Kedahsyatan Quran

Hari ini khutbah jumatnya tentang Quran surat Al Hasyr ayat 21.

Sekiranya Kami turunkan Al-Qur’an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah.Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia agar mereka berpikir. Q.S Alhasyr :21

Dari ayat itu ustad mengajak jamaah untuk merenungkan ayat ini. Ayat ini menunjukan betapa dahsyatnya Al-Quran.  Bahkan gunung yang begitu keras dan perkasa dapat memahami Al-Qur’an ini dan merenungkan makna yang terkandung di dalamnya, niscaya ia tunduk dan terpecah belah karena takut kepada Allah Swt. Lalu bagaimana dengan kamu, hai manusia, bila hati kamu tidak lunak dan tunduk serta bergetar karena takut kepada Allah Swt. Padahal kamu telah memahami dari Allah akan perkaranya dan telah kamu pahami Kitab-Nya.

Bahkan pada surat lain disebutkan:

Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat diguncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara,(q.s Ar-rad 31)

Tentunya untuk dapat memahami kedahsyatan Quran ini kita harus paham makna dari ayat-ayat quran, sehingga di akhir ayat al-hasyr tadi disebutkan: dan hal tsb diberikan perumpamaan pd manusia agar berpikir. Untuk itu ustad mengajak jamaah untuk:

  1. Mengimani Quran adalah kalamullah. Quran adalah mukjizat dari Allah. Membaca quran adalah ibadah.
  2. Meyakini bahwa eeluruh isi quran benar.
  3. Senantiasa Membaca quran. Jangan lewatkan satu haripun tanpa kita membaca quran
  4. Pahami maknanya. Bila kita tidak paham makna dari quran, maka bertanyalah pada ahlinya. Kita harus hati-hati dalam menafsirkan Quran.
  5. Mengamalkan Quran. Bila kita sudah paham maknanya maka amalkan
  6. Dakwahkan al Quran. Sampaikan Al-quran pada keluarga kita

Demikian yang saya sempat ingat dari khutbah jumat hari ini. Semoga bermanfaat!

Makna Ikhlas

Tadi pagi denger ceramah di radio tentang ikhlas. Seru juga bahasannya. Berikut ini  beberapa hal yang saya ingat tentang kajian tadi. Dalam aktifitas sehari-hari kita sering mendengar kata ikhlas, misalnya klo lagi dapet cobaan kehilangan sesuatu tar temen kita ada yang bilang, dah ikhlasin bro. Sebenarnya apa sih ikhlas itu?

Kalo kita liat di quran juga ada banyak disebut kata ikhlas, konon ada 31 kali. Misalnya dalam Q.S Al Bayyinah ayat 5:

Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)

Menurut Hamka, ikhlas adalah bersih dan tidak adanya campur tangan suatu apapun. Disini maksudnya beribadah harus bersih niatnya. Ada hadis yang menyatakan Innamal a’malu binniyah. Waimnama likullimriin ma nawa. Semua amalan dasarnya adalah niat dan semua perbuatan bergantung pada apa yang kita niatkan. Kalau niatnya semata-mata karena Allah SWT. Maka akan mendapat balasan dari Allah SWT. Kalau tidak karena Allah maka akan sia2 amalannya.

Menurut kajian tadi, kalo kita Ikhlas amalan yang kecil bisa jadi besar balasannya. Dan begitu juga sebaliknya, amalan yang besar, tapi kalau tidak ikhlas bisa jadi kecil di mata Allah.

Ada yang memaknai Ikhlas itu dengan menutupi kebaikannya, atau tidak mengumbar atau pamer amalan dan kebaikannya. Ada ungkapan yang menyebutkan orang yang infaq dengan tangan kanannya, saking ikhlasnya, bahkan tangan kirinya saja gak tau.

Ada yang memaknai ikhlas adalah suatu pekerjaan yg dilakukan tanpa mengharapkan penglihatan dari org. Dalam surat Al Hijr 39 disebutkan Orang yang ikhlas tidak bisa diganggu syetan

Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. kecuali hamba-hamba Engkau yang ikhlas di antara mereka.” (QS. Al Hijr: 39-40).

Salah satu latihan untuk bisa ikhlas adalah dengan berpuasa. Semoga bermanfaat!

referensi

https://muslim.or.id/20011-serial-16-alam-jin-setan-tidak-bisa-menguasai-hamba-allah-yang-sholeh.html

Ikhlas itu Apa Sih? Ini Lima Maknanya dalam al-Qur’an

Khutbah Idul Adha

Hari ini lebaran Idul Adha, cuman karena masih PPKM jadinya LFH alias Lebaran from Home. Jadinya sholat dirumah, dan untuk kedua kalinya musti nyiapin khutbah idul adha dadakan. Setelah brosing2 sana sini, dan kasak kusuk abis subuh, jadilah teks kutbah dadakan. Berikut ini saya share kutbah idul adha saya:

Allahuakbar 9x

Allahuakbar kabira walhamdulillahi katsira, wasubhanallahu bukratan washila, la ilahailallahu wahdah, washodaqo wa’dah, wanashara abdah, waazunjundahu wahzamal  ahzaba wahdah, la ilaha ilallahu wala na’budu illah, iyyahu mukhlisina lahuddina, walaw karihal kafirun, lailaha ilallaha wallahuakbar  Allahu akbar walilla ilham

Innal hamdalillahi nahmaduhu wa nasta’iinuhu wa nastaghfiruhu wa na’uudzubillaahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyiaati a’maalinaa mayyahdihillaahu falaa mudhillalahu wa mayyudhlilfalaa haadiyalahu

Allahumma shali ala Muhammad waala ali muhammad

Ittaqullah haqqatu qatihi wala tamutunna illa wa antum muslimun

Inna ibrāhīma kāna ummatang qānital lillāhi ḥanīfā, wa lam yaku minal-musyrikīn

Alhamdulillah walaupun ditengah pandemi, hari ini kita masih bisa berkumpul melaksanakan sholat Iedul Adha. Pandemi ini adalah cobaan bagi kita. Orang mukmin pasti akan mendapat cobaan, sebagaimana diriwayatkan pada ayat Quran berikut ini:

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah- buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, ( yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 155-157) 

Mengenai ibadah kurban, kita harus mempelajari kisah hidup Nabi Ibrahim , beliau adalah seorang imam yang patuh kepada Allah (Q.S AnNahl-120). Dari berbagai kisah orang shaleh di Quran, seringkali mereka diuji dengan sesuatu yang paling tinggi pada hatinya. Nabi Ibrahim adalah nabi yang sangat mencintai keluarganya. Beliau diuji kesabarannya karena lama tidak mendapat keturunan. Ketika usianya sudah tua, barulah beliau dianugerahkan seorang putra yaitu Ismail a.s.

