List conference computer science

Buat para dosen dan mahasiswa, setelah riset biasanya mulai nulis dan publish, baik di conference ataupun journal. Publish paper ini tujuannya untuk kita menampilkan hasil riset kita, dan meminta tanggapan dari para peneliti lainnya di dunia. Ada banyak banget conference dan Jurnal yang ada, mulai dari yang keren sampe yang abal2. Tentunya semakin keren sebuah jurnal, maka semakin ketat persaingan untuk bisa terbit. Reviewernya juga lebih sadis biasanya.

Nah buat yang nyari conference2 bagus di bidang computer science bisa liat liastnya di web berikut ini:

https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_computer_science_conferences

Sementara itu untuk jurnal di bidang computer science bisa juga dilihat disini:

https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_computer_science_journals

Khusus untuk conference di bidang jaringan, ada yang udah bikin rankingnya disini:

https://www.cs.ucsb.edu/~almeroth/conf/stats/

Semoga bermanfaat!

Tips Memilih Jurnal

Menulis paper dan publikasi di jurnal adalah sebuah keharusan untuk dosen. Bukan buat gagah2an atau ngejer pangkat doang, tapi buat mengembangkan pengetahuan kita. Karena biasanya pas nulis baru ketauan tuh ternyata masih banyak yang kurang tuh dari penelitian kita, atau malah kepikiran ide untuk penelitian lanjutan. Nah milih jurnal juga jangan sembarangan. Baiknya kita milih jurnal yang keren. Karena di jurnal yang bagus biasanya abis kita submit kita bakal dapat banyak masukan dari editor maupun reviewer. Walaupun kadang2 komentarnya rada nyelekit, tapi ya ditelen aja buat perbaikan kita juga. Klo direject santuy aja, gak usah makan ati, perbaikin lagi aja naskahnya dan coba lagi di jurnal lain.

Nah berikut ada beberapa tips untuk nyari jurnal yang keren:

cek scimago

https://www.scimagojr.com/journalrank.php

disini ada ranking jurnal, bisa dilihat juga dia ada di Q berapa, H indexnya berapa, total dokumen, total sitasi dll. Disana bisa difilter juga berdasarkan subject area, subject category, region/negara, dan tipenya misalnya jurnal, buku proceeding dll.

Setelah itu bisa klik jurnalnya nanti bakal keluar berbagai statistik, misalnya dia di Quartile berapa dari tahun ke tahun. Saya biasanya liat, Quartilenya apakah menurun? trus penilain sjrnya, pergerakan jumlah dokumennya pertahun dll.

Cek Scope

setelah itu cek web jurnalnya, ada linknya biasanya di bagian information:

Setelah klik webnya, pertama yang saya liat adalah scopenya, sama paper yang udah terbit, nyambung gak kira2 temanya sama paper saya. Karena klo gak nyambung, pasti langsung direject.

Journal Finder

Tools lain yang bisa dipake ada juga journal finder dari elsevier

https://journalfinder.elsevier.com

Disini masukin judul paper, abstrak, keyword sama field of research. Nanti dia kasi rekomendasi journal mana aja yang cocok dengan paper kita.

Cek web jurnal

Di web jurnalnya saya suka liat prosedur submitnya kayak gimana, trus proses reviewnya seperti apa dan biayanya berapa alias APC (article processing charge)

Setelah itu saya mulai bikin list beberapa jurnal yang jadi target. Saya juga suka nanya teman yang pernah publish di jurnal itu, prosedurnya seperti apa? biayanya berapa? ribet gak ? berapa lama prosesnya dll.

Cek Beal List

Klo udah ada kandidat cek juga jurnal itu masuk di beal list gak? Ini list beberapa jurnal predator. Yang di list biasanya publishernya, bukan nama jurnalnya. Jurnal predator ini jurnal yang gak ngikutin standar akademik dan proses peer review yang baik. Biasanya mereka cuma mentingin bisnisnya aja. Journal2 ini biasanya di blacklist sama kampus, jadi sayang banget klo kita publish disini ternyata kemudian gak diakui kampus. Listnya bisa dilihat pada link berikut:

Oiya cek juga di website PAK dikbut berikut ini ya, jurnal mana aja yang diakui:

https://pak.kemdikbud.go.id/portal/

Sampai disini dulu, semoga bermanfaat!

Beberapa link:

Mencari jurnal Scopus sesuai field dan masih aktif dan tidak discontinued atau cancelled, bisa dilakukan di sini
https://www.scopus.com/sources?

