grep debian

Setelah itu matiin laptop, copot USBnya dan idupkan lagi Laptopnya. Alhamdulillah laptop saya waras lagi. Tutorial lengkapnya bisa dilihat pada link berikut: https://wiki.debian.org/GrubEFIReinstall

Debian file system error

Hari ini saya sempet shock, karena lagi make Laptop kemudian tiba – tiba dia error dan menampilkan pesan berikut:

dev/sda2 contain a file system with errors, check forced 
Inodes that were part of a corrupted orphan linked list found
/dev/sda5: UNEXPECTED INCONSISTENCY; RUN fsck MANUALLY. 
Fsck exited with a status code 4 
The root filesystem on /dev/sda2 requires a manual fsck
BusyBox v1.22.1 (Ubuntu 1:1.22.0-15ubuntu1) built in shell (ash)

Enter 'help' for a list of built-in commands
(initramfs)

Nah kemudian saya coba-coba beberapa perintah disitu, cuman gak ngaruh. Kemudian setelah googling dan baca-baca baru nemu solusinya, yaitu ketik perintah berikut ini:

fsck -f /dev/sda2

kemudian nanti komputer bakal ngecek Inode, dan dia bakal nanya Fix(y)? disini cukup ketik yes atau y

terus sampe beberapa kali nanya Fix(y)? jawab aja y

nanti kalo dia berhenti, tampilan di terminal akan kembali ke (initramfs). Abis itu saya matiin komputer dengan mencet tombol power. Kemudian idupin lagi, alhamdulillah laptop saya waras lagi.

Nah ternyata error nya ini gara-gara saya gak matiin laptop dengan sempurna, jadi ceritanya lagi kerja terus pas mau pindah ruangan langsung tutup tuh laptop, dan pas dibuka keluar lah pesan error tadi.

Di youtube berikut ada orang yang ngeshare solusi yang sama:

Semoga Bermanfaat!



Install Google Chrome di Debian

Minggu ini saya terpaksa harus install google chrome di Debian. Karena ada kerjaan di kampus yang harus mengunjungi sebuah website. Nah sayangnya website tersebut dirancang untuk tampil dengan browser google chrome. Pake browser lain seperti firefox maupun iceweasel ada beberapa fungsi yang agak berantakan. Yah sudahlah, akhirnya coba googling beberapa tutorial buat install google chrome. Ternyata tidak sulit.Cara instalasinya sebagai berikut:

Download

Yang pertama kita harus mengunjungi web resminya Google Chrome kemudian cari versi personal desktop yang untuk Linux. Linknya bisa dilihat dibawah ini:

https://www.google.com/chrome/browser/desktop/

Saya pilih yang versi 64 bit .deb (untuk Debian), karena saya menggunakan Debian yang 64 bit. Kemudian untuk mengunduhnya kita harus baca dulu agreement dan klik accept dan Install. Saya pilih donlot di folder

~/Downloads/
 
Nama Filenya kalo di komputer saya seperti ini:
 "google-chrome-stable_current_amd64.deb"

Install

Kalo downloadnya sudah selesai, jalankan terminal. Kita harus jadi root dulu, dan pindah ke folder Download

cd ~/Downloads/

Kemudian sebagai root jalankan perintah berikut:

dpkg -i google-chrome-stable_current_amd64.deb

Kemudian ternyata instalasi gagal, dan saya dapat error message seperti berikut ini:

"dpkg: dependency problems prevent configuration of google-chrome-stable:"

Hal ini ternyata karena ada beberapa paket yanh dibutuhkan sama si google chrome saya belum punya (dependancies problem)

Untuk mengatasinya jalankan perintah berikut sebagai root:

apt-get -f install

Biasanya ada pertanyaan konfirmasi apakah kita mau menginstall paket-paket tersebut, kemudian tinggal pilih yes. Kemudian coba instalasi lagi Google Chrome dengan perintah berikut:

dpkg -i google-chrome-stable_current_amd64.deb

Nah selanjutnya instalasi beres. Untuk menjalankan Google chrome tinggal buka terminal dan ketik

"google-chrome"

atau bisa juga klik iconnya lewat menu internet biasanya.

Semoga Bermanfaat!

Instal Sophos di Linux

Hari ini saya lagi coba instal sophos di Linux. Seringkali orang beranggapan bahwa sistem operasi Linux itu bebas virus. Jadi gak perlu install anti virus dll. Padahal sebenernya tidak ada antivirus yang bebas dari virus. Hanya saja memang virus komputer alias malware itu dibuat paling banyak untuk sistem operasi Windows dan Android saat ini.  Memang faktanya tidak banyak ditemukan malware pada sistem operasi linux. Hal ini karena sistem operasi Linux ini masih kurang populer, dan tidak banyak yang menggunakan. Tapi bukan berarti tidak ada malware yang dibuat untuk Linux.

Ok, kembali ke topik. Jadi saya lagi nyoba instal sophos di Linux. Penasaran aja setelah baca review bahwa anti virus ini mengeluarkan versi untuk Linux. Sebelumnya saya pake ClamAV. Ok langsung aja tentang software requireent untuk versi linux, sophos baru support untuk distro Redhat, Centos, Oracle Linux, Suse, Ubuntu, Debian dan Linux Mint. Untuk hardwarenya kebutuhannya cukup gede yaitu memori minimal 1gb, dan hardisk minimal 1 GB.

Instalasi

Untuk instalasi silahkan unduh dari halaman berikut:

https://www.sophos.com/en-us/products/free-tools/sophos-antivirus-for-linux.aspx

Disana kita diminta registrasi dulu, masukan nama dan alamat email, terus ada beberapa informasi lainnya.

