Kategori
Layanan Jaringan

Latihan 7 Lanjar – Troubleshooting

Misi 1: Registrasi & Persiapan 

  1. Buka browser dan akses situs sadservers.com.
  2. Klik Sign In / Register di pojok kanan atas, lalu mendaftar menggunakan alamat email.
  3. Masuk ke halaman utama dashboard Scenarios.

Misi 2: Skenario Saint John

  1. https://sadservers.com/scenario/saint-john
  2. Klik tombol Run untuk mengaktifkan terminal Linux di browser.
  3. Deskripsi: Akses ke web server menghasilkan kode respons HTTP 500 Internal Server Error. Skenario ini menguji kemampuan menganalisis berkas log web server untuk menemukan kesalahan pada konfigurasi atau hak akses berkas web, lalu memulihkan layanan hingga mengembalikan status 200 OK.
  4. Instruksi Pengerjaan: Periksa log menggunakan perintah tail -f /var/log/bad.log
  5. Jalankan lsof /var/log/bad.log untuk mencari process ID (PID) dan command name yang menyebabkan eror.
  6. Matikan process yang menyebabkan eror kill <PID> (or kill -9 <PID>)
  7. Alternatif bisa jalankan perintah berikut kill $(lsof -t /var/log/bad.log) 
  8. Klik Check My Solution di SadServers UI atau  jalankan peritntah /home/admin/agent/check.sh untuk memastikan log file tidak bertambah. 
  9. Dokumentasi: Ambil screenshot pada 3 momen penting (Diagnosa Eror, Perintah Perbaikan, dan Status Sukses Check My Solution).

Misi 3. Skenario Saskatoon

  1. https://sadservers.com/scenario/saskatoon
  2. Deskripsi:Terdapat sebuah berkas log akses web server di /home/admin/access.log. Berkas ini berisi satu baris untuk setiap request HTTP, dengan alamat IP pemohon berada di awal setiap baris (kolom pertama).
  3. Cari alamat IP yang memiliki jumlah request terbanyak di dalam berkas ini (tidak ada nilai seri/kembar; IP jawaban bersifat unik). Tuliskan jawaban tersebut ke dalam berkas /home/admin/highestip.txt.
  4. Sebagai contoh, jika jawaban Anda adalah "1.2.3.4", Anda dapat menjalankan:echo "1.2.3.4" > /home/admin/highestip.txt
  5. CATATAN: IP jawaban muncul sebanyak 482 kali (perintah grep -c -F -f highestip.txt access.log akan mengembalikan angka 482). Jika jawaban Anda menghasilkan angka yang lebih kecil, berarti Anda menemukan IP yang salah.
    • Akses Root (sudo): Ya (True)Pengujian (Test): Nilai SHA1 checksum dari alamat IP sha1sum /home/admin/highestip.txt adalah 6ef426c40652babc0d081d438b9f353709008e93 (ini hanya cara sistem memverifikasi jawaban tanpa membocorkan IP-nya langsung; sistem juga menerima IP yang benar meskipun tanpa karakter newline di akhir berkas).
    Tombol “Check My Solution” akan menjalankan skrip /home/admin/agent/check.sh, yang dapat Anda lihat dan eksekusi secara manual.

Misi 4. Skenario Verona

  • https://sadservers.com/scenario/verona
  • Deskripsi: Sebuah portal Apache internal telah dimigrasikan ke host ini. Document root dari portal tersebut berada di /var/www/portal.
  • Halaman utama di http://localhost/ tidak menampilkan beranda yang diharapkan, dan bookmark lama (legacy) di jalur /reports tidak lagi mengarah ke halaman status (sedangkan akses langsung ke /status/ berfungsi normal).
  • Temukan dan perbaiki masalah yang menyebabkan portal root dan redirect lama tersebut tidak berjalan. Menambahkan konten yang kurang/hilang diperbolehkan.
  • Akses Root (sudo): Ya (True)
  • Pengujian (Test):
  • Perintah curl -L http://localhost/reports harus mengembalikan baris pertama berupa: SadServers - Status OK.

