Pengalaman Vaksin Covid-19

Minggu lalu saya alhamdulillah dapat kesempatan vaksin. Prosesnya lumayan panjang. Jadi ceritanya dari kampus ada pendataan untuk vaksin sekitar bulan Februari. Terus akhir Februari keluar jadwal vaksin di aplikasi peduli lindungi. Cuman karena jarang buka aplikasi tersebut, saya baru tau 2 hari kemudian dari Grup WA.

Karena penasaran, awal maret saya coba liat di web peduli lindungi, cari info dimana tempat vaksin terdekat. Menurut web, yang terdekat dengan saya ada kantor kesehatan pelabuhan. Meluncur lah saya kesana untuk cari info. Setelah menunjukan tiket, petugas terlihat bingung, namun petugasnya ramah. Dia minta waktu bentar untuk nelpon2 cari info. Hasilnya menurut petugas disana, memang tiket saya valid, cuman karena mereka cuman dapat jatah 30 vaksin perhari, jadi hanya diprioritaskan untuk yang sudah mendaftar disana. Kemudian saya diminta menanyakan ke puskesmas terdekat dengan domisili.

Pergilah saya ke puskesmas terdekat untuk bertanya, menurut dokter disana saat ini prioritas adalah vaksin untuk lansia. Untuk petugas publik belum, saya diarahkan untuk bertanya ke hotline vaksin puskesmas tersebut dan bertanya ke dinkes kota.

Selanjutnya saya coba bertanya ke hotline vaksin puskesmas, saya ditanya identitas dan usia, namun akhirnya jawabannya sama, bahwa saat ini masih prioritas vaksin untuk lansia. Kemudian saya coba tanya ke hotline dinkes kota, jawabannya kurang lebih sama, saat ini masih tahap 2 dan masyarakat umum belum bisa divaksin (padahal belum nanya pekerjaan saya). Selain itu dari hotline tersebut minta untuk tidak menggunakan website peduli lindungi, karena mereka tidak menggunakan data dari web tersebut.

Alhamdulillah kemudian ada info dari teman untuk mencoba bertanya ke puskesmas yang terdekat dengan kampus, karena dia sudah bertanya ke sana dan bisa divaksin. Meluncurlah saya kesana hari Sabtu, sampe disana jam 8.30 ternyata sudah rame banget. Saya tanya ke petugas di gerbang, ternyata disana saya bisa vaksin, Alhamdulillah.

Pertama saya dicek suhu terlebih dahulu, dan mendapat nomer antrian. Nomernya sudah 125, wah lumayan pesimis juga tadinya. Waktu itu yang dilayani baru nomer 70an. Untungnya ketemu teman yang baru selesai vaksin, menurut dia cepet kok vaksinnya, dia sarankan tunggu aja. Baiklah untungnya dapat teman ngobrol disana, jadi gak kerasa sekitar 45 menit kemudian saya dipanggil masuk.

Pertama dipanggil ke meja 1 – pendaftaran, diminta menunjukan nomer antrian dan KTP. Kemudian petugasnya memasukan data-data saya ke laptop, dan saya ditanya data identitas untuk konfirmasi. Setelah itu diminta menunggu ke meja 2.

Di meja 2 saya di cek tekanan darah dan tes gula. Ternyata tekanan darah saya cukup tinggi. Dan sempat mendapat kuliah dulu bentar dari petugasnya tentang penyakit darah tinggi, intinya diminta kontrol ke puskesmas sebulan sekali. Maafkan ya bu petugas, soalnya tadi malam sempat begadang. Sebenarnya sempat khawatir juga. Karena sebelum saya ada bapak-bapak yang gak diijinkan vaksin karena darah tinggi. Dia dikasih resep (mungkin untuk penurun tekanan darah) dan disuruh kembali lagi 1 minggu lagi.

Kadar gula saya malah bagus. Ternyata saya gak semanis yang saya kira. Oiya, meja 2 ini ada 2 petugasnya. Petugas pertama yang bagian tes-tes. Selanjutnya saya diminta geser ke petugas sebelahnya. Disana saya dikasi formulir, diminta isi-isi nama, alamat, no hp dst…

Selanjutnya diminta nunggu lagi untuk suntik. Gak lama kemudian saya dipanggil vaksin. Ada bilik khusus, diminta menyingsingkan lengan baju sambil diajak ngobrol. Kayaknya biar gak sutris. Setelah itu saya dikasi 2 kertas, dan diminta menyerahkan kertas itu ke meja 4.

Di meja 4 saya diminta nulis nama, telepon, alamat, instansi dan tanda tangan di daftar absen (kayaknya) dan menyerahkan 2 kertas tadi. Kemudian dikasi sticker yang ada tulisan jamnya. Jadi saya diminta menunggu 30 menit setelah vaksin. Mungkin untuk melihat apakah ada efek samping atau gak, siapa tau saya berubah jadi titan. Setelah 30 menit saya dipanggil lagi kemudian diserahkan lagi 2 kertas tadi dan diminta kembali lagi 2 minggu lagi untuk suntik ke 2. Diingatkan juga nanti jangan lupa untuk menunjukan kertas tadi. O,iya ternyata ada juga yang diminta kembali setelah 4 minggu, ternyata beda-beda. Mungkin tergantung usia.

Alhamdulillah lancar, gak lama setelah itu saya dapat sms, yang isinya link sertifikasi vaksin. Dan status saya di apps peduli lindungi juga sudah diupdate. Kalo gak sekitar jam 10 semua prosesnya beres.

Alhamdulillah saya gak merasakan ada efek samping apapun, tidur bisa nyenyak, paling agak laper aja (modus ya). Baiklah terima kasih untuk ibu dan bapak petugas kesehatan di puskesmas, semoga kita semua sehat selalu. Oiya kalo boleh saran dikit, baiknya selama waktu nunggu 30 menit menurut saya ada semacam edukasi tentang vaksin. Biar tetep pada patuh dengan prokes, gak langsung pada jalan2. Semoga bermanfaat!

