Web based SSH

Minggu ini di kelas keamanan jaringan saya mengenalkan game overthewire (OTW). Game ini salah satu wargame yang lucu. Jadi sambil main game bisa belajar tentang Linux dan Security. Untuk main game ini kita harus konek SSH ke server OTW. Nah ketika dicoba, ternyata pada gak bisa konek SSH. Sepertinya dari koneksi kampus akses keluar lewat port 22 ditutup. Wah kenapa ya port 22 ditutup? Akhirnya terpaksa menggunakan layanan web based SSH. Ada beberapa yang kami coba di kelas.

Serfish

http://www.serfish.com/console/

Layanan ini cukup bagus, agak lemot dikit, penggunaannya mudah, sepertinya di terminal. Hanya saja ada fitur autentikasi Captcha. Jadi agak menyebalkan karena harus berulangkali memasukkan captcha.

bartlweb

https://tools.bartlweb.net/webssh/

Layanan ini juga bagus, penggunaannya juga mudah, seperti di teminal. Hanya saja lebih lemot dibandingkan serfish.

Sebenarnya ada alternatif lain, menggunakan proxy dan VPN. Cuman akses dari kampus diblok juga :) Selain itu saya baca ada beberapa alternatif menggunakan shellinabox dan web console. Cuman saya belum sempet nyoba. Selain itu kita bisa lakukan tunelling juga koneksi SSH ke port 443. Namun tunelling ini harus dilakukan di server tujuan, yang mau kita akses. Tentunya hanya bisa dilakukan oleh admin server tersebut. Hehe, sayangnya saya bukan admin overthewire.

Ternyata penuh perjuangan buat main game ini. Padahal tadinya saya mengenalkan game ini sebagai bahan refreshing sebelum asesmen kajian 3. Walaupun begitu beberapa siswa masih keliatan antusias nyoba game ini, bahkan sampe keabisan pulsa karena harus tethering dari HP.  Hari itu kami hanya sempat menyelesaikan game bandit di OTW sampe level 12.

Semoga Bermanfaat!

Tentang web console:

http://web-console.org/

Tentang Shellinabox (shell in a box)

https://github.com/shellinabox/shellinabox

tentang ssh tunelling:

https://www.verot.net/socks.htm

Tentang overthewire:

Wargame Overthewire

Distro Linux Super Ringan

Sistem Operasi Linux awalnya adalah OS yang super ringan. Lebih ringan daripada Windows. Tidak membutuhkan spesifikasi hardware yang mutakhir. Hanya saja beberapa Distro Linux saat ini telah melengkapi OS-nya dengan tampilan grafis yang keren dan manusiawi. Tujuannya tentu saja untuk memudahkan user pemula yang sudah terbiasa dengan Windows. Namun hal ini membuat  beberapa Distro Linux menjadi berat dan membutuhkan spesifikasi hardware yang baru. Nah untuk pengguna komputer jadul, tentunya masih ada beberapa Distro Linux super ringan yang sering disebut juga Lightweight Linux.

Distro-distro Linux ini sangat bersahabat untuk para pengguna komputer lama karena hanya membutuhkan spesifikasi hardware yang biasa-biasa saja. Contohnya ada distro yang bisa jalan pada prosesor dengan kecepatan 500 MHz dengan RAM 512 MB. Jadi kalo di rumah, anda masih punya komputer atau laptop jadul yang nganggur lebih baik dikaryakan aja dengan distro Linux super ringan ini. Beberapa contoh distro linux ini adalah:

  1. Puppy Linux

Diantara distro super ringan, puppy linux termasuk salah satu yang populer. Distro ini tidak perlu diinstal, bisa dibooting langsung dari CD, DVD maupun USB. Ukurannya sangat kecil sekitar 100 MB. Di dalamnya sudah ada beberapa aplikasi seperte wordprocessor, spreadsheet, browser, games, image editor dan lain lain. Saya pernah menggunakan Puppy Linux, pengalaman saya dengan puppy linux bisa dilihat disini.