Format Laporan Praktikum (Unggah ke LMS)

Mahasiswa mengumpulkan dengan format penamaan NIM_Nama_TroubleshootingSadServers.pdf yang berisi struktur berikut:

  • Identitas & Ringkasan Hasil
    • Nama, NIM, dan tanggal pengerjaan.
    • Ringkasan status penyelesaian 
  • Laporan per Skenario (Skenario 1–3) Untuk masing-masing skenario, sertakan:
    • Bukti Tangkapan Layar (Screenshot):
      1. Screenshot 1: Terminal saat menemukan sumber eror (hasil pengecekan log/status).
      2. Screenshot 2: Perintah CLI atau suntingan file yang digunakan untuk memperbaiki eror.
      3. Screenshot 3: Tampilan indikator Check My Solution yang berhasil bernilai benar (Passed).
    • Analisis Troubleshooting (2–3 kalimat):
      • Penyebab Masalah: Apa yang membuat server eror saat awal dijalankan?
      • Langkah Solusi: Perintah atau file apa yang diubah untuk mengatasi masalah tersebut?

Have Fun!

Kategori
Ngoprek

ReveseMango – SimpleCTF

Buka room Simple CTF di TryHackMe.

https://tryhackme.com/room/easyctf

  1. Untuk mengerjakan praktikum ini anda silahkan memilih salah satu diantara dua metode berikut: a. Menggunakan “AttackBox” (Mesin Kali linux yang sudah terinstal di tryhackme). Attackbox hanya bisa digunakan selama 60 menit secara gratis. b. Menggunakan “OpenVPN” (menggunakan kali linux anda sendiri kemudian terhubung ke server tryhackme melalui openvpn). Tidak ada batasan waktu
  2. Opsi A:Klik tombol biru “Start AttackBox” di pojok kanan atas halaman room.
  3. Opsi B: Unduh file konfigurasi .ovpn dari menu Access pada profil THM (Tryhackme) Anda. Jalankan di terminal Kali Linux: sudo openvpn [nama_file].ovpn. (pastikan kali linux sudah terhubung ke internet)
  4. Aktivasi target: di Task 1 –> Start machine: tunggu hingga IP Target muncul

Setelah machine berhasil dijalankan:

  1. Catat IP address target.
  2. Pastikan mesin Anda dapat berkomunikasi dengan target.
  3. Jangan langsung membuka browser atau menjalankan exploit.
  4. Kemudian lakukan connectivity test: ping -c 4 <TARGET-IP>
  5. Bagian 2 — Reconnaissance. Kita mulai dari informasi paling dasar. Bagian 2 — Reconnaissance. nmap <TARGET-IP>
  6. Kemudian lakukan service detection: nmap -sV <TARGET-IP>
  7. Bagian 3 — Enumeration. Sekarang pilih service yang paling menarik dari hasil Nmap. Lakukan enumeration terhadap service tersebut.
  8. Jika menemukan web server: gobuster dir -u http://<Target-IP> -w <wordlist>
  9. Bagian 4 — Web Investigation. Jika menemukan website, buka: http://<TARGET-IP>
  10. Periksa: halaman utama, source code, comments, links, robots.txt, directory, file yang ditemukan, informasi versi software, Gunakan browser dan command line.
  11. Bagian 5 — Vulnerability Discovery. Sekarang Anda seharusnya sudah mempunyai beberapa informasi tentang target. Gunakan informasi tersebut untuk mencari vulnerability. Sebaliknya, gunakan: nama software, versi software, service, vulnerability database, Google, search engine, dokumentasi, exploit database. Contoh pola pencarian: <software> <version> vulnerability.
  12. atau: <software> <version> exploit
  13. Catat: Software: Version: Vulnerability: CVE / exploit reference: Why is it vulnerable?
  14. Bagian 6 — Exploitation. Sekarang waktunya mendapatkan initial access. Sebelum menjalankan exploit, pahami dulu exploit-nya. Jawab: Apa vulnerability yang dieksploitasi? Service apa yang diserang? Apa yang dilakukan exploit? Apakah exploit membutuhkan username/password? Apa hasil yang diharapkan?Baru kemudian lakukan exploitation.
  15. Dapatkan akses ke target. Setelah berhasil: whoami, Kemudian:id, dan: hostname
  16. Lakukan basic enumeration: pwd
  17. ls -la
  18. Kemudian cari informasi yang relevan. Misalnya: find / -name "*flag*" 2>/dev/null
  19. Bagian 8 — Privilege Escalation. Sekarang Anda sudah mendapatkan initial access. Apakah user tersebut sudah root? whoami
  20. Jika belum root, lakukan enumeration. sudo -l
  21. Kemudian periksa: id
  22. dan informasi sistem: uname -a
  23. Cari kemungkinan: sudo misconfiguration, SUID, writable files, cron jobs, weak credentials, vulnerable software, misconfiguration lainnya. Mendapatkan: root
  24. Langkah serangan: Nmap – Open Port – Service – Enumeration – Information Disclosure – Vulnerability – Exploit – Initial Access – Privilege Escalation – ROOT – FLAG

Have Fun!