Mencari jurnal di Web of Science bisa dilakukan disini
https://mjl.clarivate.com/search-results

Mencari Q atau Quartile bisa di sini

https://www.scimagojr.com/

Mencari Jurnal SINTA dan ranking nya bisa di sini

https://sinta.ristekbrin.go.id/journals. Tinggal klik S1 maka muncul SINTA 1. Klik S2 Muncul SINTA 2.

Untuk cari berdasarkan topik bisa juga seperti ini:

https://www.scimagojr.com/journalsearch.php?q=malware

Referensi lainnya:

https://abduweb.com/cara-mencari-jurnal-scopus/

https://blog.gamatechno.com/8-situs-terpercaya-untuk-mengakses-jurnal-internasional/

Strategi menulis buku ajar

… tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya tentang webinar menulis buku ajar…

Setelah melakukan studi pasar dan menentukan positioning buku yang akan kita tulis, teknik berikutnya yang dijelaskan Pak Suyanto adalah bahasa yang digunakan harus mengandung motivasi dan kekinian. Harapannya buku yang ditulis ini bisa menjadi inspirasi bagi pembacanya. Sumber motivasinya bisa dari pengalaman pribadi, ataupun prospek penerapan teknologi dan tema yang sedang dibahas dalam buku tersebut.

Tips berikutnya, buku yang ditulis harus mencerahkan (enlightening). Caranya dengan merancang gambar, tabel dan ilustrasi yang menarik. Menurut beliau pada buku ajar yang bagus, orang melihat gambar dan ilustrasi yang baik sudah memiliki bayangan tentang tema yang dibahas.

Tips berikutnya adalah penyusunan bab (chaptering) harus dirancang dengan baik. Biasanya dimulai dari materi yang paling dasar atau mudah, kemudian pelan-pelan mulai ditingkatkan kesulitannya. Begitu juga tugas baiknya dimulai dari yang paling mudah, kemudian pelan2 ditingkatkan kesulitannya. Bagian ini disebut juga (plotting). Menurut beliau untuk chaptering ini dia mulai dengan struktur mata kuliah yang dia ajar, atau dari mata kuliah referensi di beberapa kampus beken. Beliau biasanya liat juga referensi dari buku best seller internasional dan paper survey dari jurnal beken.

Setelah dibuat kerangka bab-nya dirancang juga sub-bab apa saja yang akan ditulis, dan dilanjutkan dengan kerangka isi paragrafnya. Baru poin-poinnya saja. Dalam penyusunan ini harus dipikirkan kohesinya, keterkaitan antara bab dengan bab, sub-bab dengan sub-bab maupun paragraf dengan paragraf. Pak Suyanto menyusun struktur ini mengikuti slide perkuliahan. Dan selanjutnya dipikirkan juga kohesi antara kalimat dengan kalimat. Dan jangan lupa referensi juga harus akurat. Temukan referensi yang terpercaya. Tentang referensi ini pak Suyanto menggunakan paper review dari sciencedirect dan scopus.

Setelah kita susun kerangka tulisan tadi, baru kita mulai menulis. Tips dari beliau adalah menulis cepat, edit belakangan. Jadi tulis aja dulu yang ada di kepala dengan cepat, gak usah mikirin typo, kesalahan eyd, dll. Tumpahkan saja dulu semua ide yang ada di kepala ke dalam tulisan. Rutinkan menulis selama 2 jam perhari.

Menurut beliau kesalahan penulis pemula:

  1. kepala kosong di depan laptop
  2. menulis sambil mengedit, tidak mau ada salah ketik (perfeksionis)
  3. Menulis sampai sempurna; bold italic, numbering, equation dll

Pak Suyanto bercerita dalam menulis buku dia membutuhkan waktu yang berbeda-beda. Ada yang selesai dalam 1 bulan, namun ada juga bukunya yang baru selesai dalam 36 bulan. Beliau bisa menyelesaikan 1 halaman dalam 1 jam, 180 halaman dalam 1 bulan.

Beliau menyarankan untuk berkolaborasi dengan dosen maupun mahasiswa dalam menulis buku ajar. Ada prinsip 2T yang diperlukan dalam menulis buku ajar yaitu:

Teams: (advisor, authors, illustrator, proofreader, dst)

Tools: (Scopus, Mendeley, Latex/Word, Excel, Visio, dll)

Beliau membagi proses penulisan menjadi 7:

  1. Survei buku-buku best seller (nasional & internasional)
  2. Penetapan gagasan (wujud akhir buku)
  3. Pembuatan kerangka (bab/subbab: judul, sinopsis, gambar, tabel, equation)
  4. Penulisan konten di setiap bab dan subbab
  5. Penomoran gambar, tabel, equation dan sitasi secara otomatis
  6. Pembuatan front matter (penulis, kata pengantar, sinopsis buku, judul buku)
  7. Validasi, Verifikasi, editing dan proofreading

