Pengalaman tes TPA online

Kampus minta saya diminta ikut tes TPA (Tes Potensi Akademik), untuk sebuah syarat administrasi. Cuma karena masih pandemi jadinya saya coba daftar tes TPA online. Ternyata koperasinya bappenas ada nyelenggarain ujian TPA online. Pendaftarannya gampang, berikut ini saya share pengalaman tes tpa online:

Pendaftaran

  1. Buka halaman https://koperasi.bappenas.go.id/jadwal-tpa/
  2. Disana ada banyak jadwal TPA & TOEFL, ada yang online dan ada yang offline. Kalo ada jadwal yang cocok tinggal klik rincian. Nanti akan muncul rincian tentang tes tersebut seperti tanggal ujiannya, batas pendaftarannya dll. Jangan lupa baca bagian deskripsi tes online di link berikut, disana ada penjelasan teknis tentang tes ini. Waktu saya daftar syarat2nya ada laptop yang punya webcam dan mic. Sistem operasinya harus windows, mereka belum support Mac. Ada akses internet, perlu kuota 2 GB, speed 2 MBps, . Punya whatsapp. Punya Cermin, dan papan tulis kecil atau plastik mika yang bisa dihapus untuk corat-coret.
  3. Terus klo udah cocok klik tombol Daftar Jadwal ini di web REI Education Consultant
  4. Di web REI ini tar pilih lagi jadwalnya terus akan diarahkan ke sebuah form
  5. Di Form ini diminta masukin alamat email, upload bukti transfer, foto selfie, identitas kayak nama, nik, alamat, ttl, no whatsapp sama upload scan scan KTP.
  6. Trus cek email tar dapet akun buat login ke sistemnya dan notifikasi pendaftaran telah berhasil.
  7. Waktu itu biayanya sekitar 500 ribu udah sekalian ongkos kirim sertifikatnya.

Persiapan

  1. Menjelang hari ujian saya dapat email dari UUO bappenas tentang petunjuk teknis ujian. Waktu itu saya daftar ujiannya hari sabtu, batas akhir pendaftaran hari rabu, nah hari kamisnya saya dapet email dari UUO bappenas.
  2. Di email itu ada info tentang cara instalasi perangkat. Jadi ujiannya tuh pake SEB (Safe Exam Browser) dan Zoom. SEB ini browser khusus buat ujian, jadi klo dah buka browser ini, kita cuman bisa terhubung ke aplikasi buat ujian, dan gak bisa buka aplikasi lainnya. SEB ini perlu browser firefox. Jadi tar diminta install Firefox dulu, trus unduh file konfigurasi SEB.
  3. Zoom yang dipake juga beda. Jadi walaupun kita udah punya Zoom, tetep musti install zoom dari sana.
  4. Terus ada info tentang Tes TPA, tesnya dibagi 3 kategori, verbal, numerik dan Penalaran. Verbal ada 90 soal dengan waktu 60 menit. Numerik juga 90 soal selama 60 menit. Penalaran 70 soal selama 60 menit.
  5. Ada tautan juga yang berinsi info tentang tutorial penggunakan aplikasinya
  6. Dan satu lagi diminta join ke grup WA khusus peserta dan panitia ujian tes tersebut.
  7. Instalasinya gak ribet sebenernya. Tinggal ngikutin petunjuk yang diberikan. Kalo bingung bisa nanya juga di grup WA.
  8. Kalo instalasinya berhasil kita bisa nyoba ikut simulasi tes. Jadi tar kita bisa nyoba ikut simulasi tes, ada beberapa soal yang diberikan ada timernya juga.
  9. Trus jangan lupa setting cermin. Cermin ini mereka mintanya cermin yang gede, ukuran setengah badan. Cermin ini ditaro dibelakang/atau samping kita. Cermin ini tar harus disetting supaya panitia bisa ngeliat layar laptop kita. Jadi bisa coba buka zoom, terus cerminnya disetting biar bisa keliatan layar laptop kita di cermin tersebut.
  10. Untuk corat-coret gak boleh pake kertas, jadi pilihannya bisa pake whiteboard kecil yang bisa dihapus, atau map mika plastik yang bisa dihapus juga. Tentunya dengan spidol non-permanent.
  11. Trus setting ruangan diminta klo bisa dikamar, yang kita sendirian, alias gak ada orang lain yang bantuin kita.