Kategori
Layanan Jaringan

Latihan 6 – Layanan Jaringan

Misi 1 — Server Health Check

a. Jalankan perintah berikut satu-persatu dan catat hasilnya.

ip -br addr
ip route
df -h
systemctl --failed
sudo ss -lntup

b. periksa status layanan yang digunakan di server

systemctl status bind9
systemctl status chrony

c. Periksa status layanan dhcp

systemctl status isc-dhcp-server

d. Laporkan layanan mana yang aktif, mana yang gagal!

Misi 2 — DHCP Detective

a. Pada komputer klien, periksa alamat IP, gateway, dan DNS yang diperoleh.

  • Linux: ip -br addr dan ip route
  • Windows: ipconfig /all

b. Pada server, periksa status DHCP dan lognya:

sudo journalctl -u isc-dhcp-server --since "-15 min"

c. Catat apakah alamat klien berada dalam rentang DHCP yang direncanakan.

Misi 3

a. Periksa konfigurasi DNS:

cat /etc/resolv.conf

b. Periksa konfigurasi resolver:

resolvectl status

c. Uji resolusi nama domain publik: (ganti nama domain)

getent hosts example.com

d. Uji (ganti IP dengan IP domain misi 3c, ganti example.com dengan nama domain misi 3c)

ping -c 2 1.1.1.1
ping -c 2 example.com

Misi 4 — NTP Check
Pada server dan klien, periksa:

chronyc tracking
chronyc sources

Misi 5 — Temukan Masalah

a. Periksa layanan yang gagal:

systemctl --failed

b. Periksa layanan jaringan yang relevan:

systemctl status bind9 --no-pager
systemctl status isc-dhcp-server --no-pager
systemctl status chrony --no-pager

c. Periksa port:

sudo ss -lntup

d. Periksa log terbaru dari salah satu layanan yang tersedia: (boleh ganti chrony dengan layanan lain)

sudo journalctl -u chrony -n 20 --no-pager

Buat Laporan dan kumpulkan

Have Fun!

Kategori
lanjar

Latihan 5 – Linux

Bagian I: Hak Akses Berkas & Pencarian Data 

  1. Buat direktori ~/projek_sistem/keamanan/ dan buat berkas kosong bernama rahasia.txt di dalamnya. Tampilkan hak akses (permission) berkas tersebut menggunakan perintah ls -l.
  2. Ubah hak akses berkas rahasia.txt menggunakan perintah chmod mode angka (oktal) agar hanya pemilik (owner) yang memiliki akses baca dan tulis, sedangkan group dan others tidak memiliki akses sama sekali.
  3. Ubah hak akses direktori ~/projek_sistem/keamanan/ menggunakan perintah chmod mode simbolik agar pemilik (owner), group, dan others semuanya mendapatkan hak akses penuh (baca, tulis, dan eksekusi).
  4. Cari seluruh berkas yang memiliki ekstensi .conf di dalam direktori /etc menggunakan perintah find, lalu alihkan (redirect) daftar hasilnya ke dalam berkas ~/projek_sistem/daftar_konfig.txt.
  5. Cari seluruh berkas di dalam direktori /var/log yang memiliki ukuran lebih besar dari 1 MB menggunakan perintah find dengan opsi -size, lalu alihkan daftar hasilnya ke berkas ~/projek_sistem/log_besar.txt.
  6. Cari lokasi path dari program utama bash dan tar menggunakan perintah which atau whereis.

