Hikmah Membaca Qur’an

Berikut ini catatan dari kultum ramadhan tentang hikmah membaca Qur’an. Ustad membahas Quran surat Al-Baqarah 121:

Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.

Dalam membaca Quran jangan terburu-buru. Seperti perintah Q.S Almuzzamil ayat 4: 

….Dan bacalah Al Quran itu dengan perlahan-lahan.

Ketika membaca quran dengan tartil, maka akan terfungsikan 3 unsur yaitu: lisan, akal dan hati:

Lisan

Arti tartil adalah Tajwidul huruf, dan megetahui waqaf2nya. Maksudnya sesuai dengan ilmu tajwid dan aturan membacanya. Bagaimana ketika membaca quran setiap hak dan mustahaq terpenuhi, sifat-sifat huruf. Baca quran harus konsisten. Haraqahnya ghunnah, dan huruf-hurufnya. Baca quran tidak boleh dipaksakan atau kesannya dibuat-buat.  Seperti surat Thoha ayat 2 :

Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah;

Akal kita terfungsikan untuk memahami, terjemahan, tafsir.

Hati kita terfungsuikan untuk tadabbur. Secara sederhana tadabbur adalah mengerahkan upaya untuk melihat, memahami, merenungi sesuatu, bahkan sampai pada sisi terjauhnya. Jika dikaitkan dengan Alquran, maka tadabbur artinya penghayatan terhadap ayat-ayat Alquran dengan maksud untuk membuka hati dan pikiran manusia.

afala tadabbaru? Cara tadabbur adalah dengan merasakan setiap ayat2 itu tertuju untuk diri kita.

Ada kisah tabiin ulama Rufai bin Mihraan. Tokoh yang berjuluk Abu al-Aliyah hendak turut serta berjihad. Seperti biasanya, segala persiapan dan perbekalan telah direncanakan dengan baik. Ia mengikat semuanya di atas kendaraannya. Namun, tanpa ia sadari, tatkala terbit waktu subuh, terdapat luka yang parah pada salah satu telapak kakinya. Kemudian, rasa sakit tersebut semakin bertambah sedikit demi sedikit. Seorang dokter yang menjenguknya memvonis sosok berdarah Persia itu terkena penyakit aklah.

Penyakit yang akan mematikan sel-sel dan merambat sedikit demi sedikit hingga mengenai seluruh tubuh. Kemudian, sang tabib tersebut meminta persetujuannya untuk memotong kakinya hingga setengah betis, maka beliau pun menyetujuinya.

Sang tabib menyiapkan perlengkapan amputasi, pisau untuk menyayat daging, dan gergaji untuk memotong tulang. Kemudian tabib berkata, “Maukah Anda minum bius agar Anda tidak merasa kesakitan tatkala disayat dan dipotong kakinya?”

Rufai menjawab, “Bolehkah engkau carikan yang lebih baik ketimbang solusi bius itu?” Tabib bertanya, “Apa itu?”

“Carilah untukku seorang qari yang membacakan Alquran, mintalah dia membacakan untukku ayat-ayat yang mudah dan jelas. Jika kalian melihat wajahku telah memerah, pandanganku mengarah ke langit, maka berbuatlah sesukamu,” ujar Rufai.  Mereka pun melaksanakan permintaan tersebut dan memotong kakinya.

Tatkala selesai amputasi, tabib berkata kepada Abu al-Aliyah, “Seakan Anda tidak merasakan sakit tatkala diamputasi.” Lalu beliau menjawab, “Karena saya tersibukkan oleh sejuknya kecintaan kepada Allah, merasakan kelezatan apa yang aku dengar dari Alquran sehingga melupakan panasnya gergaji.”

Beliau bisa merasakah keindahan karena beliau hafiz , paham bahasa arab dan tafsir.

Ada kisah lain dari Mansur bin amr.

Mansur bin Ammar pernah datang ke sebuah masjid. Di sana dirinya bertemu seorang pemuda yang sedang khusyuk beribadah. Pemuda itu tampak menangis sesenggukan dengan air mata yang mengalir membasahi pipinya. Tampaknya si pemuda itu menghayati sekali doa yang dipanjatkannya.

Mansur kemudian mendekati pemuda tersebut. Setelah pemuda itu selesai sholat, Mansur mengajaknya berbicara. “Wahai pemuda tahukah engkau bahwa Allah SWT memiliki satu lembah di Neraka Jahanam yang bernama lazha yang tercantum dalam ayat-Nya?”