Untuk penerbitan sebaiknya pelajari dulu tentang penerbit yang jadi tujuan. Seperti apa proses reviewnya, konten khasnya seperti apa , bagaimana skema kontraknya dll. Untuk mendapatkan info tersebut bisa tanyakan ke penulis yang sudah berhasil menerbitkan buku disana. Beliau pernah ditolak naskahnya karena tidak sesuai dengan lini penerbitan disana. Beliau merekomendasikan beberap penerbit berikut ini, beserta topik khasnya:

  1. Informatika (Teori dan pemrograman)
  2. Penerbit rekayasa sains (matematika)
  3. Modula (Modul praktis)
  4. Andi (Teori dan pemrograman)
  5. Elexmedia (Howto)
  6. Erlangga (pelajar dan mahasiswa)
  7. Graha Ilmu (Umum)

Beberapa tips berikut untuk proses penerbitan:

Kebanyakan penerbit hanya menerima file .doc, ada juga yang menerima latex tapi prosesnya jadi lama, karena keterbatasan tenaga editor yang bisa pake latex. Menurut pengalaman beliau yang menerima file latex hanya penerbit informatila. Proses editing, setting dan cover normalnya butuh waktu 1 bulan. Namun untuk editing latex butuh waktu lebih lama. Penerbit hanya menerima dokumen yang sudah lengkap dari awal sampai akhir.

Beliau kemudian menampilkan grafik perbandingan nilai konten dan potensi pasar dengan berapa lama keputusan penerbit untuk menerima atau menolak naskah kita. Bila kontennya baik dan memiliki potensi pasar yang tinggi umumnya setelah 1 bulan akan diputuskan diterima oleh penerbit. Namun bila kontennya jelek dan nilai potensi pasar rendah maka dalam 2 minggu sudah ditolak. Naskah kita akan dinilai terlebih dahulu oleh beberapa reviewer yang ditunjuk oleh penerbit.

Skema pembayaran penerbitan tidak sama untuk semua penerbit. Ada yang jual putus, maksudnya royalti langsung dibayar di depan, nilainya tergantung kesepakatan. Ini biasanya untuk penulis yang sudah mapan. Ada juga yang menggunakan sistem royalti, maksudnya dibayar persemester, dihitung berdasarkan jumlah buku yang terjual. Biasanya sebesar 10% dari harga buku (kena pajak 15%). Atau ada juga yang pake skema semi putus, yaitu royalti dibayar langsung didepan, misalnya sebesar Rp 50 ribu perhalaman. Kemudian pada setiap cetak ulang tanpa revisi dapat royalti lagi sebesar 50%. Sementara kalo cetak ulang dengan revisi, dapat royalti sebesar 100%.

Beberapa buku yang pernah dia tulis diantaranya:

  1. Tentang algoritma genetika dalam matlab. Menurut beliau konten ini strukturnya berasal dari kuliah S2 dia dulu di swedia.
  2. Artificial intelligence disusun dari slide kuliah
  3. Evolutionary computation, buku ini disusun cukup lama sekitar 6 bulan
  4. Soft Computing, buku ini cukup berkesan menurut beliau, karena dia mendapat feedback dari pembaca yang mengatakan membaca buku ini menyenangkan, seperti membaca novel.
  5. Algoritma optimasi, disusun selama 24 bulan
  6. Data mining, disusun selama 36 bulan, yang menarik motivasinya menulis buku ini menurut beliau adalah karena takut dosa.
  7. Swarm Intelligence
  8. Machine learning
  9. Deep Learning
  10. Evolutionary machine learning

Menulis buku ajar menurut beliau akan lebih bermanfaat, dibandingkan menulis paper, karena coveragenya lebih luas. Selain itu menulis buku ini akan memberi manfaat domino effect, peacock effect, snowball effect maupun chain reaction bagi penulisnya.

Beliau memberi contoh step-step penulisan bulu explainable AI sebagai berikut:

  1. Bikin struktur buku
  2. Masukan gambar2 terlebih dahulu dari referensi (misalnya copas dr survey paper). Tahap awal ini hanya untuk memudahkan, selanjutnya nanti gambar ini akan diganti dengan gambar yang dibuat sendiri.
  3. Rancang alur cerita
  4. Catat referensi pada subbab

Tentang buku referensi beliau menambahkan bahwa buku referensi berasal dari hasil riset. Buku referensi biasanya gak komersil, jadi penulis yang menanggung seluruh biaya cetaknya. Biasanya untuk penerbitan minimal penerbit mencetak 1000 eksemplar, dengan harga buku rata-rata 100 ribu. Untuk buku teks biasanya minimal 200 lembar, dan maksimal 500 lembar

Demikian catatan dari webinar ini, terima kasih banyak pak Suyanto. Semoga bermanfaat!

