Scopus ID

Hari ini saya disuruh pak bos untuk update web sinta. Disana banyak diminta update data, diantaranya diminta masukin scopus ID. Scoups ID ini ternyata otomatis kita dapat kalo udah pernah publish paper yang terindeks scopus. Nah klo pernah publish paper cara untuk tau scopus ID kayak gini:

  1. Buka laman scopus di browser https://www.scopus.com
  2. Klik Author Search
  3. Kemudian isi kolom nama dan afiliasi.
  4. Setelah itu klik tombol search, maka nama kita akan tampil disitu.
  5. Untuk mengetahui Scopus ID, pointer mouse Anda diarahin ke kotak disamping nama Author artikel yang menunjukkan angka 1 (artinya kita sudah memiliki 1 buah artikel yang terindek di scopus).
  6. Klik kanan dan pilih Inspeksi Elemen
  7. Scopus ID akan muncul di input id
  8. Nomor Scopus ID akan muncul berupa kombinasi 11 angka
  9. Untuk mengecek Scopus ID buka di browser laman ini http://www.scopus.com/authid/detail.url?authorId=scopus_id

referensi:

Nyetel frame Kacamata miring

Selama pandemi jadi parno kalo mau keluar rumah. Termasuk untuk benerin frame kacamata. Saya termasuk pengguna kacamata yang rada slebor. Jadi pas mau tider suka nyimpen frame dimana aja, jadinya kadang framenya ketimpa lah, atau jatuh, jadi aja framenya miring. Sebelum pandemi, saya sering bolak balik ke optik cuman buat nyetel frame. Setelah pandemi terpaksalah coba-coba nyetel sendiri, ternyata gak mudah. Coba distel bukannya jadi bagus, malah makin miring. Udah distel gak miring, eh gak enak dipakenya, neken banget ke telinga. Yah akhirnya setelah browsing2 ada banyak tutorial ternyata untuk nyetel kacamata sendiri. Berikut ini beberapa tutorial yang gampang menurut saya. Bahasanya english, tapi ada gambarnya dan cukup mudah untuk dipahami.

https://www.readers.com/blog/how-to-adjust-glasses/

https://www.wikihow.com/Adjust-Eye-Glasses

https://www.allaboutvision.com/eyeglass-frames/how-adjust-glasses-at-home/

https://www.zennioptical.com/how-to-adjust-your-eyeglasses

klo video youtube bisa dilihat disini:

Semoga Bermanfaat!

Adiksi Internet dan sosial media

Saya dan 4 orang teman, semester lalu diminta melakukan studi tentang adiksi internet dan sosial media. Studi ini sebenarnya bagian dari tugas kuliah filsafat ilmu dengan dosen Pak Dimitri Mahayana. Jadi tujuan studi ini adalah untuk mengetahui apakah fenomena adiksi internet beneran ada di indonesia atau tidak. Caranya kami melakukan survey, pertanyaannya mengacu pada Internet addiction test Kimberly Young. Survey disebarkan bareng2 oleh semua mahasiswa peserta kuliah Filsafat ilmu ITB. Oiya sebelumnya dilakukan pre-survey dan dilakukan uji validity dan reliability.

Ada sekitar 2309 responden yang mengikuti survey, dari hampir seluruh provinsi, dan berbagai usia. Hasil dari survey kemudian kami lakukan analisa dengan metode logistic regression. Hasilnya cukup mengejutkan ternyata adiksi internet itu nyata ada di Indonesia.

  1. Ada 25% responden yang terindikasi mengalami adiksi internet.
  2. Pelajar dan mahasisa memiliki resiko adiksi internet yang cukup tinggi
  3. Semakin lama orang mengakses e-commerce maka semakin tinggi resiko adiksi internet orang tersebut
  4. Untuk sosial media, semakin lama orang mengakses Youtube & Instagram maka semakin tinggi juga resiko adiksinya

Paper lengkap penelitian ini bisa diakses disini:

https://journals.telkomuniversity.ac.id/ijait/article/view/3423/1575

Thx utk tim kami mbak Yeni, mbak Ridha, mbak Ratna, pak Toni dan Pak Dimitri. Thx juga buat pak Hasta, Mbak Endang dan Mas Udin yang membantu proses survey dan analisa. Semoga Bermanfaat!