The Great Hack – film dokumenter

Saya baru nonton film dokumenter the great hack. Kirain tentang hacking, ternyata tentang kasus skandal Facebook (FB) – Cambridge analytica (CA). Tapi seru juga. Jadi tau sekarang tentang kasus itu. Jadi ceritanya, CA ini sebuah perusahaan konsultan politik. Jadi kerjanya ngasih saran dan strategi supaya kliennya menang dalam pemilu. Yang menarik CA ini punya metode yang canggih. Jadi CA ini punya profil dari para pemilih, misalnya masih ragu dalam menentukan pilihan atau sudah mantep dengan satu pilihan. Buat orang yang masih ragu ini CA, pasang iklan yang terarah atau khusus ke orang tersebut secara terus menerus untuk mendorong dia milih kliennya si CA ini.

Bagaimana CA bisa dapet profile orang? Dia menggunakan aplikasi namanya “thisisyourdigitallife” di facebook. Aplikasi ini kayak semacam kuis, yang hasilnya bisa melakukan prediksi kepribadian orang. Konon aplikasi ini buat riset psikologi. Namun aplikasi ini ternyata crawling banyak informasi dari user yang pake aplikasi itu, bahkan juga dari teman yang terhubung dengan user itu. Dengan cara ini mereka bisa mengumpulkan banyak data tentang seseorang, dan bisa membuat profil tentang dia. Aplikasi ini sebenernya bukan CA yang bikin. Tapi seorang peneliti psikometrik di cambridge. Konon dengan cara itu CA punya data 50 juta pengguna Facebook. Nonton film ini seru dari sisi teknologi, ternyata Machine Learning bisa disalah gunakan untuk macem2. Tapi di sisi lain jadi serem juga, ternyata sekarang orang bisa “cheating” dalam pemilu menggunakan ML. Dan di situ disebutkan juga SCL group, (ini Bapaknya CA) punya peran juga dalam memenangkan berbagai kandidat dari seluruh dunia, termasuk Indonesia. Habis nonton film dokumenter ini jadi bengong sendiri saya.

Survey Adiksi Internet

Kami sedang melakukan survei untuk mengetahui sejauh mana tingkat adiksi internet dan media sosial pada masyarakat Indonesia.

Kami memohon bantuan Bapak, Ibu, Kakak dan Adik semuanya untuk ikut berpartisipasi dalam survei ini.

Berikut adalah link yang bisa diakses dalam survei ini:

http://bit.ly/SurveiAdiksiInternetdanMedsos2020

Kami mengucapkan terima kasih yang mendalam atas partisipasi semuanya dalam survei ini.
Semoga seluruh responden diberikan kesehatan, kelancaraan dan kemudahan dalam seluruh aktivitasnya. Aamiin.

Salam sukses dan sehat,

Tim “📱 Survei Adiksi Internet dan Media Sosial 📲”
I
November 2020

Digital Rights Management

Awal tahun 2013 lalu media massa sibuk memberitakan adanya kebocoran Sprindik (Surat Perintah Penyidikan) di KPK. Pada saat itu KPK mengeluarkan Sprindik kasus korupsi Anas Urbaningrum. Hanya saja dokumen yang seharusnya bersifat rahasia tersebut telah bocor ke media massa tidak lama setelah surat itu dibuat. Diduga dokumen itu difoto oleh pegawai KPK dengan smartphone kemudian disebarkan ke wartawan.

Untuk mencegah kebocoran dokumen seperti kasus diatas sebenarnya bisa dilakukan dengan penerapan teknologi DRM. Digital Rights Management (DRM) merupakan teknologi yang digunakan untuk melindungi keamanan sebuah dokumen atau file.

Diantaranya menggunakan enkripsi. Teknologi DRM juga digunakan untuk membatasi hak akses terhadap suatu file. Misalnya file x, hanya bisa dibuka oleh orang tertentu. Teknologi ini juga digunakan untuk mencegah orang menggandakan sebuah file tanpa ijin. Contohnya teknologi DRM ini digunakan pada beberapa penerbit ebook.

Contoh jadul DRM ini digunakan pada game nintendo maupun game komputer, untuk main game pengguna diminta memasukan kode tertentu di buku manual yang didapat ketika beli game tersebut. Ada juga yang diminta memasukan serial number tertentu. Kemudian ada juga selain serial number, harus juga melakukan aktivasi online. Cuman teknik ini banyak dibypass dengen menggunakan tools keygen.

Ada juga tools DRM yang melakukan pembatasan jumlah instalasi. Setelah itu ada juga teknik DRM yang menggunakan SecuROM. Kemudian ada juga teknik CSS (content scrambling system). CSS ini menggunakan algoritma enkripsi. Di Linux sempat ada aplikasi DeCSS, untuk menjalankan aplikasi yang dilindungi dengan CSS di Linux. Setelah itu berkembang juga teknologi enkripsi di DRM dengan nama ADEPT, FairPlay, Advanced Access Content System.

Semoga Bermanfaat!

Inferiority complex

Beberapa hari lalu, saya berdiskusi dengan seorang dosen senior. Dia menyebutkan masih banyak orang indo yang secara tidak sadar memiliki perasaan Inferiority complex. Maksudnya selalu merasa rendah diri, tidak PD dll.

Dia memberi contoh, banyak orang yang cepet merasa gak PD kalo diminta berbicara bahasa Inggris, apalagi kalo disuruh bicara dengan bule. Padahal belum tentu bule itu juga jago bahasa inggris. Contoh lain menurut dia banyak orang yang minder kalo disuruh bicara di depan umum. Menurut dia, penyakit inferiority complex ini banyak dialami orang indo. Dan mulai lah dia bercerita panjang lebar, ngasih kuliah 2 sks.

Karena saya gak terlalu paham tentang permasalahan kayak gini, ya akhirnya jadi pendengar yang budiman saja. Cuman jadi kepikiran juga, bener gak ya omongan beliau? bukannya anak muda sekarang justru generasi yang senang eksis dan doyan selpi ya? gimana menurut kamu?