Webinar strategi menulis buku ajar

Kemaren saya ikut webinar strategi menulis buku ajar. Webinar ini diadakan oleh Tel-U dengan pembicara Bapak Dr.Suyanto. Beliau ini dosen Tel-u dan telah menerbitkan 10 buku ajar di bidang informatika. Pada webinar ini dia share gimana strategi untuk menulis buku ajar.

Menurut beliau menulis buku ini penting banget buat dosen, bahkan ada rencana dikti untuk mewajibkan dosen untuk menulis buku. Untuk dosen ada 2 jenis buku yang bisa ditulis yaitu buku ajar dan buku referensi. Buku ajar itu buku yang dipake jadi bahan pegangan di suatu mata kuliah. Buku ini disebut juga textbook. Sementara buku referensi biasanya menjelaskan suatu topik khusus hasil penelitian dosen tersebut. Buku referensi ini biasanya menjelaskan sebuah kebaruan (novelty) pada sebuah bidang ilmu.

Oiya, karena di negeri ini dosen harus mengumpulkan angka kredit untuk naik tingkat, buku yang sudah ditulis bisa diajukan untuk kenaikan jabatan fungsional dosen. Buku ajar masuk ke kum pengajaran, nilainya 20. Sementara buku referensi masuk ke kum penelitian dengan nilai 40. Selain pengajaran dan penelitian, kewajiban dosen lainnya adalah pengabdian masyarakat.

Kemudian menurut beliau, menulis buku ini bisa bermanfaat pas kita ngajuin proposal penelitian. Jadi pas seleksi proposal penelitian itu ada penilaian rekam jejak peneliti. Kalo kita pernah nulis 1 buku maka dapat poin 2,5 ; nulis 2 buku poinnya 5; nulis 3 buku poinnya 7,5; kalo lebih dari lebih dari 3 buku dapet poin 10; Nah penilaian rekam jejak peneliti ini total nilainya adalah 40 dari 100. Jadi sangat ngaruh dengan lolos atau tidaknya penelitian ini. Selain buku di rekam jejak peneliti ini yang dinilai adalah apakah peneliti memiliki publikasi di jurnal internasional bereputasi sebagai penulis pertama atau corresponding author, publikasi di jurnal nasional terakreditasi peringkat satu atau dua, serta prosiding internasional terindeks.

Beliau memberi tips untuk memperkuat rekam jejak bisa menggunakan strategi 2P: push & pull. Maksudnya adalah kolaborasi, satu orang dosen senior menarik beberapa dosen yunior. Dan dosen yunior mendorong dirinya. Maksudnya pengerjaan buku maupun penelitian bisa dilakukan dalam tim, yang ada dosen senior dan dosen yunior.

Menurut pak suyanto, menulis buku ajar harus inspiring dan enlightening. Memberi inspirasi dan mencerahkan. Berbeda dengan menulis novel yang lebih simpel, mudah dibaca namun mengandung twist (perubahan alur cerita yang tidak terduga). Novel biasanya bikin orang penasaran sehingga gak sabar untuk membuka halaman berikutnya. Namun bisa juga kita menulis buku ajar seperti novel, contohnya beliau di akhir sebuah sub bagian atau bab memberi sebuah pertanyaan yang jawabannya disediakan pada halaman berikutnya.

Ada 5 teknik menulis:

  1. Positioning
  2. Inspiring
  3. Enlightening
  4. Plotting
  5. Chaptering

Sebelum menulis harus dilakukan studi pasar terlebih dahulu, membaca buku-buku best seller dengan tema sama. Kemudian dipelajari apa kekurangan buku-buku tersebut. Misalnya buku yang ada bahasanya terlalu berat, atau buku-buku yang ada tidak memberi contoh latihan dsb. Setelah itu mulai direncanakan konten buku kita, apa yang membedakan dengan buku-buku yang sudah ada tersebut. Tahapan ini yang disebut positioning. Sampai disini dulu, besok insyaallah saya lanjutkan dengan tahapan berikutnya.

Semoga Bermanfaat!

Akreditasi Unggul

Alhamdulillah prodi kami berhasil meraih akreditasi unggul, setelah melewati proses yang cukup panjang. Peringkat unggul ini memang peringkat baru yang dikeluarkan BAN-PT. Dulu peringkatnya A,B, dst sekarang menjadi Unggul, Sangat Baik, Baik. Perubahan ini karena ada perubahan juga Standar yang digunakan untuk penilaian akreditasi. Dulu menggunakan 7 standar sekarang menjadi 9 standar.