Namun ketika Ismail sampai pada usia yang mampu membantu pekerjaan orang tuanya, datanglah perintah kurban. Perintahnya datang melalui mimpi, bahwa Ibrahim menyembelih Ismail.

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: ‘Hai anakku sesung- guhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!’ Ia menjawab: ‘Hai bapak- ku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (QS. Ash­Shaffat: 102) 

Ibrahim kemudian memanggil Ismail dan mengajak berdiskusi. Ya bunayaa, perhatikan anaku tersayang, sesungguhnya aku melihat dalam mimpiku, coba kemukakan apa yang menjadi pendapatmu. Dialog ini diabadikan dalan surah Asshoffat 99-108. Nabi Ibrahim yakin dengan perintah Allah, melalui mimpinya, tapi dia tidak laksanakan dengan tergesa-gesa, memaksa dan menurutkan hawa nafsunya. Tapi dengan cinta.

Kembali ke kisah Ismail, anak muda itu menjawab pertanyaan bapaknya dengan sangat indah. Dia menjawab, Ya ayahku laksanakanlah perintah itu, sesungguhnya engkau akan mendapatiku sebagai hamba yang sabar. Ibrahim pun membawa Ismail ke mina, ditengah jalan dia diganggu oleh setan. Setan berusaha merayu Ibrahim untuk berpaling dari perintah Allah. Namun Ibrahim tetap teguh, dan melempar setan dengan batu. Inilah yang diabadikan menjadi lempar jumrah pada saat haji. Sesampainya di mina, dibaringkan Ismail disana, Ismail berkata, tutuplah leherku ini dengan kain, agar tidak ada noda darah yang mengenai bajumu ayah. Nanti ibu akan sedih melihat noda darah itu. 

Ketika Ibrahim akan melaksanakan perintah menyembelih Ismail, Allah ganti Ismail dengan seekor domba. Ada kisah yang menyebutkan bahwa domba yang disembelih Ibrahim adalah dombanya habil. Habil adalah putra Adam yang diminta untuk berkurban. Dia memilih domba yang paling gemuk. Sementara saudaranya Qabil memilih domba yang paling kurus. Kurban Habil diterima oleh Allah, dan dombanya diangkat.

Ketabahan dan kesabaran Ibrahim dan Ismail ‘alaihimas salam dalam menghadapi cobaan dan musibah patut kita contoh dan kita teladani. Ketabahan dan kesabaran mereka tercermin dari kesediaan dan keikhlasannya untuk mengorbankan apa saja dalam melaksanakan pengabdian bila pengorbanan itu dibutuhkan. 

Dalam situasi musibah pandemi yang terjadi saat ini kita dituntut untuk lebih sabar dan tabah, sambil terus berusaha untuk mengatasi segala kesulitan yang kita hadapi. Sikap ketidaksabaran atau kekurang sabaran dalam menghadapi berbagai kesulitan dapat menambah kesulitan baru. 

Bagi kita umat Islam, peristiwa pengorbanan yang dilakukan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail itu hendaknya dijadikan contoh dalam rangka meningkatkan kepasrahan dan ketundukan kita kepada kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala

Semoga Allah menguatkan iman dan Islam kita, menguatkan ketabahan dan kesabaran kita, menghindarkan kita dari terjadinya musibah dan bencana yang lebih besar, serta memberikan kekuatan dan kemudahan kepada kita untuk mengatasi segala kesulitan yang kita hadapi. Amin ya Rabbal alamin

Barakallahuli walakum fil quranil azim, wanafa’ani waiyyakum bima fiihi minal ayati wazzikril hakim wataqaballahu minna wa minkum tila watahu innahu huwassamiul alim. Aqulu qawli haza wastagfirullahu azim li walakum walisa iril muslimina walmuslimat walmukminina walmukminat, wastagfiruhu innahu huwal ghafururrahum

……. duduk

Khutbah kedua


Allahuakbar 7x Allahuakbar kabira walhamdulillahi katsira, wasubhanallahu bukratan washila, la ilahailallahu akbar

Alhamdullilahi nahmaduhu wa nastaii’nuhu wa nastaghfiruhu wa nauu’dzubillahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyi`aati a’maalinaa man yahdillahu falaa mudhillalahu, wa man yudhlil falaa haadiyalahuu.

Asyhadu an laaillaaha illallahu wahdahu laa syariika lahuu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu

Allahummasholli ala sayyidina wahabibana Muhammadan nabiyya wa ala ali wa ashabihi ila yaumil qiyamah

Faya Ibadallahu ittaqullahu haqqatuqatihi wala tamutunna illa waantum muslimun

Inna ataina kal kautsar  fa ṣalli lirabbika wan-ḥar, inna syāni`aka huwal-abtar

Allahummaghfir lil-mukminiina wal mukminaati, wal muslimiina wal muslimaati, al-ahyaa`i minhum wal amwaati, innaka samii’un qariibun mujiibud-da’awaat. ya qadiyal hajat

rabbanaghfirlana waliikhwanina alladzina sabaquna bil imaan wala taj’al fi kulubina ghillallilladzina aamanu

rabbana innaka raufurrahiim. Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa in lam taghfir lanaa lanakuunanna minal-khaasiriina. Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanatan, wa fill aakhirati hasanatan, waqinaa ‘adzaaban-naar.

‘Ibaadallaah, innallaaha ya`muru bil ‘adIi wal ihsaani, wa iitaa`i dzil-qurbaa wa yanhaa ‘anil-fahsyaa`i wal-munkari wal-baghyi, yai’zhukum la’allakum tadzakkaruun. Wadzkurullaahal ‘adziima yadzkurkum, wasykuruuhu ‘alaa ni’amihi yazidkum, wa ladzikrullaahi akbar.

wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selamat hari raya! Semoga Bermanfaat!