Hari-H Ujian

  1. Di email saya dapet jadwal ujian jam 7.30. Dan diminta jam 7 udah beres semua instalasi.
  2. Jadi jam 7 saya coba hidupkan aplikasinya dan konek ke zoom. Oiya link zoom dishare di grup WA pas hari H.
  3. Join zoom harus pake no peserta kita
  4. sekitar Jam 7.45-an ada semacam penjelasan dari panitia tentang pelaksanaan tes, setelah itu saya dimasukan ke break room zoom
  5. Masing-masing break room ada 1 pengawas. Sekitar jam 8, di room itu semua peserta diabsen satu2 sama pengawas. Diminta nunjukin ktp juga, oiya kamera harus on terus. Terus setiap peserta diminta ngeliatan kondisi ruangan dan mejanya. Jadi laptopnya diputer 360 derajat, kayaknya buat mastiin gak ada orang lain. Trus meja juga dicek ada contekan apa gak. Cermin juga diminta diatur lagi biar pengawas bisa ngeliat layar laptop kita.
  6. Sekitar jam 8.30 baru mulai ujian.
  7. Ujiannya kan dibagi 3, untuk masuk ke masing2 ujian tuh ada kode yang harus diinputkan ke aplikasi. Kode ini dishare pengawas di zoom.
  8. Walaupun pelaksanaan masing-masing ujian itu 60 menit, tapi klo kita udah beres di satu ujian, bisa langsung pindah ke ujian berikutnya, tinggal minta kode ujiannya ke pengawas.
  9. Klo udah beres semua ujian, musti lapor ke pengawas, trus tar sama dia kita dibalikin lagi ke room utama.
  10. Di room utama tar diminta ngapus semua coret2 yang di whiteboard atau plastik mika. Trus diminta tunjukin whiteboardnya ke panitia. Kalo udah ok bisa leave.

Hasil ujian

  1. Abis ujian, panitianya ngumumin hasil ujian keluar 3 hari kerja setelah ujian, kalo gak ada kecurangan. Saya waktu itu ujiannya Sabtu, hari Rabu berikutnya udah diemail nilai ujiannya.
  2. Scan sertifikatnya dikirim ke email hari berikutnya, hari kamis.
  3. Terus sertifikatnya dikirim ke alamat yang kita daftarin. Waktu itu saya nerima sertifikatnya sekitar seminggu setelah ujian.

Tentang ujiannya, soalnya banyak banget dan susah menurut saya, mana waktunya juga cepet banget. Pas bagian ngitung2 kayaknya saya cuman berhasil ngeberesin setengah dari semua soalnya. Sisanya nembak :) Karena menurut panitia gak ada nilai minus. Yang pas bagian penalaran juga lumayan banyak yg nembak. Intinya saya kurang persiapan untuk ujian TPA kali ini. Paling malamnya cuman sempet nonton bentar video2 TKDA . Soalnya gak jauh beda emang sama TKDA, cuman lebih banyak. Tapi alhamdulillah nilanya mencukupi :) Trus jangan lupa koneksi internet musti stabil, karena koneksi saya sempet agak lemot, trus sempet putus. Untungnya langsung cepet nyambung lagi dan bisa lanjut ujian lagi. Ok sampai disini dulu, semoga bermanfaat!

Lari untuk Pemula 4

Saya lanjutkan bahasan sharing dr.Hilmi tentang lari untuk pemula. Bahasan berikutnya dari dr.Hilmi adalah tentang VO2 Max. Setelah darah dipompa oleh jantung, darah akan dikonsumsi di jaringan oleh otot-otot. Jumlah maksimal oksigen yang dikonsumsi oleh otot adalah VO2Max. V02Max adalah merupakan salah satu indikator tingkat kebugaran. Semakin tinggi VO2Max maka semakin cepat kita dapat berlari.