Bahan bacaan Filsafat Ilmu

Alhamdulillah kuliah filsafat ilmu semester ini baru beres. Kuliah ini cukup menarik, awalnya rada puyeng tapi cukup memberikan pandangan tentang cara berpikir kritis dari para pemikir ulung. Berikut ini beberapa link bahan bacaan dari kuliah filsafat ilmu ini:

Yang pertama tentang cara berpikir induktif, dan apa saja permasalahannya:

https://en.wikipedia.org/wiki/Problem_of_induction

Kemudian tentang Karl Popper, salah satu tokoh pencetus filsafat ilmu

https://en.wikipedia.org/wiki/Karl_Popper

https://www.sfu.ca/~swartz/popper.htm

https://plato.stanford.edu/entries/popper/

Tulisan tentang kritik terhadap metode filsafat ilmunya popper:

https://www.researchgate.net/publication/240547732_A_Critique_of_Popper’s_Views_on_Scientific_Method

Tulisan tentang apa itu Pseudo science

https://plato.stanford.edu/entries/pseudo-science/

Demarkasi adalah prinsip yang digunakan popper untuk membedakan science dan pseudoscience:

https://en.wikipedia.org/wiki/Demarcation_problem

Apa itu psikoanalisis? apakah psikoanalisis termasuk science?

https://rephip.unr.edu.ar/bitstream/handle/2133/7539/69_02_vida.pdf?sequence=4&isAllowed=y

https://en.wikipedia.org/wiki/The_Foundations_of_Psychoanalysis

Tentang proyek Google Flu Trends, apakah pseudoscience?

https://time.com/23782/google-flu-trends-big-data-problems/

Kritik tentang marx apakah marxism pseudoscience?

https://en.wikipedia.org/wiki/Criticism_of_Marxism

Tulisan tentang abiogenesis, yaitu teori tentang awal mula kehidupan, apakah pseudoscience?

https://en.wikipedia.org/wiki/Abiogenesis

https://www.quora.com/What-is-the-evidence-that-abiogenesis-is-possible

https://en.wikipedia.org/wiki/Talk%3ABiogenesis

https://ib.bioninja.com.au/standard-level/topic-1-cell-biology/15-the-origin-of-cells/biogenesis.html

https://en.wikipedia.org/wiki/Biogenesis

https://en.wikipedia.org/wiki/Spontaneous_generation

Prinsip genetika Mendell apakah science?

https://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_Pewarisan_Mendel

Pandangan tentang Astrology, apakah pseudoscience?

http://freethinkingblog.blogspot.com/2008/03/is-astrology-science.html

Semoga Bermanfaat!

Pengalaman ikut tes Toefl iBT home edition

Minggu lalu saya coba ikut tes Toefl iBT yang home edition. Daftarnya langsung di web https://www.ets.org/toefl. Registrasi dulu bikin akun, trus nanti pilih tanggalnya dan bayar. Sebelum registrasi disarankan ngetes dulu apakah komputer kita kompatibel atau tidak. Ngetesnya dengan ngunduh software dari sana. Nanti dia cek spek komputer kita. Daftarnya gak ribet, tapi diminta no passport.

persiapan

Setelah daftar lanjut persiapan, waktu itu saya emang milih jadwal yang paling cepat, jadi cuman ada waktu persiapan 3 hari. Ujian iBT dibagi 4 sesi, ada reading, listening, speaking dan writing.