Setelah itu kita dapat mengunduh file instaler dalam bentuk tar.gz.

Setelah itu jalankan terminal, pindah ke directory tempat kita mengunduh file tadi

Kemudian ekstrak dengan perintah berikut:

tar -xzvf tarball

kemudian jalankan script untuk instalasi:

./sophos-av/install.sh

Kemudian nanti akan muncul petunjuk, kita mau menginstall di directory mana, apakah mau autoupdate dll

Setelah itu untuk melakukan scanning, buka terminal. Sebagai root jalankan perintah berikut:

savscan /

Untuk update antivirus kita bisa ketik perintah berikut sebagai root:

/opt/sophos-av/bin/savupdate

Sejauh ini menurut saya antivirus ini cukup baik. Mampu mengenali beberapa sampel malware yang ada di komputer saya. Antivirus ini hanya dijalankan melalui terminal sebagai root. Ada juga fitur on-access scanning, cuman saya belum sempet nguji.

Semoga Bermanfaat!

Dokumen resmi startup guide untuk Linux

https://www.sophos.com/en-us/medialibrary/pdfs/documentation/savl_9_sgeng.pdf

tulisan lain tentang antivirus di linux

Antivirus Linux

Cara buka file rar di Linux

Para pengguna Linux biasanya agak kesulitan untuk buka file Rar. File berakhiran Rar adalah sebuah jenis kompresi yang sering digunakan di Windows. Nah di Linux biasanya yang digunakan adalah format kompresi Gzip, Bzip, Tar dll. Cara buka file rar di linux sebenarnya tidak sulit. Ada beberapa cara, cuman yang saya gunakan adalah dengan mengunduh aplikasi unrar untuk Linux.

Instalasi

Untuk Ubuntu cara instalasinya adalah:

  1. Buka terminal
  2. Jalankan perintah berikut: sudo apt-get install unrar

Untuk Debian cara instalasinya adalah:

  1. Buka terminal
  2. Jalankan perintah su:
  3. Jalankan perintah “apt-get install unrar” atau “apt-get install unrar-free”.

Untuk Fedora cara instalasinya adalah:

  1. Buka Terminal
  2. Jalankan perintah berikut sebagai root: “yum install unrar”

Untuk BSD

  1. Buka terminal
  2. Jalankan perintah berikut sebagai root: pkg_add –v –r unrar

Untuk SUSE

  1. Buka terminal
  2. Jalankan perintah berikut sebagai root: zipper install unrar

Atau bisa juga langsung unduh installernya dari websitenya rar lab. Bisa dilihat pada link berikut ini:

http://www.rarlab.com/download.htm

Buka File Rar

Kalo sudah diinstall, untuk mengektrak file rar tinggal ketik perintah berikut pada terminal: unrar e namaFile.rar

atau bisa juga dengan perintah unrar x namafile.rar

Sebenarnya masih ada beberapa opsi lainnya yang kita bisa gunakan. Untuk melihat opsi apa saja yang tersedia kita bisa ketikan perintah unrar –help pada terminal

Semoga Bermanfaat!

Bahan bacaan:

http://www.tecmint.com/how-to-open-extract-and-create-rar-files-in-linux/

https://www.feralhosting.com/faq/view?question=36

http://www.cyberciti.biz/faq/open-rar-file-or-extract-rar-files-under-linux-or-unix/

http://www.wikihow.com/Unrar-Files-in-Linux

Web based SSH

Minggu ini di kelas keamanan jaringan saya mengenalkan game overthewire (OTW). Game ini salah satu wargame yang lucu. Jadi sambil main game bisa belajar tentang Linux dan Security. Untuk main game ini kita harus konek SSH ke server OTW. Nah ketika dicoba, ternyata pada gak bisa konek SSH. Sepertinya dari koneksi kampus akses keluar lewat port 22 ditutup. Wah kenapa ya port 22 ditutup? Akhirnya terpaksa menggunakan layanan web based SSH. Ada beberapa yang kami coba di kelas.

Serfish

http://www.serfish.com/console/

Layanan ini cukup bagus, agak lemot dikit, penggunaannya mudah, sepertinya di terminal. Hanya saja ada fitur autentikasi Captcha. Jadi agak menyebalkan karena harus berulangkali memasukkan captcha.

bartlweb

https://tools.bartlweb.net/webssh/

Layanan ini juga bagus, penggunaannya juga mudah, seperti di teminal. Hanya saja lebih lemot dibandingkan serfish.

Sebenarnya ada alternatif lain, menggunakan proxy dan VPN. Cuman akses dari kampus diblok juga :) Selain itu saya baca ada beberapa alternatif menggunakan shellinabox dan web console. Cuman saya belum sempet nyoba. Selain itu kita bisa lakukan tunelling juga koneksi SSH ke port 443. Namun tunelling ini harus dilakukan di server tujuan, yang mau kita akses. Tentunya hanya bisa dilakukan oleh admin server tersebut. Hehe, sayangnya saya bukan admin overthewire.

Ternyata penuh perjuangan buat main game ini. Padahal tadinya saya mengenalkan game ini sebagai bahan refreshing sebelum asesmen kajian 3. Walaupun begitu beberapa siswa masih keliatan antusias nyoba game ini, bahkan sampe keabisan pulsa karena harus tethering dari HP.  Hari itu kami hanya sempat menyelesaikan game bandit di OTW sampe level 12.

Semoga Bermanfaat!

Tentang web console:

http://web-console.org/

Tentang Shellinabox (shell in a box)

https://github.com/shellinabox/shellinabox

tentang ssh tunelling:

https://www.verot.net/socks.htm

Tentang overthewire:

Wargame Overthewire