Kemudian Mansur membaca ayat,” Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak. Yang mengelupas kulit kepala.” ( Surat al Ma’arij 15-16)

Mendengar ayat yang dibaca itu, pemuda langsung menjerit dan pingsan. Setelah beberapa lama ia kemudian siuman lalu berkata ,”Sungguh ucapan yang sangat menggetarkan.”

Mansur lalu membacakan ayat lagi,” Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.”( Surat At Tahrim ayat 6)

Mendengar bacaan tersebut, pemuda langsung menjerit lagi kemudian meninggal dunia.

Mansur menjadi kaget melihat kejadian itu. Ia kemudian mengurus jenazahnya. Ada hal aneh ketika ia hendak mengkafani jenazah.

Ketika dibuka bajunya, terlihat di dada pemuda itu tulisan ayat Allah SWT yang berbunyi,” Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridhai,dalam surga yang tinggi. Buah-buahannya dekat,” ( Surat al Haqqah 21-23)

Setelah dikubur, malamnya Mansur bin Ammar bermimpi, pemuda itu berjalan ke surga.

Semoga Bermanfaat!

Referensi:

Kisah Pemuda yang di Dadanya Bertuliskan Ayat Al Quran

https://www.republika.co.id/berita/qij9ka430/mau-tahu-sahabat-nabi-yang-diamputasi-karena-sakit

Hikmah Puasa

Tadi malam saya mendengar kultum ramadhan dari Ustad Umar yusuf tentang Hakikat Shaum. Beliau membahas ayat Al-Baqarah 183. Ya ayyuhhall lahzi na amanu: Hai orang-orang yang beriman. Menurut beliau ayat yang dimulai dengan kata ini ini adalah panggilan yang bersifat ketuhanan. Membahas masalah yg penting.

Contoh lainnya adalah Al-Quran Surat At-tahrim ayat 6: Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.

Membahas keluarga tentang hubungan darah dan aqidah.

Contoh lain Surat At-tahrim – 8 : Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”.

Membahas tentang tobat.

Sementara pada ayat Al-Baqarah 183 membahas tentang shaum. Diwajibkan sebagaimana orang sebelum kamu.–lalakum tattaqun. Agar ketaqwaan kita meningkat. Tidak hanya shaum, tapi juga dengan tadarus taraweh dll

Hakikat dari shaum adalah menjadi ahli marifat. Ada 3 dimensi yaitu jasad, akal, ruh.

Dimensi Jasad:

yang dimaksud adalah tentang Makanan. Tarbiyatul jasadiyah. Makan dan minum.Shaum berarti tidak makan dan minum, ahli syariat. Makanan akan jadi darah daging dan tulang.

  1. Kita diperintahkan hanya memakan makanan halal & baik.
  2. Tidak berlebihan dalam makan

Dimensi Akal:

Yang dimaksud adalah ilmu. Al-Ghazali dalam Kitab Minhaj Al Abidin memaparkan tips meraih kesempurnaan ibadah.’ Jumlah tahapan yang dijelaskan sebanyak tujuh tahapan, yaitu:

  1.  tahap ilmu dan makrifat;
  2. tahap taubat;
  3.  tahap godaan;
  4. tahap kendala-kendala di jalan ibadah;
  5. tahap dorongan dan motivasi;
  6. tahap menghindari faktor-faktor pengrusak ibadah;
  7. tahap pujian dan syukur.

Dimensi ketiga adalah ruh:

yang dimaksud adalah berdzikr. Seafdol-afdolnya dzikr adalah alquran. Pada Q.S al-fajr disebutkan kata nafsul mutjmainnah yaitu jiwa yang tenang. Maksudnya ruh diatas hawa nafsu. Ruh harus mengendalikan hawa nafs.

Dengan shaum diharapkan dapat mengembalikan 3 dimensi manusia. Yaitu Hakikat, syariat dan Tarikat. Kejar hakikat jangan tinggalkan syariat. Syariat dipelajari dengan ilmu fiqh. Tarikat contohnya dari kisiah maryam. Beliau shaum nya degan menahan bicara.

Selain itu kita perlu juga mensaumkan mata, lisan, dll. Menshaumkan juga batin. Penyakit hati akan menjadi hijab di hati, diantaranya hasad, riya.

hakikat lain dari shaum adalah thaharoh: membersihkan diri dari kepercayaan musrik, dari riya ketika ibadah. Menurut beliau diharapkan kita dapat derajat taqwa.  Kemudian menurut beliau puncak ketaatan kita pada allah adalah menemukan siapa diri kita dan siapa tuhan kita. Semoga Bermanfaat!