Menurut dr. Hilmi ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengukur VO2Max kita. Misalnya menggunakan Metode Cooper. Caranya adalah dengan kita berlari maksimal (sekencang-kencangnya) selama 12 menit, kemudian kita ukur jaraknya. Setelah itu nanti liat di tabel berikut ini:

Di tabel tersebut, berdasarkan jarak, jenis kelamin dan usia bisa kita lihat kondisi kita masuk ke kategori sangat baik (excellent), diatas rata-rata (above average), rata-rata (average), di bawah rata-rata (below average) dan kurang (poor). Oiya sebelum lari jangan lupa pemanasan sekitar 10 menit. Untuk pria usia 40an kalo bisa lari diatas 2,5 km dalam 12 menit maka kondisi kita sangat baik.

Metode lainnya buat tau vo2max adalah astrand treadmill tes. Cuman metode ini butuh treadmill. Selain itu ada namanya pake metode rockport. Rockport ini caranya kita pemanasan dulu 5 menit, terus jalan cepat sejauh 1 mile (1,6 km) kemudian catet berapa waktunya dalam desimal. Misalnya dapetnya 5 menit 30 detik, berarti jadi 5,5 (5 menit ditambah 30/60 detik). Terus hitung juga heart rate. Terus masukin ke rumus berikut:

VO2 Max  = 132.853 – (0.0769 × berat badan) – (0.3877 × Usia) + (6.315 × Jenis Kelamin) – (3.2649 × Waktu) – (0.1565 × Heart rate)

Cuman di rumus itu berat badan dalam satuan pound, untuk jenis kelamin 0 buat cewek dan 1 buat cowok. Sampe disini dulu, besok saya lanjutkan lagi catatan tentang sharing dari dr. Hilmi. Semoga Bermanfaat!

referensi:

https://www.runnersblueprint.com/vo2-max/

Tulisan sebelumnya:

Download Video Google Drive

Jaman pandemi ini perkuliahan masih dilakukan online, ada yang pake Zoom ada yang pake Google Meet. Salah satu kuliah yang saya ikuti, dosennya pake Google Meet. Nah recording kuliahnya disimpen di google drive. Sayangnya kita cuman bisa nonton doang videonya, tapi gak bisa ngunduh. Nah untuk temen saya yang koneksi di rumahnya yang gak stabil, dia pengennya donlot videonya di rumah temennya yang koneksinya lebih kenceng, terus tar nonton di rumah. Sayangnya di link google drivenya gak ada pilihan untuk download.

Setelah browsing2 ternyata ada caranya untuk download video di google drive walaupun kita cuman bisa view only. Caranya begini:

  1. Buka videonya, kemudian klik kanan pada halaman tersebut dan pilih “inspect element”
  2. Pilih tab “Network”
  3. Reload (muat ulang) halamannya dan mainkan ulang videonya
  4. di bagian filter, ketik“videoplayback”
  5. Nanti muncul beberapa file, tinggal klik kanan pada link ini dan pilih “open in new tab”
  6. Klik kanan videonya dan pilih “save video as”

Nah sekarang temen saya bisa donlot tuh video. Kemaren saya coba di browser safari, tapi kayaknya di chrome & firefox juga bisa. Oiya, jangan disalahgunakan untuk donlot video yang gak perlu ya. Semoga bermanfaat!

Referensi:

Lari untuk Pemula-3

Saya lanjutkan sharing dr.hilmi tentang lari untuk pemula. Pada tulisan sebelumnya membahas tentang Heart rate, Paru dan otot. Selanjutnya dibahas juga tentang lactate threshold. Lactate threshold ini salah satu indikator juga tentang kebugaran kita. Jadi ketika kita lari dengan intensitas tinggi, Heart rate kita mulai meningkat, dan semakin naik zona HR-nya. Ketika mulai beralih dari zona HR 4 ke 5 terjadi perpindahan proses pembakaran energi dari aerobik ke anaerobic.

Perpindahan ini menyebabkan meningkatnya asam lakat di tubuh secara cepat. Konon laktat ini dikeluarkan tubuh karena meningkatnya hydrogen ions selama perpindahan zona ini. Meningkatnya jumlah ion ini menimbulkan terjadinya muscle acidification, atau proses kelelahan otot, sehingga kerasnya kayak kebakar. Biasanya ini mulai terjadi ketika kita mencapai heart rate 80-85%.

