Tips Memberi Presentasi – Peironcely

Saya lanjutkan pembahasan buku Peironcely tentang tips to survive your phd. 

9. Memberi Presentasi

Satu skill utama yang harus dikuasai siswa S3 adalah memberi presentasi. Skill ini tidak ada yang mengajarkan, supervisor biasanya hanya fokus pada penelitian. Beberapa tips untuk meningkatkan kemampuan presentasi kita:

Persiapan

Persiapkan terlebih dahulu: sediakan waktu yang cukup untuk mempersiapkan presentasi, jangan dadakan. Sebaiknya 95% slide harus sudah selesai 3 hari sebelum presentasi. Kemudian lakukan latihan, dan perbaiki detail2 dari presentasi kita

Ketahui siapa Audience kita: pelajari siapa audience (pendengar) presentasi kita, pelajari juga latar belakang mereka.Hal ini akan mempengaruhi kualitas dan struktur presentasi kita. Rancang seberapa besar bagian pengantar (introduction) yang diperlukan, teknik apa yang digunakan untuk menjelaskan, dan masalah apa yang akan dihadapi, sangat bergantung pada seberapa besar audience mengetahui topik yang akan dibicarakan. Bila audience berasal dari background yang berbeda, maka kita harus memasukan bagian pengantar yang cukup tentang penelitian kita, dan mengapa tema ini penting. Jangan mengambil asumsi bahwa mereka mengetahui tentang teknik yang kita gunakan. Bila audience adalah para ilmuwan pada bidang yang sama, maka kita bisa skip bagian pengantar, dan lebih fokus pada novelty penelitian. Pembicara yang baik biasanya langsung mendapatperhatian dari audience dengan cepat, misalnya dengan bercerita tentang sebuah kisah pribadi atau tentang permasalahan yang pernah dihadapi audience. Pikirkan tentang masalah atau ketakutan yang pernah dihadapi audience, dan jawab pertanyaan mereka tentang “terus bagaimana?” Pikirkan juga pertanyaan apa yang akan mereka tanyakan. Hal ini akan membantu kita memahami pemikiran audience dan melihat presentasi kita dari perspektif audience.

Belajar dari orang lain

Ada banyak jenis presentasi, klub jurnal, seri seminar, konferensi, pertemuan tahunan, pembicara tamu, bahkan sambutan pada pernikahan. Kita bisa belajar dari pembicara yang baik maupun pembicara yang buruk. Pembicara mana yang menarik, apa yang membuat presentasinya menarik? Apa saja kesalahan dari presentasinya? Kemudian coba perhatikan presentasi kita, apakah kita membuat kesalahan yang sama ketika sedang nervous? Dengan melakukan analisa dari presentasi ini, kita bisa belajar bagaimana untuk memperbaiki presentasi kita.

Membuat Slide

Tips untuk membuat slide, mulai dari belakang:

  • Apa ide utama dari presentasi anda. Bila kita harus merangkum seluruh presentasi dalam 2 kalimat, apa yang bisa kita katakan?
  • Buat slide acknowledgement. 
  • Buat slide kesimpulan. Batasi hanya 3 poin inti. Dapat juga tambahkan 3 hal yang bisa dilakukan pada penelitian berikutnya
  • Putuskan hasil apa yang akan ditampulkan. Buat slide dengan gambar dari hasil pengujian.
  • Buat Slide tentang metode yang digunakan, yang menjelaskan bagaimana hasil tersebut dicapai
  • Buat slide pengantar. Bagian ini harus dibuat menarik, sehingga audience ingin mendengar presentasi kita, tampilkan apa pentingnya riset anda, jelaskan pilihan metode yang digunakan. Tipe slide pengantar, tergantung dari audience. Terkadang kita harus memberi penjelasan yang panjang, terkadang lebih pendek
  • buat Judul slide

Tips supaya tetap tenang selama presentasi:

  • Persiapkan dan latih presentasi anda. Persiapan yang baik akan meningkatkan kepercayaan diri 
  • Pahami semua yang akan ditampilkan. Jangan ngarang. Jangan tampilkan sesuatu yang kita tidak yakin bagaimana hal itu diperoleh. 
  • Bicara dengan audience, buat interaki. Jangan hanya membaca slide
  • Perbaiki gesture. Ketika mendengarkan presentasi, audience tidak hanya mendengar perkataan kita, namun juga memperhatikan gesture kita

Latihan

Latih presentasi kita sendiri (tanpa audience) dan dengan audience. Berlatih presentasi dengan audience, misalnya grup riset kita, dan mintalah masukan dari mereka. Biarkan mereka mengkritisi desain slide, isinya, artikulasi, ritme dan lainnya.

Hapalkan poin2 presentasi, jangan hapalkan keseluruhan kalimat.  Bila anda siapkan slide dengan baik, maka dia akan membantu anda menyampaikan apa yang ingin disampaikan. Hindari kesan membaca atau menghapal keseluruhan kalimat. Perhatikan waktu ketika latihan.