Khutbah Eid

Sholat Idul Fitri tahun ini di dalam mesjid karena hujan. Biar gak ngantuk saya coba ingat2 dan catet khutbah eid -nya. Berikut ini beberapa yang sempat saya catat.

Khatib membacakan surat Al-Baqarah 185:

..Hendaklah kalian mencukupkan bilangannya dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kalian, supaya kalian bersyukur.

Setiap nabi memiliki doa yang mustajab. Semua nabi telah menggunakan, Nabi Muhammad SAW akan menggunakan nanti pada hari akhirat untuk memberi syafaat bagi umat nya

Q.S. Az-Zariyat 55

Wa żakkir fa innaż-żikrā tanfa’ul-mu`minīn

Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.

Referensi: https://tafsirweb.com/9951-surat-az-zariyat-ayat-55.html

Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa, dan bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal”. (Q.S. Al-Baqarah [2]: 197).

Sebaik-Baik Bekal adalah Taqwa

“kami telah mewasiatkan kepada orang sebelum kalian dan kepada kalian untuk bertakwa pada pergantian waktu, siang malam terdapat tanda-tanda. dia yg telah menjadikan malam dan siang berganti agar kita mengambil pelajaran, agar kita bersyukur”
Ramadhan memanggil orang beriman untuk mendidik kita,sesungguhnya tidak ada satupun perintah Allah SWT yang sia2.

Pelajaran ramadan:

1. Jadi hamba Allah yg takarub,

senantiasa mendekatkan diri kpd Allah. “aku tidak ciptakan jin dan manusia kecuali utk beribadah padaku” (Az-zariyat 56).

ketika dalam rahim kita telah berjanji akan setia taat, “alastu birabbikum kalu bala sahidnaBukankah aku ini Tuhanmu ? Betul engkau Tuhan kami,kami menjadi saksi.(QS.AL-ARAF 7:172) Namun ketika sudah hidup, kita lupa. Inilah ciri orang munafik ketika berjanji mereka ingkari.

Pengabdian harus dilanjutkan, beribadahlah kepad allah sampai kematian itu datang. Perjalanan kita masih panjang, kita saat ini di alam dunia, nanti akan memasuki alam barzakh dan kemudian menuju alam akhirat. Perjalanan kita masih panjang untuk itu mari kita kumpulkan bekal yang terbaik.

Kita lanjutkan berpuasa, karena orang yang berpuasa ramadhan ditambah 6 hari pada bulan syawal seolah-olah dia berpuasa sepanjang tahun. Mari kita lanjutkan juga baca Quran, infaq dan zakat setelah ramadhan.

fa iza faragta fansab

Artinya:”Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain)” Al-Insyirah-7

https://news.detik.com/berita/d-4869573/surat-al-insyirah-arti-makna-dan-keutamaannya-yang-bisa-lapangkan-hati.

Setelah ramadhan mari kita lanjutkan ibadah kita. imam ahmad pernah ditanya muridnya kapan kita istirahat? kita akan istirahat ketika kita meletakkan kaki kita menginjakan surga.

Sesusngguhnya ibadah yang kontinyu (dilakukan secara istiqomah) paling dicintai oleh allah. walaupun sedikit

2.Selalu ingat kepada Allah-zikir.

Dalam rangkaian ayat tentang puasa Al-Baqarah 183-187, ditengah2 ayat puasa ada ayat 186 tentang mengingat Allah.

Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang Aku, sesungguhnya Aku dekat.

ingat allah tidak hanya ramadhan saja, tidak pada saat lapang saja. Mari kita senantiasa mengingat allah dalam kondisi apapun, tidak hanya pada kondisi sempit saja, kalo hanya pada kondisi sempit saja maka sama seperti orang jahiliyah.

Maka apabila mereka naik kapal mereka mendoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah).” (QS. Al-Ankabut: 65

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku- albaqarah-152

3. jd org yg senantiasa beristighfar

Rasulullah senantiasa meminta ampun kepada Allah. padahal beliau telah dijamin masuk surga. Nabi senantiasa ber-istighfar 70 x setiap hari, ada yang menyebut 100 x.

Istighfar tidak hanya ketika melakukan dosa tapi juga setelah ibadah. Misalnya setelah sholat . Karena ibadah kita tidak sempurna, mari kita istighfar. Karena sholat kita tidak khusyu. Karena puasa kita tidak sempurna.Pada saat puasa kita dilarang rafas , berkata kasar kotor.