2. Debian

Debian memiliki beberapa versi desktop yang cukup ringan. Misalnya debian Xfce4, MATE, dan LXDE. Saya pernah mencoba pake versi LXDE, sangat ringan. Hanya saja saran saya bila anda pengguna baru Linux, sebaiknya tidak menggunakan versi LXDE. Karena setelah instalasi ada beberapa konfigurasi yang harus dilakukan. Versi Xfce sedikit lebih mudah dan cukup ringan juga, tampilannya sederhana, seperti Windows jadul. Pengalaman saya menggunakan Debian Xfce bisa dilihat disini

3. MATE

MATE adalah sebuah Desktop Environment baru yang cukup ringan. Ada beberapa distro yang menggunakn desktop ini, diantaranya Ubuntu MATE, Linux Mint Mate dan Debian MATE. Saya baru mencoba menggunakan yang Linux Mint saja. Tampilannya cukup bagus, dan cukup ringan. Diantara Distro super ringan, Linux Minta MATE memiliki tampilan yang paling bagus.

Masih ada beberapa distro ringan lainnya yang belum pernah saya coba seperti LUbuntu, Porteus, Arch Linux, Tiny Core dll. Anda pernah coba?

Semoga Bermanfaat!

http://www.maketecheasier.com/build-lightweight-linux-for-low-end-laptop/

http://stevenrosenberg.net/blog/linux/debian/2011_0901_debian_laptop

http://www.linuxgoodies.com/oldlaptop.html

Menghubungkan HP Android ke Linux

Seperti para ABG lainnya, saya juga sering menggunakan Handphone untuk foto-foto. Nah lama kelamaan memori di HP hampir habis. Karena dihapus sayang, saya coba pindahkan foto-foto ini ke komputer. Hanya saja untuk penggemar Open Source, ternyata menghubungkan HP Android ke Linux gampang-gampang mudah :) . Maksudnya gak bisa kita ambil kabel USB terus langsung pasang ke laptop, seperti di Windows.

Kalo di Windows biasanya setelah kabel kita sambungkan di HP android ada pilihan menggunakan MTP atau PTP. Keduanya merupakan protokol transfer file. Atau terkadang muncul juga di HP Android perintah untuk menginstall aplikasi/driver di Windows.

contoh menu tampilan di Android
contoh menu tampilan di Android

Kalo di Linux berbeda. Ketika saya coba langsung pasang pake kabel USB di laptop saya, si HP Android tidak terdeteksi secara otomatis. Nah setelah coba googling, di halaman wiki nya debian ada penjelasan. Disitu dibilang ada beberapa cara yang bisa kita gunakan untuk menghubungkan HP Android dengan Linux. Setelah saya coba, berikut saya coba rangkum cara ngopreknya dibawah ini:

Graphical User Interface

Cara pertama dengan menggunakan paket GVFS (GNOME virtual file system). Dengan GVFS ini nanti kita bisa mengakses HP android kita di file manager Linux seperti Nautilus maupun Thunar. Caranya kita harus memasang dulu paket gvfs-backends. Buka terminal, jalankan perintah berikut dengan akses root:

apt-get install gvfs-backends

kemudian harus restart. Cara ini lebih mudah menurut saya

LibMTP

Cara kedua dengan menggunakan libmtp. Tutorial menggunakan libmtp bisa dilihat pada halaman berikut: https://sourceforge.net/p/libmtp/wiki/Home/ dan http://libmtp.sourceforge.net/

MTP-tools

Cara berikutnya dengan menggunakan MTP-tools. Menurut wiki kita harus install paket: mtp-tools

Saya sudah coba beberapa perintah di terminal untuk memasang paket ini cuman belum berhasil. Beberapa perintah yang saya coba:

apt-get install mtp-tools mtpfs

apt-get install mtp-tools

apt-get install mtp-tools mtpfs libmtp9 libmtp-common libmtp-runtime gvfs-backends

jmtpfs

Cara berikutnya menggunakan jmtpfs.