Pada saat Presentasi

Anda harus datang lebih awal, sempatkan berbicara dengan moderator atau pimpinan sidang atau orang yang mengatur acara. Perkenalkan diri, dan sampaikan bagaimana menyebut nama anda, sampaikan juga biodata pendek, sehingga dia bisa memperkenalkan anda. Jangan lupa untuk memberi slide. Minta mereka untuk uji coba menampilkan slide pada komputer yang akan digunakan. Pastikan warna, transisi dan video yang ditampilkan berjalan dengan baik.

Hadir lebih awal juga memberi kesempatan kita untuk terbiasa dengan ruangan yang digunakan. Pergi ke panggung dan bayangkan anda sedang presentasi. Jadi ketika waktu presentasi, kita sudah merasa lebih nyaman.

Tips lainnya. Tanyakan sesuatu hal pada presentasi sebelum anda, hal ini membantu kita lebih rileks

Gesture (bahasa tubuh)

  • Jangan gunakan terlalu banyak gesture, dan jangan juga terlalu sedikit. Jangan terlalu dramatis dengan menggerakan tangan terlalu banyak, namun jangan juga biarkan tangan anda kaku,
  • Atur napas, dan jangan terburu-buru
  • Senyum! dan usahakan ramah dan rileks
  • Bila tegang dan tangan anda bergetar, jangan gunakan laser pointer. Gunakan kalimat seperti ” pada gambar di kiri atas, kita lihat…” Atau bisa juga gunakan dua tangan. Satu untuk pointer, tangan lain memegang pergelangan tangan

Audience/kontak mata

Bila anda tidak bisa melihat audience secara langsung, coba lihat garis horizontal diatas kepala. Atau lihat audience secara random, tanpa melakukan analisa ekspresi mereka. Pastikan kita memperhatikan setiap bagian dari ruangan, misalnya kiri, tengah, kanan, sehingga tidak ada audience yang merasa dicuekin

Sesi tanya jawab

Tergantung dari audience, sisakan setidaknya 10 menit untuk sesi tanya jawab. Bila kita tidak sanggup melihat langsung mata orang, usahakan konsentrasi pada titik antara kedua matanya. Untuk menjawab pertanyaan, sebaiknya pahami dulu pertanyaannya. Bila ada yang belum dipahami dari pertanyaan tersebut, sebaiknya pastikan apa yang dimaksud penanya, misalnya dengan bertanya “apakah yang anda maksud adalah ….? apakah anda bertanya tentang A atau B? Pertanyaan ini bisa memberi waktu tambahan untuk kita memikirkan jawabannya.

Ada baiknya mengulang pertanyaan tersebut. Dengan cara ini semua audience bisa mendengar pertanyaan tersebut, dan memastikan kita paham pertanyaan tersebut. Jangan panik bila kita tidak punya jawaban dari setiap pertanyaan. Bahkan ahlinya ahli pun tidak mungkin tau semuanya. 

Beberapa contoh kalimat yang bisa digunakan ketika menjawab pertanyaan:

  • Itu sudut pandang yang menarik, saya belum memikirkan tentang aspek tersebut
  • Kami belum fokus tentang hal tersebut, tapi hal itu sudah kami catat sebagai salah satu poin penelitian berikutnya, atau ide yang akan kami pelajari.
  • Sayang sekali saat ini saya belum memiliki cukup waktu untuk mendapatkan data tersebut, tapi saya dapat mencarinya setelah presentasi, bila anda ingin berdiskusi lebih lanjut.

Jangan baper. Walaupun ada komentar yang membuat penelitian kita terlihat buruk. Walaupun nada bicara dan perilaku penanya terlihat agresif, tetap tenang dan ramah. 

Sampai disini dulu, besok insyaallah akan saya lanjutkan dengan tips ke 10. Semoga bermanfaat!

Referensi

Peironcely, 17 simple strategies to survive your phd, nextscientist.com

 

Strategi PhD -Peironcely

Saya lanjutkan tentang tulisan peironcely tentang strategy to survive PhD.

7. Get Result soon

Seringkali mahasiswa phd terlalu fokus pada target yang besar, pada publikasi yang wah. Padahal sebaiknya lebih fokus pada target yang lebih kecil dan bisa dicapai. Beberapa tips dari Peironcely:

  • Jangan terlalu perfeksionis, hasil yang baik sudah cukup
  • Rancang model yang sederhana, kurangi jumlah subproyek, fokus pada inti proyek yang dapat di publish
  • Buat sebuah prototipe dengan cepat, minta masukan, kembangkan prototipe, minta masukan.  Cara ini lebih cepat untuk konfirmasi atau membantah asumsi (hipotesis) kita.

Tanyakan pertanyaan berikut ketika merancang percobaan:

  • Apakah saya dapat menghilangkan suatu bagian penelitian tanpa menghilangkan inti penelitian saya?
  • Apakah prototipe saya sudah dapat digunakan orang untuk memberi feedback 

Tidak perlu membuat ribuan feature pada prototipe yang dibuat. Cukup membuat feature penting yang dapat dipublikasikan atau di presentasikan pada sebuah konferensi. Daripada fokus untuk membuat hasil yang sempurna, tunjukan hasil yang sudah ada ke kolega, minta masukan dari mereka dan kembangkan prototipe kita. 