Sharing pengalaman mengikuti Serdos

Alhamdulillah tahun ini saya diminta SDM untuk mengikuti serdos. Tahapan pertama adalah ngisi profil di web nya sister. Ada banyak banget data yang harus diisi di web sister ini, diantaranya:

  1. data pribadi, alamat, data keluarga, data kepegawaian, data inpassing, jfa, pangkat, penempatan
  2. Kualifikasi seperti riwayat pendidikan, diklat dan riwayat pekerjaan
  3. Kompetensi seperti sertifikasi dan tes
  4. Riwayat Pelaksanaan pendidikan, data pengajaran, bimbingan mahasiswa, pengujian mahasiswa, bahan ajar, detasering, orasi ilmiah, pembimbing dosen dan data tambahan
  5. Riwayat Pelaksanaan penelitian; kegiatan penelitian, publikasi karya, paten/hki
  6. Riwayat pelaksanaan pengabdian masyarakat, pembicara dan jabatan struktural
  7. Penunjang: menjadi anggota profesi, pengelola jurnal, penghargaan, visiting scientist dan penunjang lainnya
  8. Reward: Beasiswa, kesejahteraan dan tunjangan

Isi selengkap mungkin, beserta buktinya, misalnya scan SK, paper klo publikasi, surat tugas dll. Untuk tahap awal ini katanya yang paling penitng ada Data kepangkatan, SK inpassing, SK dostap, JFA, kepangkatan. Setelah itu ada pengumuman dr SDM dan LLDikti apakah eligible atau gak.

Ujian TKBI

Tahap berikutnya setelah dinyatakan eligible, harus ikut ujian TKBI (Tes Kemampuan Bahasa Inggris) dan TKDA (Tes Kemampuan Dasar Akademik). Untuk TKBI saya tidak ikut tes karena sudah ada sertifikat IELTS yang masih berlaku. Untuk TKDA karena sedang pandemi, saya ikut ujian TKDA online. Cerita tentang persiapan saya belajar TKDA ini bisa dilihat di tulisan berikut ini https://julismail.staff.telkomuniversity.ac.id/belajar-tkda/

Setelah punya nilai TKBI dan TKDA, sertifikatnya diupload. Kemudian klaim daftar riwayat hidup, seperti data penelitian dan lain2.

Persepsi Diri

Kemudian harus isi instrumen persepsional diri. Jadi nanti ada berbagai pertanyaan tentang kompetensi diri kita yang harus dijawab. Misalnya apakah DYS menyelenggarakan perkuliahan secara teratur dengan kalender akademik? jawabannya rentang antara tidak pernah sampai selalu. Ada sekitar 20 aspek kalo gak salah yang diisi. Nah hasil persepsi diri ini nanti akan dibandingkan dengan isian dari rekan sejawat, atasan dan mahasiswa. Klo rekan sejawat dan mahasiswa dipilih oleh SDM.

Komponen penilaiannya ada 4 macam kompetensi:

a. Kompetensi Pedagogik,

b. Kompetensi Profesional,

c. Kompetensi kepribadian dan

d. kompetensi sosial

Konon perbedaan nilai persepsi diri kita dengan penilaian dari rekan sejawat, atasan dan mahasiswa tidak boleh besar. Jadi misalnya saya menganggap diri saya dosen yang sangat super, tapi menurut penilaian mahasiswa, saya adalah dosen yang ngawur suka bolos dll, nah berarti alamat gak lulus di tahapan ini.

Deskripsi Diri

Setelah lulus, tahap selanjutnya lebih seru lagi, yaitu harus mengisi deskripsi Diri. Deskripsi diri ini kita diminta membuat essay tentang menjelaskan tentang diri kita. Sejelas-jelasnya tapi harus jujur dan gak boleh nyontek.

Ada 24 pertanyaan yang harus diisi. Baiknya dipelajari dulu dari masing2 pertanyaan itu apa yang diminta, dibikin poin2nya apa yang mau kita ceritakan tentang diri kita. Setelah itu mulai menulis essay dr masing-masing pertanyaan itu. Sekali lagi jangan nyontek, tapi jangan ngelantur juga kemana-mana. Masing-masing pernyataan ada jumlah minimum kata yang harus diisikan (sekitar 150 kata). Ini pertanyaan-pertanyaan di deskripsi diri yang waktu itu saya isikan.

A. Pengembangan Kualitas Pembelajaran

A.1 Berikan CONTOH NYATA semua usaha kreatif yang telah atau sedang Saudara lakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran; dan jelaskan dampaknya!

  1. Deskripsi usaha kreatif: sebelum ngisi saya baca dulu panduan deskripsi diri, terus nonton beberapa video tentang pengalaman orang dalam ngisi Deskripsi diri ini. Dari beberapa video yang sudah saya lihat saya suka penjelasan si Bang Gun, penjelasannya simpel dan terarah. Untuk bagian ini kriteria nilai yang tinggi : Mampu melihat dan melaksanakan berbagai peluang untuk perubahan dan perbaikan dalam berbagai aspek pelaksanaan pembelajaran sehingga memiliki beragam ide baru yang unik dan khas, misalnya menggunakan metode pembelajaran baru, mencoba beragam media, menyediakan bahan ajar baru, mengubah strategi penilaian hasil belajar dll

2. Dampak Perubahan: ini tentang dampak perubahan dari usaha kreatif kita tadi. Untuk penilain yang baik kriterianya begini menurut buku panduan: Menunjukkan perubahan yang nyata dan konstruktif dalam proses pembelajaran sehingga kualitas pembelajaran meningkat, antara lain ditunjukkan dengan aktivitas belajar mahasiswa meningkat, produktivitas karya mahasiswa dalam kuliah meningkat, dan prestasi belajar meningkat

A.2 Berikan contoh nyata kedisiplinanketeladanan, dan keterbukaan terhadap kritik yang Saudara tunjukkan dalam pelaksanaan pembelajaran.