Buat persiapan saya liat beberapa link youtube. Ada banyak ternyata youtube yang jelasin tentang ujian toefl. Setelah liat2 beberapa link, saya lebih seneng punya om adam. Penjelasannya lumayan enak

https://www.youtube.com/user/EnglishTeacherAdam

Selain itu saya belajar dari buku juga. Setelah bongkar2 lemari ternyata saya punya buku Longman Complete Course for the toefl test karya deborah phillips. Buku ini lumayan keren ada latihannya juga.Tapi klo di buku cuman fokus ke reading

Terus terakhir saya coba ikut latian gratis dari edx. Ini web tempat latihan, kayaknya kerjasama dengan Toefl. Jadi katanya formatnya sama dengan tes aslinya, soalnya juga katanya soal2 lama TOEFL. Bisa register disini https://www.edx.org/course/toefl-test-preparation-the-insiders-guide

Oiya di web itu kita bisa latihan listening juga. Untuk speaking juga bisa, suara kita direkam trus mereka pake teknologi AI katanya yang langsung bisa ngasih nilai. Trus untuk writing juga bisa, dinilai sama komputer juga.

Di web TOEFLnya juga ada sampel soalnya. Kemaren saya agak fokus latian di speaking dan writing, karena saya ngerasa disini yang agak lemah

ujian

Waktu itu saya dapet jadwal ujian jam 19.15. Oiya ruangannya harus kita atur dulu. Karena ada ketentuannya, kita harus duduk di meja, sendirian di ruangan. Mejanya juga harus kosong gak boleh ada kertas dll. Untuk coret2 boleh pake whiteboard atau pake kaya plastik mika yang bisa dicoret dan dihapus.

Pas ujian nanti jalankan softwarenya yang udah kita instal pas registrasi, kemudian nanti nunggu ada petugas dari toeflnya. Petugasnya nanti ngomong dan ngasih instruksi macem2. Awalnya ada kendala karena dia gak bisa denger suara saya. Padahal saya bisa denger suara dia. Akhirnya saya diminta menunggu, karena saya akan dibantu sama teknisinya. Nah teknisinya ini kemudian ngeremote komputer saya, dia rubah2 setting speaker dan microphone saya. Selama proses itu saya cuman bisa chating dengan dia. Sampe akhirnya dia bisa denger suara saya.

Setelah itu saya dikembalikan ke petugas toefl yang pertama. Trus petugas ini mulai ngecek2 lagi. Pertama dia minta saya nunjukan identitas (passport saya) kemudian dia minta saya noleh ngecek telinga, karena gak boleh ada alat bantu. Terus dia minta saya nunjukin tangan saya sampe siku, trus dia minta kamera saya diputer untuk ngeliat kondisi ruangan. Dia minta juga kamera saya ditunjukan ke meja, dan kebawah meja. Terakhir dia minta cermin, jadi kayaknya dia pengen liat layar monitor saya, apakah ada tempelan atau tidak. Terus dia nanya handphone saya dimana, dia minta handphone saya disimpan dibelakang, yang bisa keliatan dari kamera.

Terus dia ngeremote juga komputer saya, dia kayaknya ngecek software apa aja yang jalan di komputer saya dll. Banyak yang dia periksa. Lumayan lama juga, sekitar jam 20.00 baru dia jelasin aturan tentang pelaksanaan tes, lama tes dll.

Reading

Akhirnya mulai dengan sesi pertama Reading. Sesi ini saya dikasi 3 atau 4 bacaan kalo gak salah. Temanya rada berat setelah itu disuruh jawab banyak pertanyaan. Tipe pertanyaannya ada macem2. Cuman waktunya sangat terbatas, jadi harus belajar baca secara cepat. Konon caranya kita baca paragraf pertama secara lengkap, kemudian paragraf berikutnya kita cukup baca kalimat pertama dan kalimat terakhir, sama baca paragraf terakhir secara lengkap.

Cukup melelahkan yang jelas sesi ini. Karena banyak istilah ilmiah. Yang jelas baca aja dulu, walaupun belum paham. karena waktunya terbatas banget. Ada 40an pertanyaan klo gak salah dengan waktu 1 jam. Vocabnya juga rada susah, terutama kalo temanya kita gak nguasain

Listening

Setelah itu masuk sesi Listening. Nah disini ada beberapa macam. Ada yang kita dengerin sebuah kuliah, kemudian nanti jawab beberapa pertanyaan tentang kuliah itu. Terus ada juga kita dengerin percakapan di sebuah kampus, misalnya antara mahasiswa dengan bagian administrasi di kampus dll. Ada 40 pertanyaan dengan waktu 60 menit.