Bagian II: Pengarsipan, Kompresi & Link 

  1. Buat arsip terkompresi berformat .tar.gz dari direktori ~/projek_sistem/keamanan/ dengan nama keamanan_backup.tar.gz, lalu simpan berkas arsip tersebut di dalam direktori ~/projek_sistem/.
  2. Buat sebuah symbolic link bernama link_konfig di direktori home (~) yang mengarah ke berkas ~/projek_sistem/daftar_konfig.txt.
  3. Buat sebuah hard link bernama hard_konfig di dalam direktori ~/projek_sistem/keamanan/ yang terhubung ke berkas ~/projek_sistem/daftar_konfig.txt.

Bagian III: Pengeditan Berkas Teks Menggunakan Editor vi 

  1. Buat dan buka berkas baru bernama server_config.conf di dalam direktori ~/projek_sistem/ menggunakan editor vi.
  2. Masukkan teks berikut ke dalam berkas tersebut melalui Insert Mode (tekan tombol i):# Konfigurasi Server Ubuntu ServerName=UbuntuLab
    Port=8080
    MaxClients=100
    Environment=Development
    LogLevel=Debug
  3. Tampilkan nomor baris pada layar editor menggunakan perintah mode Command-line (:set nu).
  4. Ubah teks Environment=Development menjadi Environment=Production menggunakan perintah pencarian dan penggantian otomatis (:%s/Environment=Development/Environment=Production/g).
  5. Salin baris Port=8080 lalu tempelkan tepat di bawah baris tersebut. Ubah baris hasil salinan menjadi SSLPort=8443.
  6. Simpan seluruh perubahan dan keluar dari editor secara aman (:wq).

Bagian IV: Pemrosesan Teks & Filter Data 

  1. Tampilkan 5 baris pertama dari berkas /etc/passwd menggunakan perintah head.
  2. Tampilkan 3 baris terakhir dari berkas /etc/passwd menggunakan perintah tail.
  3. Ekstrak hanya kolom nama pengguna (kolom 1) dan shell yang digunakan (kolom 7) dari berkas /etc/passwd menggunakan cut dengan pemisah tanda titik dua (:).
  4. Gunakan kombinasi perintah grep dan wc dengan metode piping (|) untuk menghitung jumlah baris dalam /etc/passwd yang mengandung frasa /bin/bash.
  5. Gunakan perintah awk untuk menampilkan nama pengguna (kolom 1) yang memiliki UID (kolom 3) lebih besar atau sama dengan 1000 dari berkas /etc/passwd.
  6. Gunakan perintah sed untuk mengganti seluruh kemunculan frasa /bin/bash menjadi /bin/zsh pada output layar dari berkas /etc/passwd tanpa mengubah isi berkas asli.

Kumpulkan laporan

Have Fun!

Kategori
Uncategorized @id

Latihan 4 – DNS-NTP

1. Jalankan menyalakan Ubuntu Server (pastikan isc-dhcp-server menyala)


2. Jalankan penyadap paket bawaan Linux (tcpdump) di antarmuka Host-Only (misal enp0s8):

sudo tcpdump -i enp0s8 port 67 or port 68 -vn

3. Buka CMD di Windows Host dan mengetik: ipconfig /release lalu ipconfig /renew.

4. Screenshot paket Request (Discover) –> Reply (Offer) –> Request –> Reply (ACK). di Ubuntu server. Tekan Ctrl C

5. Buka kembali konfigurasi DHCP Server dari minggu lalu:

sudo nano /etc/dhcp/dhcpd.conf

Perhatikan dua baris krusial di dalam blok subnet. ubah agar mengarah ke IP dan Nama Domain DNS Server yang mereka buat pada pertemuan kemarin:

option domain-name-servers 192.168.xx.yy;
option domain-name "[nama_anda].com";

6. Restart layanan DHCP: 

sudo systemctl restart isc-dhcp-server

7.  Pastikan pengaturan kartu jaringan Host-Only di Windows diatur ke “Obtain an IP address automatically” DAN “Obtain DNS server address automatically”. Buka CMD Windows, ketik ipconfig /renew lalu ipconfig /all

Pastikan baris Connection-specific DNS Suffix dan DNS Servers di Windows sudah otomatis terisi domain dan IP BIND9, lalu tes dengan ping www.[nama_anda].com