Kajian Iedul adha Salim Fillah-2

Pada tulisan sebelumnya telah dibahas tentang kisah Ibrahim yang mendapat perintah untuk meninggalkan Hajar dan Ismail di kota Baqah. Dari kisah itu kita dapat mengambil hikmah bahwa melaksanakan perintah Allah pasti baik, menghindari larangan Allah juga pasti akan baik bagi kita.

Namun setelah ditinggal Ibrahim ke Kanaan, datang lagi ujian untuk Sarah. Sesungguhnya bagi kita sebagai orang muslim, ujian itu tidak pernah berhenti. Dunia adalah tempat kita menanam, panennya nanti kelak di akhirat.

Senang atau susah, semuanya adalah ujian. Bila kita mendapatkan kebaikan dari Allah, sebenarnya itu adalah ujian. Bila kita mendapat musibah, itu jelas adalah ujian. Bila kita mendapat nikmat, maka kita wajib bersyukur. Sementara bila kita mendapat musibah, kita harus bersabar. Ujian itu datang agar kita bisa naik kelas. Di dalam Quran dinyatakan, memangnya manusia mengira mereka akan dibiarkan berkata aku telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi? Al-ankabut:2

Sesungguhnya kami telah menguji orang-orang sebelum mereka maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan orang-orang yang dusta (Al Ankabut:3)

Setelah Ibrahim pergi ke Kanaan, lama kelamaan bekal air yang dimiliki Hajar habis. Ismail pun menangis karena haus, air susu ibunya pun kering. Sementara disana tidak ada mata air, tidak ada orang, tidak ada hewan dan tidak ada tanaman. Hajar berusaha naik ke bukit Shafa. Kemudian dari atas bukit dia berusaha mencari apakah ada mata air, orang, hewan, maupun tanaman. Sementara Ismail yang masih bayi terus menangis karena kehausan. Karena tidak menemukan apa-apa, kemudian dia turun dari bukit shafa dan berlari menuju bukit marwa. Diatas bukit marwa dia berusaha mencari apakah ada mata air, orang, hewan maupun tanaman. Namun tidak juga menemukan apa-apa, kemudian dia turun dan berlari menuju bukit shafa.

Hajar tidak menyerah dan terus berlari dari shafa dan marwa sampai 7 kali. Ditengah panas terik, tanah berbatu tajam, pasir yang licin, Hajar terus berusaha dan berdoa mencari air. Hingga kemudian Allah memerintahkan Jibil untuk datang dan menghantamkan sayapnya ke bawah kaki Ismail. Kemudian keluarlah air dari bawah kaki Ismail. Hajar turun dari marwa, dan mengumpulkan air tersebut yang sekarang kita kenal sebagai zamzam.

Demikianlah, keyakinan Hajar ditebus oleh Allah. Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka (Q.S At-thalaq 2-3)

Setelah ada air, mulailah datang kabilah jurhum dari Yaman untuk bermukim disana. Inilah yang menjadi cikal bakal kota mekah.

Kemudian Ibrahim diuji lagi, ketika Ismail sampai pada usia yang mampu membantu pekerjaan orang tuanya, datanglah perintah kurban. Perintahnya datang melalui mimpi, bahwa Ibrahim menyembelih Ismail.

Ibrahim kemudian memanggil Ismail dan mengajak berdiskusi. Ya bunayaa, perhatikan anaku tersayang, sesungguhnya aku melihat dalam mimpiku, coba kemukakan apa yang menjadi pendapatmu. Dialog ini diabadikan dalan surah Asshoffat 99-108. Nabi Ibrahim yakin dengan perintah Allah, melalui mimpinya, tapi dia tidak laksanakan dengan tergesa-gesa, memaksa dan menurutkan hawa nafsunya. Tapi dengan cinta.

Buya M.Natsir suatu ketika pernah ditanya tentang piagam jakarta. Bukankah melaksanakan perintah syariat Islam dalam kehidupan bernegara adalah sebuah kewajiban? Betul jawabnya. Lalu mengapa buya mengorbankan itu. Buya Natsir kemudian bertanya apakah nabi Ibrahim meyakini perintah menyembelih merupakan perintah Allah? Lantas kenapa Ibrahim mengajak Ismail berdiskusi? Demikian buya natsir menjawab, bahwa dia harus meyakinkan juga tokoh dari agama lain mengenai pencantuman kalimat syariat islam.

Kembali ke kisah Ismail, anak muda itu menjawab pertanyaan bapaknya dengan sangat indah. Dia menjawab, Ya ayahku laksanakanlah perintah itu, sesungguhnya engkau akan mendapatiku sebagai hamba yang sabar. Ibrahim pun membawa Ismail ke mina, ditengah jalan dia diganggu oleh setan. Setan berusaha merayu Ibrahim untuk berpaling dari perintah Allah. Namun Ibrahim tetap teguh, dan melempar setan dengan batu. Inilah yang diabadikan menjadi lempar jumrah pada saat haji. Sesampainya di mina, dibaringkan Ismail disana, Ismail berkata, tutuplah leherku ini dengan kain, agar tidak ada noda darah yang mengenai bajumu ayah. Nanti ibu akan sedih melihat noda darah itu.

Ketika Ibrahim akan melaksanakan perintah menyembelih Ismail, Allah ganti Ismail dengan seekor domba. Ada kisah yang menyebutkan bahwa domba yang disembelih Ibrahim adalah dombanya habil. Habil adalah putra Adam yang diminta untuk berkurban. Dia memilih domba yang paling gemuk. Sementara saudaranya Qabil memilih domba yang paling kurus. Kurban Habil diterima oleh Allah, dan dombanya diangkat.

Dari kisah ini dapat kita pelajari bahwa setelah ujian pasti ada hikmahnya. Tugas kita sebatas berusaha. Mari kita belajar ikhlas. Mari kita ambil teladan dari kisah Ibrahim dan Ismail. Semoga bermanfaat!

Kajian Iedul Adha Salim Fillah

Kemaren kampus ngadain kajian iedul adha, ngundang ustadz Salim Fillah sebagai pembicaranya. Berikut ini beberapa catatan saya dari kajian beliau.

10 hari di awal bulan dzulhijah adalah puncak dari bulan haram. Ada 4 bulan haram dalam kalender hijriah yaitu Zulqaidah, Zulhijjah, Muharram dan rajab. Tidak ada amalan yang lebih dicintai Allah daripada amalan pada 10 hari ini. Menurut ustadz Salim, amalan itu ada beberapa tingkatan, diterima, diridhai, dan yang tertinggi dicintai.