Speaking

Setelah itu break 10 menit, selama break boleh meninggalkan ruangan. Cuman pas masuk dicek lagi semuanya kayak waktu awal lagi. Terus masuk sesi3 yaitu speaking. Nah dibagian ini udah mulai ngantuk banget saya, karena dah jam 10 malam. Jadi dikasi sebuah topik terus diminta ngomong pendapat kita. Oiya ngomongnya cuman bentar paling sekitar 1 menit. Sebelum ngomong dikasi waktu juga buat mikir.

Writing

Sesi terakhir adalah writing. Lebih tepatnya ngetik sih. Jadi ada 2 tugas. Yang pertama kita dikasi artikel, disuruh baca, terus dengerin sebuah kuliah. Nah setelah itu tugas kita kayak ngerangkum pendapat dari dosen di kuliah tersebut. Kalo tugas kedua, mengarang bebas. Jadi dikasi sebuah topik kemudian disuruh ngarang bagaimana pendapat kita tentang topik tersebut. Setuju apa gak. Klo setuju kenapa dst.

Totalnya hampir 4 jam. Setelah tes nanti diminta ngapus apa yang kita tulis di plastik mika tadi. Udah gitu beres. tinggal nunggu hasilnya. Oiya hasil reading dan listening kita langsung keluar. Cuman speaking dan writing belum, karena kayaknya harus diperiksa dulu sama orang.

Nunggu hasil akhirnya lumayan lama. Ada sekitar 10 hari kayaknya baru hasilnya muncul di webnya toefl.

Semoga bermanfaat!

Bayar pajak kendaraan bermotor via e-samsat (atm)

Pajak kendaraan saya sudah mau jatuh tempo, biasanya saya langsung bayar di samsat. Cuman berhubung masih pandemi, jadi males ke samsat. Jadi saya nyoba bayar via e-samsat. Kalo liat info dari web bapenda jabar, sepertinya gak ribet cara bayarnya.

Kode Bayar

  1. Pertama kita harus dapat kode bayar dulu. Menurut webnya bapenda jabar ada 3 cara buat dapat kode bayar, melalui aplikasi Sambara di android, melalui kirim sms ke sms gateway samsat, dan melalui website Bapenda.
  2. Saya kemaren coba lewat website bapenda. Linknya ada disini: https://bapenda.jabarprov.go.id/infopkb/
  3. Di web tersebut saya diminta masukan plat nomer, pilih jenisnya (hitam), terus masukan kode captcha dan klik cari
  4. Setelah itu nanti bakal keluar info kendaraan kita, sama jumlah tagihan.
  5. Kemudian di paling bawah ada pilihan lanjut daftar online , klik YA
  6. Setelah itu muncul menu pop-up, kita diminta masukan no NIK dan 5 angka terakhir no rangka kendaraan kita (bisa diliat di STNK) , klik proses
  7. Kemudian muncul 16 kode bayar. Nah nomer ini musti di copy, di foto atau disimpan teserah, karena nanti perlu buat bayar di atm

ATM

  1. Selanjutnya musti bayar ke ATM
  2. Menurut webnya bapenda pembayaran bisa dilakukan di ATM BJB, BCA atau BNI.
  3. Tahun lalu masih ada Bank Mandiri, cuman sekarang udah gak ada di daftar
  4. Oiya, pengalaman tahun lalu gak semua ATM bisa, gak tau kenapa? jadi saya sempat nyoba beberapa ATM, gak berhasil, mungkin jaringannya lagi eror.
  5. Saya coba ATM BNI, karena dari pengalaman tahun lalu ada 1 atm bni yang bisa
  6. Pilih menu Lain –> pilih menu pembayaran –> pilih menu pajak/penerimaan negara –> pilih menu e-samsat
  7. Masukan kode institusi (1502) + 16 angka kode bayar (yg tadi dapat dr web)
  8. klik lanjutkan
  9. alhamdulillah lancar, simpan struknya. Struk ini nanti perlu untuk pengesahan stnk