Ingat surat annahl 92. Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali.

Ketika ramadhan kita beribadah, kemudian setelah ramadhan kita urai sedikit demi sedikit. Jangan kita menjadi orang yang bangkrut

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya umatku yang bangkrut adalah orang yang pada hari kiamat datang dengan salat, puasa, dan zakat, tetapi ia selalu mencaci-maki, menuduh, dan makan harta orang lain serta membunuh dan menyakiti orang lain.

Mari kita kumpulkan bekal agar kita nanti di hari pengadilan mampu melewati sirat lebih halus dari lembaran rambut. Semoga Bermanfaat.

Sunnah Rasulullah di Idul Fitri

Ada beberapa sunnah Rasulullah di Idul Fitri, diantaranya:

Mandi

Dari ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, seseorang pernah bertanya pada ‘Ali mengenai mandi. ‘Ali menjawab, “Mandilah setiap hari jika kamu mau.” Orang tadi berkata, “Bukan. Maksudku, manakah mandi yang dianjurkan?” ‘Ali menjawab, “Mandi pada hari Jum’at, hari ‘Arafah, hari Idul Adha dan Idul Fithri.” (HR. Al-Baihaqi, 3: 278. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.

Memakai Pakaian terbaik

Ada juga riwayat dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki jubah khusus yang beliau gunakan untuk Idul Fithri dan Idul Adha, juga untuk digunakan pada hari Jum’at.” (HR. Ibnu Khuzaimah dalam kitab shahihnya, 1765)

Makan sebelum sholat

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah keluar pada hari Idul Fithri (ke tempat shalat, pen.) sampai beliau makan beberapa kurma terlebih dahulu. Beliau memakannya dengan jumlah yang ganjil.” (HR. Bukhari, no. 953)

Bertakbir

Setelah selesai puasa ramadhan kita diperintahkan untuk bertakbir

Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al Baqarah: 185).

Melewati jalan pergi dan pulang yang berbeda

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di hari ied (ingin pergi ke tempat shalat, pen.), beliau membedakan jalan antara pergi dan pulang. (HR. Bukhari, no. 986)



Sumber https://rumaysho.com/13875-6-sunnah-nabi-di-hari-idul-fithri.html

5 Kelompok Manusia

Ceramah ramadhan hari ini, khotibnya ngebahas tentang 5 kelompok manusia berdasarkan keimanannya:

  1. Insan Kamil: orang yang imannya sempurna. Dia yakin dengan hati. Mengucapkan keimanannya dg lisan, serta melaksanakan dalam perbuatan dengan ilmu. Tidak taklid namun ittiba. Taklid artinya mengikut tanpa alasan atau meniru dan menurut tanpa dalil. ittiba‘ adalah menerima ucapan atau perkataan orang serta mengetahui alasan-alasannya (dalil), baik dalil itu Alquran maupun hadis yang dapat dijadikan hujah.
  2. Ahli bidah. Membenarkan dengan hati. Mengucapkan dengan lisan. Namun diamalkan tanpa ilmu. Hanya asal ikut saja
  3. Mufassiq.Membenarkan dengan hati. Mengucapkan dengan lisan, tapi tidak melaksanakan
  4. Munafiq: Mengucapkan dengan lisan namun hati tidak membenarkan.
  5. Kafir: Tidak membenarkan dengan hati, tidak mengucapkan dan tidak melaksanakan

Semua manusia akan diwafatkan sebagaimana Qs.Al An’am 61:

Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.

Semua golongan akan mendapatkan balasan sebagaimana Q.S Azzumar 48

Dan (jelaslah) bagi mereka akibat buruk dari apa yang telah mereka perbuat dan mereka diliputi oleh pembalasan yang mereka dahulu selalu memperolok-olokkannya.

Orang kafir senantiasa menentang Rasulullah Al Anbiya 5

Bahkan mereka berkata (pula): “(Al Quran itu adalah) mimpi-mimpi yang kalut, malah diada-adakannya, bahkan dia sendiri seorang penyair, maka hendaknya ia mendatangkan kepada kita suatu mukjizat, sebagai-mana rasul-rasul yang telah lalu di-utus”.