Amalan pada 10 hari dzulhijjah ini lebih dicintai Allah bahkan daripada jihad, kecuali orang yang keluar rumah untuk berjihad dengan membawa dirinya dan seluruh hartanya, kemudian tidak ada yang kembali. Pada 10 hari ini kita dianjurkan memperbanyak takbir, tahlil, tasbih,sholawat, puasa dengan puncaknya adalah shaum arafah tanggal 9 dan berkurban 10 zulhijah.

Keutamaan puasa arafah, bisa menghapus 1 tahun yang lalu dan setahun yang akan datang (HR. Muslim no. 1162). Pada saat puasa arafah ini dianjurkan untuk bertaubat nasuha, banyak istighfar, bertakbir dan bertahmid.

Pada tanggal 10 kita dianjurkan berpuasa dulu, dan baru makan setelah sholat iedul adha. Berbeda dengan Iedul fitri yang disunahkan kita untuk makan dulu sebelum sholat ied.

Mengenai makna ibadah kurban, kita harus mempelajari kisah hidup Nabi Ibrahim , beliau adalah seorang imam yang patuh kepada Allah(Q.S AnNahl-120). Dari berbagai kisah orang shaleh di Quran, seringkali mereka diuji dengan sesuatu yang paling tinggi pada hatinya.

Contohnya Rasulullah yang mendapat julukan al-amin, dikenal karena kejujurannya, dan selalu dipercaya sejak usia muda. Setelah mendapat wahyu kenabian, beliau diuji dengan banyak orang kafir yang awalnya percaya dengan beliau, seketika setelah beliau berdakwah, menjadi tidak percaya kepada beliau.

Contoh lain adalah maryam, beliau mengabdikan dirinya kepada Allah SWT di Aqsa, sennatiasa beribadah dan menjaga kesucian dirinya. Namun beliau diuji dengan diberikan kehamilan, padahal tidak ada seorang laki-laki yang pernah menyentuhnya. Ujian paling berat akan diberikan pada apa yang paling dijunjung tinggi oleh hatinya.

Nabi Ibrahim adalah orang yang penuh cinta pd keluarganya. Bahkan ketika ayahnya menentang keimanannya, Ibrahim dengan penuh kelembutan berkata aku pasti akan memintakan ampunan pada tuhanku. Begitu juga ketika Ibrahim hijrak ke mesir bersama istrinya, dari Kanaan. Beliau di Mesir menghadapi cobaan ketika raja menginginkan istrinya. Namun Allah SWT melindungi Ibrahim dan Sarah. Bahkan sang raja memberi hadiah Hajr kepada Ibrahim. Menurut kisah Hajr adalah seorang budak. Sebelumnya Hajr adalah seorang putri raja yg kalah perang, dari raja kerajaan mesir hulu nil yaitu sekitar sudan. Dikalahkan oleh raja dari hilir sungai nil di daerah memphis.

Ketika Ibrahim sudah tua, namun Sarah tidak dapat memberikan keturunan, Sarah meminta ibrahim untuk menikah dengan Hajr. Ibrahim pun menikah dengan Hajar. Kemudian lahirlah anak dari Hajar yang diberi nama Ismail. Namun tidak lama kemudian, datang perintah dari Allah anaknya yg ditunggu2 disuruh ditinggalkan di lembah baqa. Sebuah lembah gersang, kosong, tidak ada orang dan tidak ada tanaman.

Ibrahim tidak mempertanyakan perintah ini. Karena keimanannya dibawanya hajar dan ismail yang masih bayi hijrah dari Kanaan ke Baqa (Mekah sekarang). Kemudian ditinggalkannya Hajar dan Ismail disana. Hajar mengejar Ibrahim dan bertanya, Kemana engkau pergi? mengapa engkau tinggalkan kami disini?  namun Ibrahim hanya bisa terdiam dan menundukan kepalanya dan terus berjalan meninggalkan mereka sambil berdoa kepada Allah, yang diabadaikan pada surat Ibrahim 37

RABBANA INNI ASKANTU MIN DZURRIYYATI BI WADIN GHAIRI DZI ZAR’IN INDA BAITIKAL MUHARRAM RABBANA LIYUQIMUSH SHALAH FAJ’AL AF-IDATAM MINANNASI TAHWI ILAIHIM WARZUQHUM MINATS TSAMARATI LA’ALLAHUM YASYKURUN.Wahai Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian anak keturunanku di sebuah lembah tandus yg tak ada tanamannya di dekat rumahMu yg mulia (Baitullah), ya Tuhan kami, yg demikian itu agar mereka melaksanakan shalat, maka jadikanlah hati2 manusia cenderung (mencintai) mereka dan berilah mereka rizki dari buah2an, semoga mereka bisa bersyukur. (Ibrahim, 37)

Setelah tiga kali hajar bertanya, Hajar kemudian bertanya kepada Ibrahim, apakah ini perintah Allah?

Ibrahim menjawab betul, kemudian Sarah berkata kalau ini perintah Allah, maka sekali2 Allah tidak akan pernah menyia-nyiakan kami. Inilah iman yang sesungguhnya, mari kita renungkan perkataan Sarah ini. Segala perintah Allah pasti maslahat, tidak akan mudharat, Perkataan ini menenteramkan Nabi Ibrahim. Ini adalah contoh teladan dari keluarga Ibrahim keluarga pilihan yang memiliki ketaatan yang luar biasa.

Sampai disini dulu, insyaallah besok saya akan lanjutkan lagi catatan kajian iedul adha ustad salim. Semoga bermanfaat!