Karena prodi kami sebelumnya memiliki peringkat akreditasi A, maka kami dapat mengajukan ISK, (instrumen suplemen konversi). Maksudnya selama akreditasi A masih berlaku, kami tidak perlu mengajukan borang akreditasi 9 standar yang baru. Namun bisa mengajukan ISK yang lebih sedikit penilaiannya. Sebagai perbandingan untuk borang 9 standar berdasarkan matriks penilaian ada 69 elemen yang dinilai, sementara untuk ISK pada prodi D3 hanya 11 elemen yang dinilai.

11 elemen itu diantaranya:

  1. Dosen Tetap: Kecukupan jumlah DTPS
  2. Dosen Tetap:Jabatan akademik DTPS
  3. Kurikulum: keterlibatan pemangku kepentingan dalam proses evaluasi dan pemutakhiran kurikulum
  4. Kurikulum: Kesesuaian capaian pembelajaran dengan profil lulusan dan jenjang KKNI/SKKNI
  5. Kurikulum: Ketepatan struktur kurikulum dalam pembentukan capaian pembelajaran
  6. Sistem penjaminan mutu internal mencakup 5 aspek
  7. Pelampauan SN-DIKTI
  8. Sistem Pelacakan Lulusan
  9. Rata-rata waktu tunggu lulusan mendapatkan pekerjaan pertama
  10. Kesesuaian bidang kerja lulusan saat mendapatkan pekerjaan pertama
  11. Tingkat kepuasan pengguna terhadap lulusan prodi

Walaupun cuman 11 namun lumayan melelahkan pengisian dokumen ini, karena banyak data yang harus diolah dan ditampilkan. Dan dokumen ISK ini juga cukup tebal, sampai 120an lembar. Sebelum submit kami juga harus melewati proses review internal sampe 3 kali. Tapi alhamdulillah banyak pelajaran juga yang didapat dari proses pengisian ISK ini. Selamat dan terima kasih untuk tim borang prodi D3 TK Telkom University.

Instrumen akreditasi bisa diunduh di web sapto:

https://sapto.banpt.or.id

Untuk membantu penghitungan ISK bisa menggunakan aplikasi quick ISK berikut:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.kanzen.quickiskaptaps&hl=en&gl=US

Tips Memberi Presentasi – Peironcely

Saya lanjutkan pembahasan buku Peironcely tentang tips to survive your phd. 

9. Memberi Presentasi

Satu skill utama yang harus dikuasai siswa S3 adalah memberi presentasi. Skill ini tidak ada yang mengajarkan, supervisor biasanya hanya fokus pada penelitian. Beberapa tips untuk meningkatkan kemampuan presentasi kita:

Persiapan

Persiapkan terlebih dahulu: sediakan waktu yang cukup untuk mempersiapkan presentasi, jangan dadakan. Sebaiknya 95% slide harus sudah selesai 3 hari sebelum presentasi. Kemudian lakukan latihan, dan perbaiki detail2 dari presentasi kita

Ketahui siapa Audience kita: pelajari siapa audience (pendengar) presentasi kita, pelajari juga latar belakang mereka.Hal ini akan mempengaruhi kualitas dan struktur presentasi kita. Rancang seberapa besar bagian pengantar (introduction) yang diperlukan, teknik apa yang digunakan untuk menjelaskan, dan masalah apa yang akan dihadapi, sangat bergantung pada seberapa besar audience mengetahui topik yang akan dibicarakan. Bila audience berasal dari background yang berbeda, maka kita harus memasukan bagian pengantar yang cukup tentang penelitian kita, dan mengapa tema ini penting. Jangan mengambil asumsi bahwa mereka mengetahui tentang teknik yang kita gunakan. Bila audience adalah para ilmuwan pada bidang yang sama, maka kita bisa skip bagian pengantar, dan lebih fokus pada novelty penelitian. Pembicara yang baik biasanya langsung mendapatperhatian dari audience dengan cepat, misalnya dengan bercerita tentang sebuah kisah pribadi atau tentang permasalahan yang pernah dihadapi audience. Pikirkan tentang masalah atau ketakutan yang pernah dihadapi audience, dan jawab pertanyaan mereka tentang “terus bagaimana?” Pikirkan juga pertanyaan apa yang akan mereka tanyakan. Hal ini akan membantu kita memahami pemikiran audience dan melihat presentasi kita dari perspektif audience.