Pengesahan STNK

  1. Jadi abis bayar tetep musti ke Samsat :) tapi gak lama kok, jadi lebih aman semoga, karena gak pake ngantri dan nunggu lama
  2. Jadi pengesahan bisa dilakukan sampe 30 hari setelah kita bayar.
  3. Menurut web bapenda, pengesahan bisa dilakukan di samsat,samsat keliling, samsat outlet dan samsat gendong provinsi jabar
  4. Saya coba ke samsat di jl pajajaran.
  5. Setelah nanya ke petugasnya, disuruh ke lt 2, langsung ke loket 2 bagian pembayaran non-tunai.
  6. Disana diminta nunjukin e-ktp asli, stnk asli sama struk pembayaran tadi
  7. Setelah itu nunggu printan bukti pembayaran pajak
  8. Trus minta cap di loket sebelahnya
  9. gak sampe 5 menit sudah beres

Alhamdulillah lancar. terima kasih bapenda jabar dan petugas samsat. Semoga Bermanfaat!

Pengalaman Vaksin Covid-19

Minggu lalu saya alhamdulillah dapat kesempatan vaksin. Prosesnya lumayan panjang. Jadi ceritanya dari kampus ada pendataan untuk vaksin sekitar bulan Februari. Terus akhir Februari keluar jadwal vaksin di aplikasi peduli lindungi. Cuman karena jarang buka aplikasi tersebut, saya baru tau 2 hari kemudian dari Grup WA.

Karena penasaran, awal maret saya coba liat di web peduli lindungi, cari info dimana tempat vaksin terdekat. Menurut web, yang terdekat dengan saya ada kantor kesehatan pelabuhan. Meluncur lah saya kesana untuk cari info. Setelah menunjukan tiket, petugas terlihat bingung, namun petugasnya ramah. Dia minta waktu bentar untuk nelpon2 cari info. Hasilnya menurut petugas disana, memang tiket saya valid, cuman karena mereka cuman dapat jatah 30 vaksin perhari, jadi hanya diprioritaskan untuk yang sudah mendaftar disana. Kemudian saya diminta menanyakan ke puskesmas terdekat dengan domisili.

Pergilah saya ke puskesmas terdekat untuk bertanya, menurut dokter disana saat ini prioritas adalah vaksin untuk lansia. Untuk petugas publik belum, saya diarahkan untuk bertanya ke hotline vaksin puskesmas tersebut dan bertanya ke dinkes kota.

Selanjutnya saya coba bertanya ke hotline vaksin puskesmas, saya ditanya identitas dan usia, namun akhirnya jawabannya sama, bahwa saat ini masih prioritas vaksin untuk lansia. Kemudian saya coba tanya ke hotline dinkes kota, jawabannya kurang lebih sama, saat ini masih tahap 2 dan masyarakat umum belum bisa divaksin (padahal belum nanya pekerjaan saya). Selain itu dari hotline tersebut minta untuk tidak menggunakan website peduli lindungi, karena mereka tidak menggunakan data dari web tersebut.

Alhamdulillah kemudian ada info dari teman untuk mencoba bertanya ke puskesmas yang terdekat dengan kampus, karena dia sudah bertanya ke sana dan bisa divaksin. Meluncurlah saya kesana hari Sabtu, sampe disana jam 8.30 ternyata sudah rame banget. Saya tanya ke petugas di gerbang, ternyata disana saya bisa vaksin, Alhamdulillah.

Pertama saya dicek suhu terlebih dahulu, dan mendapat nomer antrian. Nomernya sudah 125, wah lumayan pesimis juga tadinya. Waktu itu yang dilayani baru nomer 70an. Untungnya ketemu teman yang baru selesai vaksin, menurut dia cepet kok vaksinnya, dia sarankan tunggu aja. Baiklah untungnya dapat teman ngobrol disana, jadi gak kerasa sekitar 45 menit kemudian saya dipanggil masuk.