3. Kedisiplinan: Kriteria tinggi: Patuh dan taat pada aturan dan tata tertib dalam bekerja sebagai dosen pada berbagai situasi dan kondisi pelaksanaan pembelajaran

4. Keteladanan: kriteria tinggi: Mampu menjadi contoh yang baik dalam bersikap dan berperilaku bagi orang-orang di sekitarnya; menjadi sumber inspirasi, tempat bertanya dan meminta nasihat bagi masyarakat kampus

5. Keterbukaan pada kritik: kriteria: Mampu menyikapi dan menghadapi kritik, saran, dan pendapat orang lain yang berbeda dengan yang baik dan sopan

B. Pengembangan Keilmuan/Keahlian

B.1. Sebutkan publikasi karya-karya ilmiah/seni yang telah Saudara hasilkan dan tunjukkan buktinya dengan cara mengunggahnya.Bagaimana makna dan kegunaannya dalam pengembangan keilmuan/keahlian.Jelaskan bila karya tersebut memiliki nilai inovatif.

6. Publikasi Karya Ilmiah: Kriteria tinggi: Karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi.

SkorDeskripsi
7Sekurang-kurangnya mempunyai satu (1) kategori A atau sekurang- kurangnya mempunyai satu (1) kategori B ditambah satu (1) kategori C
6Sekurang-kurangnya mempunyai satu (1) kategori B atau sekurang- kurangnya mempunyai satu (1) kategori C ditambah satu (1) kategori D
5Sekurang-kurangnya mempunyai satu (1) kategori C atau sekurang- kurangnya mempunyai satu (1) kategori D ditambah satu (1) kategori E
4Sekurang-kurangnya mempunyai satu (1) kategori D atau sekurang- kurangnya mempunyai satu (1) kategori E ditambah satu (1) kategori F
3Sekurang-kurangnya mempunyai satu (1) kategori E atau sekurang- kurangnya mempunyai dua (2) kategori F
2Sekurang-kurangnya mempunyai satu (1) kategori F
KSama sekali tidak mempunyai publikasi karya ilmiah, tidak lulus

7. Makna dan Kegunaan: tentunya kegunaan dari publikasi di atas. poin positif bila: Memberikan kontribusi yang sangat besar dan signifikan pada pengembangan keilmuan/keahlian

8. Inovatif: Menghasilkan gagasan baru bagi pengembangan keilmuan/keahlian

B.2. Berikan contoh nyata konsistensi dan target kerja yang Saudara tunjukkan dalam pengembangan keilmuan/keahlian.

9. Konsistensi: Memiliki kemampuan untuk menjaga kesesuaian antara latar belakang keilmuan dengan kegiatan pengembangan keilmuan yang dilakukan

10. Target Kerja: Memiliki target realistik untuk dicapai dalam bekerja dan rentang waktu yang tegas untuk mencapainya

C. Pengabdian kepada Masyarakat

C.1. Berikan contoh nyata penerapan ilmu/keahlian Saudara dalam berbagaikegiatan pengabdian kepada masyarakat. Deskripsikan dampak perubahan dan dukungan masyarakat terhadap kegiatan tersebut !

11. Kegiatan PKM: implementasi kegiatan dilakukan secara terstruktur, terjadwal, dan sasaran tercapai

12. Dampak Perubahan: Membawa perubahan positif yang nyata dalam kehidupan kelompok masyarakat

13. Dukungan Masyarakat: Melakukan perubahan/upaya/strategi baru untuk peningkatan kualitas pengabdian kepada masyarakat dan memperoleh dukungan dari masyarakat luas

C.2. Berikan contoh nyata kemampuan berkomunikasi dan kerjasama yang Saudara tunjukkan dalam pengabdian kepada masyarakat.

14. Kemampuan Berkomunikasi: Mampu menyampaikan dan memahami dengan baik gagasan dan pesan yang disampaikan secara verbal

15. Kerjasama: Mampu bekerja sama dalam tim kerja dan mampu menempatkan diri dengan baik sebagai pimpinan maupun anggota tim kerja

D. Manajemen/Pengelolaan Institusi

D.1. Berikan contoh nyata kontribusi Saudara sebagai dosen, berupa pemikiranuntuk meningkatkan kualitas manajemen/pengelolaan institusi (universitas, fakultas, jurusan, laboratorium, manajemen sistem informasi akademik, dll),implementasi kegiatan, dan bagaimana dukungan institusiterhadap kegiatan tersebut.

16. Implementasi kegiatan dari usulan/pemikiran: Implementasi kegiatan dilakukan secara terstruktur, terjadwal, dan sasaran tercapai

17. Dukungan Institusi: Memberikan kontribusi pemikiran dan kegiatan untuk meningkatkan pengelolaan institusi dan mendapat dukungan dari institusiserta bermanfaat.

D.2. Berikan contoh nyata kendali diri, tanggungjawab, dan keteguhan pada prinsip yang Saudara tunjukkan sebagai dosen dalam implementasi manajemen/pengelolaan institusi.

18. Kendali Diri: Mampu mengendalikan diri dalam berbagai situasi dan kondisi yang menekan (“underpressure”)

19. Tanggung Jawab: Menunaikan tugas dan kewajiban yang menjadi beban dan pekerjaannya dengan baik dan benar, serta mampu menjaga nama baik pribadi dan institusi

20. Keteguhan pada prinsip: Punya keyakinan yang kuat dan taat azas mengenai prinsip peningkatan kualitas manajemen institusi dan berfikiran positif dalam menerima masukan orang lain

E. Peningkatan Kualitas Kegiatan Mahasiswa

E.1. Berikan contoh nyata peran Saudara sebagai dosen, baik berupa kegiatan maupun pemikiran dalam meningkatkan kualitas kegiatan mahasiswa dan bagaimana dukungan institusi dalam implementasinya.