Contohnya gini, kita lagi lari, terus karena ngerasa badan ok, kita tambah pace nya. Karena pace nya nambah, heart- ratenya naik. Terus kita tambah lagi pace nya, sampe pada satu titik, kita ngerasa dada kita kayak kebakar, dan otot mulai kerasa kaya kebakar juga. Titik ini yang disebut lactate threshold.

Laktat tidak hanya ada di otot, tapi juga di sel lainnya dalam tubuh kita. Laktat ini adalah sebuah fuel and ion buffering agent. Dan bermanfaat buat tubuh. Oiya, laktat ini beda dengan asam laktat. Sebenarnya istilah laktat threshold kurang tepat, karena yang jadi penyebab efek kebakar tadi adalah hydrogen ion.

Jadi tubuh kita punya dua mekanisme buat ngebakar energi. Aerobik lebih lambat, bersih tapi efisien. Proses ini dipake dalam kegiatan kita sehari-hari seperti jalan, bekerja, makan dll. Aerobik biasanya ngebakar karbohidrat, dalam format glukosa dan lemak. Proses pembakaran energi ini memerlukan oksigen.

Cuman ketika dalam keadaan stress, misalnya kita lagi sprint. proses aerobik ini gak sanggup nyediain energi. Sehingga tubuh beralih ke proses anaerobik. Anaerobik ini bekerja jauh lebih cepat ngebakar energi, cuman proses ini bikin tubuh kita stress, cepat cape dan gak bisa bertahan lama. Contoh lainnya proses anaerobik ini terjadi ketika lagi gowes nanjak, atau renang cepat. Pembakarannya mengandalkan karbo tanpa oksigen.

Nah pengubahan glukosa dan glikogen menjadi energi membutuhkan hydrogen ion dan pyruvate. Ketika keduanya bergabung, didapatkanlah laktat. Laktat ini tugasnya untuk mengatur metabolisme tubuh, mengaktifkan sistem syaraf dan mengaktifkan long-term memori.

Namun semakin banyak hydrogen ion yang diproduksi tubuh, mencapai batas maksimal yang disebut laktat threshold. Pada titik ini otot kita semakin asam, kontraksi otot menjadi semakin berat, dan kita ngerasa kaya kebakar. Ini yang menyababkan kita cuman bisa sprint dalam beberapa menit saja, padahal kita bisa jalan dengan nyaman sampe berjam2.

Laktat threshold ini klo istilah orang lari kayak nabrak dinding (hit the wall). Jadi tubuh kita ngerasa cape banget sehingga kita pengen berhenti. Gak bisa maju lagi. Nah laktat threshold ini beda2 tiap orang. Semakin sering kita latihan, semakin bugar tubuh kita. Maka lakat threshold kita akan semakin meningkat. Maksudnya klo baru pertama kali olahraga mungkin kita baru 10 menit jalan dah ngerasa cape banget, kayak nabrak dinding. Tapi semakin rutin kita berolahraga, maka semakin meningkat kebugaran kita. Misalnya setelah 1 jam, baru kita ngerasa cape.

Cara ningkatinnya laktat threshold ini adalah dengan rutin latihan. Klo secara ilmiah caranya dengan berlatih dengan sprint interval pada fase laktat threshold ini. Trus gimana cara kita tau pada level mana kita mencapai laktat threshold. Caranya yang sederhana dengan lari biasa sekotar 10 menit, kemudian lari sekencang-kencangnya selama 30 menit tanpa henti.Biasanya rata-rata heart rate pada 20 menit terakhir adalah heart rate pada laktat threshold (LTHR)

LTHR ini digunakan untuk mengukur seberapa intensif kita bisa latihan sebelum kita merasa lelah. Semakin tinggi tingkat laktat threshold, maka semakin fit dan semakin cepat kita. Cara ningkatinnya adalah dengan rutin berlatih. Sampe disini dulu, besok insyaallah saya lanjutkan lagi. semoga bermafaat!

referensi:

Lari untuk Pemula-2

Saya lanjutkan catatan tentang sharing dr Hilmi tentang lari untuk pemula. Pada tulisan sebelumnya telah dibahas tentang Heart Rate. Selanjutnya dr Hilmi cerita tentang bagaimana peran jantung pada waktu kita lari. Jantung tugasnya memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Selain Heart rate untuk mengetahui kemampuan jantung, ada juga yang disebut stroke volume. Stroke Volume adalah jumlah darah yang dipompa jatung dalam satu kali pompa. Kemudian ada juga yang disebut Cardiac Output (CO): dengan rumus Heart Rate x Stroke Volume. Misalnya kurang lebih 5 liter per menit. Secara teori, semakin besar jumlah CO maka semakin banyak oksigen yang dialirkan ke jaringan, sehingga semakin cepat orang bisa berlari.

Selain jantung, dr Hilmi juga bercerita tentang paru-paru. Paru-paru berperan sebagai tempat pertukaran oksigen. Menurut beliau kapasitas total paru-paru cenderung stabil dan tidak berubah (kecuali terjadi kerusakan alveoli). Alveoli adalah kantung kecil di dalam paru-paru kita yang memungkinkan oksigen dan karbon dioksida untuk bergerak di antara paru-paru dan aliran darah. Menurut beliau, untuk pelari pemula kapasitas paru tidak membatasi kembatasi kemampuan lari. Namun bernafas lebih teratur dapat memperbaiki aliran oksigen ke jantung, sehingga membuat lari lebih mudah. Walaupun begitu bernafas lebih dalam tidak membuat lari menjadi lebih mudah. Latihan rutin tidak meningkatkan kapasitas paru-paru, namun dapat mempertahankan kapasitas paru, membuat bernafas saat lari menjadi lebih terbiasa dan lebih teratur. Sehingga pertukaran oksigen lebih baik.

Kemudian dr Hilmi bercerita juga tentang otot dan metabolisma yang bekerja saat kita lari. Dia bercerita disana ada mitokondria di otot yang menjadi pabrik energi, dengan membakar karbohidrat dan lemak (fat) melalui proses aerobic. Semakin banyak mitokondria maka proses aerobik meningkat dan tidak mudah lelah. Latihan yang rutin dapat meningkatkan jumlah mitokondria dan enzim-enzim.

Serat otot (muscle fiber) ada beberapa tipe:

  • Slow twitch (ST) Fiber: digunakan untuk kegiatan aerobik, tidak terlalu kuat dan bertenaga. Semakin banyak ST maka semakin tidak mudah lelah kita. Rutin berlatih dapat meningkatkan jumlah ST. Bekerja pada zona HR, zona 1,2 dan 3
  • Fast twitch A (FT-A) fiber: kandungan mitokondria lebih sedikit dari ST. Digunakan setelah ST mengalami kelelahan. Lebih kuat dan bertenaga dari ST. Glikogen sebagai sumber energi. Bekerja pada zona 4 HR
  • Fast twitch B (FT-B) fibers: Mitokondria sangat sedikit. Sangat kuat dan bertenaga. Bagus untuk sprinter. Mudah lelah (hanya bertahan 5-8 menit). Glikogen dan kreatin fosfat sebagai sumber energi. Bekerja pada zona 5 HR

Sampai disini dulu. Besok insyaAllah saya lanjutkan lagi. Semoga Bermanfaat

Lari untuk pemula

Kemaren saya diajakin ikut dengerin sharing online (kyk mini webinar) dengan tema Lari untuk pemula. Jadi ceritanya grup SMA lagi ngajak orang2 untuk berolahraga. Karena dah pada masuk umur yang musti lebih concert tentang kesehatan. Jadi dibikinlah grup running, walking and riding. Yang sharing temen kita juga dr Hilmi. Jadi dia dulunya pas SMA atlit basket, trus dah kerja sempet ngedrop kesehatannya, bahkan sempet sampe 100kg beratnya. Akhirnya mulai coba olahraga lagi kayak basket sama maen bola malah sempet cedera. Jadinya dia mulai nyoba jalan kaki, trus pelan-pelan mulai lari, dan akhirnya keterusan. Dia udah berapa kali finisher Full Marathon di event marathon di Bali, Kuala lumpur, Jakarta dan Amsterdam.

