Bagian 1: Subnetting & Dasar CLI
Skenario: Anda diminta membangun jaringan untuk sebuah laboratorium kecil dengan alokasi IP dari ISP: 192.168.50.0/27.
- Tugas Subnetting (Tulis di Catatan/word):
- Hitunglah Network Address, Broadcast Address, dan jumlah Host yang dapat digunakan.
- Jika Router menggunakan IP pertama yang valid, berapakah IP untuk Router tersebut?
- Tugas CLI (RouterOS):
- Masuk ke terminal dan ubah nama Router menjadi
Lab-Networking-NIM (Ganti NIM dengan nomor induk mahasiswa).
- Tambahkan IP Address yang telah dihitung ke
ether1 menggunakan perintah CLI.
- Command:
ip address add address=... interface=...
- Tampilkan hasil konfigurasi IP menggunakan perintah
print.
Bagian 2: Diagnosa & Tabel ARP
Skenario: Pastikan PC Client dapat terhubung ke Router dan amati bagaimana Router mengenali perangkat di Layer 2.
- Tools Ping & Traceroute:
- Lakukan
ping dari PC Client ke IP Router.
- Gunakan tool
traceroute ke alamat 8.8.8.8 (atau IP luar). Amati setiap hop yang dilewati dan catat di mana latency (ms) mulai meningkat.
- Tools ARP:
- Buka menu
IP > ARP. Hubungkan PC Client baru atau ubah IP Client.
- Amati tabel ARP. Apa perbedaan antara status flag
D (Dynamic), C (Complete), dan H (Incomplete)? Jelaskan kapan flag H muncul.
Bagian 3: Monitoring Resource & Analisis CPU
Skenario: Sebagai administrator, Anda harus memastikan Router tidak kelebihan beban (overload).
- Tools Resource:
- Buka
System > Resources. Perhatikan penggunaan CPU, Memory, dan Uptime.
- Sebutkan versi RouterOS dan tipe arsitektur CPU yang digunakan oleh Router Anda.
- Tools Profile:
- Jalankan
Tools > Profile.
- Amati proses (Task) mana yang memakan persentase CPU paling tinggi saat Router dalam kondisi diam (idle).
- Coba lakukan aktivitas (misal: buka banyak tab browser di Client) dan perhatikan apakah ada perubahan pada proses
networking atau firewall.
Bagian 4: Analisis Trafik & Torch
Skenario: Ada laporan bahwa internet terasa lambat. Gunakan Torch untuk melihat siapa yang memakan bandwidth.
- Tools Torch:
- Jalankan
Tools > Torch pada interface yang terhubung ke internet.
- Centang opsi
Src. Address, Dst. Address, dan Protocol.
- Identifikasi alamat IP mana yang melakukan koneksi paling banyak atau menggunakan bandwidth paling besar.
- Analisis Protokol:
- Gunakan filter di Torch untuk hanya menampilkan trafik
ICMP. Lakukan ping secara bersamaan dan amati hasilnya di jendela Torch.
Bagian 5: Visualisasi Monitoring & Stress Test
Skenario: Buatlah grafik pemantauan otomatis yang dapat diakses oleh tim IT melalui web browser.
- Tools Graphing:
- Aktifkan
Tools > Graphing. Tambahkan Interface Rules untuk ether1 dan Resource Rules.
- Akses hasil grafik melalui browser PC Client dengan mengetikkan:
http://[IP-Router]/graphs.
- Amati grafik CPU dan Interface yang muncul.
- Tools Flood Ping (Gunakan dengan Hati-hati):
- Gunakan
Tools > Flood Ping ke arah IP PC Client (pastikan Client mengizinkan ICMP).
- Sambil Flood Ping berjalan, buka kembali
Tools > Profile.
- Pertanyaan Analisis: Apa yang terjadi pada CPU Load saat Flood Ping dijalankan? Proses apa yang meningkat drastis di Tools Profile?
Buat laporan kumpulkan ke Google Classroom