Dalam 2 minggu: tentukan deadline dari penelitian kita, dan tentukan hal penting apa yang harus diselesaikan dalam 2 minggu tersebut. Selesaikan dengan cepat dan move on ke hal berikutnya.

8. Jaga Kesehatan

Mens sana in corpore sano : di dalam tubuh yang sehat ada jiwa yang kuat

Salah satu penyebab mahasiswa sering merasa frustasi adalah karena tidak memperhatikan kesehatan badannya. Sebagai ilmuwan memang otak adalah bagian yang paling penting, tapi jangan sampai mengabaikan kesehatan tubuh. 

Memperhatikan kesahatan bukan berarti harus tiap hari ke gym, tapi tentang menjaka makanan, minuman, istirahat cukup, latihan dan menenangkan pikiran. Ikuti anjuran minum 3 liter air putih sehari. Minum kopi maupun minuman anis hanya akan menyebabkan kita mendapat diabetes, obesitas, insomnia dll.

Kondisi kesehatan yang buruh akan meningkatkan stress dan gangguan tidur. Tips untuk menjaga kesehatan:

  • Diet slow-carb: ikut anjuran buku the 4-hour-body – timothy ferris
  • Bawa bekal makanan ke kampus
  • Kurangi snack, banyak minum air putih
  • Hanya minum kopi 1x di pagi hari
  • Tidak minum alkohol
  • Perbanyak latihan fisik
  • Blue light

Lebih sehat badan kita, maka lebih fokus, lebih efektif dan lebih sibuk kita dalam penelitian.

Sampai disini dulu, besok saya lanjutkan dengan tips no 9 insyaallah. Semoga Bermanfaat!

referensi:

Julio Peironcely, 17 simple strategies to survive your phd, nextscientist.com

 

 

PhD Survival Guide

Hari ini dapat tugas  membuat tulisan kiat-kiat terkait “How to survive Phd/graduate work. Sumbernya bebas dari internet maupun buku. Setelah googling ternyata ada banyak buku dan tulisan tentang tema ini. Saya coba catat dulu disini beberapa sumbernya:

Buku:

Artikel:

Blog:

Semoga Bermanfaat!

 

Akreditasi Internasional

Prodi kami diminta kampus untuk mengajukan akreditasi internasional. Namun ternyata ada banyak jenis lembaga yang menyediakan akreditasi internasional. Saya diminta untuk mengajukan akreditasi internasional mana yang akan diajukan. Jadilah saya coba baca2 tentang berbagai akreditasi internasional. Berikut ini beberapa lembaga Akreditasi yang diakui dalam persetujuan Internasion

  1. Extemal Quality Assurance results (EQAR)

The European Quality Assurance Register for Higher Education

2.  Council for Higher Educatian Accreditation {CHEA)

https://www.chea.org/

3.U.S. Department of Education (USDE)

4. Washington accord

https://en.wikipedia.org/wiki/Washington_Accord

5. World Federation for Medical Education (WFME)

https://wfme.org/accreditation/

6.Sydney Accord

https://www.ieagreements.org/accords/sydney/signatories/

7.Dublin Accord

https://www.ieagreements.org/accords/dublin/signatories/

8.Seoul Accord

https://www.seoulaccord.org/signatories.php

9.Canberra Accord

http://canberraaccord.org/

10. Asia Pacific Quality Register (APQR)

https://www.apqr.co/

Semoga Bermanfaat!

Menyusun Kurikulum Teknik Komputer

Semester ini prodi kami alhamdulillah telah berhasil menyelesaikan proses penyusunan kurikulum baru. Proses penyusunan ini lumayan panjang ada sekitar setahun. Saya coba share sedikit proses penyusunannya.

  1. Referensi/acuan: pertama yang kami lakukan adalah mencari referensi kurikulum yang bisa dijadikan rujukan.
    1. Waktu itu tim memutuskan menggunakan rujukan dari ACM Computing Curricula 2016 dan Buku kurikulum Aptikom berbasis KKNI dan OBE . 2 kitab itu jadi panduan utama untuk menentukan struktur mata kuliah konten dll.
    2. Selain itu referensi utama lainnya adalah buku penyusunan kurikulum telkom university 2020.
    3. Gak lupa juga acuan aturan penting seperti Permen 3/2020 tentang SN-DIKTI, panduan merdeka belajar , peta okupasi nasional bidang TIK
  2. Evaluasi Kurikulum: langkah berikutnya adalah evaluasi kurikulum. Step ini adalah melakukan evaluasi kurikulum lama.
    1. Caranya melakukan tracer study, waktu itu kampus mengundang para alumni dan pengguna lulusan untuk minta masukan tentang kurikulum.
    2. Setelah itu dilakukan analisa swot, penentuan profil lulusan, penentuan kompetensi lulusan
    3. Penentuan bahan kajian, ini merujuk ke taksonomi bloom dan ACM
    4. kedalaman keluasan, ini nanti ngaruh ke jumlah SKS
    5. pembentukan mata kuliah
    6. penyusunan struktur kurikulum: susunan MK di semester 1-6
    7. penyusunan rps
    8. Ekuivalensi mata kuliah:
    9. penyusunan buku kurikulum
    10. penyusunan SKPI
    11. skema implementasi
  3. Review kurikulum: waktu itu kami mengundang asesor ban-pt
  4. Sosialisasi kurikulum ke Dosen dan Mahasiswa

Lumayan panjang proses penyusunan kurikulum ini. Setiap tahapan banyak printilannya lagi sebenarnya. Struktur kurikulum bisa dilihat di web prodi berikut https://dce.telkomuniversity.ac.id/id/kurikulum/ . Ini pertama kalinya saya terlibat tim kurikulum. Tapi lumayan seru, banyak dapat ilmu baru. Apalagi kurikulum 2020 ini banyak hal yang musti dipertimbangkan seperti merdeka belajar, KKNI, OBE serta kebijakan vokasi.

