Kategori
event

GSoC

Google kembali mengadakan kegiatan Google Summer Of Code. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang diadakan oleh Google. Jadi di kegiatan ini Google mengajak mahasiswa/i untuk ikut mengembangkan proyek open source. Tahun ini Google memberikan beasiswa sekitar US$ 5500 untuk mahasiswa yang tertarik mengikuti kegiatan ini. Program ini sudah ada sejak tahun 2005 dan sudah melibatkan 7500 mahasiswa/i dari 97 negara. Kalian nanti juga akan dibimbing para mentor yang sudah berpengalaman.  Cara mendaftarnya gampang, kalian bisa mengajukan proposal proyek open source apa yang akan dibuat, atau kalian bisa join proyek yang diajukan oleh mentor. Info tentang GSoC 2014 bisa dilihat di web inilanding-page-gsoc2014.png.pagespeed.ce.t4C4svuO-G

Banyak juga proyek open source di bidang security. Diantaranya proyek yang diusulkan OWASP (Open Web Application Security Project) ada Hackademic challenge, yaitu bikin tools untuk simulasi serangan web ada bikin scanner dan lain-lain.  List ide proyek OWASP untuk GSoC 2014 bisa dilihat disini

Banyak manfaat yang bisa kalian dapat dengan ikut kegiatan ini. Kalian akan dapat pengalaman ikut mengembangkan proyek-proyek open source. Kalian juga akan dibimbing oleh mentor yang berpengalaman. Selain itu tentunya akan dapat beasiswa dari Google. Pendaftaran mulai dibuka 10 Maret 2014. Ayo daftar !!!

Kategori
Uncategorized @id

Akses Point Palsu

Kemaren ada 2 mahasiswa yang ingin konsultasi tentang judul Proyek Akhir.  Temanya menarik yaitu tentang Akses point palsu (rogue Access Points). Akses Point palsu ? yang jelas bukan judul lagu barunya ayu ting-ting.

courtesy http://www.wegilant.com/rogue-access-point-attack/

Akses Point palsu  ini jenis serangan yang lagi marak, seiring dengan semakin banyaknya tempat yang menyediakan wifi hotspot.  Serangan ini termasuk jenis man-in-the middle attack. Penyerang akan membuat akses point palsu yang dipasang untuk menjadi penghubung antara user dengan internet. Biasanya AP ini dibuat semenarik mungkin untuk mengecoh user.  Bila user sudah tersambung dengan AP palsu maka, penyerang akan dengan mudah menangkap data-data yang diakses oleh user di internet, seperti login, password, bahkan isi email dari user.  Serangan ini juga cukup mudah dilakukan, cuman butuh laptop dan beberapa aplikasi gratis yang juga tersedia di internet. Nah masalahnya sekarang bagaimana cara efektif untuk melakukan pertahanan terhadap serangan ini??  Ternyata tidak mudah. Ada yang menyarankan dengan melakukan monitoring terhadap jaringan wifi yang ada. Menurut saya untuk monitoring akses point yang kita miliki memang bisa, tapi kalo akses point yang bukan kita punya seperti apa monitoringnya ? Ada juga yang menyarankan dengan melakukan scanning secara berkala akses point apa saja yang terdeteksi pada jaringan. Berarti admin harus melakukan ronda keliling dan melakukan scanning jaringan wifi. Atau pake WIPS? Wah keliatannya belum ada yang efektif, mungkin ada yang bisa bantu ?

Kategori
event Uncategorized @id

Lomba Karya Tulis Ilmiah tentang Kriptografi

Untuk para penggemar Kriptografi, ada event bagus nih. Sekolah Tinggi Sandi Negara mengadakan lomba karya tulis ilmiah tentang Kriptografi pada mobile Communication. Info lebih lanjut bisa dilihat disini . Brosurnya silahkan dilihat dibawah ini :lkti stsn

Kategori
Uncategorized @id

ID-CERT

logo idcert Beberapa hari lalu saya diajak temen-temen dari ID-CERT diskusi tentang malware. Jadi ceritanya  kita mau coba riset bareng tentang malware. ID-CERT itu kepanjangan dari Indonesia Computer Emergency Response Team.

CERT adalah organisasi yang menerima pengaduan atau komplain kalo terjadi insiden keamanan internet.  Oleh CERT, biasanya insiden ini akan ditangani dan coba ditanggulangi.  Istilah kerennya satpam internet. CERT ini awalnya dibuat sebagai inisiatif untuk menangani insiden menyebarluasnya Worm Morris di Amerika pada akhir tahun 1988.  Worm ini cukup bikin heboh pada waktu itu karena menginfeksi sekitar 6000 komputer server berbasis UNIX serta menimbulkan kerugian sampai $100,000–10,000,000. Nah, kementrian pertahanan Amerika Serikat melalui Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) berinisiatif melakukan koordinasi untuk menghentikan serangan ini dengan membentuk CERT/CC di Carnegie Mellon University.

Di Indonesia CERT baru ada tahun 1998, yaitu ID-CERT yang didirikan oleh Pak Budi Rahardjo, ID-CERT berbasis komunitas dan bersifat independen. Tiap hari ID-CERT menerima dan menangani sejumlah aduan tentang insiden keamanan informasi. ID-CERT juga kemudian  bersama JP-CERT (Jepang CERT) dan Aus-CERT (Australia CERT) yang mendirikan APCERT (Asia Pasific Computer Emergency Response Team). Selain ID-CERT di Indonesia juga ada ID-SIRTII. Bedanya ID-SIRTII/CC didirikan oleh pemerintah RI melalui Depkominfo pada 2007. Ok deh jadi kepanjangan cerita tentang Cert :)   Selanjutnya saya akan coba sharing lebih banyak tentang Malware. Semoga bermanfaat