Pandemi, wabah, dan lockdown pada jaman Rasulullah

Pandemi Covid-19 sudah masuk bulan ke 7 di Indonesia, namun belum ada tanda-tanda akan segera berakhir. Setelah saya baca-baca ternyata pandemi sudah beberapa kali terjadi di dunia, bahkan sepertinya akan berulang. Pada jaman Rasulullah SAW juga pernah terjadi wabah penyakit menular. Konon saat itu pernah terjada wabah kusta.

Dalam Hadis riwat Bukhari dinyatakan, “jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah maka janganlah kalian memasukinya. Namun jika terjadi wabah di tempat kamu berada maka jangan tinggalkan tempat itu“. Kalau kita pahami sebenarnya hadis ini mirip dengan istilah lockdown kalau di jaman sekarang.

Pada jaman Nabi Isa AS juga pernah terjadi wabah penyakit kusta. Pada saat itu para penderita Kusta ditempatkan (diasingkan) pada suatu kampung di luar kota.

Pada jaman khalifah Umar bin Khattab RA juga pernah terjadi wabah dekat daerah Yerusalem. Konon wabah itu menyebar hingga Syam dan Irak. Umar waktu itu sedang dalam perjalanan. Mendengar berita tentang wabah itu, Umar memutuskan untuk menghentikan dulu perjalanan mereka. Saat itu ada sahabat yang bertanya, apakah dengan menghentikan perjalanan ini kita lari dari takdir Allah? Umar menjawab bahwa dirinya lari dari takdir Allah yang satu (buruk) ke takdir Allah yang lain (baik).

Sahabat Amr bin Ash RA saat itu yang adalah gubernur Syam memerintahkan,” wahai sekalian manusia, penyakit ini menyebar layaknya kobaran api dan manusia yang berkumpul ini bahan bakarnya. Kayunya semakin berkumpul (manusia) maka semakin keras, dan cara mematikan api ini harus dipisah. Maka hendaklah kalian berlindung dari penyakit ini. Maka berpencarlah ke gunung-gunung”.

Kemudian ada kisah lainnya dari Ibnu Sina. Suata saat Ibnu Sina pergi menemui ulama al Biruni. Namun saat itu sedang terjadi pandemi black death. Beliau saat itu tidak mau bersalaman, dan minta disediakan larut cuka untuk mencuci tangan. Beliau juga meminta sahabatnya untuk tidak perlu takut dan panik menghadapi wabah ini, tapi hadapilah dengan tenang. Beliau juga menyarankan agar menjauhi kerumunan, uang dicuci dengan cuka, masjid dan pasar ditutup sementara, orang-orang disarankan untuk sholat di rumahnya masing-masing

Rasulullah juga mendorong umat muslim untuk selalu menjaga kebersihan. Misalnya ada hadis yang menyatakan kebersihan adalah bagian dari iman. Hadis lainnya adalah menganjurkan untuk mencuci kedua tangan ketika bangun tidur serta sebelum dan sesudah makan. Selain itu juga menjaga kebersihan dengan berwudhu.

Mari kita pelajari lagi ajaran Rasulullah, dan tingkatkan lagi kedisiplinan untuk mengikuti protokol kesehatan.

Semoga Bermanfaat!

Halal Bihalal kampus

Hari Jumat lalu, kampus kami mengadakan halal bihalal. Untuk pertama kalinya diadakan secara online. Pada acara ini sebagai pembicara adalah Ustad Khalid Basalamah. Ada banyak hal menarik yang beliau sampaikan pada acara ini, diantaranya:

Ramadhan adalah lembaga training terbesar yang disiapkan Allah SWT untuk kita. Ada 4 ibadah yang diajarkan selama Ramadhan.

1. Puasa 

Berpuasa 1 bulan itu, beliau analogikan tubuh kita seperti mobil yang baru di service.  Biasanya setelah di service, mobil itu jadi lebih mantap tarikannya dan lebih nyaman rasanya. Begitu juga tubuh kita setelah ramadhan, terasa lebih sehat, jadi jangan dirusak lagi dengan makan makanan yang berlebihan.

2. Taraweh

Selama bulan ramadhan kita terbiasa untuk taraweh. Kebiasaan ini harus kita lanjutkan dengan melaksanakan qiyamul lail atau tahajud. Tahajud sebaiknya dilaksanakan pada 1/3 malam.

3. Sedekah

Selama Ramadhan kita dianjurkan untuk memperbanyak sedekah. Contohnya dengan memberikan makanan. “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR.Tirmdzi)

Memberi makan orang berbuka ini sangat dianjurkan, walaupun kita hanya memiliki satu butir kurma. Allah akan memberikan pahala walaupun hanya susu campur air, atau sebutir kurma, atau seteguk air

4.  Membaca Alquran

Selama Ramadhan para sahabat berlomba-lomba mengkhatamkan AlQuran. Ulama besar Imam Syafii bahkan selama Ramadhan khatam AlQuran 2x sehari. Selain itu kita diminta juga untuk memahami maknanya. 

Selain itu juga biasakan juga dzikir, contohnya dzikir pagi petang. Perbanyak berdoa, serta jangan lupa bayar Zakat.

Tujuan dari semua ibadah ramadhan adalah menjadi manusia bertaqwa. Ketaqwaan akan tercermin akhlaqnya. Khalifah Umar ketika akan mengangkat gubernur, beliau melihat dulu faktor ketaqwaan dari orang yang dia pilih. Ketaqwaan ini yang banyak membuat perubahan pada para sahabat rasul. Contohnya sahabat Bilal, sebelum masuk islam beliau adalah budak. Namun setelah masuk islam, beliau diangkat menjadi orang yang mulia. 