Semoga Bermanfaat!

Pengenalan Pola

Hari ini saya belajar tentang pengenalan pola (pattern recognition) atau sering disingkat PR. Basic tentang PR ini rencananya mau saya pake untuk ngembangin teknik deteksi malware.

Jadi kemampuan untuk mengenali pola ini sebenernya kemampuan dasar yang dimiliki manusia. Sejak bayi kita belajar mengenali wajah, suara, aroma dll. Nah PR ini ilmu yang berusaha membuat mesin bisa mengenali pola. Beberapa contoh aplikasi PR:

  • Pengenalan Suara
  • Pengenalan Wajah, dan emosi
  • Pengenalan teks
  • Pengenalan tulisan tangan, dll

Dari hasil PR tadi bisa digunakan untuk melakukan berbagai analisa, contohnya dari komentar orang terhadap sebuah produk bisa dilakukan analisa sentimen baik itu positif, negatif dan netral.

Contoh lainnya bisa digunakan untuk membuat tools paraphase, misalnya bisa merubah posisi kalimat, merubah operator misalnya kata sambung, maupun memilih kata lain yang berhubungan

Bisa juga digunakan untuk mengenali jenis ikan, dan memisahkannya pada sebuah pabrik pembungkusan ikan.

Kemudian apa bedanya PR dengan AI (artificial Intelligence). Dua-duanya saling berhubungan. Ada yang menggambarkan PR adalah bagian dari AI, ada juga yang beranggapan, keduanya saling beririsan.

AI dapat diartikan kecerdasan buatan. Secara umum ada 4 pendekatan AI yaitu:

  1. Berpikir seperti manusia (thinking humanly)
  2. Bertindak seperti manusia (acting humanly)
  3. Berpikir secara rasional (thinking rationally)
  4. Bertindak secara rasional (acting rationally)

Nah kemampuan AI sebuah mesin, sangat tergantung dari kemampuan mesin untuk mengenal pola.

Bagaimana cara kerja PR? Mesin akan mengawasi lingkungan dan menangkap input menggunakan sensor. Input ini bisa berupa gambar, suara, text, data dll. Kemudian mesin akan melakukan kasifikasi menggunakan supervised atau unsupervised classification. Kemudian akan menghasilkn output kategori atau kelas dari pola tersebut.

Lantas bagaimana hubungan antara PR dan Machine Learning (ML) ? Machine Learning adalah ilmu yang memberikan komputer kamampuan untuk belajar tanpa diprogram secara eksplisit. Hubungan PR dan ML sangan erat.

Contoh pola lainnya yang dapat dikenali:

  1. pola fingerprint
  2. Pola garis tangan
  3. pola retina
  4. pola tanda tangan
  5. pola regex

Dalam PR ada istila Pattern Class (kelas pola). Kelas ini adalah koleksi dari objek yang dianggap mirip. Kemudian ada istiliah variability, atau perbedaan pada pada kelas yang dibagi menjadi

  • intra-class Variability, maksudnya tingkat perbedaan obyek pada satu kelas, dan
  • Inter-class variability, maksudnya tingkat perbedaan obyek pada kelas yang berbeda.

Pada pattern class akan timbul masalah pada kasus:

  • high intra-class variability dan
  • low inter-class variability

Kemudian dalam melakukan klasifikasi dikenal istilah Supervised dan unsupervised. Bedanya adalah pada supervised classification; sistem telah dibekali dengan beberapa data yang telah diberi label. Kemudian apabila ada data bari, sistem akan membandingkan data tersebut dengan data yang telah dikenali. Sehingga sistem akan memberi klasifikasi terhadap data baru tadi.

Sementara itu pada teknik unsupervised clasiffication, training sample tidak diberi label. Mesin kemudian akan mengelompokan data-data tadi berdasarkan feature similarity.

Referensi:

  • R. Duda, P. Hart, and D. Stork, Pattern Classification, 2nd ed. John Wiley & Sons, 2001
  • C. Bishop, Pattern Recognition and Machine Learning. Springer, 2006
  • Stuart J Russell & Peter Norvig, Artificial Intelligence: A Modern Approach, 3rd Edition, Prentice-Hall International, Inc, 2010, Textbook
  • Han, J., Pei, J., & Kamber, M. (2011). Data mining: concepts and techniques. Elsevier.
  • Materi Kuliah Pengenalan Pola, Masayu L.K, ITB

New Normal

Hari ini kampus mulai memasuki masa transisi menuju new normal, atau disebut sebagai AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru). Pada awal masa transisi ini dosen tetap WFH dan mahasiswa juga masih dilarang ke kampus. Namun sekitar 10% pejabat struktural sudah diminta masuk, untuk mempersiapkan proses transisi ini. 