8. Cek Status Waktu & Zona Waktu Saat Ini:

timedatectl status
sudo timedatectl set-timezone Asia/Jakarta

9. Instalasi Chrony (Otomatis menggantikan timesyncd):

sudo apt update
sudo apt install chrony -y

10. Konfigurasi Server Pool Indonesia & Izin Klien Lokal. Buka konfigurasi Chrony:

sudo nano /etc/chrony/chrony.conf

Tambahkan/ubah baris pool di bagian atas agar mengambil waktu dari server Indonesia: 

pool id.pool.ntp.org iburst

Di baris paling bawah, izinkan jaringan Host-Only (laptop karyawan) untuk meminta waktu ke server ini:

allow 192.168.xx.0/24 (sesuaikan xx dengan segmen IP NIM anda)

11. Restart & Verifikasi Stratum:

sudo systemctl restart chrony

chronyc sources -v

chronyc tracking

12. Ketik perintah berikut dan screenshot:

a. timedatectl

b. chronyc tracking

c. cat /var/lib/dhcp/dhcpd.leases

Have Fun!

Kategori
Ngoprek

ReverseMango – Setup Kali dan Recon

  1. Instalasi VirtualBox & Kali Linux. Unduh VirtualBox versi terbaru sesuai OS laptop Anda di virtualbox.org.
  2. Jalankan file installer dan ikuti petunjuknya hingga selesai (gunakan pengaturan default).
  3. Buka situs resmi Kali Linux: kali.org/get-kali/#kali-virtual-machines. Pilih opsi VirtualBox (64-bit). Unduh file .7z atau .ova yang disediakan.
  4. Ekstrak file yang sudah diunduh menggunakan 7-Zip atau WinRAR.
  5. Buka VirtualBox, klik menu Machine –> Add (atau tekan Ctrl + A), lalu arahkan ke folder hasil ekstrak dan pilih file .vbox.
  6. Klik kanan pada VM Kali Linux –> Settings:
  7. System –> Motherboard: Alokasikan RAM minimal 2048 MB (2 GB) atau disarankan 4098 MB (4 GB) jika RAM laptop –> 8 GB.
  8. System –> Processor: Alokasikan minimal 2 CPU Core.
  9. Network: Pastikan Adapter 1 teratur ke NAT.
  10. Jalankan VM dengan menekan tombol Start.
  11. Login menggunakan kredensial default: Username: kali. Password: kali
  12. Buka terminal di dalam Kali Linux dan tes koneksi internet: ping -c 3 google.com
  13. Matikan VM (Power Off), lalu di VirtualBox klik menu tiga titik/ikon di samping nama VM –> Snapshots –> Take. Beri nama “Clean State”. Ini berguna agar VM bisa di-rollback jika terjadi kerusakan di kemudian hari.
  14. Buka browser di dalam Kali Linux, masuk ke akun TryHackMe.
  15. Akses menu Access / My Access https://tryhackme.com/access
  16. Pilih server region terdekat (misal: Singapore / AU), lalu klik Download Access File (file berformat .ovpn).
  17. Buka terminal Kali Linux, navigasi ke folder Download, dan jalankan perintah: sudo openvpn nama_file.ovpn
  18. Biarkan jendela terminal tersebut tetap terbuka. Buka browser dan refresh halaman Access di TryHackMe hingga status bercentang hijau (Connected).
  19. Kerjakan modul https://tryhackme.com/room/passiverecon
  20. dan modul https://tryhackme.com/room/activerecon
Kategori
Kuliah Layanan Jaringan

Latihan 1 – Lanjar

Selamat, Anda baru saja mendirikan perusahaan startup teknologi Anda sendiri! Namun, perusahaan Anda belum memiliki infrastruktur digital. Misi Anda hari ini adalah membangun server utama dari nol. Server ini nantinya akan menampung seluruh aplikasi web, database, dan sistem komunikasi perusahaan Anda.

1. Instruksi Awal

  • Pastikan anda sudah menginstal VirtualBox (atau VMware) . Kalau belum silahkan unduh dan instal dari : https://www.virtualbox.org/wiki/Downloads
  • Unduh file ISO Ubuntu Server LTS 24.04.4 di laptop masing-masing. https://ubuntu.com/download/server
  • Skenario Startup: Tentukan nama startup (contoh: SaskiaNet, RakaTech). Nama ini wajib digunakan sebagai identitas server (hostname) hari ini.

2. Misi 1: Virtual Machine

Buat “mesin fisik” virtual anda di VirtualBox.