Hadis.riwayat ibn abbas: “setiap manusia itu ada malaikatnya. Apabila salah seorang kalian tidur maka Allah mengambil jiwa kita. Lalu disimpan di malakul a’laa. Kemudian ada yg dikembalikan lagi ada yang tidak:

Semoga Bermanfaat

Referensi

https://www.republika.co.id/berita/n73ck710/memilih-ittiba-atau-taklid

Series Pahlawan Nasional

Selama bulan ramadhan tahun ini setiap pagi saya punya tontonan wajib, series pahlawan nasional. Series ini adalah cerita tentang perjuangan para pahlawan nasional. Disampaikan oleh Ustad Salim Afillah. Setiap pagi biasanya jam 5.15, ustad cerita tentang seorang pahlawan. Ada juga dalam 1 hari, 2 pahlawan sekaligus.

Emang sebagian pahlawan-pahlawan ini sudah saya kenal dari pelajaran sejarah di sekolah. Cuman dari kisah ustad salim banyak kisah baru yang saya pelajari. Misalnya tentang kegigihan orang aceh dalam melawan penjajahan. Tentang pangeran Hidayatullah dari Banjar. Selama ini yang lebih terkenal adalah pamannya Pangeran Antasari. Terus tentang ustad Yusuf dari Makasar yang dibuang sampe ke afrika selatan. Ada juga cerita tentang pahlawan wanita seperti Rasuna Said, sang orator, Rohana Kudus, Dewi Sartika, RA Kartini, dll.

Menurut ustad series ini dia bikin untuk nanggepin netijen yang nyinyir. Dia pengen ngebuktiin bahwa banyak pejuang muslim yang berjuang untuk negeri ini. Banyak cerita inspiratif dari para pahlawan ini yang bisa kita tiru. Buat nonton musti daftar dulu di web https://series.salimafillah.id/series/series-pahlawan-nusantara. Daftarnya gratis. Semoga Bermanfaat!

6 Pesan Imam Ghazali

Imam Ghazali adalah seorang ulama yang cerdas. Pada suatu kesempatan ketika sedang bersama dengan para muridnya, beliau mengajukan 6 pertaanyaan berikut ini:

Apa yang paling dekat dengan diri kita?

Muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman, dan kerabatnya. Imam Ghazali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “mati”. Sebab itu sudah janji Allah Swt bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati.

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.” (Qs. Ali Imran 185)

Apa yang paling jauh dari diri kita? Ada yang menjawab bulan, matahari, dan bintang-bintang. Imam Ghazali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah masa lalu. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak bisa kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Apa yang paling besar di dunia ini?

Ada yang menjawab gunung, bumi, lautan dan matahari. Semua jawaban itu benar kata Imam Ghazali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “nafsu”.

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” (QS. Al A’Raf 179). Maka kita harus berhati-hati dengan nafsu kita. Jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka

Apa yang paling berat di dunia ini?

Ada yang menjawab baja, besi, dan gajah. Semua jawaban itu benar, kata Imam Ghazali. Tapi yang paling berat adalah “memegang amanah” 

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (QS. Al Ahzab 72)

Banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak bisa memegang amanahnya.

Apa yang paling ringan di dunia ini?

Ada yang menjawab kapas, angin, debu, dan daun-daunan. Semua itu benar kata Imam Ghazali. Tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan shalat.

Apakah yang paling tajam di dunia ini?

Pedang kata muridnya. Benar kata Imam Ghazali, tapi yang paling tajam adalah lidah. Karena dengan lidah, manusia bisa menyakiti dan melukai perasaan saudaranya.

Demikian 6 pesan Imam Ghazali ini, mari kita renungkan dan ambil hikmahnya. Semoga Bermanfaat!

Sumber:

https://www.bacaanmadani.com/2016/11/6-pertanyaan-sekaligus-nasihat-imam-al.html
Terima kasih sudah berkunjung.

Syahrul Quran

Kemaren malem ceramah tarawihnya bagus, disampaikan Ust Umar khayam tentang Al-Quran. Jadi ramadhan ini sering disebut juga sebagai syahrul quran, atau Bulannya Alqur’an. Pada bulan ini kita berlomba-lomba untuk membaca Quran, emak2 di masjid suka ada tadarusan, dst.

Al-Quran adalah petunjuk dari Allah SWT, sebagai pedoman agar kita bahagia dunia akhirat. Atau menurut istilah ustad seperti resep untuk membuat masakan. Untuk mendapatkan makanan yang lezat, maka resep ini tidak cukup hanya dibaca, dan dihapalkan, tapi harus dipahami dimengerti dan diamalkan. Begitu juga dengan Al-quran, sebagai pedoman hidup, maka Alqur’an tidak cukup hanya dibaca dan dihapalkan, tapi harus dipahami, dimengerti dan diamalkan. Agar kita bisa mencapai tujuan kita yaitu bahagia dunia dan akhirat.