Kenapa perlu proses transisi? karena pandemi ini sepertinya masih akan terus berlanjut sampai peneliti berhasil menemukan obat atau vaksin Covid-19. Dan menurut WHO perlu waktu cukup panjang untuk mendapatkan obat covid-19 ini. 

Kampus sudah mengeluarkan panduan dalam bentuk gambar diatas untuk teman2 yang mendapat tugas WFO (Work From Office). Diantaranya:

  1. Selalu gunakan masker
  2. Bila sakit, tidak memaksakan diri ke kampus
  3. Upayakan tidak menggunakan transportasi umum
  4. Bila menggunakan transportasi umum maka jaga jarak minimal 1 meter, membayar menggunakan non tunai, serta tidak menyentuh fasilitas umum. 
  5. Kalo naik motor, gunakan helm sendiri
  6. Gunakan tisu bersih, juga menyentuh wajah atau mengucek mata
  7. Selalu bawa hand sanitizer
  8. Sampai di kampus segera mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir
  9. Gunakan siku untuk membuka pintu dan menekan tombol lift
  10. Jaga jarak di Lift dengan posisi saling membelakangi
  11. Bersihkan meja/area kerja dengan desinfektan
  12. Jaga jarak minimal 1 meter
  13. Tidak menyentuh fasilitas bersama, gunakan hand sanitizer
  14. Usahakan aliran udara dan sinar matahari masuk ke ruangan
  15. Tidak berjabat tangan dan tetap menggunakan masker di kampus
  16. Bawa APD dan masker cadangan
  17. Bawa sendiri alat Ibadah
  18. Bawa sendiri bekal makanan dan minuman
  19. Bawa hand Sanitizer dan tisu basah
  20. Saat tiba di rumah/ kosan: Segera mandi dan mengganti pakaian
  21. Jangan bersentuhan dengan anggota keluarga
  22. Cuci pakaian dan masker dengan deterjen
  23. Robek masker sekali pakai dan basahi dengan desinfektan sebelum dibuang
  24. Bersihkan handphone, Kacamata dan tas dengan Desinfektan

Semoga proses transisi ini dapat berjalan baik, dan teman-teman tetap sehat wal afiat.

Infografisnya bisa dilihat pada instagram tel-u berikut: https://www.instagram.com/p/CBavxWIjnul/?igshid=h4ksv4hikvbc

Semoga bermanfaat

Kunjungan ke Sekolah Vokasi UGM

Hari Jumat 7 Februari 2020, saya dan beberapa dosen FIT melakukan kunjungan ke sekolah vokasi (SV) UGM . Kami diterima oleh Dekan Sekolah Vokasi UGM, Wikan Sakarinto PhD, Wakil Dekan 1 Bapak Agus Nugroho, MT, Ketua Departemen Teknik Elektro dan Informatika (DTEDI) Nur Rohman Rosyid Deng, serta Ketua Program Studi Manajemen Ibu Sufitri M.M.

Pak Wikan bercerita tahun 2009 ada kebijakan dari UGM untuk menutup program alih jalur/ ekstensi  D3 ke S1. Dampaknya terjadi demo mahasiswa SV UGM. Kemudian tahun lalu SV UGM memutuskan untuk membuka program D4, dan tidak menerima lagi siswa baru untuk program D3.  Menurut beliau salah satu alasannya karena peminat D3 menurun. Tahun lalu SV UGM membuka 20 prodi baru D4. SV UGM memberikan kesempatan juga untuk lulusan D3 UGM untuk melanjutkan studi ke D4. Namun program ini hanya dibuka sampai tahun 2021. Karena baru dibuka, prodi D4 ini memulai akreditasi dari C. Menurut beliau saat ini total ada 43 prodi yang sedang mempersiapkan proses akreditasi. Prodi tertua adalah prodi teknik elektro.

Lulusan D4 SV UGM diminta membuat prototype, HKI dan publikasi. Kemudian beliau menyampaian untuk membuat prodi D4 baru, salah satu syaratnya adalah ada 5 MoU dengan Industri. Contohnya untuk prodi teknik rekayasa elektro, mereka memiliki kerjasama dengan PLN. Materi sertifikasi PLN juga dimasukan di kurikulum prodi tersebut. Contoh lainnya prodi Teknik Pengelolaan dan Perawatan Alat Berat memiliki kerjasama dengan Hitachi dan prodi perbankan dengan Bank Mandiri.

Di semester 8, siswa D4 diwajibkan mengikuti magang. Mk Magang dalam kurikulum D4 dihargai sebanyak 14 sks. Magang ini dapat dilakukan di Industri maupun di Lab. Untuk magang di Lab, siswa diminta melakukan riset dengan dosen. Selain itu untuk magang ini siswa dapat memilih membangun startup. Untuk siswa yang memilih jalur startup, di akhir magang diharapkan siswa menghasilkan prototype atau studi hasil uji pasar. Dan nilainya akan lebih baik bila berhasil menemukan investor yang mau membeli hasil uji pasarnya.