  • Install paket jmtpfs, dengan perintah:
     
    
    apt-get install jmtpfs 
  • Kemudian buat directory: $ mkdir -p <directory>

  • Merubah hak akses directory tadi: $ chmod 777 <directory>

  • Mounting androd: $ jmtpfs <directory/>

  • Untuk unmount jalankan perintah berikut: $ fusermount -u <directory/>

Dari beberapa cara diatas menurut saya yang paling gampang cara yang pertama, yang menggunakan GVFS. Tapi bisa saja pada HP Android yang berbeda serta OS Linux yang berbeda hasilnya juga beda. Silahkan dicoba.

Semoga Bermanfaat!

Halaman wiki Debian tentang tema ini:

https://wiki.debian.org/mtp

tentang protokol MTP

https://en.wikipedia.org/wiki/Media_Transfer_Protocol

tentang protokol PTP

https://en.wikipedia.org/wiki/Picture_Transfer_Protocol

 

Cara Upgrade Libre Office

Sebagai salah satu pendukung aplikasi open source, saya telah lama meninggalkan aplikasi bajakan. Untuk menulis dan merubah dokumen yang sederhana saya menggunakan Libre Office. Sementara untuk dokumen ilmiah saya menggunakan LaTeX dan Lyx. Menggunakan Libre cukup mudah, karena memang mirip dengan Microsoft Office. Hanya saja yang agak nyusahin kalo kita harus update/upgrade Libre ke versi baru. Kenapa dibilang nyusahin, karena proses update tidak otomatis.  Maksudnya sekali klik kemudian beres. Berikut saya coba share cara upgrade Libre Office di Linux Debian 64 bit:

Setiap kita menjalankan libreoffice, maka aplikasi akan menguji apakah ada update terbaru di Internet. Bila ada update, Libre akan memberikan notifikasi di sebelah kanan atas pada menu Libre. Kalo notifikasi ini kita klik maka akan muncul link untuk mengunduh versi terbaru Libre, seperti gambar dibawah ini:

cara upgrade libre office 1

Selanjutnya tinggal klik Download, maka kita akan diarahkan ke webnya libre. Selanjutnya tinggal pilih download seperti gambar berikut:

download libreDi halaman tersebut terdapat beberapa versi Libre, Main Installer adalah versi stabil terbaru. Setelah di klik tinggal tunggu sebentar. Atau bila tautan tadi tidak berfungsi, kita bisa unduh dari halaman berikut ini:

http://www.libreoffice.org/download/libreoffice-fresh/

Langkah berikutnya adalah kita harus terlebih dahulu menghapus Libre Office yang ada di komputer kita. Caranya buka terminal, dengan jalankan perintah berikut:

su apt-get remove --purge libreoffice*

Setelah Libre yang lama terhapus, baru kita bisa menginstall versi Libre terbaru. Caranya kembali jalankan terminal, pindah ke direktori tempat kita mengunduh versi libre terbaru tadi. Kemudian kita ekstrak dengan perintah berikut:

tar -zxvf LibreOffice_5.1.2_Linux_x86-64_deb.tar.gz

kemudian File tadi akan diekstrak ke sebuah folder LibreOffice_5.1.2.2_Linux_x86-64_deb. Selanjutnya tinggal jalankan perintah berikut satu-persatu

 cd LibreOffice_5.1.2.2_Linux_x86-64_deb/
 cd DEBS/
 dpkg -i *.deb

Versi yang saya install adalah versi 5.1.2 untuk Linux Debian 64 bit. Untuk versi dan distro Linux yang berbeda nama file yang digunakan juga berbeda. Tinggal anda sesuaikan perintah-perintah diatas dengan versi libre yang anda unduh. Memang proses instalasi belum otomatis. Kita harus ikuti langkah update satu persatu. Walaupu begitu, mari kita tinggalkan software bajakan dan dukung terus aplikasi open source. MERDEKA! (dari software bajakan)

Semoga Bermanfaat.