Dalam Al-quran disebutkan bahwa kita adakah umat terbaik, umat wakhatan. Namun saat ini kenyataannya berbeda. Mungkin karena kita belum berinteraksi dengan benar dengan Al-Quran. Seperti resep tadi yang hanya dibaca dan dihapalkan saja, tapi tidak dipahami dan diamalkan, maka tidak akan kita mendapatkan makanan yg lezat.

Menurut Ustad, negeri kita memiliki potensi yang sangat besar. Dari jumlah penduduk, kita adalah no 4 di dunia. Dari luas wilayah kita adalah no 14 di dunia. Namun dari peringkat human development index kita menempati urutan ke 116 dari 183 negara. Human development index ini mengukur kualitas sdm dan kualitas pendidikan sebuah negara.

Mengapa kita belum bisa memanfaatkan potensi diri kita dengan baik? Menurut beliau karena kurangnya interaksi kita dengan Qur’an. Interaksi kita belum integral. Mari kita tingkatkan interaksi kita dengan quran.

Beliau membacakan Qur’an Surat ali imran ayat 142, yang artinya apakah kamu mengira kamu akan masuk surga padahal belum nyata orang yang bersungguh-sungguh dan bersabar….

Dari ayat ini ada 2 kunci untuk masuk surga, yaitu:
kesungguhan dan kesabaran. Kesungguhan menjalankan perintah allah
dan kesabaran. Bila kita dengar kisah para sahabat, mereka selalu bersungguh-sunggah dalam beribadah. Diantaranya mereka selalu menjalankan sholat malam, bahkan dalam sholat malamnya yang dibaca surat yang panjang.

Kita lihat Rasululllah , awalnya hanya beliau seorang diri, namun namun dalam 1 generasi saja berhasil mengislamkan jazirah arab. Saat itu mereka bersaing dengan 2 negara adikuasa yaitu Roma dan Persia. Menurut ustadz keberhasilan ini diantaranya karena kesabaran dalam berjuang. Begitu banyak cobaan yang dihadapi Rasulullah SAW dalam berdakwah. Contoh di Mekah dakwahnya ditolak,diganggu terus-menerus. Kemudian beliah hijrah ke thaif, disana lempari batu. Kemudian datang malaikat yang menawarkan bantuan untuk menjatuhkan gunung kepada orang thaif, namun beliau bersabar.

Kemudian ustadz membacakan Quran surat albaqarah ayat 214
“apakah kamu mengira akan masuk surga padahal belum datang cobaan yang berat seperti orang sebelum kamu, sehingga rasul dan orang beriman bertanya kapan datangnya pertolongan allah? ingatlah bahwa pertolongan allah dekat”


Dari ayat ini,seringkali kita tidak istiqomah padahal tujuan kita sudah dekat. Untuk itu penting untuk kita selalu memohon pertolongan allah. Agar kita menjadi umat yang kuat, mari kita tingkatkan interaksi kita dengan Alquran. Demikian yang sempat saya catat.

Semoga Bermanfaat!

4 Pertanda orang yang celaka dan bahagia

Hari ini saya dengerin kultum serba 4. Yang pertama tentang 4 pertanda orang yang celaka. Dari Kitab Nashaihul ‘Ibad karangan Imam Nawawi Al-Bantani disebutkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tanda orang celaka ada empat yaitu:

  1. Melupakan dosa-dosa masa lalu padahal semuanya tercatat dengan rapi di sisi Allah.
  2. Mengenang kebaikan di masa lalu padahal belum diketahui diterima Allah atau tidak.
  3. Dalam urusan dunia selalu memandang ke yang lebih atas
  4. Dalam urusan agama selalu memandang ke yang lebih rendah.

Kemudian pertanda orang bahagia ada 4 juga:

  1. Mengingat dosa-dosa yang telah lalu
  2. Melupakan kebaikan yang pernah ia lakukan.
  3. Dalam urusan agama senang melihat kepada orang yang lebih tinggi (ibadahnya dan ketaatannya)
  4. dalam urusan dunia senang melihat kepada orang yang lebih rendah (sehingga mendorongnya untuk lebih mensyukuri nikmat-Nya).”

Oiya saya gak sempet nyatet sumber haditsnya dari mana dan statusnya apa. Syekh Nawawi ini adalah ulama terkenal dari Banten. Beliau hidup sekitar tahun 1800an. Beliau mencari ilmu dan berguru ke Mekah dan Mesir. Kitab Nashaihul ‘Ibad ini konon terinspirasi dari Kitab Al-Munabbihaat ‘alal Isti’daad li Yaumil Ma’aad karya bnu Hajar Al-Asqalani Al-Mishri.