Kurikulum di Sekolah Vokasi UGM menerapkan aturan 60:40, 60% praktek dan 40% teori. Kemudian SKS teori dipisahkan dengan SKS praktek. Perkuliahan di SV UGM cukup padat, dari senin-jumat sampai jam 17.30. Saat ini penerimaan mahasiswa baru dibuka dalam 3 jalur, yaitu reguler, industri dan ekstensi.

Video pak Wikan tentang Program D4 SV UGM:

 

https://sas.telkomuniversity.ac.id/id/studi-banding-kurikulum-penyelenggaran-pendidikan-vokasi/

https://m.detik.com/news/berita/d-1814641/mahasiswa-sekolah-vokasi-ugm-kembali-demo

https://tirto.id/tak-lagi-terima-d3-sekolah-vokasi-ugm-buka-sarjana-terapan-d4-dnuU

Kunjungan ke Sekolah Vokasi UI

Hari kamis lalu tanggal 13 Februari 2020, saya dan beberapa dosen FIT melakukan kunjungan ke sekolah vokasi UI (SV UI). Kami diterima oleh Direktur Vokasi Prof Sigit Pranowo Hadiwardoyo, Wakil Direktur bidang sumber daya Antony Sihombing PhD, Muhammad Ridha Manajer Keuangan, M.Si dan Erwin Harinurdin M.S.Ak. Beberapa catatan dari hasil kunjungan ini adalah sebagai berikut.

Tata Kelola

Prof Sigit dalam perkenalannya menyampaikan saat ini ada 13 prodi di SV UI, diantaranya ada 2 prodi D4. Beliau bercerita bahwa SV UI memiliki tata kelola yang ramping dan efisien. SV UI saat ini hanya memiliki 70 Dosen Tetap, dan 46 tendik. SV UI juga memiliki dosen NIDK dengan rasio 60:40. Direktur Vokasi dibantu 2 orang wakil Direktur, dan 4 orang manajer. Kemudian ada Unit SPM yang terdiri dari 5 orang dosen, serta 12 Kepala Laboratorium.

Para kaprodi hanya diberikan tugas akademik, kurikulum serta mengelola dosen. Sementara itu urusan pengelolaan manajerial dan administrasi diberikan kepada para manajer.

13 prodi di SV UI, dibagi menjadi 3 bidang prodi yaitu: Kesehatan, Sosial Humaniora, dan Administrasi Bisnis. Student body/ jumlah mahasiswa saat ini ada 3000 siswa. Pengelolaan sekolah vokasi dilakukan secara mandiri. Karena tidak mendapat dana dari pemerintah.

SV UI tidak mengirimkan perwakilan di senat perguruan tinggi. SV UI memiliki komite vokasi. Komite ini berperan seperti senat di perguruan tinggi. Pembahasan prodi baru dan penutupan prodi dapat dibahas pada komite vokasi ini.

Kurikulum

Saat ini di SV UI baru diberlakukan kurikulum 2019. Namun para kaprodi sudah diminta memulai proses penyusunan kurikulum 2023.  Pada kurikulum 2019 ini diberlakukan pola 3 2 1, maksudnya 3 semester awal perkuliahan di kampus, 2 semester berikutnya perkuliahan di industri, dan 1 semester magang di industri. Pelaksanaan pola pembelajaran 321 ini dilakukan secara bertahap sejak kurikulum 2016. Semua lulusan memiliki sertifikasi kompetensi dari BNSP, dan sertifikasi kemampuan bahasa inggris.

Proses penyusunan kurikulum dilakukan bersama-sama dengan mitra dari industri. Proses penyusunan kurikulum juga mempertimbangkan SKKNI dan KKNI.

Penilaian mata kuliah memiliki 6 komponen, diantaranya UTS & UAS hanya 40%, sementara sisanya adalah komponen lainnya seperti praktik, quiz dll. 

Di SV UI diselenggarakan juga Semester pendek, untuk mengulang. Perkuliahan di SV UI cukup padat, karena 1 sks praktek dilaksanakan selama 110 menit. Sehingga selama seminggu rata-rata mahasiswa mengikuti perkuliahan selama 39,5 jam selama 5 hari. Namun ada kebijakan dari kampus bahwa tidak boleh ada PR yang diberikan dosen, semua tugas harus selesai di kelas.

Setiap dosen dibantu oleh 3-4 asisten di kelas. Asisten dosen ini memiliki pendidikan S1. Lulusan tepat waktu SV UI berada di angka 97%, dengan 54% meraih cumlaude. Sementara itu waktu tunggu lulusan sampai bekerja dalah 1 bulan.

Semester 4 & 5 siswa mengikuti program pembelajaran di Industri. Jadi para siswa belajar langsung di industri. Penilaian dilakukan oleh dosen pembimbing dan instruktur di tempat magang. Seminggu sekali dosen mengunjungi siswa di tempat magang dan melakukan penilaian. Penilaian mata kuliah di semester 4 & 5 ini dilakukan oleh dosen dan instruktur di tempat magang. Instruktur dari industri ini tidak harus S2, dan namanya ditetapkan melalui SK rektor. 