Belajar dari orang lain

Ada banyak jenis presentasi, klub jurnal, seri seminar, konferensi, pertemuan tahunan, pembicara tamu, bahkan sambutan pada pernikahan. Kita bisa belajar dari pembicara yang baik maupun pembicara yang buruk. Pembicara mana yang menarik, apa yang membuat presentasinya menarik? Apa saja kesalahan dari presentasinya? Kemudian coba perhatikan presentasi kita, apakah kita membuat kesalahan yang sama ketika sedang nervous? Dengan melakukan analisa dari presentasi ini, kita bisa belajar bagaimana untuk memperbaiki presentasi kita.

Membuat Slide

Tips untuk membuat slide, mulai dari belakang:

  • Apa ide utama dari presentasi anda. Bila kita harus merangkum seluruh presentasi dalam 2 kalimat, apa yang bisa kita katakan?
  • Buat slide acknowledgement. 
  • Buat slide kesimpulan. Batasi hanya 3 poin inti. Dapat juga tambahkan 3 hal yang bisa dilakukan pada penelitian berikutnya
  • Putuskan hasil apa yang akan ditampulkan. Buat slide dengan gambar dari hasil pengujian.
  • Buat Slide tentang metode yang digunakan, yang menjelaskan bagaimana hasil tersebut dicapai
  • Buat slide pengantar. Bagian ini harus dibuat menarik, sehingga audience ingin mendengar presentasi kita, tampilkan apa pentingnya riset anda, jelaskan pilihan metode yang digunakan. Tipe slide pengantar, tergantung dari audience. Terkadang kita harus memberi penjelasan yang panjang, terkadang lebih pendek
  • buat Judul slide

Tips supaya tetap tenang selama presentasi:

  • Persiapkan dan latih presentasi anda. Persiapan yang baik akan meningkatkan kepercayaan diri 
  • Pahami semua yang akan ditampilkan. Jangan ngarang. Jangan tampilkan sesuatu yang kita tidak yakin bagaimana hal itu diperoleh. 
  • Bicara dengan audience, buat interaki. Jangan hanya membaca slide
  • Perbaiki gesture. Ketika mendengarkan presentasi, audience tidak hanya mendengar perkataan kita, namun juga memperhatikan gesture kita

Latihan

Latih presentasi kita sendiri (tanpa audience) dan dengan audience. Berlatih presentasi dengan audience, misalnya grup riset kita, dan mintalah masukan dari mereka. Biarkan mereka mengkritisi desain slide, isinya, artikulasi, ritme dan lainnya.

Hapalkan poin2 presentasi, jangan hapalkan keseluruhan kalimat.  Bila anda siapkan slide dengan baik, maka dia akan membantu anda menyampaikan apa yang ingin disampaikan. Hindari kesan membaca atau menghapal keseluruhan kalimat. Perhatikan waktu ketika latihan.

Pada saat Presentasi

Anda harus datang lebih awal, sempatkan berbicara dengan moderator atau pimpinan sidang atau orang yang mengatur acara. Perkenalkan diri, dan sampaikan bagaimana menyebut nama anda, sampaikan juga biodata pendek, sehingga dia bisa memperkenalkan anda. Jangan lupa untuk memberi slide. Minta mereka untuk uji coba menampilkan slide pada komputer yang akan digunakan. Pastikan warna, transisi dan video yang ditampilkan berjalan dengan baik.

Hadir lebih awal juga memberi kesempatan kita untuk terbiasa dengan ruangan yang digunakan. Pergi ke panggung dan bayangkan anda sedang presentasi. Jadi ketika waktu presentasi, kita sudah merasa lebih nyaman.

Tips lainnya. Tanyakan sesuatu hal pada presentasi sebelum anda, hal ini membantu kita lebih rileks

Gesture (bahasa tubuh)

  • Jangan gunakan terlalu banyak gesture, dan jangan juga terlalu sedikit. Jangan terlalu dramatis dengan menggerakan tangan terlalu banyak, namun jangan juga biarkan tangan anda kaku,
  • Atur napas, dan jangan terburu-buru
  • Senyum! dan usahakan ramah dan rileks
  • Bila tegang dan tangan anda bergetar, jangan gunakan laser pointer. Gunakan kalimat seperti ” pada gambar di kiri atas, kita lihat…” Atau bisa juga gunakan dua tangan. Satu untuk pointer, tangan lain memegang pergelangan tangan

Audience/kontak mata

Bila anda tidak bisa melihat audience secara langsung, coba lihat garis horizontal diatas kepala. Atau lihat audience secara random, tanpa melakukan analisa ekspresi mereka. Pastikan kita memperhatikan setiap bagian dari ruangan, misalnya kiri, tengah, kanan, sehingga tidak ada audience yang merasa dicuekin

Sesi tanya jawab

Tergantung dari audience, sisakan setidaknya 10 menit untuk sesi tanya jawab. Bila kita tidak sanggup melihat langsung mata orang, usahakan konsentrasi pada titik antara kedua matanya. Untuk menjawab pertanyaan, sebaiknya pahami dulu pertanyaannya. Bila ada yang belum dipahami dari pertanyaan tersebut, sebaiknya pastikan apa yang dimaksud penanya, misalnya dengan bertanya “apakah yang anda maksud adalah ….? apakah anda bertanya tentang A atau B? Pertanyaan ini bisa memberi waktu tambahan untuk kita memikirkan jawabannya.