Mulut yang terkunci

Saya baru baca buku Mulut yang terkunci karya Siti Nurlaela. Buku ini bercerita tentang kisah para sahabat Rasul. Ada 50 kisah haru para sahabat nabi. Buku ini bukan biografi para sahabat, tapi sekumpulan kisah pendek yang penuh makna. Bagus banget untuk dibaca dan direnungkan hikmahnya. Berikut ini beberapa judul kisah2nya yang saya ingat:

  • kesetiaan khadijah
  • nazar ali
  • zaid bin haritsah memilih rasul
  • abdullah bin ummi maktuk
  • umar ibu masak batu
  • utsman berdagang dgn allah
  • abbas penyedia air minum haramain
  • gugurnya hamzah
  • jafar raja najasyi
  • keikhlasan khalid
  • tulang utk amr bin ash
  • abu sufyan tobat
  • muawiyah pendiri bani umayyah
  • ikrimah syuhada penuh luka
  • abdullah bin umar
  • abdurrahman bin auf saudagar kaya
  • abu bakar lomba sedekah
  • abu dzar al ghifari  perampok tobat
  • abu hurairah segelas susu
  • abu ubaidah gubernur zuhud
  • alqomah mulut terkunci
  • bilal tegar
  • hakim bin hazm terlahir dalam kabah
  • muadz bin jabal hadits tak terlupakan
  • musab bin umair pemudia pencinta rasul
  • said bin zayd
  • thalhah sahid yg hidup
  • usamah bin zaid panglima perang termuda
  • uwais al qarny anak berbakti
  • wahsyi menebus kesalahan
  • zubair bin awwam bela rasul
  • husain karbala
  • umar bin abd aziz, khalifah ingat mati
  • saladin ksatria
  • aisyah cemburu
  • fatimah ratu perempuan surga
  • rabiah adawiyah, tenggelam cinta ilahi
  • jafar sadiq bintang cemerlang di langit madinah
  • abu hanifah dan ilmuwan romawi
  • abd qadir jailani bertemu iblis
  • muhammad bin musa al khawarizmi angka nol
  • al mutanabbi penjual semangka
  • alfarabi musik
  • Imam bukhari
  • Imam muslim
  • harun al rasyid permata
  • saad bin waqash ibu
  • ibn batutah
  • thabari zuhud
  • firadusi hikayat raja

Semoga Bermanfaat!

Pandemi, wabah, dan lockdown pada jaman Rasulullah

Pandemi Covid-19 sudah masuk bulan ke 7 di Indonesia, namun belum ada tanda-tanda akan segera berakhir. Setelah saya baca-baca ternyata pandemi sudah beberapa kali terjadi di dunia, bahkan sepertinya akan berulang. Pada jaman Rasulullah SAW juga pernah terjadi wabah penyakit menular. Konon saat itu pernah terjada wabah kusta.

Dalam Hadis riwat Bukhari dinyatakan, “jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah maka janganlah kalian memasukinya. Namun jika terjadi wabah di tempat kamu berada maka jangan tinggalkan tempat itu“. Kalau kita pahami sebenarnya hadis ini mirip dengan istilah lockdown kalau di jaman sekarang.

Pada jaman Nabi Isa AS juga pernah terjadi wabah penyakit kusta. Pada saat itu para penderita Kusta ditempatkan (diasingkan) pada suatu kampung di luar kota.

Pada jaman khalifah Umar bin Khattab RA juga pernah terjadi wabah dekat daerah Yerusalem. Konon wabah itu menyebar hingga Syam dan Irak. Umar waktu itu sedang dalam perjalanan. Mendengar berita tentang wabah itu, Umar memutuskan untuk menghentikan dulu perjalanan mereka. Saat itu ada sahabat yang bertanya, apakah dengan menghentikan perjalanan ini kita lari dari takdir Allah? Umar menjawab bahwa dirinya lari dari takdir Allah yang satu (buruk) ke takdir Allah yang lain (baik).

Sahabat Amr bin Ash RA saat itu yang adalah gubernur Syam memerintahkan,” wahai sekalian manusia, penyakit ini menyebar layaknya kobaran api dan manusia yang berkumpul ini bahan bakarnya. Kayunya semakin berkumpul (manusia) maka semakin keras, dan cara mematikan api ini harus dipisah. Maka hendaklah kalian berlindung dari penyakit ini. Maka berpencarlah ke gunung-gunung”.

Kemudian ada kisah lainnya dari Ibnu Sina. Suata saat Ibnu Sina pergi menemui ulama al Biruni. Namun saat itu sedang terjadi pandemi black death. Beliau saat itu tidak mau bersalaman, dan minta disediakan larut cuka untuk mencuci tangan. Beliau juga meminta sahabatnya untuk tidak perlu takut dan panik menghadapi wabah ini, tapi hadapilah dengan tenang. Beliau juga menyarankan agar menjauhi kerumunan, uang dicuci dengan cuka, masjid dan pasar ditutup sementara, orang-orang disarankan untuk sholat di rumahnya masing-masing

Rasulullah juga mendorong umat muslim untuk selalu menjaga kebersihan. Misalnya ada hadis yang menyatakan kebersihan adalah bagian dari iman. Hadis lainnya adalah menganjurkan untuk mencuci kedua tangan ketika bangun tidur serta sebelum dan sesudah makan. Selain itu juga menjaga kebersihan dengan berwudhu.

Mari kita pelajari lagi ajaran Rasulullah, dan tingkatkan lagi kedisiplinan untuk mengikuti protokol kesehatan.

Semoga Bermanfaat!

Tahun Baru Islam

Hari ini alhamdulillah libur tahun baru Islam. Karena masih di rumah aja, saya jadi kepo gimana sih sebenernya sejarah penetapan tahun baru Islam. Setelah browsing2 dan dengerin youtube beberapa ustadz, ternyata ada banyak cerita menarik tentang tahun baru islam ini.

Tahun baru Islam ditetapkan oleh khalifah Umar bin khattab. Jadi pada zaman Rasulullah hidup, orang arab sudah menggunakan penanggalan berdasarkan peredaran bulan. Sudah ada juga nama2 bulannya, seperti Muharram, safar dst. Konon nama2 bulan ini ditetapkan oleh kakeknya Rasul, berdasarkan kondisi alam maupun kejadian luar biasa yang terjadi pada saat itu. Namun saat itu belum ada penomoran tahun.

Jadi pada zaman rasul, belum ada tahun ke 1,2,3 dst. Orang arab menamakan tahun berdasarkan kejadian luar biasa yang terjadi pada saat itu. Misalnya tahun kelahiran nabi dinamakan tahun gajah. Karena pada saat itu datang pasukan gajah yang berusaha untuk menghancurkan kabah.

Ada juga tahun yang dinamakan tahun duka cita, karena pada tahun itu istri pertama Rasul Khadijah dan paman rasul Abu Thalib meninggal. Kalo ikut adat orang arab saat itu, mungkin tahun ini dinamakannya tahun covid.

Jadi sampai Rasul wafat, orang arab sudah mengenal penanggalan mengikuti peredaran bulan, dengan nama2 bulan yang sama seperti saat ini, cuman belum ada penomoran tahunnya.