  • Langkah Eksekusi:
    • Membuat VM baru dengan tipe Linux (Ubuntu 64-bit).
    • Alokasi Resource: Mengatur RAM (minimal 2GB) dan CPU (minimal 2 Core, jika memungkinkan).
    • Penyimpanan: Membuat Virtual Hard Disk berkapasitas minimal 20GB.
    • Konfigurasi Jaringan (Krusial): mengatur Network Adapter ke mode NAT (agar VM bisa mengunduh pembaruan/paket dari internet) atau menyiapkan dua adapter (Adapter 1: NAT, Adapter 2: Host-Only).
    • Memasukkan ISO Ubuntu Server ke Optical Drive virtual.

3. Misi 2: Instalasi Sistem Operasi

Nyalakan VM dan masuk ke antarmuka instalasi Ubuntu Server.

  • Langkah Eksekusi:
    • Pemilihan bahasa dan tata letak keyboard (biarkan default).
    • Konfigurasi Jaringan: Biarkan sementara menggunakan DHCP agar mendapat akses internet saat instalasi.
    • Partisi Disk: Gunakan opsi Use an entire disk (hindari LVM kustom di sesi awal agar tidak memakan waktu).
    • Pembuatan Identitas (Profile Setup):
      • Your name: Nama mahasiswa (contoh:Asep).
      • Your server’s name: [namastartup]-server (contoh: AsepNet-server).
      • Username & Password: Buat password administrator.
    • OpenSSH Server: Wajib dicentang agar server nantinya bisa di-remote dari laptop fisik (Host).

4. Misi 3: First Boot & Validasi

Setelah instalasi selesai dan VM melakukan reboot, akan layar hitam Terminal (CLI).

  • Langkah Eksekusi:
    • Login menggunakan username dan password yang tadi dibuat.
    • Uji Koneksi Internet: Ketikkan ping google.com untuk memastikan server sudah terhubung ke dunia luar.
    • Cek Identitas: Ketikkan perintah hostname untuk memvalidasi bahwa nama server sudah sesuai dengan nama startup.
    • Cek IP Address: Ketikkan perintah ip a atau ifconfig untuk melihat IP dinamis yang didapat dari VirtualBox.

5. Misi 4: Checkpoint Snapshot

Ini adalah penerapan SOP untuk mencegah kerusakan fatal di minggu-minggu berikutnya.

  • Langkah Eksekusi:
    • Matikan server menggunakan perintah: sudo poweroff.
    • Kembali ke jendela utama VirtualBox.
    • Klik menu Snapshots > Take.
    • Beri nama: Fresh Install - Minggu 1.
    • “Jika minggu depan server kalian error parah, kalian cukup melakukan ‘Restore’ ke titik ini, tidak perlu instal ulang dari nol.”

6. Pengumpulan Laporan

  • Screenshot yang menunjukkan CLI Ubuntu dengan kondisi anda sudah login (menampilkan username@namastartup-server:~$) beserta hasil ping.
  • Upload ke LMS

Have Fun!

Kategori
Uncategorized @id

Persiapan Asesmen 3

Misi 1: Aktivasi Layanan dan pembuatan Flag

1. Verifikasi Layanan:

a. Hidupkan VM Metasploitable 2. 

b. Pastikan anda bisa login dan cek IP.

c. Pastikan port 80 dan port SSH (22) diizinkan di iptables

2. Buat 2 Flag. Buat dua teks rahasia (.txt) dengan format berikut: 

a. Flag Web: FLAG{NamaTim_Web_SandiUnik} contoh: FLAG{TIM01_Web_WebAman}

b. Flag SSH: FLAG{NamaTim_SSH_SandiUnik} (Contoh: FLAG{TIM01_SSH_BentengKuat})

3. Tanam Flag di dua lokasi:

a. Untuk target web: buat file di direktori publik Apache:

sudo nano /var/www/flag_web.txt

Ketikkan teks Flag Web, lalu simpan.

b. Untuk Target SSH:Buat file di direktori pengguna (atau di /root/). 

sudo nano /home/msfadmin/flag_ssh.txt

Misi 2: Scanning dan log monitoring

1. Aktifkan log: Buka dua terminal :

a. Terminal 1 : sudo tail -f /var/log/apache2/access.log

b. Terminal 2:  sudo tail -f /var/log/auth.log

2. Lakukan scan dari Kali linux, pastikan port 80 dan port SSH terbuka:

a. nmap -sV -p- <IP_Target>

b. nikto -h http://<IP_Target>

3. Laporkan screenshot output hasil scan dari penyerang!

Misi 3: Simulasi serangan:

1. Di Penyerang: Gunakan Hydra untuk mennyerang layanan SSH server anda menggunakan kombinasi password acak atau wordlist.