Beberapa referensi:

https://wiki.documentfoundation.org/Installing_LibreOffice_on_Linux

http://www.libreoffice.org/download/libreoffice-fresh/?type=deb-x86_64

http://www.cyberciti.biz/faq/howto-open-a-tar-gz-file-in-linux-unix/

XScreenSaver Update

Minggu ini setiap kali saya menjalankan laptop, selalu muncul pesan peringatan (warning)  XScreenSaver Update. Warningnya berupa pop-up besar dengan tulisan “Warning: This Version is very old! Please Upgrade! Ketika logout atau mematikan komputer juga muncul warning yang sama. Pesan warning ini sangat besar, sehingga cukup mengganggu (baca menyebalkan). Walaupun hanya muncul selama beberapa detik dan kemudian hilang lagi.

XScreenSaver merupakan kumpulan screensaver gratis yang dibuat oleh Jamie Zawinski. Aplikasi ini mulai dibuat pada tahun 1992 dan dapat digunakan pada sistem operasi Unix, Mac OS X dan iOS. Screensaver ini opensource dan gratis. Sehingga beberapa distro Linux memasukkan aplikasi ini dalam paket bawaan.

Hanya saja Debian tidak memasukkan versi terbaru dari aplikasi ini. Versi yang diinstal pada distro debian adalah XScreenSaver versi 5.30 yang dibuat pada tahun 2014. Sementara versi terbaru adalah versi 5.34.  Saya telah mencoba untuk mengupdate debian, tapi ternyata gak ngaruh, tetap saja muncul popup tersebut.

Permasalahannya adalah pada source nya debian yang disediakan adalah versi lama. Jamie sang pembuat aplikasi ini bahkan telah meminta Debian untuk menghapus versi lama ini dari distronya. Penjelasan tentang permasalahan ini bisa dilihat pada blognya jamie pada link berikut:

https://www.jwz.org/blog/2016/04/i-would-like-debian-to-stop-shipping-xscreensaver/

Nah untuk mengatasi permasalahan ini ada beberapa pilihan. Kita bisa menghapus aplikasi ini dengan menggunakan perintah berikut pada terminal (tentunya sebagai root):

apt-get remove xscreensaver

Karena aplikasi ini hanya berfungsi sebagai screen saver, tentunya aman kalo kita hapus.
Atau bisa juga kita menginstall versi terbaru Xscreensaver dari versi unstable nya debian. Caranya bisa dilihat pada link berikut:

https://packages.debian.org/unstable/x11/xscreensaver

Untuk pengguna Ubuntu, cara instalasi dan update xscreensaver bisa dilihat pada link berikut:

http://installion.co.uk/ubuntu/vivid/universe/x/xscreensaver/install/index.html

Untuk menghapus xscreensaver bisa dilihat pada link berikut:

http://installion.co.uk/ubuntu/vivid/universe/x/xscreensaver/uninstall/index.html

Website resmi Xscreensaver bisa dilihat pada link berikut:

https://www.jwz.org/xscreensaver/

Semoga bermanfaat!

 

 

Antivirus Linux

Seringkali orang menganggap Linux merupakan sistem operasi yang kebal malware. Anggapan tersebut kurang tepat. Sebenarnya tidak ada sebuah sistem operasi yang kebal dari malware. Malware untuk linux memang tidak sebanyak malware pada windows. Hal ini karena memang dibandingkan windows, pengguna linux itu tidak banyak. Sehingga target utama pembuat virus adalah OS windows.  Saya membutuhkan antivirus untuk salah satu proses analisa malware. Biasanya sebelum melakukan analisa malware, saya coba melakukan scan dulu dengan beberapa antivirus. Terdapat berbagai macam pilihan antivirus linux.