Karena belum ada penomoran tahun ini, sempat terjadi permasalahan pada masa khalifah Umar. Pada jaman itu Islam sudah menyebar sampai ke Mesir, Syam dll. Karena saat itu belum ada internet, Khalifah Umar mengirimkan perintah ke gubernurnya menggunakan surat. Suratnya dikirimkan menggunakan kurir. Kurir ini mengantarkan surat juga memerlukan waktu perjalanan yang cukup lama. Konon dari Madinah ke Mesir butuh waktu 1 bulan perjalanan.

Nah menurut cerita beberapa ustadz, pada suatu saat khalifah Umar mengirimkan surat ke gubernurnya dengan memberikan suatu perintah dengan keterangan perintah ini mulai berlaku pada bulan Sya’ban. Gubernur yg menerima surat ini bingung, mulai bulan Sya’ban yang mana? Sya’ban tahun ini atau bulan sya’ban tahun depan? Bulan sya’ban tahun ini sudah lewat, karena kurir yang mengantar surat ini butuh waktu perjalanan dari Madinah ke mesir. Sementara bulan sya’ban tahun depan masih lama. Wajar gubernur tersebut bingung, karena di surat tidak disebutkan nomer tahunnya. Karena saat itu orang arab tidak punya sistem penomeran tahun.

Nah menghadapi masalah ini, khalifah umar rapat tuh dengan para petingginya, klo istilah sekarang mungkin ratas (rapat terbatas) negara. Di ratas itu dibahas lah permasalahan ini. Saat itu dibahas beberapa sistem penanggalan yang sudah ada, misalnya orang romawi sudah punya kalender masehi, orang persia juga sudah punya sistem penanggalan mereka sendiri.

Waktu itu diusulkan kenapa kita gak bikin penanggalan Islam sendiri. Khalifah setuju, menggunakan penanggalan bulan yang sudah digunakan oleh orang arab. Kemudian dibahas tentang penomoran tahun. Mulai kapan perhitungan tahun baru nya dimulai. Menurut cerita ada beberapa usulan, diantaranya dimulai dari tahun kelahiran nabi, tahun pertama kali rasul mendapatkan wahyu, tahun kematian nabi dan tahun hijrahnya nabi.

Setelah bermusyawarah, diambil keputusan tahun pertama islam dimulai dari tahun hijrahnya nabi. Beliau tidak memilih tahun kelahiran dan tahun diangkatnya Nabi menjadi Rasul. Karena konon mereka masih berbeda pendapat tentang kapan persisnya Nabi lahir dan kapan wahyu pertama turun.

Sedangkan tahun wafatnya Nabi, Sayidina Umar menolak menjadikannya sebagai permulaan tahun, karena sahabat jadi baper kalo mengingat  wafatnya rasul. Akhirnya beliau memilih tahun hijrahnya Nabi. Selain karena jelas waktu tersebut, hijrah juga dianggap menjadi awal kejayaan umat Islam setelah sebelumnya dakwah Islam di Mekah terus-terusan diganggu kaum Quraisy. Karena itulah kalender ini dinamakan kalender Hijriyah. Sebab yang menjadi acuan awalnya ialah hijrahnya Nabi Muhammad SAW.

Nah penetapan tahun baru ini terjadi 17 tahun setelah Rasul hijrah. Namun waktu hijrahnya rasul dari mekah ke madinah itu ternyata bukan tanggal  1 muharram. Konon rasul hijrah itu pada bulan rabiul awal.

Terus kenapa tahun barunya gak dimulai dari bulan rabiul awal? Khalifah umar menetapkan 1 muharam sebagai bulan pertama karena walaupun hijrahnya rasul terjadi di bulan Rabiul Awal, tapi permulaan hijrah para sahabat terjadi sejak bulan Muharram. Maksudnya beberapa sahabat telah mulai hijrah ke madinah dari bulan muharam.

Jadi wacana hijrah itu muncul setelah beberapa sahabat membaiat Nabi. Baiat itu terjadi di akhir bulan Dzulhijjah. Semangat baiat itulah yang mengantarkan kaum Muslim untuk berhijrah. Selain itu juga Muharram itu untuk orang arab relatif mudah mengingat dan membedakanya. Karena bulan pertama setelah Dzulhijah. Pada bulan dzulhijjah dilaksanakannya haji dan Iedul Adha, yang merupakan hari raya besar di arab. Lebih besar dibandingkan iedul fitri.

Oiya orang arab menggunakan peredaran bulan untuk penanggalan, karena mudah terlihat perbedaannya dibandingkan matahari, contohnya siklus bulan purnama. Namun bukan berarti kita mengabaikan siklus peredaran matahari. Karena ibadah sholat juga waktunya ditetapkan dari siklus peredaran matahari, begitu juga shaum.

Begitu ceritanya penetapan tahun baru Hijriyah. Tapi memang ada beberapa versi yang berbeda tentang cerita penetapan tahun baru islam ini, mana yang benar Wallahu a’lam. Selamat tahun baru 1442 H.

Semoga bermanfaat!

 

 

Halal Bihalal kampus

Hari Jumat lalu, kampus kami mengadakan halal bihalal. Untuk pertama kalinya diadakan secara online. Pada acara ini sebagai pembicara adalah Ustad Khalid Basalamah. Ada banyak hal menarik yang beliau sampaikan pada acara ini, diantaranya:

Ramadhan adalah lembaga training terbesar yang disiapkan Allah SWT untuk kita. Ada 4 ibadah yang diajarkan selama Ramadhan.

1. Puasa 

Berpuasa 1 bulan itu, beliau analogikan tubuh kita seperti mobil yang baru di service.  Biasanya setelah di service, mobil itu jadi lebih mantap tarikannya dan lebih nyaman rasanya. Begitu juga tubuh kita setelah ramadhan, terasa lebih sehat, jadi jangan dirusak lagi dengan makan makanan yang berlebihan.

2. Taraweh

Selama bulan ramadhan kita terbiasa untuk taraweh. Kebiasaan ini harus kita lanjutkan dengan melaksanakan qiyamul lail atau tahajud. Tahajud sebaiknya dilaksanakan pada 1/3 malam.