Jadi dia cerita secara kesehatan lari itu proses yang natural buat badan kita. Cuman kita perlu tau juga ilmunya, biar gak cedera. Selain itu juga jangan sampe lari yang tadinya pengen sehat justru karena terlalu dipaksa malah sampe pingsan. Lari itu melibatkan kerja jantung, pembuluh darah, otot dan metabolisme lainnya. Lari juga membutuhkan nafas yang baik, untuk transport dari paru-paru, jantung dan ke otot.

Pas lari jantung bekerja memompa darah dan oksigen ke jaringan. Secara kasar bisa dibilang semakin banyak darah yang dipompa semakin cepat kita bisa lari. Ukuran jantung laki-laki jauh lebih besar dari perempuan. Jadi makanya klo event running suka dipisah laki sama perempuan. Nah pas lari kita harus memperhatikan tentang Heart Rate (HR) alias jumlah denyut jantung per menit.

Menurut dia, rata-rata HR orang kalo lagi duduk atau baca sekitar 70-80x/menit. Pas lagi istirahat (resting heart rate=RHR) menurut dia sekitar 60an/menit. RHR ini semakin rendah semakin bugar badan kita. Cuman jangan terlalu rendah juga. Nah pas kita lari HR ini akan semakin meningkat sampe maksimal. Berapa HR maksimal (MHR): ada berbagai teori. Ada yang pake rumus MHR=220-usia. Ada juga yang ngukur dengan cara dengan tes treadmill. Jadi kita lari statik pake treadmill kemudian nanti pelan-pelan ditambah kecepatannya sampe maksimal kemampuan kita.

Ada juga cara lain kita pemanasan lari pelan2, kemudian kita lari sekencang-kencangnya selama 1 km, terus lari pelan-pelan lagi selama 400 meter, terus lari lagi sekencang kencangnya selama 400 meter. Trus ukur HR kita. Ngukurnya bisa pake smart watch. Bisa juga kita ngukur manual dengan ngitung detak jantung kita di nadi. Ngitungnya bisa selama 1 menit kita hitung berapa banyak detak jantung kita. Bisa juga kita ukur selama 15 detik, terus kita kali 4. Atau bisa juga hanya selama 10 detik, terus kita kali 6 dst.

Nah dalam lari untuk HR ini ada zona2nya.

  • Untuk Zona 1: HR kita sampe 60% dari MHR.
  • Zona 2: HR kita 60-70% dari MHR
  • zona 3: 70-80%
  • Zona 4: 80-90%
  • Zona 5: >90%

Penjelasannya:

  • Zona 1 ini masih santai, biasanya di awal lari atau waktu cooling zone, atau pas recovery
  • Zona 2: masih aman juga, dibilangnya fat burning zone
  • Zona 3: Cardiac Zone: agak sedikit meningkat; larinya sudah mulai cepat
  • Zona 4: intensity zone, Tempo run, larinya udah cepat
  • Zona 5: Anaerobic: zona ini buat lari sprint, dan biasanya orang cuman kuat 5-8 menit

Ok masih banyak bahasannya. besok insyaallah saya lanjutkan lagi. Semoga bermanfaat!

Forensik Android

Hari ini ada anak bimbingan yang sidang (michelle) dia ngambil tema forensik di Android. Kasusnya di salah satu apps e-payment. Biasanya untuk android musti di root dulu, supaya bisa diakses databasenya. Kemudian mulai dicloning data2nya. Biasanya di folder /root/data/data/ disana ada banyak folder apps. Tinggal dicari folder appsnya. Kemudian tinggal dicari file .db nya. File .db ini kemudian coba dibuka di sql lite. Tentunya dilakukan dulu pengujian integrity test.