21. Pada kegiatan mahasiswa: Berperan aktif dalam peningkatan kualitas kegiatan kemahasiswaan, baik dalam intra maupun ekstra kurikuler.

22. Implementasi Peran: Melakukan berbagai kegiatan kemahasiswaan yang baru dan pelaksanaannya mendapat dukungan institusi

E.2. Berikan contoh nyata interaksi yang Saudara tunjukkan dalam peningkatan kualitas kegiatan mahasiswa dan manfaat kegiatan baik bagi mahasiswa institusi Saudara,maupun pihak lain yang terlibat.

23. Interaksi dengan mahasiswa: Terjadi aksi timbal balik (interaksi) antara dosen dengan mahasiswa

24. Manfaat Kegiatan: Sangat bermanfaat dan terukur bagi mahasiswa, institusi atau pihak lain terkait

Jangan lupa baca lagi essay kita, dan cek jangan sampe ada typo. Kasi contoh yang nyata dari pengalaman kita, dan sesuai data yang ada di riwayat diri. Essay kita akan diuji oleh 2 orang penguji, satu reviewer internal, satu dari eksternal. Saya gak berani baca deskripsi diri orang lain sebelum ngisi ini, takut tar isinya jadi sama.

Semoga Bermanfaat!

42 Kesalahan Berpikir

Saya baru nemu tulisan tentang 42 kesalahan berpikir (Fallacies) karya Dr. Michael C. LaBossiere. Seru juga baca tulisan tentang fallacies alias sesat pikir. Jadi yang dimaksud Kesalahan berpikir atau kerancuan berpikir tuh kesalahan orang dalam menyimpulkan tentang sesuatu. Jadi seolah-olah argumennya itu logis padahal ngawur dan menyesatkan.

Menurut Dr. LaBossiere, supaya paham apa itu kesalahan berpikir, kita musti ngerti dulu apa yang dimaksud dengan argumen.

Argumen biasanya terdiri dari 1 atau beberapa premise (alasan) dan sebuah kesimpulan. Alasan itu adalah sebuah pernyataan (bisa benar atau salah) yang diceritakan untuk mendukung sebuah kesimpulan (bisa benar atau salah).

Ada 2 tipe argumen: deduktif dan induktif

Argumen deduktif menurut Dr LaBossiere semua alasannya mendukung kesimpulan secara penuh. Argumen induktif menurut beliau tidak semua alasannya secara penuh mendukung kesimpulan.

Sebuah argumen dikatakan baik bila alasan yang disampaikan mendukung kesimpulan. Argumen deduktif yang baik disebut argumen valid, yaitu bila semua alasannya benar maka kesimpulannya pasti benar. Bila semua argumennya valid dan semua alasannya benar disebut argumen bermakna (sound). Bila argumen tersebut tidak valid, atau memiliki satu atau lebih alasan yang salah disebut argumen tidak bermakna (unsound).

Argumen induktif yang baik disebut argumen induktif yang kuat atau meyakinkan (cogent). Yaitu alasan-alasannya benar dan kesimpulannya sepertinya benar.

Secara umum Fallacy atau kesalahan berpikir adalah kesalahan penalaran (memberikan alasan). Fallacy berbeda dengan kesalahan faktual (Factual error). Fallacy adalah alasan yang dikemukakan tidak mendukung kesimpulan.

Deduktif fallacy adalah argumen deduktif yang tidak valid. Contohnya alasan (asumsinya) benar tapi kesimpulannya keliru. Induktif fallacy adalah argumen induktif yang tidak mendukung kesimpulan.

Contoh argumen deduktif

Asumsi 1: Kalau Alexa adalah seekor kucing, maka alexa adalah mamalia

Asumsi 1: Alexa adalah seekor kucing

Kesimpulan: Alexa adalah mamalia

Contoh argumen induktif

asumsi 1: Sebagian besar kucing di Bandung adalah hewan piaraan

Asumsi 2: Alexa adalah seekor kucing di bandung

kesimpulan: alexa adalah seekor hewan piaraan

Contoh factual error

Bandung adalah ibukota Indonesia

Contoh Deductive fallacy

Asumsi 1: Jika Bekasi adalah ibukota Jawa Barat, maka Bekasi berada di Jawa Barat

Asumsi 2: Bekasi berada di Jawa Barat

Kesimpulan: Bekasi adalah ibukota jawa barat

Contoh inductive fallacy

Asumsi 1: Ketika sampai di Bandung, saya melihat seorang gadis Bandung yang cantik

Kesimpulan: Semua gadis bandung cantik

Jenis-jenis Fallacy

  1. Ad Hominem

Dikenal juga sebagai ad Hominem Abusive, Personal Attack.

Menyerang individu daripada membahas argumennya.

2. Adhominem Tu Quoque

Dikenal juga sebagai you too fallacy

Argumen seseorang dianggap salah karena tidak konsisten dengan apa yang pernah dia ucapkan, atau tidak konsisten dengan perbuatannya. Jadi argumen dianggap salah bukan karena argumennya, tapi karena perkataan atau tindakan orangnya yang tidak konsisten

3. Appeal to the consequences of a belief

Benar salah sebuah argumen tergantung pada keyakinan terhadap konsekuensi (akibat) yang timbul dari argumen tersebut. Beberapa pola fallacy ini adalah:

  1. X adalah benar, karena bila orang tidak menerima bahwa X tidak benar maka akan timbul konsekuensi negatif
  2. X adalah salah, karena bila orang tidak menerimaX adalah salah maka akan timbul konsekuensi negatif
  3. X adalah benar, karena mempercayai bahwa X adalah benar akan menimbulkan konsekuensi positif
  4. X adalah salah, karena mempercayai bahwa X adalah salah akan menimbulkan konsekuensi positif
  5. Saya berharap X adalah benar, karena itu X adalah benar. Ini disebut juga angan-angan (wishful thinking)
  6. Saya berharap X adalah salah, karena itu X adalah salah. Ini juga disebut angan-angan (wishful thinking)

4. Appeal to authority

Disebut juga: fallacious appeal to authority, misuse of authority, irrelevant authority, questionable authority, Inapproriate Authority, Ad Verecundiam

Kesalahan berpikir karena orang yang menyampaikan argumen tidak memiliki otoritas/kompetensi di bidang tersebut. Atau otoritas dan kompetensinya dipertanyakan.