Yang paling popular adalah Clam AV. Untuk menginstall clamav dapat dilihat pada link berikut:

http://www.clamav.net/doc/install.html

atau menjalankan perintah berikut

apt-get install clamav

Eset

http://www.eset.com/me/download/home/detail/family/71/

http://www.basicgateway.com/eset-nod32-antivirus-linux-desktop

Bitdefender

http://www.bitdefender.com/business/antivirus-for-unices.html

Comodo

https://www.comodo.com/home/download/download.php?prod=antivirus-for-linux

khusus untuk rootkit dapat menggunakan rkhunter

http://www.rackspace.com/knowledge_center/article/scanning-for-rootkits-with-rkhunter

Atau juga menggunakan chrootkit

http://www.chkrootkit.org/

Untuk avast dapat dilihat pada link berikut:

http://www.ubuntugeek.com/avast-antivirus-for-ubuntu-desktop.html

antivirus AVG free

https://help.ubuntu.com/community/Antivirus/Avg

Anti virus F-prot dapat dilihat pada link berikut:

http://www.f-prot.com/products/home_use/linux/

Malware yang berjalan di windows berbeda dengan malware pada sistem linux. Seringkali malware pada windows tidak berjalan pada linux. Antivirus linux dapat juga kita gunakan untuk mendeteksi malware pada windows. Misalnya pada media penyimpanan yang terhubung pada jaringan. Atau bisa digunakan juga untuk melakukan scan pada komputer windows yang terhubung dengan jaringan. Selain itu bisa kita gunakan juga untuk menscan email.

bahan bacaan:

https://help.ubuntu.com/community/Antivirus

https://www.debian.org/doc/manuals/securing-debian-howto/ch-sec-tools.en.html

 

Install Qcad

Minggu lalu saya perlu membuat gambar teknik di komputer yaitu gambar skema rumah dan gambar potongannya. Untuk gambar teknik aplikasi yang paling handal adalah Autocad. Hanya saja untuk menggunakan Autocad di linux agak repot, karena kita harus menggunakan Wine (semacam emulator windows). Setelah tanya kiri kanan, ternyata saat ini sudah ada aplikasi open source untuk membuat gambar teknik. Ada freecad, draftsight, Librecad, Qcad dll.  List aplikasi lainnya dapat dilihat disini. Yang saya butuhkan adalah aplikasi yang bisa membuka file Dwg (file extension autocad), ada 2 aplikasi yang saya pertimbangkan Draftsight dan Qcad. Akhirnya saya putuskan untuk install qcad.

QCAD adalah sebuah aplikasi CAD (computer aided design) yang free dan opensource. Aplikasi ini bisa digunakan untuk membuat desain 2D dand drafting. Qcad dapat digunakan pada Linux Apple OSX, Unix dan Windows.  Qcad menggunakan format DXF. Untuk format file DWG tersedia untuk versi plugin berbayar.

Di Linux untuk menginstall Qcad ada 2 cara. Yang pertama dengan mengunduh file berekstensi .run atau menggunakan file berekstensi tar.gz. Pertama kita harus mengunduh file installer di link berikut:

http://www.qcad.org/en/qcad-downloads-trial

Disana untuk linux ada 4 macam file. Untuk versi 32 bit kita dapat mengunduh file .run maupun tar.gz . Sementara untuk versi 64 bit juga terdapat versi run maupun tar.gz.  Yang paling gampang adalah mengunduh file berekstensi .run. Setelah diunduh, jalankan terminal, kemudian pindah direktori ke file yang kita unduh tadi. Kemudian jalankan perintah berikut:


$ sudo chmod +x qcad-3.6.0-linux-x86_64.run
$ ./qcad-3.6.0-linux-x86_64.run

Disini saya masih menggunakan versi 3.6, silahkan sesuaikan dengan versi qcad yang diunduh. Kemudian nanti qcad akan terinstall. Cara lengkap instalasi bisa dilihat pada link berikut:

http://www.qcad.org/en/qcad-installation

Semoga bermanfaat:

Bahan Bacaan

http://www.ilovefreesoftware.com/10/featured/5-free-autocad-editors-to-edit-dwg-dxf-file-formats.html

http://www.opensourcealternative.org/alternatives/graphic-editors/open-source-alternative-to-autocad/

https://en.wikipedia.org/wiki/QCad

http://www.tuxarena.com/2014/09/2-free-cad-programs-for-linux-draftsight-and-qcad/

Reset password root

Saya baru coba install debian terbaru yang versi 8 (jessie). Sekarang saya coba desktop environment yang versi lxde. Kenapa pake lxde? sebenernya karena penasaran saja. Sebelumnya saya sudah coba KDE, Gnome dan Xfce. Jadi sekarang saatnya menjajal lxde. Konon katanya lxde desktop yang paling ringan. Proses instalasi lancar, hanya setelah login, saya coba password rootnya salah. Terpaksa saya cari cara untuk reset password root. Caranya seperti dibawah ini:

  1. Restart komputer
  2. Pada menu grub, pilih os Debian, jangan diklik, tapi tekan e untuk edit
  3. Selanjutnya ada tampilan macam-macam, kita harus edit line berikut:”linux /boot/vmlinux … dst” pada akhir line ini ketik spasi tambahkan init=/bin/bash
  4. tekan ctrl-x. Perintah diatas untuk membuka bash
  5. setelah ada tampilan bash selanjutnya kita ketik # mount -o remount, rw /
  6. selanjutnya tinggal ganti password#passwd
  7. masukkan password baru.

Setelah beres ngereset password baru akhirnya saya bisa update paket Debian. Cuman ternyata ada masalah lain. Karena laptop saya dual-boot dengan windows, tapi ternyata pada saat restart di Grub tidak ada pilihan OS Windows alias menghilang. Jadi yang ada cuma Linux debian saja. Nah supaya pilihan ke OS windows muncul pada saat kita start, kita harus edit Grub. Ada beberapa cara untuk mengedit grub. Cuman cara yang paling mudah menurut saya adalah dengan mengetikkan perintah berikut pada terminal:

#su
#os-prober
/dev/sda1:Windows 7 (loader):Windows:chain
#update-grub2

Selanjutnya tinggal direstart dan pada saat restart muncul deh si Windows. Sebenarnya windows jarang saya pake, karena sudah nyaman dengan Linux. Tapi sayang kalo dihapus karena licensenya ori :) Oya secara umum lxde memang ringan dan kenceng, cuman tampilannya memang sederhana banget. Kayak windows XP. Tapi bisa kita konfigurasi macem2. Penampakannya bisa dilihat pada gambar diatas.

Semoga bermanfaat!

Linux Crunchbang

Saya sedang mencoba distro Linux Crunchbang. Distro ini berbasis Debian. Crunchbang sering disebut-sebut sebagai salah satu distro yang paling cepat. Hal ini karena Desktop Environment yang digunakan adalah openbox windows manager. Openbox dikenal memiliki tampilan minimalis dan cepat. Sehingga diharapkan dapat berjalan dengan baik, walaupun pada komputer jadul dengan spesifikasi hardware yang terbatas.

Untuk mengunduh Crunchbang bisa dari halaman berikut:

http://crunchbang.org/download/

Versi terbaru adalah Crunchbang 11 – Waldorf. Proses instalasi cukup mudah seperti ketika menginstall Linux lainnya. Bedanya adalah pada crunchbang ada post-install script. Ini semacam menu shell nanti akan ditanya apakah kita akan menginstall libreoffice dll.