Pertama dipanggil ke meja 1 – pendaftaran, diminta menunjukan nomer antrian dan KTP. Kemudian petugasnya memasukan data-data saya ke laptop, dan saya ditanya data identitas untuk konfirmasi. Setelah itu diminta menunggu ke meja 2.

Di meja 2 saya di cek tekanan darah dan tes gula. Ternyata tekanan darah saya cukup tinggi. Dan sempat mendapat kuliah dulu bentar dari petugasnya tentang penyakit darah tinggi, intinya diminta kontrol ke puskesmas sebulan sekali. Maafkan ya bu petugas, soalnya tadi malam sempat begadang. Sebenarnya sempat khawatir juga. Karena sebelum saya ada bapak-bapak yang gak diijinkan vaksin karena darah tinggi. Dia dikasih resep (mungkin untuk penurun tekanan darah) dan disuruh kembali lagi 1 minggu lagi.

Kadar gula saya malah bagus. Ternyata saya gak semanis yang saya kira. Oiya, meja 2 ini ada 2 petugasnya. Petugas pertama yang bagian tes-tes. Selanjutnya saya diminta geser ke petugas sebelahnya. Disana saya dikasi formulir, diminta isi-isi nama, alamat, no hp dst…

Selanjutnya diminta nunggu lagi untuk suntik. Gak lama kemudian saya dipanggil vaksin. Ada bilik khusus, diminta menyingsingkan lengan baju sambil diajak ngobrol. Kayaknya biar gak sutris. Setelah itu saya dikasi 2 kertas, dan diminta menyerahkan kertas itu ke meja 4.

Di meja 4 saya diminta nulis nama, telepon, alamat, instansi dan tanda tangan di daftar absen (kayaknya) dan menyerahkan 2 kertas tadi. Kemudian dikasi sticker yang ada tulisan jamnya. Jadi saya diminta menunggu 30 menit setelah vaksin. Mungkin untuk melihat apakah ada efek samping atau gak, siapa tau saya berubah jadi titan. Setelah 30 menit saya dipanggil lagi kemudian diserahkan lagi 2 kertas tadi dan diminta kembali lagi 2 minggu lagi untuk suntik ke 2. Diingatkan juga nanti jangan lupa untuk menunjukan kertas tadi. O,iya ternyata ada juga yang diminta kembali setelah 4 minggu, ternyata beda-beda. Mungkin tergantung usia.

Alhamdulillah lancar, gak lama setelah itu saya dapat sms, yang isinya link sertifikasi vaksin. Dan status saya di apps peduli lindungi juga sudah diupdate. Kalo gak sekitar jam 10 semua prosesnya beres.

Alhamdulillah saya gak merasakan ada efek samping apapun, tidur bisa nyenyak, paling agak laper aja (modus ya). Baiklah terima kasih untuk ibu dan bapak petugas kesehatan di puskesmas, semoga kita semua sehat selalu. Oiya kalo boleh saran dikit, baiknya selama waktu nunggu 30 menit menurut saya ada semacam edukasi tentang vaksin. Biar tetep pada patuh dengan prokes, gak langsung pada jalan2. Semoga bermanfaat!

The Great Hack – film dokumenter

Saya baru nonton film dokumenter the great hack. Kirain tentang hacking, ternyata tentang kasus skandal Facebook (FB) – Cambridge analytica (CA). Tapi seru juga. Jadi tau sekarang tentang kasus itu. Jadi ceritanya, CA ini sebuah perusahaan konsultan politik. Jadi kerjanya ngasih saran dan strategi supaya kliennya menang dalam pemilu. Yang menarik CA ini punya metode yang canggih. Jadi CA ini punya profil dari para pemilih, misalnya masih ragu dalam menentukan pilihan atau sudah mantep dengan satu pilihan. Buat orang yang masih ragu ini CA, pasang iklan yang terarah atau khusus ke orang tersebut secara terus menerus untuk mendorong dia milih kliennya si CA ini.