2. Buka browser Kali linux, akses http://<IP_Target>/dvwa. Masuk ke menu Command Execution. Coba baca flag dengan injeksi: 127.0.0.1; cat /var/www/flag_web.txt

3. Di server:Lihat di Terminal 1 (access.log), identifikasi IP Attacker. Blokir IP tersebut menggunakan perintah penyisipan (-I) agar berada di prioritas teratas firewall

4. Pulihkan IP teman anda agar bisa mengakses kembali server!

Misi 4

1. Laporkan: 

a. Nama Kelompok dan nama anggota

b. Flag Web (FLAG{...})

c. Flag SSH (FLAG{...})

2. Simpan konfigurasi anda dan buat snapshot VM!

Have Fun!

Kategori
Uncategorized @id

Praktikum SoC

Sebagai anggota satuan tugas Cybersecurity, kalian tidak hanya dilatih untuk menyerang, tapi juga membangun sistem deteksi dini. Hari ini, kalian akan membuat mesin Kali Linux kalian menjadi server SOC (Security Operations Center) mini menggunakan Grafana Loki. Setelah radar terpasang, kalian akan melancarkan serangan siber ke mesin sendiri untuk membuktikan bahwa sistem kalian berhasil menangkap jejak penyusup.

1. Instal paket pendukung untuk mengunduh repositori

sudo apt-get install -y apt-transport-https software-properties-common wget

2. Buat folder keyring jika belum ada

sudo mkdir -p /etc/apt/keyrings/

3. Unduh GPG Key resmi Grafana

wget -q -O – https://apt.grafana.com/gpg.key | gpg –dearmor | sudo tee /etc/apt/keyrings/grafana.gpg > /dev/null

4. Tambahkan repositori ke source list Debian

echo “deb [signed-by=/etc/apt/keyrings/grafana.gpg] https://apt.grafana.com stable main” | sudo tee -a /etc/apt/sources.list.d/grafana.list

5. Perbarui daftar paket

sudo apt-get update

6. Instal Grafana, Loki, dan Promtail

sudo apt-get install -y grafana loki promtail

7. Jalankan service secara manual

sudo systemctl start grafana-server loki promtail

8. Hak Akses Log

sudo usermod -aG adm promtail

9. Konfigurasi Target Promtail

sudo nano /etc/promtail/config.yml

10. Scroll ke bagian paling bawah dan ubah path bawaan menjadi path Linux anda:

scrape_configs:

– job_name: system

  static_configs:

  – targets:

      – localhost

    labels:

      job: varlogs

      __path__: /var/log/{syslog,auth.log}

(Perhatikan spasi/tab harus sesuai)

11. Simpan (Ctrl+O, Enter, Ctrl+X), lalu restart Promtail:

sudo systemctl restart promtail

12. Setup Dashboard Grafana. Buka browser di dalam Kali Linux dan akses: http://localhost:3000 . Login awal: admin / admin (buat password baru jika diminta).

13. Menu Connections > Data sources > Add data source > pilih Loki. Di kolom URL, isi dengan: http://localhost:3100 . Klik Save & test. Pastikan muncul notifikasi hijau.

14. Pastikan layanan SSH di Kali Linux masing-masing berjalan agar bisa diserang:

sudo systemctl start ssh

15. Serangan Brute Force dengan Hydra. Buka terminal baru. Lakukan simulasi cracking password menggunakan Hydra. Gunakan password acak agar prosesnya cepat tercatat sebagai kegagalan di log.

hydra -l admin -p PasswordSalah123 ssh://127.0.0.1

16. Di Grafana, klik ikon kompas (Explore). Pastikan sumber data adalah Loki. Ubah rentang waktu di pojok kanan atas menjadi “Last 15 minutes”.

17. Buat query LogQL untuk mencari kegagalan SSH:

{job=”varlogs”} Klik Run query.

18. Laporkan Screenshot timestamp terjadinya serangan di dashboard Grafana.

Have Fun!