Selama mengunjungi siswa di industri, dosen juga diminta untuk melakukan kerjasama dan penelitian dengan industri.

Pada semester 6 siswa full melakukan magang. Mata kuliah magang berjumlah 14 sks. Setelah magang siswa diminta membuat laporan, dan melakukan presentasi proyek akhir. Magang dilakukan selama 5 bulan. Magang hanya bisa dilakukan dengan mitra dari industri yang telah memiliki kontrak (MoU) dengan SV UI. Mitra Industri terpilih juga harus memiliki sertifikasi. Pencarian tempat magang dilakukan oleh Ketua Lab.

Proyek Akhir D3 lebih menitik beratkan pada kemampuan reporting dari siswa.

D4

Untuk mengupgrade prodi dari D3 ke D4, strategi yang dilakukan SV UI adalah merubah nama prodi D3 sesuai dengan nomenklatur prodi D4. Kemudian mengupgrade prodi D3 menjadi D4. Program studi D4 masih mengikuti kurikulum D3 pada semester 1-6. Pada semester 7 & 8 siswa D4 mengikuti perkuliahan di kampus. SV UI juga menyelenggarakan sistem MEMES untuk D3 & D4.

Pola kurikulum D4 ini dirancang dengan mempertimbangkan hasil survey yang mereka lakukan terhadap para mahasiswa D3. Dimana 41% mahasiswa hanya ingin mengikuti program D3 saja. Hasil lainnya dari survey menyebutkan bahwa alumni D3 yang telah bekerja, sebagian besar menginginkan untuk melanjutkan studi ke D4. Lulusan D4 diharapkan tidak lagi menjadi pencari kerja, melainkan harus membuka lapangan kerja. 

Pada semester 8, siswa diminta membuat proposal usaha apa (start-up) yang akan dia lakukan.

Go Green

Untuk mendukung program Go-Green, di SV UI tidak lagi menyediakan botol plastik untuk konsumsi rapat. Selain itu konsumsi rapat hanya disediakan buah-buahan saja.

PJJ

SV UI sedang mengembangkan platform Pendidikan Jarak Jauh (PJJ)  untuk menunjang perkuliahan. SV UI merencanakan 50% perkuliahan bisa dilakukan dengan PJJ. Saat ini para dosen SV UI sedang diminta mengikuti pelatihan tentang pendidikan jarak jauh di Universitas terbuka. Menurut Prof sigit, minimal nantinya 4 sesi pertama perkuliahan harus dilakukan menggunakan PJJ.

List perguruan tinggi tujuan BUDI 2019

Untuk para pencari beasiswa berikut ini daftar perguruan tinggi tujuan BUDI tahun 2019