Tampilan crunchbang ini sederhana, dengan warna gelap. Tampilannya memang terkesan agak suram. Di bagian kanan atas layar kita bisa memantau pemakaian RAM, pemakaian CPU dll. Selain itu ditampilkan juga berbagai macam shortcut.

Secara Default crunchbang sudah menginstall software-software berikut:

GIMP, Image Viewer, Iceweasel, gFTP Client, XChat IRC Client,,
SSH, VLC Media Player, Xfburn,Google Docs, Abiword Word Processor
Gnumeric Spreadsheet Calculator Evince PDF Viewer dll.

Secara keseluruhan memang terlihat distro ini lebih mengutamakan cepat & stabil dibandingkan tampilan yang wah. Distro ini cukup baik bagi pengguna linux yang sudah terbiasa dengan linux. Hanya untuk pengguna baru Linux, mungkin akan terkesan distro ini kurang menarik. Sebagai catatan Distro ini sudah dihentikan pengembangannya.

http://crunchbang.org/

http://desktoplinuxreviews.com/crunchbang-reviews/crunchbang-11-waldorf/

http://www.everydaylinuxuser.com/2013/03/everyday-linux-user-review-of.html

http://crunchbang.org/forums/viewtopic.php?id=39049

 

Debian Xfce

Saya masih ber-eksperimen untuk menghidupkan laptop jadul saya.  Laptop ini sudah saya gunakan sejak tahun 2006.  Secara Hardware sebenarnya masih handal, hanya saja terasa agak lemot. Sebelumnya saya menggunakan OS Windows XP. Setelah Win XP discontinued, saya mulai bereksperimen dengan beberapa OS. Saya sudah mencoba FreeBSD, PC-BSD, Puppy Linux, Kali Linux dan Crunchbang. Semuanya belum memuaskan, alasannya bermacam-macam. Akhirnya sekarang saya mencoba menggunakan Debian Xfce.

Xfce merupakan sebuah Desktop Environment yang ringan dan user friendly. Sebelumnya saya belum pernah menggunakan Xfce, hanya sempat mencoba Gnome dan KDE. Xfce sebenarnya dibangun untuk sistem berbasis Unix (Linux, Solaris, BSD) tapi dapat juga digunakan untuk sistem IRIX, Mac OS X dan Windows. Pengembangan Xfce diinisiasi oleh Olivier Fourdan pada tahun 1996. Xfce merupakan singkatan dari XForms Common Environment. Saat ini ada sekitar 80 distro linux yang menggunakan desktop environment Xfce. Saya memilih Debian selain karena handal juga karena masalah selera saja.

Untuk instalasi cukup mudah, tidak jauh berbeda dengan instalasi Debian lainnya. Kita hanya perlu mengunduh file ISO dari mirror debian. Petunjuk instalasi dapat dilihat pada link berikut :

https://wiki.debian.org/Xfce

Iso Debian dapat diunduh dari berbagai mirror list Debian. contohnya dari link berikut:

http://cdimage.debian.org/debian-cd/current-live/i386/iso-hybrid/

Disana kita tinggal pilih yg xfce. Mirror list lainnya dapat dilihat pada link berikut:

https://www.debian.org/mirror/list

Setelah instal OS dapat melihat cara instalasi software dan konfigurasi pada web berikut

http://www.dailylinuxnews.com/blog/2014/09/things-to-do-after-installing-debian-jessie/

https://wiki.xfce.org/recommendedapps

Yang saya rasakan sampai saat ini cukup nyaman menggunakan Debian Xfce. Laptop jadul saya terasa cukup kencang, dan dapat bersaing dengan laptop-laptop baru :)

Silahkan mencoba!

Beberapa referensi lainnya:

https://linuxpanda.wordpress.com/2014/03/02/guide-how-to-install-debian-8-jessie-xfce-using-netinst-minimal-iso-step-by-step-with-pictures/

https://wiki.xfce.org/

http://en.wikipedia.org/wiki/Xfce