Selain perubahan akhlaq, salah satu hal yang dilakukan rasul adalah melakukan perubahan pada sisi muamalah.

Dalam menghadapi perbedaan, kita harus bersikap bijak. Bila ada orang yang benar, maka harus kita dukung. Tapi bila ada orang yang salah, jangan kita cela. Jadikan sebagai kesempatan untuk kita berpahala. Ada kisah dari perang Khaibar, dimana Ali ra diminta rasulullah untuk menaklukan benteng yahudi. Dari Sahl bin Sa’d radhiyallahu’anhu, suatu ketika dalam peperangan Khaibar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh, aku akan memberikan bendera ini kepada seorang pria yang melalui kedua tangannya Allah akan memberikan kemenangan, dia mencintai Allah dan rasul-Nya, dan Allah dan rasul-Nya pun mencintainya.” Sahl berkata: Maka di malam harinya orang-orang pun membicarakan siapakah kira-kira di antara mereka yang akan diberikan bendera itu. Sahl berkata: Ketika pagi harinya, orang-orang hadir dalam majelis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Masing-masing dari mereka sangat mengharapkan untuk menjadi orang yang diberikan bendera itu. Kemudian, Nabi bersabda, “Dimanakah Ali bin Abi Thalib?”. Mereka menjawab, “Wahai Rasulullah, dia sedang menderita sakit di kedua matanya.” Sahl berkata: Mereka pun diperintahkan untuk menjemputnya. Kemudian, dia pun didatangkan lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meludahi kedua matanya dan mendoakan kesembuhan baginya maka sembuhlah ia. Sampai-sampai seolah-olah tidak menderita sakit sama sekali sebelumnya. Maka beliau pun memberikan bendera itu kepadanya. Ali berkata, “Wahai Rasulullah, apakah saya harus memerangi mereka hingga mereka menjadi seperti kita?”. Beliau menjawab, “Berjalanlah dengan tenang, sampai kamu tiba di sekitar wilayah mereka. Lalu serulah mereka untuk masuk Islam dan kabarkan kepada mereka hak Allah yang wajib mereka tunaikan. Demi Allah, apabila Allah menunjuki seorang saja melalui dakwahmu itu lebih baik bagimu daripada kamu memiliki onta-onta merah.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim [8/31])

Ustad berpesan, dakwahi orang yang belum paham. Jangan mereka dicela atas ketidakpahamannya. Sementara untuk orang yang sudah paham cukup diingatkan. Ustad menyampaikan juga, kalau ada mahasiswa yang bodoh, jangan dimarahi. Imam Syafii pernah mempunyai seorang murid yang lambat. Setelah Imam Syafii mengajar, beliau mendatangi murid tersebut. Beliau bertanya apakah kamu sudah paham? Muridnya menjawab, belum imam. Imam Syafii berkata, baik kalau begitu saya akan jelaskan kembali kepadamu. Setelah itu beliau bertanya lagi, apakah kamu sudah paham? Belum Imam, Imam Syafii kemudian menjelaskan lagi. Murid tersebut kemudian menyampaikan, ya imam, memang saya ini lamban. Imam menyampaikan, saya akan berusaha menjelaskan, sampai engkau paham. Inilah contoh cara Imam Syafii dalam mendidik.

Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta , maka Allah tidak butuh dengan lapar dan hausnya,” (HR. Bukhari)

Puasa akan menjadi perisai yang menghalangi dari siksa api nerakaneraka sejauh tujuh puluh musim” (H.R. Bukhari dan Muslim)

Jangan juga berbicara yang menimbulkan syahwat. Jangan lakukan kejahatan (la yasfuq) baik kejahatan kecil sampai kejahatan besar. Jangan belaku bodoh (jahil, la yajhal) Kalau ada yang mengajak bertengkar, katakan saya sedang berpuasa.

Ramadhan juga mengajarkan kita untuk berbagi. Yang wajib adalah zakat. Kemudian ada shadaqah. Menurut ustadz, shadaqoh adalah pangkal kaya. Jadi bukan menabung yang pangkal kaya. Jangan kita bakhil. ‘Wahai anak Adam!’ berinfaklah, niscaya Aku berinfak (memberik rizki) kepadamu” (HR.Muslim)

Mari kita mencontoh beberapa kisah sahabat, yang dermawan. Diantaranya Saad bin Ubadah. Beliau terbiasa membagi-bagikan makanan terhadap kaum muslim. Dia mengajarkan ke anaknya, ” ini gudang ayahmu, ayah mau kamu setiap hari sedeqah. Beri makan kepada orang miskin,

Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah karenanya menyatakan, “Puasa, salat dan sedekah mengantarkan orang yang mengamalkannya pada Allah. Sebagian salaf sampai berkata, ‘Salat mengantarkan seseorang pada separuh jalan. Puasa mengantarkannya pada pintu raja. Sedekah nantinya akan mengambilnya dan mengantarnya pada raja.’“ (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 298).