Ada baiknya mengulang pertanyaan tersebut. Dengan cara ini semua audience bisa mendengar pertanyaan tersebut, dan memastikan kita paham pertanyaan tersebut. Jangan panik bila kita tidak punya jawaban dari setiap pertanyaan. Bahkan ahlinya ahli pun tidak mungkin tau semuanya. 

Beberapa contoh kalimat yang bisa digunakan ketika menjawab pertanyaan:

  • Itu sudut pandang yang menarik, saya belum memikirkan tentang aspek tersebut
  • Kami belum fokus tentang hal tersebut, tapi hal itu sudah kami catat sebagai salah satu poin penelitian berikutnya, atau ide yang akan kami pelajari.
  • Sayang sekali saat ini saya belum memiliki cukup waktu untuk mendapatkan data tersebut, tapi saya dapat mencarinya setelah presentasi, bila anda ingin berdiskusi lebih lanjut.

Jangan baper. Walaupun ada komentar yang membuat penelitian kita terlihat buruk. Walaupun nada bicara dan perilaku penanya terlihat agresif, tetap tenang dan ramah. 

Sampai disini dulu, besok insyaallah akan saya lanjutkan dengan tips ke 10. Semoga bermanfaat!

Referensi

Peironcely, 17 simple strategies to survive your phd, nextscientist.com

 

Strategi PhD -Peironcely

Saya lanjutkan tentang tulisan peironcely tentang strategy to survive PhD.

7. Get Result soon

Seringkali mahasiswa phd terlalu fokus pada target yang besar, pada publikasi yang wah. Padahal sebaiknya lebih fokus pada target yang lebih kecil dan bisa dicapai. Beberapa tips dari Peironcely:

  • Jangan terlalu perfeksionis, hasil yang baik sudah cukup
  • Rancang model yang sederhana, kurangi jumlah subproyek, fokus pada inti proyek yang dapat di publish
  • Buat sebuah prototipe dengan cepat, minta masukan, kembangkan prototipe, minta masukan.  Cara ini lebih cepat untuk konfirmasi atau membantah asumsi (hipotesis) kita.

Tanyakan pertanyaan berikut ketika merancang percobaan:

  • Apakah saya dapat menghilangkan suatu bagian penelitian tanpa menghilangkan inti penelitian saya?
  • Apakah prototipe saya sudah dapat digunakan orang untuk memberi feedback 

Tidak perlu membuat ribuan feature pada prototipe yang dibuat. Cukup membuat feature penting yang dapat dipublikasikan atau di presentasikan pada sebuah konferensi. Daripada fokus untuk membuat hasil yang sempurna, tunjukan hasil yang sudah ada ke kolega, minta masukan dari mereka dan kembangkan prototipe kita. 

Dalam 2 minggu: tentukan deadline dari penelitian kita, dan tentukan hal penting apa yang harus diselesaikan dalam 2 minggu tersebut. Selesaikan dengan cepat dan move on ke hal berikutnya.

8. Jaga Kesehatan

Mens sana in corpore sano : di dalam tubuh yang sehat ada jiwa yang kuat

Salah satu penyebab mahasiswa sering merasa frustasi adalah karena tidak memperhatikan kesehatan badannya. Sebagai ilmuwan memang otak adalah bagian yang paling penting, tapi jangan sampai mengabaikan kesehatan tubuh. 

Memperhatikan kesahatan bukan berarti harus tiap hari ke gym, tapi tentang menjaka makanan, minuman, istirahat cukup, latihan dan menenangkan pikiran. Ikuti anjuran minum 3 liter air putih sehari. Minum kopi maupun minuman anis hanya akan menyebabkan kita mendapat diabetes, obesitas, insomnia dll.

Kondisi kesehatan yang buruh akan meningkatkan stress dan gangguan tidur. Tips untuk menjaga kesehatan:

  • Diet slow-carb: ikut anjuran buku the 4-hour-body – timothy ferris
  • Bawa bekal makanan ke kampus
  • Kurangi snack, banyak minum air putih
  • Hanya minum kopi 1x di pagi hari
  • Tidak minum alkohol
  • Perbanyak latihan fisik
  • Blue light

Lebih sehat badan kita, maka lebih fokus, lebih efektif dan lebih sibuk kita dalam penelitian.