Bagaimana CA bisa dapet profile orang? Dia menggunakan aplikasi namanya “thisisyourdigitallife” di facebook. Aplikasi ini kayak semacam kuis, yang hasilnya bisa melakukan prediksi kepribadian orang. Konon aplikasi ini buat riset psikologi. Namun aplikasi ini ternyata crawling banyak informasi dari user yang pake aplikasi itu, bahkan juga dari teman yang terhubung dengan user itu. Dengan cara ini mereka bisa mengumpulkan banyak data tentang seseorang, dan bisa membuat profil tentang dia. Aplikasi ini sebenernya bukan CA yang bikin. Tapi seorang peneliti psikometrik di cambridge. Konon dengan cara itu CA punya data 50 juta pengguna Facebook. Nonton film ini seru dari sisi teknologi, ternyata Machine Learning bisa disalah gunakan untuk macem2. Tapi di sisi lain jadi serem juga, ternyata sekarang orang bisa “cheating” dalam pemilu menggunakan ML. Dan di situ disebutkan juga SCL group, (ini Bapaknya CA) punya peran juga dalam memenangkan berbagai kandidat dari seluruh dunia, termasuk Indonesia. Habis nonton film dokumenter ini jadi bengong sendiri saya.

Survey Adiksi Internet

Kami sedang melakukan survei untuk mengetahui sejauh mana tingkat adiksi internet dan media sosial pada masyarakat Indonesia.

Kami memohon bantuan Bapak, Ibu, Kakak dan Adik semuanya untuk ikut berpartisipasi dalam survei ini.

Berikut adalah link yang bisa diakses dalam survei ini:

http://bit.ly/SurveiAdiksiInternetdanMedsos2020

Kami mengucapkan terima kasih yang mendalam atas partisipasi semuanya dalam survei ini.
Semoga seluruh responden diberikan kesehatan, kelancaraan dan kemudahan dalam seluruh aktivitasnya. Aamiin.

Salam sukses dan sehat,

Tim “📱 Survei Adiksi Internet dan Media Sosial 📲”
I
November 2020

Digital Rights Management

Awal tahun 2013 lalu media massa sibuk memberitakan adanya kebocoran Sprindik (Surat Perintah Penyidikan) di KPK. Pada saat itu KPK mengeluarkan Sprindik kasus korupsi Anas Urbaningrum. Hanya saja dokumen yang seharusnya bersifat rahasia tersebut telah bocor ke media massa tidak lama setelah surat itu dibuat. Diduga dokumen itu difoto oleh pegawai KPK dengan smartphone kemudian disebarkan ke wartawan.

Untuk mencegah kebocoran dokumen seperti kasus diatas sebenarnya bisa dilakukan dengan penerapan teknologi DRM. Digital Rights Management (DRM) merupakan teknologi yang digunakan untuk melindungi keamanan sebuah dokumen atau file.

Diantaranya menggunakan enkripsi. Teknologi DRM juga digunakan untuk membatasi hak akses terhadap suatu file. Misalnya file x, hanya bisa dibuka oleh orang tertentu. Teknologi ini juga digunakan untuk mencegah orang menggandakan sebuah file tanpa ijin. Contohnya teknologi DRM ini digunakan pada beberapa penerbit ebook.

Contoh jadul DRM ini digunakan pada game nintendo maupun game komputer, untuk main game pengguna diminta memasukan kode tertentu di buku manual yang didapat ketika beli game tersebut. Ada juga yang diminta memasukan serial number tertentu. Kemudian ada juga selain serial number, harus juga melakukan aktivasi online. Cuman teknik ini banyak dibypass dengen menggunakan tools keygen.

Ada juga tools DRM yang melakukan pembatasan jumlah instalasi. Setelah itu ada juga teknik DRM yang menggunakan SecuROM. Kemudian ada juga teknik CSS (content scrambling system). CSS ini menggunakan algoritma enkripsi. Di Linux sempat ada aplikasi DeCSS, untuk menjalankan aplikasi yang dilindungi dengan CSS di Linux. Setelah itu berkembang juga teknologi enkripsi di DRM dengan nama ADEPT, FairPlay, Advanced Access Content System.

Semoga Bermanfaat!