Cuman menariknya apps e-payment ini dia pake firebase, sehingga file .db nya hanya sedikit. Jadi agak sedikit ribet untuk proses forensiknya beda dengan apps android lainnya. Firebase ini nyimpen databasenya di cloud. Hasil googling dan nanya2 ada beberapa alternatif untuk ngatasin kasus ini, misalnya melakukan replica aplikasi atau bikin skrip yg nge-patch data dan alamat point Firebase menggunakan API key.nya. Atau ada juga alternatifmelakukan intercept aplikasinya. Untuk meakukan ini SSL pinning nya musti di bypass dulu. Atau bisa juga kita lakukan analisa pake mobSF.

Anaknya dah panik juga karena sampe menjelang sidang, masih belum dapat artefak transaksi. Akhirnya kita bisa coba pendekatan lain, melalui data-data lainnya selain file .db bisa dipelajari dan ditemukan adanya transaksi. Lumayan seru juga sidang hari ini.

referensi:

https://blog.group-ib.com/whatsapp_forensic_artifacts

https://www.raywenderlich.com/3419415-hack-an-android-app-finding-forensic-artifacts

https://book.hacktricks.xyz/pentesting/pentesting-web/buckets/firebase-database

Donor di PMI Bandung

Kemaren ada temen yang butuh darah, karena dia harus operasi. Dia butuh 2 labu. Kebetulan cocok golongan darahnya dengan saya. Jadilah saya nyoba donor di PMI Bandung jalan Aceh. Waktu itu hari minggu, saya datang sekitar jam 10, lagi rame ternyata. Pas nanya tukang parkir ternyata diminta ngambil nomer antrian dulu.

1. Nomer antrian

Tempatnya diluar kalo dari gerbang masuk sebelah kiri gedung utama. Ada keyboard pilihan A dan B. A untuk donasi reguler dan B untuk donasi plasma kovalesen. Saya pilih A, waktu itu saya dapet nomer 97, yang lagi dilayani no 60an. Ternyata banyak juga orang yang mau donor darah. Abis itu ada bapak2 yang nyaranin isi formulir dulu

2. Isi Formulir

Formulir ini lokasinya di meja deket tempat ngambil nomor antrian. Isi nama, alamat, dll. Gak banyak. Abis itu nunggu

3. Registrasi

Setelah sekitar 30 menit nunggu, akhirnya nomer saya dipanggil. Saya masuk ke gedung utama. Disana nyerahin formulir, nomer antrian. Awalnya ditanya kartu, karena saya baru pertama kali akhirnya diminta KTP aja. Disana nunggu lagi. Kemudian saya tanya ke petugasnya kalo untuk donor ke temen saya yang mau operasi gimana. Ternyata saya disuruh ke gedung sebelah dulu. Bagian pemesanan darah klo gak salah namanya

4. Gedung pemesanan darah

Saya keluar dulu dari gedung utama tadi, terus jalan ke arah gerbang keluar, gedungnya paling ujung. Disana ada banyak ambulance dari berbagai rumah sakit. Lapor petugasnya, saya nunjukin surat permintaan donor keluarga dari rumah sakit. Terus ditanya nama pasien, golongan darah, jenis darah sama nama rumah sakit. Setelah itu petugas menyerahkan kertas hijau. Kemudian saya diminta mengisi buku tamu, disana nulis nama pasien, nama rumah sakit, nama saya dan tandatangan. Setelah itu balik lagi ke gedung utama

5. Registrasi

Di gedung utama saya serahkan kertas hijau, terus saya diminta duduk di salah satu komputer disana. Disitu saya difoto, dan diminta menjawab banyak pertanyaan. Tentang riwayat kesehatan 6 bulan terakhir, 3 tahun terakhir, sejak tahun 1980 dst. Pertanyaannya misalnya pernah sakit apa, pernah keluar negeri, pernah menerima transfusi darah dll. Setelah itu dapet print2an formulir yang saya isi dan dapet nomer antrian. Kemudian disuruh masuk dan dapat antrian untuk periksa dokter.

6. Periksa dokter

Ada dua ruangan dokter. Setelah dipanggil saya diperiksa tekanan darah, nadi, suhu, respirasi, ditanya berat badan, tinggi badan, dan ditanya2 tentang kondisi kesehatan. Oiya ternyata ada juga yang abis diperiksa dokter gak boleh vaksin, gak tau kenapa. Mungkin kondisi kesehatannya lagi drop. Yang jelas formulirnya disimpen dan dipisahin sama dokternya. Saya alhamdulillah tekanan darah,nya bagus sehingga boleh lanjut. Lanjut periksa HB. O,iya disini ditanya juga udah vaksin atau belum. Karena ada ibu-ibu sebelum saya yang belum vaksin, dan dianya belum boleh donor.

