Faith and The City karya Hanum Rais

Saya baru saja selesai membaca buku Faith and the City karya Hanum Salsabiela Rais. Buku ini merupakan lanjutan dari karya Hanum sebelumnya yaitu Bulan terbelah di langit Amerika (BTLA). BTLA berkisah tentang Hanum dan Rangga yang mendapat tugas ke New York, Amerika Serikat. Hanum mendapat tugas membuat liputan tentang peringatan tragedi teror WTC 9-11. Sementara Rangga mendapat tugas mendapatkan wawancara dengan seorang milyuner Phillipus Brown. Pada akhir cerita BTLA, Phillipus Brown mendapat penghargaan Hero of the Year dari sebuah stasiun televisi. Pada malam penganugerahan Hero of the year tersebut, di depan siaran langsung televisi Brown memberi sebuah pengakuan yang menghebohkan seluruh rakyat Amerika. Pengakuan yang merubah hidup seorang Azima Hussein. Janda seorang muslim Amerika yang dituduh terlibat dalam aksi teror tersebut.

Setelah malam penganugerahan tersebut, Hanum dan Rangga harus kembali ke Wina. Karena Rangga harus menyelesaikan disertasi S3-nya. Di bandara tiba-tiba mereka bertemu dengan Andy Cooper, seorang wartawan dari stasiun televisi ternama GNTV. Cooper yang sangat diidolakan Hanum, secara tak terduga menawarkan pekerjaan kepada Hanum. Cooper terkesan karena Hanum berhasil mempertemukan Brown dengan Azima. Cooper meminta Hanum untuk magang selama 3 minggu di GNTV. Buat Hanum tentunya ini sebuah kesempatan yang besar. Sebuah Mimpi yang menjadi kenyataan. Bekerja di sebuah stasiun televisi ternama di New York City. Apalagi Cooper memberi kesempatan bagi Hanum untuk mengelola sebuah acara televisi Insight Muslim. Sebuah acara televisi yang membahas tentang kehidupan muslim di Amerika. Hanum merasa bila dia mampu mengemas acara ini dengan baik, maka ini menjadi kesempatan untuk merubah pandangan orang Amerika tentang muslim.

Namun sebagai seorang istri, Hanum tentunya harus mendapatkan izin dari Rangga. Dan tentunya tidak mudah bagi Rangga untuk membiarkan Hanum sendirian di New York selama 3 minggu. Sebagai seorang suami yang penuh pengertian, akhirnya Rangga mengijinkan Hanum untuk magang selama 3 minggu di GNTV. Walaupun itu artinya Rangga harus berkorban “menemani” Hanum selama 3 minggu di New York.

Bekerja di GNTV ternyata tidak mudah bagi Hanum. Hanum mulai dihadapkan dengan kejamnya realitas dunia Televisi. Karena Cooper hanya peduli tentang rating dan share televisi. Cooper selalu menginginkan acara yang banyak ditonton oleh pemirsa, tanpa perduli dengan hati nurani dan moralitas. Bahkan Cooper tidak ragu memanfaatkan siapa saja demi rating acara televisinya.  Cooper memberi Hanum target bahwa acara Insight Muslim harus menembus rating televisi yang terbaik. Bila Hanum selama 3 minggu mampu memenuhi target tersebut, Cooper akan memberi Hanum penghasilan yang berlipat serta Hanum akan diangkat menjadi pegawai tetap GNTV.

Untuk mewujudkan impiannya tersebut, Hanum harus bekerja keras. Pergi pagi-pagi  dan bekerja hingga larut malam. Sehingga praktis Hanum tidak memiliki waktu untuk Rangga. Kondisi yang membuat perkawinan mereka berada di ujung tanduk. Kondisi yang membuat Hanum harus memilih antara keluarga atau karir, dan antara Faith (imannya) atau the City (New York,  kota impian).

Seru juga membaca buku ini. Banyak pesan moral yang ingin disampaikan Hanum Rais dalam buku ini. Terutama pada bagian Epilog. Disana Hanum menuliskan makna Al-Quran Surat Al-Hadid ayat 20.

Dunia hanyalah permainan dan senda gurau. 
Tempat untuk bermegah, berbangga di antara kamu. 
Semula akan tampak indah seperti tanaman yang tersapu hujan, 
tapi kemudian mengering hingga kuning kerontang 
dan semua hanyalah kesenangan yang menipu

Ending buku Faith and the city ini juga sangat tidak terduga. Terima kasih Mbak Hanum.

Silahkan tuliskan tanggapan, kritik maupun saran