Non-Fallacious appeals to authority

Kesalahan berpikir dengan mempercayai bahwa pernyataan dari seseorang yang mempunyai otoritas atau kompetensi selalu benar.

5. Appeal to belief

Kesalahan berpikir karena sebagian besar orang percaya terhadap klaim bahwa X itu benar

6. Appeal to common practice

Kesalahan berpikir menganggap benar sesuatu yang lazim dilakukan oleh banyak orang. Polanya adalah X adalah sesuatu yang lazim dilakukan. Maka X adalah benar.

7. Appeal to emotion

Kesalahan berpikir dengan memanfaatkan/memanipulasi emosi untuk mengklaim sebuah kebenaran

8. Appeal to Fear

Kesalahan berpikir dengan cara menakut-nakuti orang

9. Appeal to Flattery

Kerancuan berpikir dengan menggunakan pujian terhadap pendengar, agar orang itu mendukung sebuah argumen.

10. Appeal to novelty

Kesalahan berpikir karena beranggapan bahwa sesuatu yang baru itu pasti lebih baik atau lebih benar

11. Appeal to Pity

Kesalahan berpikir dengan menggunakan rasa iba untuk membuat orang mendukung sesuatu argumen

12. Appeal to popularity

Kesalahan berpikir karena sebagian besar orang mendukung X, jadi saya harus mendukung X. Karena saya mendukung X, maka X pastilah benar

13. Appeal to ridicule

Kesalahan berpikir dengan mentertawakan atau menjelekan sebuah argumen untuk menganggap argumen tersebut salah

14. Appeal to spite

Kesalahan berpikir dengan berusaha menimbulkan rasa dengki pada pendengar untuk menyalahkan sebuah argumen

15. Appeal to tradition

Kesalahan berpikir bahwa sesuatu tradisi atau cara lama adalah cara yang terbaik

16. Begging the Question

Disebut juga circular reasoning atau penalaran berputar. A benar karena B benar. B benar karena A benar.

17. Biased Generalization

Kesalahan pengambilan kesimpulan karena data yang bias, atau tidak mewakili.

18.Burden of proof

Kesalahan berpikir yang menganggap pernyataannya benar, karena belum ada orang lain yang membuktikan bahwa pernyataannya salah. Jadi orang lain yang harus membuktikan klaim yang dia buat.

19. Circumstantial Ad Hominem

Kesalahan berpikir yang menganggap pernyataan X salah, karena X itu memiliki kepentingan pribadi terhadap pernyataan tersebut yang dilandaskan agamanya X, kepentingan politiknya X, sukunya dll

20. Fallacy of composition

Kesalahan dalam menyimpulkan bahwa kebenaran terhadap satu fakta berarti berlaku juga untuk semua fakta.

21. Confusing Cause and Effect

Kesalahan mengambil kesimpulan bahwa fakta atau kejadian A adalah penyebab dari B, karena asumsi bahwa A dan B sering terjadi secara bersamaan.

22. Fallacy of division

Kesalahan dalam menyimpulkan bahwa sebuah kebenaran terhadap satu bagian besar berarti juga benar terhadap bagian kecilnya.

23. False Dilemma

Disebut juga pola pikir hitam putih. Bila ada 2 hal A dan B, bila A benar maka B salah. Jadi tidak mungkin A dan B sama benar, atau sama-sama salah.

24. Gambler Fallacy

Kesalahan berpikir dimana menganggap probabilitas dimasa depan dipengaruhi probabilitas di masa lampau. Padahal tidak berhubungan.

25. Genetic Fallacy

Kesalahan berpikir dimana kebenaran sebuah argumen ditentukan dari sumbernya, atau orangnya. Bila A mengatakan argumen X benar, maka X benar. 

26. Guilt by Association

Kesalahan berpikir dimana orang menganggap suatu klaim X salah, hanya karena orang yang dia tidak suka menganggap bahwa X itu benar.

27. Hasty Generalization

Kesalahan berpikir karena menyamakan semua populasi berdasarkan satu atau sedikit kebenaran yang dia ketahui. Bisa diartikan juga menggeneralisir semua kebenaran berdasarkan satu atau sedikit sampel.

28. Ignoring a common cause

Kesalahan berpikir ini terjadi bila seseorang percaya kejadian A disebabkan oleh kejadian B. Tanpa mempertimbangkan adanya faktor lain yang menyebabkan dapat menyebabkan terjadinya A dan B.

29. Middle Ground

Kesalahan berpikir ini terjadi karena asumsi mengambil sebuah posisi yang berada di tengah-tengah antara dua kondisi ekstrem adalah yang paling benar.

30. Misleading Vividness

Kesalahan berpikir dimana orang salah mengambil kesimpulan dari beberapa kejadian yang sudah terjadi, maka kejadian itu akan terjadi terus. Padahal jumlah kejadian yang terjadi sangat kecil dan tidak signifikan

31. Peer Presure

Kesalahan berpikir dimana orang salah mengambil kesimpulan karena ancaman atau tekanan dari teman-temannya atau kelompoknya.

32. Personal Attack

Disebut juga Ad Hominem Abusive. Kesalahan berpikir ketika X menyangkal ide Y dengan menyerang secara personal Y, bukan idenya.

33. Poisoning the well

Kesalahan berpikir ketika X menyangkal pendapat Y dengan menyajikan informasi negatif yang tidak relevan tentang Y untuk melemahkan pendapat Y.