3. Sedekah

Selama Ramadhan kita dianjurkan untuk memperbanyak sedekah. Contohnya dengan memberikan makanan. “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR.Tirmdzi)

Memberi makan orang berbuka ini sangat dianjurkan, walaupun kita hanya memiliki satu butir kurma. Allah akan memberikan pahala walaupun hanya susu campur air, atau sebutir kurma, atau seteguk air

4.  Membaca Alquran

Selama Ramadhan para sahabat berlomba-lomba mengkhatamkan AlQuran. Ulama besar Imam Syafii bahkan selama Ramadhan khatam AlQuran 2x sehari. Selain itu kita diminta juga untuk memahami maknanya. 

Selain itu juga biasakan juga dzikir, contohnya dzikir pagi petang. Perbanyak berdoa, serta jangan lupa bayar Zakat.

Tujuan dari semua ibadah ramadhan adalah menjadi manusia bertaqwa. Ketaqwaan akan tercermin akhlaqnya. Khalifah Umar ketika akan mengangkat gubernur, beliau melihat dulu faktor ketaqwaan dari orang yang dia pilih. Ketaqwaan ini yang banyak membuat perubahan pada para sahabat rasul. Contohnya sahabat Bilal, sebelum masuk islam beliau adalah budak. Namun setelah masuk islam, beliau diangkat menjadi orang yang mulia. 

Selain perubahan akhlaq, salah satu hal yang dilakukan rasul adalah melakukan perubahan pada sisi muamalah.

Dalam menghadapi perbedaan, kita harus bersikap bijak. Bila ada orang yang benar, maka harus kita dukung. Tapi bila ada orang yang salah, jangan kita cela. Jadikan sebagai kesempatan untuk kita berpahala. Ada kisah dari perang Khaibar, dimana Ali ra diminta rasulullah untuk menaklukan benteng yahudi. Dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu’anhu, suatu ketika dalam peperangan Khaibar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh, aku akan memberikan bendera ini kepada seorang pria yang melalui kedua tangannya Allah akan memberikan kemenangan, dia mencintai Allah dan rasul-Nya, dan Allah dan rasul-Nya pun mencintainya.” Sahl berkata: Maka di malam harinya orang-orang pun membicarakan siapakah kira-kira di antara mereka yang akan diberikan bendera itu. Sahl berkata: Ketika pagi harinya, orang-orang hadir dalam majelis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Masing-masing dari mereka sangat mengharapkan untuk menjadi orang yang diberikan bendera itu. Kemudian, Nabi bersabda, “Dimanakah Ali bin Abi Thalib?”. Mereka menjawab, “Wahai Rasulullah, dia sedang menderita sakit di kedua matanya.” Sahl berkata: Mereka pun diperintahkan untuk menjemputnya. Kemudian, dia pun didatangkan lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meludahi kedua matanya dan mendoakan kesembuhan baginya maka sembuhlah ia. Sampai-sampai seolah-olah tidak menderita sakit sama sekali sebelumnya. Maka beliau pun memberikan bendera itu kepadanya. Ali berkata, “Wahai Rasulullah, apakah saya harus memerangi mereka hingga mereka menjadi seperti kita?”. Beliau menjawab, “Berjalanlah dengan tenang, sampai kamu tiba di sekitar wilayah mereka. Lalu serulah mereka untuk masuk Islam dan kabarkan kepada mereka hak Allah yang wajib mereka tunaikan. Demi Allah, apabila Allah menunjuki seorang saja melalui dakwahmu itu lebih baik bagimu daripada kamu memiliki onta-onta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim [8/31])

Ustad berpesan, dakwahi orang yang belum paham. Jangan mereka dicela atas ketidakpahamannya. Sementara untuk orang yang sudah paham cukup diingatkan. Ustad menyampaikan juga, kalau ada mahasiswa yang bodoh, jangan dimarahi. Imam Syafii pernah mempunyai seorang murid yang lambat. Setelah Imam Syafii mengajar, beliau mendatangi murid tersebut. Beliau bertanya apakah kamu sudah paham? Muridnya menjawab, belum imam. Imam Syafii berkata, baik kalau begitu saya akan jelaskan kembali kepadamu. Setelah itu beliau bertanya lagi, apakah kamu sudah paham? Belum Imam, Imam Syafii kemudian menjelaskan lagi. Murid tersebut kemudian menyampaikan, ya imam, memang saya ini lamban. Imam menyampaikan, saya akan berusaha menjelaskan, sampai engkau paham. Inilah contoh cara Imam Syafii dalam mendidik.

Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta , maka Allah tidak butuh dengan lapar dan hausnya,” (HR. Bukhari)

Puasa akan menjadi perisai yang menghalangi dari siksa api nerakaneraka sejauh tujuh puluh musim” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Jangan juga berbicara yang menimbulkan syahwat. Jangan lakukan kejahatan (la yasfuq) baik kejahatan kecil sampai kejahatan besar. Jangan belaku bodoh (jahil, la yajhal) Kalau ada yang mengajak bertengkar, katakan saya sedang berpuasa.

Ramadhan juga mengajarkan kita untuk berbagi. Yang wajib adalah zakat. Kemudian ada shadaqah. Menurut ustadz, shadaqoh adalah pangkal kaya. Jadi bukan menabung yang pangkal kaya. Jangan kita bakhil. ‘Wahai anak Adam!’ berinfaklah, niscaya Aku berinfak (memberik rizki) kepadamu” (HR.Muslim)

Mari kita mencontoh beberapa kisah sahabat, yang dermawan. Diantaranya Saad bin Ubadah. Beliau terbiasa membagi-bagikan makanan terhadap kaum muslim. Dia mengajarkan ke anaknya, ” ini gudang ayahmu, ayah mau kamu setiap hari sedeqah. Beri makan kepada orang miskin,

Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah karenanya menyatakan, “Puasa, salat dan sedekah mengantarkan orang yang mengamalkannya pada Allah. Sebagian salaf sampai berkata, ‘Salat mengantarkan seseorang pada separuh jalan. Puasa mengantarkannya pada pintu raja. Sedekah nantinya akan mengambilnya dan mengantarnya pada raja.’“ (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 298).