Kategori
Uncategorized @id

Praktikum – Routing – IPv6

Dua buah kantor cabang (Cabang A dan Cabang B) ingin menguji coba migrasi jaringan lokal mereka menggunakan IPv6 penuh (Full IPv6 Stack). Tabel Alokasi IPv6 Address:

PerangkatInterfaceIPv6 Address (Global Unicast)Keterangan
Router-Aether12001:db8:12::1/64Jalur Penghubung (Inter-Router)
Router-Aether22001:db8:aaaa::1/64PC A
Router-Bether12001:db8:12::2/64Jalur Penghubung (Inter-Router)
Router-Bether22001:db8:bbbb::1/64PC B

1: Konfigurasi IPv6 Statis & Inter-Router Link

  1. Menambahkan IPv6 di Router-A:
    • Buka menu IPv6 –> Addresses –> Klik (+) Add.
    • Address: 2001:db8:12::1/64
    • Interface: ether1
    • Centang opsi Advertise (biarkan default). Klik Apply/OK.
    • Tambahkan lagi untuk jalur LAN: Address: 2001:db8:aaaa::1/64, Interface: ether2.
  2.  Menambahkan IPv6 di Router-B:
    • Buka menu IPv6 –> Addresses –> Klik (+) Add.
    • Address: 2001:db8:12::2/64
    • Interface: ether1. Klik Apply/OK.
    • Tambahkan untuk jalur LAN: Address: 2001:db8:bbbb::1/64, Interface: ether2.
  3.  Pengujian Awal (Ping Antar-Router):
    • Buka Terminal di Router-A, lakukan ping ke Router-B:

tool ping 2001:db8:12::2

  • Pastikan statusnya Reply.

2: Autokonfigurasi Client Lewat SLAAC

  1. Mengaktifkan IPv6 ND di Router-A:
    • Buka menu IPv6 –> ND (Neighbor Discovery).
    • Secara default sudah ada aturan untuk all. Pastikan interface ether2 masuk di dalamnya.
    • Pastikan opsi Managed Address Configuration (M) dan Other Configuration (O) TIDAK dicentang (karena kita tidak pakai DHCPv6, murni SLAAC).
  2. Pengujian pada Client Cabang A:
    • Colokkan Laptop Client 1 ke ether2 Router-A.
    • Buka CMD/Terminal di Laptop, ketik ipconfig (Windows) atau ifconfig (Linux/Mac).
    • Perhatikan bahwa Laptop otomatis mendapatkan IP Global IPv6 dengan prefix 2001:db8:aaaa:[Kombinasi_MAC_Address].
  3. Lakukan hal yang sama untuk Client di Router-B (Cabang B) pada interface ether2.

3. Static Routing IPv6

a. Konfigurasi Routing di Router-A:

  • Buka menu IPv6 –> Routes –> Klik (+) Add.
  • Dst. Address: 2001:db8:bbbb::/64 (Network LAN Cabang B)
  • Gateway: 2001:db8:12::2 (IP ether1 milik Router-B)
  • Klik Apply/OK.

b.  Konfigurasi Routing di Router-B (Rute Balik):

  • Buka menu IPv6 –> Routes –>Klik (+) Add.
  • Dst. Address: 2001:db8:aaaa::/64 (Network LAN Cabang A)
  • Gateway: 2001:db8:12::1 (IP ether1 milik Router-A)
  • Klik Apply/OK.

4. Pengujian

a. Lakukan ping dari Laptop Client A langsung menuju IP IPv6 Laptop Client B. Status harus Reply.

b. Melihat Link-Local vs Global Address: Tunjukkan di laporan mana IP yang berawalan fe80:: (Link-Local) dan mana yang berawalan 2001:: (Global Unicast).

c.  Traceroute: Lakukan tracert [IP_V6_Client_B] untuk melihat bahwa paket data benar-benar melompati hop IPv6 milik router.

d.  Mengapa pada IPv6 kita bisa mendapatkan IP otomatis pada komputer client tanpa perlu mengonfigurasi DHCP Server seperti pada IPv4? Jelaskan konsep SLAAC singkat!

e.  Screenshot tabel /ipv6 route dari kedua router dan tandai rute statis yang baru saja dibuat!

Buat Laporan dan kumpulkan ke GCR