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia…” (QS. Al-Baqarah : 264)

Kemudian ustadz bercerita tentang kisah sedaqoh Fudhail bin Iyadh. Beliau bersedeqah 1 dirham, namun memperoleh balasan yang berlipat. Beliau adalah suadagar yang kaya. Pernah dalam sehari beliau mendapat keuntungan 1 peti emas. Mendapat keuntungan yang banyak tersebut, beliau malah bingung. Kemudian beliau dan istrinya sibuk membagi2 bagikan keuntungan tersebut dalam bentuk shedeqah. Kenapa beliau membagi-bagikan hartanya, menurut beliau agar hisabnya di hari akhir nanti menjadi ringan. Konon ceritanya sampai shubuh beliau sibuk membagi-bagikan shodaqoh. Setelah habis ternyata besoknya datang lagi keuntungannya berupa 2 peti. Dan beliau sibuk lagi membagi-bagikan shodaqoh. Begitulah, perdagangannya selalu berhasil, bahkan ada kisah yang menyatakan kalau abdurraham menggengam sebuah tanah, kemudian tanah itu dia jual, niscaya dia akan untung. 

Pada kisah lainnya. Sahabat Abdurrahman bin Auf mencari orang yang gagal panen. Bertemulah dia dengan seorang petani kurma, yang gagal panen. Kurmanya itu dia beli semuanya, sehingga petani tersebut senang. Kurma tersebut beliau simpan di gudang. Kemudian datang seorang utusan dari yaman. Ternyata di Yaman sedang terjadi wabah, dimana obatnya adalah kurma kering yang gagal panen tersebut. Sehingga kurma kering yang disimpan di gudang tadi dibeli oleh orang yaman.

Sebagai pendidik, kita harus tulus. Tirulah Rasulullah. Rasulullah selalu menyampaikan dakwah dengan tulus. Ustadz menyampaikan kewajiban amar makruf hanya bila kita melihat kejahatan yang nampak di depan mata. Contohnya terhadap pasangan, jangan kita utak-atik apa yang tidak kita ketahui tentang pasangan kita. Jangan korek-korek masa lalunya.

Ada pertanyaan dari peserta tentang Hizbul wathan minal iman. Menurut ustadz, kalimat tersebut bukan hadis. Namun kalimat tersebut baik. Karena agama memerintahkan kita  untuk menjaga nama baik kita, harta kita, serta tempat kita tinggal. Kita harus senantiasa menjaga keamanan di tempat kita tinggal. Barangsiapa di antara kamu masuk pada waktu pagi dalam keadaan [1] sehat badannya,[2] aman pada keluarganya, dia [3]memiliki makanan pokoknya pada hari itu, maka seolah-olah seluruh dunia dikumpulkan untuknya.” (HR. Ibnu Majah, no: 4141,

Menjawab pertanyaan tentang bagaimana menghadapi siswa yang kurang beradab. Ustadz menjawab coba dekati dia, cari tau apa permasalahannya. Bisa jadi perilaku tersebut karena ada permasalahan internal yang dia hadapi seperti orang tuanya, rumahnya dll. Atau ada permasalahan eksternal seperti teman dia, teman di kampus, teman di komunitas dll.

Menjawab pertanyaan tentang perbedaan ilmu agama dan teknik. Ustadz menjawab, kita tidak bisa memisahkan agama dari kehidupan kita. Jadilah ahli ekonomi, teknik tapi jangan pisahkan agama dari ilmu kita tersebut. Beliau memberi contoh negara Mauritania. Ketika ustadz belajar di madinah, beliau menemukan hampir semua pelajar dari Mauritania lulus dengan predikat cumlaude. Kemudian beliau bertanya, ternyata disana, agama tidak bisa terpisah dari kehidupan sehari-hari. Dalam keluarga, nilai-nilai agama selalu disampaikan. Begitu juga dalam percakapan sehari-hari, mereka senang membahas mengenai al Quran. 

Beliau berpesan agar dosen selalu mengajar dengan niat untuk kebaikan dan mengejar pahala. Karena ada 3 pahala yang terus mengalir walaupun kita sudah meninggal yaitu shodaqoh jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shaleh. Orang berilmu yang paling baik adalah yang membagikan ilmu dan mengamalkannya. Perbaiki ibadah untuk membentuk akhlaq. Ustadz menyarankan untuk membuat kurikulum belajar agama.

Misalnya hari senin belajar tentang Hadits, beliau menyerankan belajar dari buku hadis qudsi, riyadusshalihin karya imam nawawi dan kitab targib wa tarhib.

Hari selasa bisa belajar tentang dosa-dosa  dari kitab 76 dosa besar

Hari Rabu belajar dari kita minhajul muslimin karya abu bakar al jazairi

Hari kamis bisa belajar tentang rumah tangga dari kitab mahkota pengantin

Hari Jumat bisa belajar tentang kematian, surga neraka, kubur dari kitab At tadzkirah

Dan hari sabtu bisa belajar tentang sejarah rasul dan sahabat.

Demikian catatan tentang Halal Bihalal kampus kami, semoga bermanfaat!

Beberapa kutipan hadis saya ambil dari beberapa referensi berikut:

Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/6449-nikmat-aman-lebih-baik-daripada-kesehatan.html
Referensi: https://almanhaj.or.id/943-berinfaq-di-jalan-allah.html

Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/20462-lebih-baik-daripada-onta-merah.html

Simak selengkapnya disini. Klik https://muslim.or.id/4197-pahala-melimpah-di-balik-memberi-makan-berbuka.html

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H

Alhamdulillah hari ini kita sampai di hari Raya Idul Fitri. Tahun ini Idul Fitri yang spesial. Saya ucapkan Mohon maaf lahir dan Batin. Taqabbalallahu minna wa minkum. Eid Mubarak. 

Berikut ini saya kutip puisi dari Taufik Ismail yang dinyanyikan oleh Bimbo dengan judul Setiap Habis Ramadhan:

Setiap habis Ramadhan,

Hamba rindu lagi Ramadhan,

Saat-saat padat beribadat,

Tak terhingga nilai mahalnya.

 

Setiap habis Ramadhan,

Hamba cemas kalau tak sampai,

Umur hamba di tahun depan,

Berilah hamba kesempatan.

 

Setiap habis Ramadhan,

Rindu hamba tak pernah menghilang.

Mohon tambah umur setahun lagi,

Berilah hamba kesempatan.

 

Alangkah nikmat ibadat di bulan Ramadhan,

Sekeluarga, sekampung, senegara.

Kaum Muslimin dan Muslimat sedunia,

Seluruhnya kukuh dipersatukan,

Dalam memohon ridha-Nya.

 

https://www.youtube.com/watch?v=MxSEjP15REM

Semoga kita dapat kembali berjumpa dengan Ramadhan tahun depan. Aamiin

Takbir Hari Raya

اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ، لا إِلهَ إِلاَّ اللهُ واللهُ أكْبَرُ اللهُ أكْبَرُ وَِللهِ الحَمْدُ

Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar Allaahu akbar walillaahil hamd

Artinya : Allah maha besar Allah maha besar Allah maha besar, Tiada Tuhan selain Allah, Allah maha besar Allah maha besar dan segala puji bagi Allah

اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَر اَللَّهُ اَكْبَرْ ـ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ ـ اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ

اَللَّهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلاً ـ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَلاَنَعْبُدُ اَلاَّ اِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكَافِرُوْنَ لآاِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْـدَهُ وَنَصَرَعَبِدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ . اَللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَلِلَهِ الْحَمْدُ

Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahil – hamd. Allahu akbar. Allahu akbar. Allahu akbar. Allaahu akbar kabiiraa walhamdulillaahi katsiiraa, wasubhaanallaahi bukrataw-wa ashillaa. Laa-ilaaha illallallahu walaa na budu illaa iyyaahu, mukhlishiina lahuddiin, walau karihal-kaafiruun. Walau karihal munafiqun. Walau karihal musyriku. Laa-ilaaha-illallaahu wahdah, shadaqa wa dah, wanashara abdah, wa-aazza-jundah, wahazamal-ahzaaba wahdah. Laa-ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar walillaahil-hamd.

Artinya : Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan kecuali Alah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan bagi-Nya segala puja dan puji Allah Maha Besar dan pujian bagi Allah sebanyak-banyaknya, bertasbih kepada Allah setiap pagi dan petang. Tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya dengan ikhlas menjalankan agama walaupun orang-orang karif membenci. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata. Benar janji-Nya, dan menolong hamba-Nya, juga lasykar-Nya dan menghancurkan musuhNya dengan dirinya semata. Tidak ada Tuhan kecuali Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan bagi Allah semata segala puja dan puji.

Referensi:

http://www.almunawwar.net/bacaan-takbiran/

Khotbah Idul Fitri

Karena besok kami akan berlebaran di rumah, saya terpaksa jadi imam dadakan. Hari ini saya mencoba menyiapkan khotbah idul fitri, berikut ini naskah khotbah singkat yang saya persiapkan:

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته – Assalamualaikum Wr.wb

الله اكبر الله اكبر الله اكبر – Allahu akbar 9x

الله اكبر الله اكبر الله اكبر –

الله اكبر الله اكبر الله اكبر

ولله الحمد- walillahiilhamd

الحمد لله رب العالمين: alhamdulillahi rabbil alamin

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد- allahumma shalli ala muhammad waala alaihi rajiun

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ – Yā ayyuhallażīna āmanụ kutiba ‘alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba ‘alallażīna ming qablikum la’allakum tattaqụn

alhamdulillah setelah berpuasa selama 1 bulan hari ini kita sampai di hari Idul Fitri. Idul Fitri terdiri dari 2 kata yaitu Eid dan Fitr. Eid artinya kembali ke asal mula, Fithr berasal dari 2 makna (akar kata), yaitu futhur & fitrah. Futhur berarti makan yang pertama. Sementara fitrah adalah sifat cenderung mendekat pada Allah (qs 30:30)

Sehingga idul fitri arti yg pertama adalah boleh kembali ke asal, boleh makan lagi. Arti lainnya adalah kembali ke sifat asal sifat manusia, yaitu cenderung mendekat kepada Allah.

Apa Indikator keberhasilan  Ramadhan ?

Menurut AlQuran Surah (QS) Al Baqarah ayat 183 : ketaqwaan yang meningkat

Bagaimana sifat orang yang meningkat ketaqwaannya?

  1. Menurut Al Quran surah Albaqarah ayat:2-5 meningkat ibadah ritualnya, yaitu meningkat kuantitas & kualitas sholatnya. Sholat wajibnya tepat waktu dan sholat sunnahnya ditingkatkan.
  2. Menurut Al Quran surah Ali Imran ayat 133-134: meningkat ibadah sosialnya, gemar berbagi saat lapang maupun sempit

Apa yang dijanjikan Allah terhadap terhadap orang bertaqwa?

  1. Menurut Al Quran surah At Thalaq (65) ayat 2-3 Allah tunjukan jalan keluar dari seluruh masalahnya
  2. Menurut Al Quran surah Al Baqarah ayat 282: Orang yang bertaqwa, Allah akan mengajarkan Ilmu pengetahuan
  3. Menurut Al Quran surah Al Baqarah ayat 189: Menjadi orang yang beruntung
  4. Menurut Al Quran surah Al Anfaal (8) ayat :29 : Allah akan memberikan furqan (kemampuan membedakan antara yang haq dan bathil) dan mengampuni dosa-dosamu

Masyaallah, sangat banyak kemudahan yang Allah berikan kepada orang yang bertaqa, semoga kita termasuk golongan orang yang bertaqwa. Amiin. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

(akhir khutbah Pertama)

(duduk diantara dia khutbah)

Khutbah kedua

الله اكبر الله اكبر الله اكبر  – Allahu Akbar 7x

الحمد لله رب العالمين – alhamdulillah rabbil alamin

للهم صل على سيدنا محمد وعلى ال محمد – Allahummashalli ala muhammad

الٓمٓ – Alif Lam Mim

ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ – żālikal-kitābu lā raiba fīh, hudal lil-muttaqīn

ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱلْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ – allażīna yu`minụna bil-gaibi wa yuqīmụnaṣ-ṣalāta wa mimmā razaqnāhum yunfiqụn

وَٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِٱلْءَاخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ – wallażīna yu`minụna bimā unzila ilaika wa mā unzila ming qablik, wa bil-ākhirati hum yụqinụn

أُو۟لَٰٓئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ ۖ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ – ula’ ika ‘ala hudammir rabbihim wa ula ika humul muflihun 

ايها الناس – ayyuhannas

اتقوا الله حق تقاته- ittaqullahu haqqa tuqatihi

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات- allahummaghfirlilmuslimina walmuslimat

والمؤمنين والمؤمنات- walmukminina walmukminat

الاحياء منهم والاموات- alahyai minhum wal amwat

برحمتك يا ارحم الراحمين- birahmatika ya arhamarrahimin

rabbana atina fiddunya hasanah, wafil akhirati hasanah waqina azabannar

wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Semoga bermanfaat!

Referensi:

https://tafsirweb.com/687-quran-surat-al-baqarah-ayat-183.html

https://tafsirweb.com/37561-quran-surat-al-baqarah-ayat-1-5.html

https://news.detik.com/berita/d-5024566/contoh-khutbah-idul-fitri-singkat-dari-ustaz-abdul-somad

 

Sholat Idul Fitri di Rumah

Tahun ini saya sepertinya akan sholat idul fitri di rumah. Berikut ini panduan sholat idul fitri dirumah sesuai fatwa MUI:

  1. Sebelum shalat, disunnahkan untuk memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.
  2. Shalat dimulai dengan menyeru “ash-shalâta jâmi‘ah”, tanpa azan dan iqamah.

  3. Memulai dengan niat shalat Idul Fitri:

Ushalli sunnatan ‘idil fithri rakatayni (imaman/makmuman) lillahi ta’ala

“Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

  1. Membaca takbiratul ihram )أكبر هللا )sambil mengangkat kedua tangan.
  • Membaca doa iftitah.

  • Membaca takbir sebanyak 7 (tujuh) kali (di luar takbiratul ihram) dan di antara tiap takbir itu dianjurkan membaca: ِ

  • subhanallahi walhamdulillahi wala ilaha illallahu wallahu akbar

    Membaca surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.

    1. Ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti shalat biasa.
  • Pada rakaat kedua sebelum membaca al-Fatihah, disunnahkan takbir sebanyak 5 (lima) kali sambil mengangkat tangan, di luar takbir saat berdiri (takbir qiyam), dan di antara tiap takbir disunnahkan membaca:

  • subhanallahi walhamdulillahi wala ilaha illallahu wallahu akbar

    1. Membaca Surah al-Fatihah, diteruskan membaca surah yang pendek dari Alquran.
  • Ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.

  • Setelah salam, disunnahkan mendengarkan khutbah Idul Fitri.

  • Khutbah

    1. Khutbah ‘Id dilaksanakan dengan dua khutbah, dilaksanakan dengan berdiri dan di antara keduanya dipisahkan dengan duduk sejenak.

    2. Khutbah pertama dilakukan dengan cara sebagai berikut:

    a. Membaca takbir sebanyak sembilan kali

    b. Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca: الحمد ه (alhamdulillah)

    c. Membaca shalawat nabi saw, antara lain dengan membaca اللهم صل على سيدنا محمد  (allahumma shalli a’la sayidina muhammad)

    d. Berwasiat tentang takwa.

    e. Membaca ayat Al-Qur’an

    1. Khutbah kedua dilakukan dengan cara sebagai berikut:

    a. Membaca takbir sebanyak tujuh kali

    b. Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca : الحمد ه (alhamdulillah)

    c. Membaca shalawat nabi saw, antara lain dengan membaca اللهم صل على سيدنا محمد (alhamdulillah

    d. Berwasiat tentang takwa.

    e. Mendoakan kaum muslimin

    Amaliah sunnah idul Fitri

    1. Mandi dan memotong kuku
    2. Memakai pakaian terbaik dan wangi-wangian

    3. Makan sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri

    4. Mengumandangkan takbir hingga menjelang shalat.

    5. Saling mengucapkan selamat (tahniah al-id) antara lain mengucapkan dengan تقبل هللا منا و منكم  (taqabballahu minna wa minkum)

    Semoga Bermanfaat!

    Referensi:

    https://mui.or.id/wp-content/uploads/2020/05/Fatwa-MUI-No-28-Tahun-2020-tentang-Panduan-Kaifiat-Takbir-dan-Shalat-Idul-Fitri-saat-Covid-19.pdf

    Shaum dan Taqwa

    Ibadah shaum merupakan ibadah yang unik. Dulu sewaktu masih di jerman seringkali saya harus menanggapi pertanyaan2 skeptis dari teman2 saya mengenai ibadah ini. Mereka  sering mengartikan ibadah ini sebagai ajang penyiksaan tubuh. Konon kata “puasa” konon berasal dari bahasa sansekerta yang artinya “menyiksa diri”. Sementara shaum sendiri bermakna menahan diri.

    Bila kita telaah ternyata ibadah ini telah lama diperintahkan jauh sebelum Nabi Muhammad SAW memperoleh wahyu dari Allah SWT. Bahkan penemuan ilmu pengetahuan terkini telah membuktikan bahwa binatang maupun tumbuhan juga menjalankan shaum.

    Hai orang2 yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang2 sebelum kamu,agar kamu bertakwa (Q.S.2:183)

    Ternyata memang bukan hanya umat Muhammad yang mendapat perintah puasa, dari Ibnu Katsir diriwayatkan bahwa para Nabi sejak Nabi Nuh A.s sampai Nabi Isa A.s menjalankan puasa minimal 3 hari per bulan. Nabi Musa a.s menjalankan puasa selama 40 hari penuh. Kemudian dari Q.S.Maryam juga disebutkan bahwa nabi Isa A.s, Maryam dan nabi Zakariya A.s juga menjalankan puasa. Nabi Daud A.s bahkan menjalankan puasa setiap 2 hari.
    Sebelum mendapatkan wahyu, nabi Muhammad SAW juga rutin menjalankan puasa selama 3 hari dalam sebulan.

    Binatang dan tumbuhan ternyata juga menjalankan ibadah puasa ini, contohnya ayam pada saat mengerami telur, ular yang berpuasa agar menjaga kulitnya agar tetap dapat melindungi dirinya dari sinar matahari maupun lingkungannya, maupun juga Pinguin pada saat mengerami telur. Kesemua binatang tersebut menjalankan puasa agar dapat bertahan hidup di lingkungannya.

    Dari ayat diatas disebutkan tujuan berpuasa adalah agar kita mencapai derajat taqwa.

    • Beberapa ulama mendefinisikan taqwa adalah melaksanakan segala perintah Allah SWT & meninggalkan segala larangannya.

    Ada banyak sekali contoh dan tuntunan tentang taqwa.

    Abu Hurairah pernah ditanya: “Abu Hurairah, Apa itu takqwa?”
    Beliau menjawab “Apakah engkau pernah melalui jalan yang penuh duri ? ”
    “Tentu saja” jawab sang penanya.
    “Lalu apa yang engkau lakukan? ” Abu Hurairah balik bertanya.
    “Jika aku melihat duri maka aku akan menyingkirkannya atau menghindarinya” jawab sang penanya
    “Nah, Demikianlah itu taqwa” kata Abu Hurairah. Demikianlah beliau mencoba menjelaskan makna taqwa.

    • Taqwa juga dapat dimaknakan sebagai sikap hati2 & waspada dalam menjalani kehidupan karena khawatir terjerumus dosa.

    Hal ini didasarkan pada hadits berikut :
    Seorang mukmin tidak akan mencapai derajat takqa hingga meninggalkan hal2 yang tidak berguna karena khawatir terjerumus ke dalam hal2 yang haram” H.R Bukhari.

    Ciri lain orang bertawa pernah dijelaskan oleh Nabi Daud A.s kepada Nabi Sulaiman A.s
    “Anakku, engkau akan menemukan ketakwaan pada seseorang dengan 3 hal :

    1. tawakal atas apa saja yang menimpa dirinya,
    2. Ridha atas apa saja yang Allah berikan padanya, dan
    3. Zuhud atas apa saja yang hilang dari dirinya”

    Walaupun shaum bertujuan agar kita dapat menjadi orang yang bertaqwa, ternyata tidak semua orang yang shaum di bulan Ramadhan akan memperoleh gelar taqwa.
    Hadits rasulullah , “Betapa banyak orang yang berpuasa hanya mendapatkan haus dan dahaga belaka . Dan betapa banyak orang yang Shalat malam hanya mendapatkan begadangnya saja. ”
    Umar bin Abdul Aziz mengartikan taqwanya seseorang tidaklah dapat dilihat dari seringnya shaum ataupun seringnya shalat malam atau dua duanya, tetapi taqwa itu bila orang tersebut meninggalkan apa yang diharamkan dan melaksanakan perintah Allah SWT.

    Sebagai penutup semoga kita termasuk orang2 yang lulus dari bulan Ramadhan dengan memperoleh gelar taqwa karena orang yang bertaqwa merupakan golongan yang mulia di hadapan Allah SWT.
    Seperti penjelasan Allah pada Q.S.49:13 ” Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu”
    Syekh Abdul Qadir Jailani mengajarkan “Kemuliaan seseorang karena takwanya, kehinaan seseorang karena maksiatnya.”

    Menyikapi Perbedaan

    Minggu ini saya dapat giliran ngasih kultum, alias kuliah kumaha antum. Padahal gak pernah ngerasa jadi ustad. Cuman semua warga sini dapet giliran. Bingung juga mau cerita apa, masa saya cerita tentang malware. Nanti dibilang ustad malware. Akhirnya mendadak browsing-browsing, akhirnya saya pilih topik tentang menyikapi perbedaan. Berikut ini contekan saya pas kultum.

    Alhamdulillahi rabbil’aalamiin, washsholaatu wassalaamu ‘ala isyrofil anbiyaai walmursaliin, wa’alaa alihi washohbihii ajma’iin ammaba’ad

    Kemaren saya ngobrol dengan tetangga saya, dia bilang, saya mah sekarang tarawih di rumah aja a’. Karena saya mah dari kecil biasa taraweh teh 2 rakaat 2 rakaat. Kalo di mesjid situ mah 4 rakaat. Seringkali memang dalam kehidupan kita, terjadi perbedaan pendapat. Contoh lainnya misalnya ada 2 orang sahabat yang berbeda pilihan politiknya. Yang satu memilih A yang lainnya memilih B. Kemudian hanya gara-gara perbedaan pilihan itu, mereka ribut, bahkan jadi musuhan.

    Sebenarnya perbedaan itu adalah suatu hal yang wajar, dan pasti terjadi.

    Jikalau Rabbmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu dan untuk itulah Allah menciptakan mereka.” (Hud: 118-119).

    Nah karena perbedaan pendapat itu pasti ada, yang penting adalah bagaimana kita menyikapinya.

    “Jika kalian berselisih tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah dan Rasul-Nya, jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” [An-Nisa’ : 59]

    Maksudnya bila terjadi perbedaan pendapat tentang sesuatu, yang pertama kita cari dulu penjelasannya di Quran dan Hadis. Jadi baiknya kita bertanya tentang masalah yang kita berbeda pendapat tersebut, kepada ulama yang menguasai Quran dan hadis.

    Kemudian tetap menjaga akhlak, ketika terjadi perbedaan pendapat. Sebaiknya kita jauhi perdebatan yang tidak berguna. Jangan sampai kita saling mencela orang lain.

    “Saya memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Saya memberi kan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan kedustaan walaupun dia bercanda. Saya memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang membaguskan akhlaknya.” (HR Abu Dawud; dari kitab Riyadhus Shalihin).

    Kemudian saya cerita tentang kisah perbedaan pendapat pada jaman Khalifah Ali ra. Pada waktu itu khalifah Utsman ra dibunuh, terjadi perbedaan pendapat di kalangan ummat muslim saat itu. Satu pihak langsung membaiat Ali bin Abi Thalib r.a sebagai khalifah. Satu pihak lagi belum berbaiat, alasannya mereka meminta Ali untuk menangkap pembunuh Utsman Bin Affan ra terlebih dahulu.

    Perbedaan sikap antara ummat ini dimanfaatkan oleh pihak ketiga, untuk mengadu domba umat. Tokohnya adalah Abdullah bin Saba. Konon dia adalah seorang Yahudi yang berpura-pura masuk Islam.

    Awalnya Abdullah bin Saba’ berusaha ngomporin Ali bin Abi Thalib untuk merebut jabatan khalifah dari Utsman bin Affan. Tapi tidak berhasil. Selanjutnya, Abdullah bin Saba’ memprovokasi penduduk Mesir untuk membunuh Khalifah Utsman bin Affan. Mereka terprovokasi oleh berita hoax tentang Utsman bin Affan. Namun upaya ini gagal, penduduk Mesir tidak jadi membunuh Utsman setelah bertemu dan mendapat penjelasan langsung dari Sang Khalifah dan para Sahabat.

    Abdullah bin Saba bahkan membuat surat palsu seolah-olah Utsman memerintahkan kepada gubernur Mesir untuk ‘balas dendam’ membunuh rombongan yang sebelumnya mau membunuh khalifah. Namun Abdullah bin Saba berhasil melakukan rencana pembunuhan Utsman

    Setelah terbunuhnya Utsman, Ali bin Abi Thalib kemudian diangkat menjadi Khalifah, namun terjadi perbedaan pendapat dikalangan para sahabat tentang pembunuh Utsman. Aisyah ra, Thalhah ra, Zubair ra, Muawiyyah ra, dll menuntut segera dilakukan hukuman kepada para pembunuh Utsman. Namun, Khalifah Ali bin Abi Thalib memilih untuk menundanya, karena kondisi negara sedang dalam keadaan kacau, sehingga perlu ditertibkan dahulu.

    Kondisi ini dimanfaatkan oleh Abdullah bin Saba’ untuk ngomporin kedua kubu ini, sehingga situasinya menjadi semakin panas. Akibat provokasi ini hampir terjadi perang antara kedua kubu. Untuk mencegah peperangan, diadakan pertemuan antara Khalifah Ali beserta pasukannya dan ‘Aisyah, Thalhah, Zubair, dan pasukannya. Diskusi antara kedua kubu memutuskan segera memberikan hukuman kepada para pembunuh Utsman.

    Mendengar berita ini, Abdullah bin Saba gelisah dan merencanakan rekayasa peperangan diantara para Sahabat. Ketika malam hari, dimana para Sahabat dan pasukan mereka sedang beristirahat, pasukan Abdullah bin Saba menyerang pasukan Aisyah, Thalhah, Zubair dll. Ketika pasukan Aisyah mencari tahu siapa yang menyerang mereka, munculah hoax bahwa yang menyerang mereka pasukan Aisyah adalah pasukan Ali. Mendengar berita tersebut, pasukan Aisyah langsung menyerang pasukan Ali. Sehingga terjadilah perang jamal. Perang jamal ini dimenangkan oleh pasukan Ali. Namun Thalhah dan Zubair, dua sahabat yang dijamin masuk surga, syahid.

    Setelah perang jamal, ternyata situasinya semakin kacau. Gubernur Damaskus, Muawiyyah mengirim pasukannya untuk meminta Ali segera memberikan hukuman bagi para pembunuh Utsman. Khalifah Ali memerintahkan pasukannya untuk memberikan penjelasan dan mencegah pasukan Muawiyyah agar tidak masuk ke Ibukota. Namun pertemuan pasukan Ali dan Muawiyyah di Shiffin justru menghasilkan perang saudara. Perang ini dinamakan Perang Shiffin. Perang Shiffin dimenangkan oleh pasukan Ali. Akibat perang Jamal dan shiffin ini konon awal mula perpecahan dalam umat Islam.

    Hikmah dari peristiwa tersebut, adalah ketika terjadi perbedaan pendapat, kita harus waspada. Selalu ada pihak ketiga yang melakukan provokasi dan mengadu domba. Hindari keributan, lakukan dialog dan tetap utamakan ukhuwah.

    “Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah, nasihat yang baik, dan berdialoglah dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu lebih mengetahui orang-orang yang tersesat, dan Dia lebih mengetahui siapa yang mendapatkan petunjuk.” QS Annahl 125

    Demikian semoga ada manfaatnya. Subhaanakallaahumma wa bihamdika asyhadu allaa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika”

    Doa Qunut Witir

     

    Pada akhir bulan Ramadhan ada anjuran untuk membaca doa Qunut pada rakaat terakhir sholat witir. Doanya dibacakan pada saat i’tidal yaitu setelah ruku dan sebelum sujud. Bacaannya adalah sebagai berikut:

    Kalau kita sholat sendiri:

    اَللّٰهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ، وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ، فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ، وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ، وَاسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

    Allahummahdini fiiman hadayt, wa ‘aafinii fiiman ‘aafayt, wa tawallanii fiiman tawallayt, wa baariklii fiiman a’thoyt, waqinii syarro maa qodhoyt, wallaa yuqdhoo ‘alaik, wa innahu laa yadzillu man waalayt, walaa ya’izzu man ‘aadayt, tabaarakta robbanaa wa ta’aalayt, wa astagfiruka wa atuubu ilaik,  wa shallallâhu ‘alâ sayyidinaa Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa sallam.”

    Artinya: “Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana Engkau memberikan petunjuk (kepada selainku), berilah keselamatan sebagaimana Engkau memberikan keselamatan (kepada selainku), rawatlah aku sebagaimana Engkau merawat orang lain, berilah keberkahan kepadaku pada semua pemberian-Mu, lindungilah aku dari kejelekan takdir-Mu, sesungguhnya Engkau menakdirkan dan tidak ditakdirkan, dan sesungguhnya tidak terhinakan orang yang menjadikan Engkau sebagai wali, dan tidak mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci dan Maha Tinggi Engkau, wahai Rabb kami. Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan, aku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau. Dan semoga Allah mencurahkan rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga, dan sahabatnya.”

    versi lainlkalau jadi imam:

    اللَّهُمَّ اهْدِنَا فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنَا فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنَا فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لَنَا فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَإِنَّكَ تَقْضِى وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

    Allahummadinaa Fiiman Hadait, Wa ’Aafinaa Fiiman ‘Aafait, Wa Tawallanaa Fiiman Tawallait, Wa Baarik Lanaa Fiima A’thoit, Wa Qinaa Syarro Maa Qodhoit (bagian ini biasanyadibaca jahar/keras oleh imam karena berisi doa dan diaminkan oleh jamaah)

    Fa Innaka Taqdhi Wa Laa Yuqdho ‘Alaik, Wa Innahu Laa Yadzillu Man Waalait, Tabaarokta Robbanaa Wa Ta’aalait.(bagian ini biasanya dibaca sirr/pelan oleh imam karena berisi pujian )

    Wa Shollalahu A’la Nabiyyinaa Muhammadin Wa ‘Ala Aalihi Wa Shoh-Bihi Wa Baarik Wa Sallam (dibaca jahar)

    semoga bermanfaat:

    referensi:

    https://tirto.id/bacaan-doa-qunut-witir-di-bulan-ramadhan-arab-latin-artinya-fkAL

    https://rumaysho.com/24312-bacaan-doa-qunut-witir-bagi-imam-dan-yang-shalat-sendirian.html

    Syafakallah, syafakillah bedanya apa?

    Kalo ada temen yang sakit sering kita mendengar ada yang memberi ucapan syafakallah. Ada juga yang bilang syafakillah, sebenernya bedanya apa ya? Ternyata artinya sama aja yaitu semoga Allah memberikan kesembuhan padamu. Cuman secara tata bahasa arab ternyata beda pemakaiannya. Jadi menurut grammarnya arab, beda ucapan untuk cowo/ cewe, kalian dll. Bingung kan? Tata bahasa arab memang lebih detail dibandingkan bahasa kita. Kurang lebih kayak gini pemakaiannya ya:

    Syafakallah : Semoga Allah memberikan kesembuhan untuk kamu (cowo)

    Syafakillah: untuk kamu (cewe)

    Syafahullah: untuk dia (cowo)

    Syafahallah: untuk dia (cewe)

    Syafakumullah: untuk kalian (laki-laki)

    Syafahumullah: untuk mereka (laki-laki).

    Syafahunnallah: untuk mereka (perempuan)

    Ada juga doa yang lain yang bisa kita baca kalo kita jenguk orang sakit:

    Allahumma Robbannas, Adz-Hibil Ba’sa Isyfi Antasy-Syafi La Syifa’a Illa Syifa’uka Syifa’an La Yughadiru Saqoman

    artinya: Ya Allah Tuhan dari semua manusia, hilangkan segala penyakit, sembuhkanlah, hanya Engkau yang dapat menyembuhkan, tiada kesembuhan kecuali dari pada-Mu, sembuh yang tidak dihinggapi penyakit lagi.