Referensi:

Read more https://www.tongkronganislami.net/kitab-nashaihul-ibad-karya-imam-nawwawi/

https://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/13/04/08/mkxbne-empat-tanda-orang-celaka-dan-bahagia

Ceramah Ramadhan – Ustad Dedi Hariadi

Hari ini saya dengerin ceramah ramadhan dari ustad Dedi Hariadi Lc. Beliau membahas tentang buku Khaled Abu Shady tentang Ramadhan. Yang dibahas tentang ada 3 tanda berkah ramadhan dan 3 keajaiban ramadhan.

Tanda keberkahan ramadhan

  1. Dibukanya pintu-pintu surga
  2. Ditutupnya pintu neraka
  3. Dilipatgandakan kebaikan

Beliau bercerita kebiasaan Imam Syafii menghatamkan quran 60x selama bulan ramadhan. Selain itu ada juga imam Qatadah as-Sadusi yang mengkhatamkan Al-Quran setiap 3 hari, khusus pada 10 hari terakhir ramadhan beliau mengkhatamkan Quran setiap hari.

Beliau mengingatkan juga ada hadis palsu yang cukup populer yang mengatakan bahwa tidurnya orang berpuasa adalah ibadah.

Kemudian ada satu ibadah yang selalu dilakukan Rasulullah pada bulan ramadhan yaitu I’tikaf terutamanya pada 10 hari terakhir. Menurut beliau I’tikaf ini untuk mengamankan bagian terindah dari ramadhan yaitu Lailatul Qadr.

Kalimat tentang ramadhan

Kemudian ustad bercerita juga tentang beberapa kalimat yang indah tentang ramadhan

  1. Ramadhan adalah kado terindah dari allah
  2. Semua amal perbuatan Bani Adam menyangkut dirinya pribadi, kecuali shaum. Sesungguhnya shaum itu untukKu, dan karena itulah Akulah yang langsung membalasnya
  3. Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam beribadah kita harus ikhlas. Tingkatkan juga tilawah Al-quran, pada bulan puasa ini kalau kita membaca, 1 huruf maka akan diganjar dengan 10 kebaikan. Al-Qur’an ini memiliki 30 juz  dan 114 surat, dengan 302 lbr dan 604 halaman. Didalamnya ada 50 ribu ayat, serta 1 juta 20 huruf.

Selain itu disampaikan juga pada bulan ini untuk Zakat dan sedekah akan mendapat balasan sampai 700x lipat. Selama puasa ini kita harus jaga juga mata, hati dan harta kita dari perbuatan yang sia-sia.

Beliau bercerita juga tentang perintah shaum di dalam Al-quran yaitu pada surat Al-Baqarah ayat 183-188. Namun pada ayat 186 ada bahasan yang kesannya gak nyambung dengan puasa, yaitu:

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran

Referensi: https://tafsirweb.com/693-surat-al-baqarah-ayat-186.html

Ulama menafsirkan bahwasanya selama berpuasa kita harus perbanyak berdoa, karena doa orang yang shaum tidak akan ditolak.

Perisai

Kemudian ada juga hadis yang mengatakan Asshaumu junnatun, atau puasa adalah perisai atau penjaga. Perisai atau tameng digunakan untuk menjaga orang dari serangan pedang atau tusukan panah. Sehingga ditafsirkan puasa itu akan menjaga kita.

Beliau bercerita kisah Rasulullah yang senang minum air yang dicampur dengan madu. Namun beliau jarang habiskan minumannya itu, karena ada kebiasaan Aisyah,RA yang senang menghabiskan air minum yang ditinggalkan Rasulullah. Bahkan ada kisah yang menyebutkan Aisyah sengaja mengambil gelas yang sudah dipakai Rasulullah, kemudian menempelkan bibirnya di bekas Rasulullah. Pada suatu hari Aisyah memberikan Rasul minuman, namun oleh rasul dihabiskan semuanya. Ternyata minuman tersebut asin, jadi Rasulullah menghabiskan minuman tersebut agar Aisyah tidak merasakan air yang asin tersebut.

Ustad menyampaikan hendaklah kita menjaga perbuatan dan perkataan kita. Siapa yang shaumnya rapi, maka tidak akan timbul dari kata-katanya dan perbuatannya, yang tidak indah.