34. Post Hoc

Disebut juga Post Hoc Ergo Propter Hoc, False Cause, Questionable Cause, Confusing Coincidental Relationships With Causes. Kesalahan berpikir ketika menyimpulkan bahwa A adalah penyebab dari B, hanya karena A terjadi sebelum B.

35. Questionable Cause

Kesalahan berpikir yang menyimpulkan bahwa A menyebabkan B, hanya karena A dan B sering terjadi secara bersamaan.

36. Red Herring

Disebut juga smoke screen atau wild goose chase. Kesalahan berpikir dimana seseorang mencoba mengalihkan topik pembicaraan untuk membuat orang lupa akan topik yang sedang diperdebatkan.

37. Relativist Fallacy

Disebut juga Subjectivist Fallacy. Kesalahan berpikir ketika seseorang menolak sebuah klaim A, dengan menyatakan bahwa klaim A tersebut bisa saja benar bagi semua orang, tapi klaim A tersebut tidak berlaku bagi dirinya.

38. Slippery slope

Disebut juga Camel’s Nose. Kesalahan berpikir dimana sebuah kejadian A, pasti akan diikuti oleh kejadian B.

39. Special Pleading

Kesalahan berpikir ketika A menerapkan aturan atau standar tertentu namun menganggap aturan itu tidak berlaku untuk dia, tanpa alasan yang jelas.

40. Spotlight

Kesalahan berpikir ketika menyimpulkan bahwa seluruh populasi memiliki sifat yang sama dengan A. Dimana A adalah warga populasi tersebut yang paling mendapat sorotan dari media (mendapat spotlight)

41. Straw Man (manusia jerami)

Kesalahan berpikir ketika Y memberikan pendapat A. Kemudian X menyalahkan pendapat Y tersebut dengan menuduh Y memiliki pendapat B. Padahal Y tidak pernah menyebut tentang B. B merupakan sesuatu yang berbeda/berubah dari A. sehingga dapat dikatakan X itu menyerang manusia jerami (manusia sawah) bukan menyerang Y.

42. Two wrongs make a right

Kesalahan berpikir ketika X membenarkan tindakannya terhadap Y, dengan menuduh Y akan (atau telah) melakukan tindakan yang sama terhadap X. Padahal tindakannya itu  tetap saja salah, walaupun Y juga melakukan tindakan yang sama terhadap X.

Semoga Bermanfaat!

reference

https://www.softschools.com/examples/fallacies/

TBC

Sekitar 7 tahun lalu (2013) saya sempat sakit TBC. Lumayan parah, saya sempat mondok di Borromeus selama 20 hari dan berat badan saya turun 10 Kg. Saya akan coba share pengalaman tersebut. Gejala yang saya rasakan demam cukup tinggi, sampai 40 C. Badan terasa panas dingin. Malam hari badan saya berkeringat banyak, sampe harus ganti kaos beberapa kali. Gejala ini awalnya saya abaikan karena aktifitas kampus cukup padat. Waktu itu sudah mau akhir semester, bulan juni.

Setelah 3 hari demam saya coba ke Lab dan periksa darah. Hasil labnya typhus negatif tapi ada kelainan fungsi darah, anomali SgOT Sgpt dll. Kemudian coba konsul ke internis, Dr.Primal di Halmahera. Dia minta di usg perut dan periksa darah lagi.  Dari hasilnya dia curiga ada infeksi, cuman belum ketauan sakit apa, baru ketauan ada gangguan fungsi hati. Dia kasih obat antibibiotik dll. Cuman setelah konsul berikutnya, sepertinya belum ada perubahan. Akhirnya saya dirujuk ke Prof Siti di Borromeus.

Oleh Prof Siti saya langsung diminta cari kamar di Borromeus, supaya bisa diperiksa lebih intensif. Alhamdulilah dapat kamar ber-4. Sepertinya saya yang paling muda dan paling lama di kamar itu. Kemudian dari hasil USG perut disana baru ketauan ada asites, kalo gak salah sm dr ricky. Kemudian dikeluarkanlah asites itu, cairannya pekat banget kayak teh, ada sekitar 2 liter di perut saya. Cairan ini kemudian katanya mau diuji di lab.

Kemudian oleh prof Siti saya dirujuk juga ke berbagai macam ahli, ada dr Prayudi spesialis paru, Prof Iman (imunolog kalo gak salah). Kemudian dr prayudi menduga saya kena TB. Dan di rontgen lah paru saya, waktu itu hasilnya tidak terlalu jelas bercak yang biasanya jadi indikasi TB paru. Saya juga diminta cek sputum, kayak cairan dahak. Cuman saya gak bisa ngeluarin dahak. Bahkan sampe di nebu, kayak disuruh diasap hidung sama mulut, juga cuman dapet dikit. Terus selain itu juga di cek macem2, ada air kencing, dll. Cuman waktu itu beliau memutuskan mencoba treatment TB. Waktu itu memang ada respon, dalam artian saya jadi gak demam lagi dst. 

Klo dari prof iman saya cuman diajak ngobrol, sambil dicek macem2, mungkin prof siti takut klo ada kemungkinan penyakit imun dll. Prof Siti kemudian minta saya di CT scan. Nah ini persiapannya lumayan cape. Karena perut saya dikuras dulu, dikasih garam inggris kata susternya, sehingga saya buang air terus. Kemudian diminta puasa. Pas hari H, saya dimasukan semacam cairan pewarna katanya dari belakang, kemudian di scan pake alat itu. 

Abis itu setelah hampir 20 hari mondok di Borro, saya dinyatakan boleh pulang. Vonisnya TB perut, dan harus diterapi obat selama TB 6 bulan. Obat TB ini lumayan keras, pas hari pertama saya langsung mual dan muntah kalo gak salah, trus buang air kecil jadi merah. Padahal pada waktu itu dosisnya masih rendah. Setelah seminggu kalo gak salah saya harus ke RS, untuk suntik obat TB setiap hari.Saya lupa sampai berapa lama harus suntik. Kalo gak salah setelah konsul ke berapa, dr Prayudi memutuskan saya lulus suntik. 