No. Nama Universitas Negara Bidang Studi

1 Albert-Ludwigs-Universitaet Freiburg Jerman Semua

2 Boston University Amerika Serikat Semua

3 Brown University Amerika Serikat Semua

4 California Institute of Technology (Caltech) Amerika Serikat Semua

5 Cardiff University Inggris Semua

6 Carnegie Mellon University Amerika Serikat Semua

7 Columbia University Amerika Serikat Semua

8 Cornell University Amerika Serikat Semua

9 Dartmouth University Amerika Serikat Semua

10 Delft University of Technology Belanda Semua

11 Duke University Amerika Serikat Semua

12 Eberhard Karls Universität Tübingen Jerman Semua

13 Emory University Amerika Serikat Semua

14 EPFL (Ecole Polytechnique Fédérale de Lausanne) Swiss Semua

15 Erasmus University Rotterdam Belanda Semua

16 ETH Zurich – Swiss Federal Institute of Technology Swiss Semua

17 Fudan University Tiongkok Semua

18 Georg-August-University Goettingen Jerman Semua

19 Georgia Institute of Technology Amerika Serikat Semua

20 Ghent University Belgia Semua

21 Harvard University Amerika Serikat Semua

22 Hiroshima University Jepang Semua

23 Hokkaido University Jepang Semua

24 Humboldt-Universität zu Berlin Jerman Semua

25 Imperial College London Inggris Semua

26 Johns Hopkins University Amerika Serikat Semua

27 Keio University Jepang Semua

28 Kings College London Inggris Semua

29 KIT, Karlsruhe Institute of Technology Jerman Semua

30 KU Leuven Belgia Semua

31 Kyoto University Jepang Semua

32 Kyushu University Jepang Semua

33 Leiden University Belanda Semua

34 Lomonosov Moscow State University Rusia Semua

35 London School of Economics and Political Science (LSE) Inggris Semua

36 Ludwig-Maximilians-Universität München Jerman Semua

37 Lund University Swedia Semua

38 Massachusetts Institute of Technology (MIT) Amerika Serikat Semua

39 McGill University Kanada Semua

40 McMaster University Kanada Semua

41 Michigan State University Amerika Serikat Semua

42 Monash University Australia Semua

43 Nagoya University Jepang Semua

44 Nanyang Technological University, Singapore (NTU) Singapura Semua

45 National Taiwan University (NTU) Taiwan Semua

46 National University of Singapore (NUS) Singapura Semua

47 New York University (NYU) Amerika Serikat Semua

48 Northwestern University Amerika Serikat Semua

49 Ohio State University Amerika Serikat Semua

50 Osaka University Jepang Semua

51 Peking University Tiongkok Semua

52 Pennsylvania State University Amerika Serikat Semua

53 Princeton University Amerika Serikat Semua

54 Purdue University Amerika Serikat Semua

55 Queen Mary University of London Inggris Semua

56 Rice University Amerika Serikat Semua

57 Ruprecht-Karls-Universitaet Heidelberg Jerman Semua

58 RWTH Aachen Jerman Semua

59 Seoul National University Korea Selatan Semua

60 Shanghai Jiao Tong University Tiongkok Semua

61 Stanford University Amerika Serikat Semua

62 Stockholm University Swedia Semua

63 Technical University of Munich Jerman Semua

64 Technische Universität Dresden Jerman Semua

65 Texas A&M University Amerika Serikat Semua

66 The Australian National University Australia Semua

67 The Chinese University of Hong Kong Hong Kong Semua

68 The University of Adelaide Australia Semua

69 The University of Edinburgh Inggris Semua

70 The University of Exeter Inggris Semua

71 The University of Hong Kong Hong Kong Semua

72 The University of Manchester Inggris Semua

73 The University of Melbourne Australia Semua

74 The University of New South Wales (UNSW Australia) Australia Semua

75 The University of Nottingham Inggris Semua

76 The University of Sheffield Inggris Semua

77 The University of Sydney Australia Semua

78 The University of Tokyo Jepang Semua

79 The University of Warwick Inggris Semua

80 The University of Western Australia Australia Semua

81 Tohoku University Jepang Semua

82 Tokyo Institute of Technology Jepang Semua

83 Tokyo Medical and Dental University Jepang Semua

84 Trinity College Dublin Rep. Irlandia Semua

85 Tsinghua University Tiongkok Semua

86 UCL (University College London) Inggris Semua

87 Université de Montréal Kanada Semua

88 Université Pierre et Marie Curie (UPMC) Perancis Semua

89 University of Alberta Kanada Semua

90 University of Amsterdam Belanda Semua

91 University of Basel Swiss Semua

92 University of Bern Swiss Semua

93 University of Birmingham Inggris Semua

94 University of Bristol Inggris Semua

95 University of British Columbia Kanada Semua

96 University of California, Berkeley (UCB) Amerika Serikat Semua

97 University of California, Davis Amerika Serikat Semua

98 University of California, Irvine Amerika Serikat Semua

99 University of California, Los Angeles (UCLA) Amerika Serikat Semua

100 University of California, San Diego (UCSD) Amerika Serikat Semua

101 University of California, Santa Barbara (UCSB) Amerika Serikat Semua

102 University of Cambridge Inggris Semua

103 University of Chicago Amerika Serikat Semua

104 University of Colorado Boulder Amerika Serikat Semua

105 University of Florida Amerika Serikat Semua

106 University of Geneva Swiss Semua

107 University of Glasgow Inggris Semua

108 University of Groningen Belanda Semua

109 University of Helsinki Finlandia Semua

110 University of Illinois at UrbanaChampaign Amerika Serikat Semua

111 University of Lausanne Swiss Semua

112 University of Leeds Inggris Semua

113 University of Liverpool Inggris Semua

114 University of Maryland, College Park Amerika Serikat Semua

115 University of Michigan Amerika Serikat Semua

116 University of Minnesota Amerika Serikat Semua

117 University of North Carolina, Chapel Hill Amerika Serikat Semua

118 University of Oslo Norwegia Semua

119 University of Oxford Inggris Semua

120 University of Pennsylvania Amerika Serikat Semua

121 University of Pittsburgh Amerika Serikat Semua

122 University of Queensland Australia Semua

123 University of Rochester Amerika Serikat Semua

124 University of Science and Technology of China Tiongkok Semua

125 University of Southampton Inggris Semua

126 University of Southern California Amerika Serikat Semua

127 University of Texas at Austin Amerika Serikat Semua

128 University of Toronto Kanada Semua

129 University of Tsukuba Jepang Semua

130 University of Vienna Austria Semua

131 University of Virginia Amerika Serikat Semua

132 University of Washington Amerika Serikat Semua

133 University of Wisconsin-Madison Amerika Serikat Semua

134 University of Zurich Swiss Semua

135 Uppsala University Swedia Semua

136 Utrecht University Belanda Semua

137 Wageningen University Belanda Semua

138 Waseda University Jepang Semua

139 Washington University in St. Louis Amerika Serikat Semua

140 Yale University Amerika Serikat Semua

141 Zhejiang University Tiongkok Semua

  1. City University of Hong Kong Computer Science and Information Systems
  2. KAIST – Korea Advanced Institute of Science & Technology – Computer Science and Information Systems

  3. Naval Postgraduate School – Cyber Systems and Operations

  4. Politecnico di Milano – Computer Science and Information Systems

  5. RMIT University – Computer Science and Information Systems

  6. The Hong Kong University of Science and Technology – Computer Science and Information Systems Economics and Econometri

  7. University of Waterloo Computer Science and Information Systems

 

Have Fun!