Ada sebuah kisah Rasul sedang berhimpun dengan para sahabat setelah shalat magrib, mereka makan daging unta. Namun menjelang isya ada yang kentut tapi rasul diam saja. Kemudian beliau mengatakan sekarang sudah masuk waktu salat isya, silahkan yang tadi makan daging unta silahkan wudhu semua.

Sabar & syukur

Ustad mengatakan bagi seorang mukmin semua urusan harus menjadi kebaikan. Kalau seorang mukmin mendapat nikmat bersyukur, kalau mendapat musibah maka dia bersabar.

Ada sebuah kisah jaman tabiin seorang laki-laki dengan nama Imron bin khattan. Beliau seorang laki-laki yang konon wajahnya biasa saja, sementara istrinya sangat cantik. Beliau merasa sangat bersyukur memiliki istri yang cantik, imran berkata ya zaujati, aku laki-laki paling bahagia. Istrinya pun berkata, wahai imron kita akan ke surga bersama-sama sebagai orang yang bersyukur dan bersabar.

Dengan shaum, keimanan harus kita perkuat menjadi junnah (perisai). Sehingga kita tidak mudah goyah tentang aqidah. Ustad mengingatkan tentang kasus pindah agama. Beliau bercerita tentang kisah sahabat rasul yg pindah agama. Sahabat ini sempat berjihad bersama rasul dalam 7 peperangan,  hapal 3 surat panjang, Al-Baqarah, Ali-Imran dan An-nisa. Namun pada 1 pertempuran sahabat ini ketemu dengan wanita romawi, jatuh cinta, dan bikin surat yang isinya tunjukan jalan bagiku utk sampai ke hatimu. Wanita itu berkata tidak ada jalan bagimu sebelum masuk ke agamaku. Kemudian sahabat itu pun pindah agama.

Ustad mengingatkan juga bila kita dapat musibah, maka kita harus tetap tenang. Tentang puasa, ibadah ini sudah jadi tradisi sejak nabi pertama. Sejak nabi adam, walaupun dengan cara yang berbeda-beda. Konon puasa pada jaman nabi Musa as adalah yang paling berat.

Kebahagiaan

Ada 2 kebahagiaan bagi orang shaum:

  1. Ketika berbuka
  2. Ketika nanti bertemu dengan Allah SWT.

Ustadz menyatakan kebahagiaan hadir karena kesabaran. Kalau kita istiqomah maka akan bahagia, kalau tidak sabar maka akan menyesal.  Contoh bersabar dari sesuatu yang tidak halal adalah kisah nabi Yusuf as. Beliau adalah seorang laki-laki yang sangat tampan. Ketampanan beliau dikagumi oleh istri al-aziz, seorang wanita terhormat di Mesir. Wanita ini bahkan mengatakan Yusuf ini bukan manusia, dia malaikat yg penuh pesona. Wanita ini merayu, menggoda, mengancam dan memaksa yusuf. Sampai robek bajunya Yusuf. Sebenarnya Yusuf juga senang dengan wanita ini, namun Yusuf lebih memilih Allah SWT.

Kisah Yusuf ini sangat menguji kesabarannya, beliau kemudian dibui selama beberapa tahun. Namun karena kesabarannya, ujungnya diberi kebahagiaan. Beliau diangkat menjadi nabi, dan Menteri di Mesir. Ustadz mengatakan bila kita ingin bahagia maka kita harus bersabar.

Kemudian sebagai penutup ustadz bercerita tentang kisah sahabat Ubay bin Kaab. Beliau adalah sahabat dari kaum anshar. Beliau termasuk sahabat yang hafiz Quran, dan pertama kali yang menuliskan ayat-ayat Qur’an.

Ada pertanyaan dari jamaah tentang tafsir Quran. Menurut ustad untuk memahami Qur’an sebaiknya membaca kitab dari ulama yang terkenal. Misalnya tafsir Ibni katsir. Beliau juga menyarankan jemaah agar berhati-hati terhadi penafsiran yang tidak ada rujukan yang jelas dari kitab mana. Dalam ilmu tafsir ada istilah dakhil untuk penafsiran yang tidak jelas sumbernya, atau yang bersumber dari kisah-kisah israiliyat.

Demikian yang sempat saya catat dari ceramah ramadhan Ustad Dedi Hariadi ini.  Mohon maaf bila ada kesalahan. Semoga Bermanfaat!

kisah lengkap tentang Ubay bin kaab :

https://dalamislam.com/sejarah-islam/kisah-ubay-bin-kaab

%d blogger menyukai ini: