Pandemi, wabah, dan lockdown pada jaman Rasulullah

Pandemi Covid-19 sudah masuk bulan ke 7 di Indonesia, namun belum ada tanda-tanda akan segera berakhir. Setelah saya baca-baca ternyata pandemi sudah beberapa kali terjadi di dunia, bahkan sepertinya akan berulang. Pada jaman Rasulullah SAW juga pernah terjadi wabah penyakit menular. Konon saat itu pernah terjada wabah kusta.

Dalam Hadis riwat Bukhari dinyatakan, “jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah maka janganlah kalian memasukinya. Namun jika terjadi wabah di tempat kamu berada maka jangan tinggalkan tempat itu“. Kalau kita pahami sebenarnya hadis ini mirip dengan istilah lockdown kalau di jaman sekarang.

Pada jaman Nabi Isa AS juga pernah terjadi wabah penyakit kusta. Pada saat itu para penderita Kusta ditempatkan (diasingkan) pada suatu kampung di luar kota.

Pada jaman khalifah Umar bin Khattab RA juga pernah terjadi wabah dekat daerah Yerusalem. Konon wabah itu menyebar hingga Syam dan Irak. Umar waktu itu sedang dalam perjalanan. Mendengar berita tentang wabah itu, Umar memutuskan untuk menghentikan dulu perjalanan mereka. Saat itu ada sahabat yang bertanya, apakah dengan menghentikan perjalanan ini kita lari dari takdir Allah? Umar menjawab bahwa dirinya lari dari takdir Allah yang satu (buruk) ke takdir Allah yang lain (baik).

Sahabat Amr bin Ash RA saat itu yang adalah gubernur Syam memerintahkan,” wahai sekalian manusia, penyakit ini menyebar layaknya kobaran api dan manusia yang berkumpul ini bahan bakarnya. Kayunya semakin berkumpul (manusia) maka semakin keras, dan cara mematikan api ini harus dipisah. Maka hendaklah kalian berlindung dari penyakit ini. Maka berpencarlah ke gunung-gunung”.

Kemudian ada kisah lainnya dari Ibnu Sina. Suata saat Ibnu Sina pergi menemui ulama al Biruni. Namun saat itu sedang terjadi pandemi black death. Beliau saat itu tidak mau bersalaman, dan minta disediakan larut cuka untuk mencuci tangan. Beliau juga meminta sahabatnya untuk tidak perlu takut dan panik menghadapi wabah ini, tapi hadapilah dengan tenang. Beliau juga menyarankan agar menjauhi kerumunan, uang dicuci dengan cuka, masjid dan pasar ditutup sementara, orang-orang disarankan untuk sholat di rumahnya masing-masing

Rasulullah juga mendorong umat muslim untuk selalu menjaga kebersihan. Misalnya ada hadis yang menyatakan kebersihan adalah bagian dari iman. Hadis lainnya adalah menganjurkan untuk mencuci kedua tangan ketika bangun tidur serta sebelum dan sesudah makan. Selain itu juga menjaga kebersihan dengan berwudhu.

Mari kita pelajari lagi ajaran Rasulullah, dan tingkatkan lagi kedisiplinan untuk mengikuti protokol kesehatan.

Semoga Bermanfaat!

Silahkan tuliskan tanggapan, kritik maupun saran