Oiya yang seru juga, pas waktu saya mau pulang dari Borro, saya dapat telpon dari Bank Mandiri. Jadi sekitar 3 tahun sebelumnya (2010) saya ikut tabungan haji di sana, nah petugas bank nya bilang saya tahun ini dapat porsi haji, dan diminta melakukan pelunasan. Wow, saya bilang saya lagi di rumah sakit, musti nanya dokter dulu, dan waktu itu seinget saya, saya masih di kursi roda, nunggu istri saya ngurus administrasi kelulusan mondok. Sebenernya kaget juga, karena waktu daftar tahun 2010, dibilangnya antriannya masih panjang, sekitar 10 tahun lah. 

Untungnya dokter prayudi mengijinkan, selama saya tetap menjaga pengobatan TB yang harus minum obat tiap hari. Kata dia kalo kelewat, harus ngulang lagi dari awal pengobatannya selama 6 bulan lagi. Sampe istri saya nyiapin alarm di hp, jam berapa saya harus makan obat, biar gak kelewat.

Keluar dari mondok, kondisi saya masih lemah banget. Baru jalan dikit aja turun dari mobil ke rumah, udah ngos-ngosan. Apalagi waktu itu kontrakan kami di lantai 2, jadi pertama naik tangga rumah tuh harus meniti satu satu anak tangga, serasa kayak disuruh naik gunung sambil jalan jongkok,

Alhamdulillah setelah 9 bulan, pengobatan saya dinyatakan sembuh. TB ini penyakit yang cukup banyak di Indonesia. Dan dia menular lewat droplet dari orang yang sakit. Droplet itu maksudnya percikan ludah yang keluar ketika pasien, berbicara, batuk atau bersin. Jadi saya selama pengobatan juga diminta pake masker dan jaga jarak sama orang.

TB ini biasanya menyerang paru, tapi bisa juga nyerang tulung, usus, atau kelenjar. Waktu itu sepertinya saya ketularan dari seseorang. Dan waktu itu saya kondisinya memang lagi drop, gara-gara malas olahraga, sering begadang dan sutris juga sepertinya.

Tulisan ini saya buat cuman untuk mengenang aja kisah saya mondok dulu. Sekalian untuk introspeksi diri biar disiplin jaga kesehatan. Semoga yang baca ini bisa mengambil hikmahnya dan terhindar dari penyakit ini!

Mencari Promotor

Mencari sekolah S3 ternyata tidak mudah, sudah hampir 5 tahun saya ikhtiar mencari promotor dan kesempatan melanjutkan studi di luar. Saya memang agak milih2 dalam mencari promotor, karena ingin yang nyambung dengan bidang saya, yaitu malware. Selain itu saya juga agak milih2 kampus yang masuk list kampus tujuan Beasiswa BPP-LN dan BUDI. Ternyata promotor yang saya tuju juga milih2 juga, jadinya belum jodoh. Berikut ini beberapa kampus yang pernah saya coba ngelamar untuk lanjut studi S3:

  1. University of Kent – UK
  2. UNSW – Australia
  3. Keio University – Japan
  4. Tokyo Institute of Technology – Japan
  5. NAIST – Japan
  6. University of California Riverside – US
  7. North Carolina State University – US
  8. Northwestern University – US
  9. Nagoya University – JP
  10. TU Munchen – Deutschland
  11. RWTH Aachen – Deutschland
  12. ANU – Australia
  13. UCL – UK
  14. TU Braunschweig- DE
  15. Royal Holloway – UK
  16. Eurocomm – France
  17. Ruhr-Universität Bochum – DE
  18. Deakin University – AU
  19. Waseda Univ- JP
  20. Tsinghua – China
  21. University of Newcastle – Aus
  22. Zhejiang Univ – China
  23. Tsinghua – China
  24. University of Wisconsin, Madison – USA
  25. ETH Zurich – Swiss
  26. KAIST – KR
  27. TU Darmstadt – DE
  28. TU Dresden – DE
  29. UCl – UK
  30. Waseda – JP
  31. Univ Calgary – Canada
  32. UAB- Spain
  33. KTH – Sweden
  34. Uni of Dallas – USA
  35. NUS – Singapore
  36. N.C. State University
  37. RWTH Aachen – DE
  38. UC3M Madrid – Spain
  39. Univ Auckland – NZ
  40. Uni Melbourne – Australia
  41. Northumbria – UK
  42. Birmingham – UK
  43. NU Galway – Irland
  44. Edinburgh – Scottland
  45. Stuttgart – Jerman
  46. University of Luxemburg
  47. TU Denmark
  48. TU Delft – Belanda
  49. Cispa – Jerman
  50. Aalborg – Denmark

Sepertinya masih ada beberapa lagi kampus lain yang sempat saya lamar. Ada yang menjawab, ada yang tidak. Yang sempat menerima TU Munchen, Waseda, dan Northumbria. Cuman ada kendala di scholarship, saya sempat coba di BUDI dan BPPLN belum jodoh sepertinya. Gpp, tetep mencoba. Insyaallah nanti dapat yang terbaik

Libur Pilkada 2018

Kemarin banyak yang nanya ke saya, tentang libur Pilkada 2018. Dikutip dari web kementrian Sekretariat Negara Republik Indonesia, tanggal 27 Juni 2018 resmi dinyatakan sebagai hari libur nasional.

Presiden Joko Widodo telah secara resmi menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 15 Tahun 2018 tentang Hari Pemungutan Suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2018 sebagai Hari Libur Nasional.

Keppres yang baru saja ditandatangani Presiden pada Senin siang, 25 Juni 2018, tersebut menjadikan tanggal 27 Juni 2018 sebagai hari libur nasional.

Berita lengkapnya bisa dilihat pada link berikut:

https://www.setneg.go.id/baca/index/beri_kesempatan_warga_negara_gunakan_hak_pilih_presiden_jokowi_putuskan_27_juni_sebagai_hari_libur_nasional