Sampai disini dulu, besok saya lanjutkan dengan tips no 9 insyaallah. Semoga Bermanfaat!

referensi:

Julio Peironcely, 17 simple strategies to survive your phd, nextscientist.com

 

 

PhD Survival Guide

Hari ini dapat tugas  membuat tulisan kiat-kiat terkait “How to survive Phd/graduate work. Sumbernya bebas dari internet maupun buku. Setelah googling ternyata ada banyak buku dan tulisan tentang tema ini. Saya coba catat dulu disini beberapa sumbernya:

Buku:

Artikel:

Blog:

Semoga Bermanfaat!

 

Akreditasi Internasional

Prodi kami diminta kampus untuk mengajukan akreditasi internasional. Namun ternyata ada banyak jenis lembaga yang menyediakan akreditasi internasional. Saya diminta untuk mengajukan akreditasi internasional mana yang akan diajukan. Jadilah saya coba baca2 tentang berbagai akreditasi internasional. Berikut ini beberapa lembaga Akreditasi yang diakui dalam persetujuan Internasion

  1. Extemal Quality Assurance results (EQAR)

The European Quality Assurance Register for Higher Education

2.  Council for Higher Educatian Accreditation {CHEA)

https://www.chea.org/

3.U.S. Department of Education (USDE)

4. Washington accord

https://en.wikipedia.org/wiki/Washington_Accord

5. World Federation for Medical Education (WFME)

https://wfme.org/accreditation/

6.Sydney Accord

https://www.ieagreements.org/accords/sydney/signatories/

7.Dublin Accord

https://www.ieagreements.org/accords/dublin/signatories/

8.Seoul Accord

https://www.seoulaccord.org/signatories.php

9.Canberra Accord

http://canberraaccord.org/

10. Asia Pacific Quality Register (APQR)

https://www.apqr.co/

Semoga Bermanfaat!

Menyusun Kurikulum Teknik Komputer

Semester ini prodi kami alhamdulillah telah berhasil menyelesaikan proses penyusunan kurikulum baru. Proses penyusunan ini lumayan panjang ada sekitar setahun. Saya coba share sedikit proses penyusunannya.

  1. Referensi/acuan: pertama yang kami lakukan adalah mencari referensi kurikulum yang bisa dijadikan rujukan.
    1. Waktu itu tim memutuskan menggunakan rujukan dari ACM Computing Curricula 2016 dan Buku kurikulum Aptikom berbasis KKNI dan OBE . 2 kitab itu jadi panduan utama untuk menentukan struktur mata kuliah konten dll.
    2. Selain itu referensi utama lainnya adalah buku penyusunan kurikulum telkom university 2020.
    3. Gak lupa juga acuan aturan penting seperti Permen 3/2020 tentang SN-DIKTI, panduan merdeka belajar , peta okupasi nasional bidang TIK
  2. Evaluasi Kurikulum: langkah berikutnya adalah evaluasi kurikulum. Step ini adalah melakukan evaluasi kurikulum lama.
    1. Caranya melakukan tracer study, waktu itu kampus mengundang para alumni dan pengguna lulusan untuk minta masukan tentang kurikulum.
    2. Setelah itu dilakukan analisa swot, penentuan profil lulusan, penentuan kompetensi lulusan
    3. Penentuan bahan kajian, ini merujuk ke taksonomi bloom dan ACM
    4. kedalaman keluasan, ini nanti ngaruh ke jumlah SKS
    5. pembentukan mata kuliah
    6. penyusunan struktur kurikulum: susunan MK di semester 1-6
    7. penyusunan rps
    8. Ekuivalensi mata kuliah:
    9. penyusunan buku kurikulum
    10. penyusunan SKPI
    11. skema implementasi
  3. Review kurikulum: waktu itu kami mengundang asesor ban-pt
  4. Sosialisasi kurikulum ke Dosen dan Mahasiswa

Lumayan panjang proses penyusunan kurikulum ini. Setiap tahapan banyak printilannya lagi sebenarnya. Struktur kurikulum bisa dilihat di web prodi berikut https://dce.telkomuniversity.ac.id/id/kurikulum/ . Ini pertama kalinya saya terlibat tim kurikulum. Tapi lumayan seru, banyak dapat ilmu baru. Apalagi kurikulum 2020 ini banyak hal yang musti dipertimbangkan seperti merdeka belajar, KKNI, OBE serta kebijakan vokasi.

Semoga Bermanfaat!