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia…” (QS. Al-Baqarah : 264)

Kemudian ustadz bercerita tentang kisah sedaqoh Fudhail bin Iyadh. Beliau bersedeqah 1 dirham, namun memperoleh balasan yang berlipat. Beliau adalah suadagar yang kaya. Pernah dalam sehari beliau mendapat keuntungan 1 peti emas. Mendapat keuntungan yang banyak tersebut, beliau malah bingung. Kemudian beliau dan istrinya sibuk membagi2 bagikan keuntungan tersebut dalam bentuk shedeqah. Kenapa beliau membagi-bagikan hartanya, menurut beliau agar hisabnya di hari akhir nanti menjadi ringan. Konon ceritanya sampai shubuh beliau sibuk membagi-bagikan shodaqoh. Setelah habis ternyata besoknya datang lagi keuntungannya berupa 2 peti. Dan beliau sibuk lagi membagi-bagikan shodaqoh. Begitulah, perdagangannya selalu berhasil, bahkan ada kisah yang menyatakan kalau abdurraham menggengam sebuah tanah, kemudian tanah itu dia jual, niscaya dia akan untung. 

Pada kisah lainnya. Sahabat Abdurrahman bin Auf mencari orang yang gagal panen. Bertemulah dia dengan seorang petani kurma, yang gagal panen. Kurmanya itu dia beli semuanya, sehingga petani tersebut senang. Kurma tersebut beliau simpan di gudang. Kemudian datang seorang utusan dari yaman. Ternyata di Yaman sedang terjadi wabah, dimana obatnya adalah kurma kering yang gagal panen tersebut. Sehingga kurma kering yang disimpan di gudang tadi dibeli oleh orang yaman.

Sebagai pendidik, kita harus tulus. Tirulah Rasulullah. Rasulullah selalu menyampaikan dakwah dengan tulus. Ustadz menyampaikan kewajiban amar makruf hanya bila kita melihat kejahatan yang nampak di depan mata. Contohnya terhadap pasangan, jangan kita utak-atik apa yang tidak kita ketahui tentang pasangan kita. Jangan korek-korek masa lalunya.

Ada pertanyaan dari peserta tentang Hizbul wathan minal iman. Menurut ustadz, kalimat tersebut bukan hadis. Namun kalimat tersebut baik. Karena agama memerintahkan kita  untuk menjaga nama baik kita, harta kita, serta tempat kita tinggal. Kita harus senantiasa menjaga keamanan di tempat kita tinggal. Barangsiapa di antara kamu masuk pada waktu pagi dalam keadaan [1] sehat badannya,[2] aman pada keluarganya, dia [3]memiliki makanan pokoknya pada hari itu, maka seolah-olah seluruh dunia dikumpulkan untuknya.” (HR. Ibnu Majah, no: 4141,

Menjawab pertanyaan tentang bagaimana menghadapi siswa yang kurang beradab. Ustadz menjawab coba dekati dia, cari tau apa permasalahannya. Bisa jadi perilaku tersebut karena ada permasalahan internal yang dia hadapi seperti orang tuanya, rumahnya dll. Atau ada permasalahan eksternal seperti teman dia, teman di kampus, teman di komunitas dll.

Menjawab pertanyaan tentang perbedaan ilmu agama dan teknik. Ustadz menjawab, kita tidak bisa memisahkan agama dari kehidupan kita. Jadilah ahli ekonomi, teknik tapi jangan pisahkan agama dari ilmu kita tersebut. Beliau memberi contoh negara Mauritania. Ketika ustadz belajar di madinah, beliau menemukan hampir semua pelajar dari Mauritania lulus dengan predikat cumlaude. Kemudian beliau bertanya, ternyata disana, agama tidak bisa terpisah dari kehidupan sehari-hari. Dalam keluarga, nilai-nilai agama selalu disampaikan. Begitu juga dalam percakapan sehari-hari, mereka senang membahas mengenai al Quran. 

Beliau berpesan agar dosen selalu mengajar dengan niat untuk kebaikan dan mengejar pahala. Karena ada 3 pahala yang terus mengalir walaupun kita sudah meninggal yaitu shodaqoh jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shaleh. Orang berilmu yang paling baik adalah yang membagikan ilmu dan mengamalkannya. Perbaiki ibadah untuk membentuk akhlaq. Ustadz menyarankan untuk membuat kurikulum belajar agama.

Misalnya hari senin belajar tentang Hadits, beliau menyerankan belajar dari buku hadis qudsi, riyadusshalihin karya imam nawawi dan kitab targib wa tarhib.

Hari selasa bisa belajar tentang dosa-dosa  dari kitab 76 dosa besar

Hari Rabu belajar dari kita minhajul muslimin karya abu bakar al jazairi

Hari kamis bisa belajar tentang rumah tangga dari kitab mahkota pengantin

Hari Jumat bisa belajar tentang kematian, surga neraka, kubur dari kitab At tadzkirah

Dan hari sabtu bisa belajar tentang sejarah rasul dan sahabat.

Demikian catatan tentang Halal Bihalal kampus kami, semoga bermanfaat!

Beberapa kutipan hadis saya ambil dari beberapa referensi berikut:

Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/6449-nikmat-aman-lebih-baik-daripada-kesehatan.html
Referensi: https://almanhaj.or.id/943-berinfaq-di-jalan-allah.html

Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/20462-lebih-baik-daripada-onta-merah.html

Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/4197-pahala-melimpah-di-balik-memberi-makan-berbuka.html

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H

Alhamdulillah hari ini kita sampai di hari Raya Idul Fitri. Tahun ini Idul Fitri yang spesial. Saya ucapkan Mohon maaf lahir dan Batin. Taqabbalallahu minna wa minkum. Eid Mubarak. 

Berikut ini saya kutip puisi dari Taufik Ismail yang dinyanyikan oleh Bimbo dengan judul Setiap Habis Ramadhan:

Setiap habis Ramadhan,

Hamba rindu lagi Ramadhan,

Saat-saat padat beribadat,

Tak terhingga nilai mahalnya.

 

Setiap habis Ramadhan,

Hamba cemas kalau tak sampai,

Umur hamba di tahun depan,

Berilah hamba kesempatan.

 

Setiap habis Ramadhan,

Rindu hamba tak pernah menghilang.

Mohon tambah umur setahun lagi,

Berilah hamba kesempatan.

 

Alangkah nikmat ibadat di bulan Ramadhan,

Sekeluarga, sekampung, senegara.

Kaum Muslimin dan Muslimat sedunia,

Seluruhnya kukuh dipersatukan,

Dalam memohon ridha-Nya.

 

Semoga kita dapat kembali berjumpa dengan Ramadhan tahun depan. Aamiin