7. Periksa HB

Tempatya sebelah ruang dokter. Disini nyerahin jari buat dicolok :) Sama mbaknya di cek golongan darah, r hesus HB dan hematokrit. Golongan darah saya sesuai, HB dan hematokrit juga bagus. Alhamdulillah, lanjut ke pengambilan darah.

8. Pengambilan darah

Ruangan pengambilan darah ada banyak kursi. Ruangannya dipisah juga untuk donor biasa dan donor kovalesen. Setelah dipanggil petugas pengambilan darah, disuruh cuci tangan pake sabun sampe siku. Trus ditanya mau tangan kanan atau kiri. Karena kursinya beda2. Setelah itu petugasnya pasang kayak alat ukur tensi, nyiapin kantong darah, dan mulai ditojos . Setelah itu nunggu sekitar 10 menit ada kayaknya sampe labunya penuh. Setelah penuh, saya ditanya kondisinya gimana? apakah sehat? setelah itu boleh keluar.

9. Kantin

Pintu keluar ruang pengambilan darah ini langsung terhubung ke kantin. Disana diminta ngisi buku, nulis nama, donor keberapa dll. Terus dikasi makanan. Ada telur, roti, susu sama vitamin. Di mejanya ada cookies juga. Alhamdulillah lumayan, dapet ganjal beres sekitar jam 11.30 pas lagi laper.

Secara keseluruhan sistemnya bagus, tiap tempat ada nomer antrian, petugasnya juga ramah, tempatnya juga bersih. Menurut saya lebih nyaman di kantor PMI dibandingkan donor di event2 donor darah.

Oiya untuk yang donor plasma kovalesen menurut cerita petugasnya, proses pengambilan darahnya cukup lama ada sekitar 1,5 jam. Karena langsung dipisahin. Jadi mereka pas pengambilan darah udah dibekelin makanan ringan. Syarat untuk donor plasma kovalesen kalo gak salah, harus ada bukti PCR positif, ada bukti PCR negatif atau surat sudah sehat dari dokter.

Demikian sharing pengalaman saya, ayo jangan takut donor darah, seru kok. Semoga bermanfaat.

Belajar TKDA-3

Tulisan ini merupakan lanjutan dari pembahasan tentang belajar TKDA. Tulisan sebelumnya bisa dilihat pada link berikut:

https://julismail.staff.telkomuniversity.ac.id/belajar-tkda/

C.7 Figure analysis

Bagian ini tentang bangun ruang, jadi kita musti membayangkan bentuk2 3 dimensi. Biasanya tentang kubus, jadi kita dikasi jaring2 kubus, trus disuruh cari klo jaring tersebut disusun jadi bentuk kubus gimana? Saya belajar dari video berikut:

C8. Penalaran Spasial

Bagian ini kita disuruh menggabungkan 2 bentuk ruang, atau mencari cerminan dari sebuah bentuk ruang dll. Saya belajar dari video berikut:

Selain dari video saya belajar juga dari apps TKDA serdos https://play.google.com/store/apps/details?id=com.soewoen.tkdaserdos&hl=gsw

dan buku Jaminan Score tinggi TPA pasca Sarjana karya Aziz Saefudin. Cuman klo TPA jenis soalnya lebih banyak macamnya dibandingkan TKDA.

Alhamdulillah setelah ngebut belajar, saya lulus juga tes TKDA. thx ya mas2, abang2 yang sudah bikin video2, apps dan buku diatas. Semoga mendapat balasan amal dan semakin rame traficnya :)

Semoga Bermanfaat!

Rekrutmen Dosen

Meneruskan info rekrutmen dosen Tel-U, barangkali ada yang minat. Info lebih lanjut silahkan dilihat pada tautan https://hr.telkomuniversity.ac.id/2021a/