Lari untuk Pemula-2

Saya lanjutkan catatan tentang sharing dr Hilmi tentang lari untuk pemula. Pada tulisan sebelumnya telah dibahas tentang Heart Rate. Selanjutnya dr Hilmi cerita tentang bagaimana peran jantung pada waktu kita lari. Jantung tugasnya memompa darah ke seluruh bagian tubuh. Selain Heart rate untuk mengetahui kemampuan jantung, ada juga yang disebut stroke volume. Stroke Volume adalah jumlah darah yang dipompa jatung dalam satu kali pompa. Kemudian ada juga yang disebut Cardiac Output (CO): dengan rumus Heart Rate x Stroke Volume. Misalnya kurang lebih 5 liter per menit. Secara teori, semakin besar jumlah CO maka semakin banyak oksigen yang dialirkan ke jaringan, sehingga semakin cepat orang bisa berlari.

Selain jantung, dr Hilmi juga bercerita tentang paru-paru. Paru-paru berperan sebagai tempat pertukaran oksigen. Menurut beliau kapasitas total paru-paru cenderung stabil dan tidak berubah (kecuali terjadi kerusakan alveoli). Alveoli adalah kantung kecil di dalam paru-paru kita yang memungkinkan oksigen dan karbon dioksida untuk bergerak di antara paru-paru dan aliran darah. Menurut beliau, untuk pelari pemula kapasitas paru tidak membatasi kembatasi kemampuan lari. Namun bernafas lebih teratur dapat memperbaiki aliran oksigen ke jantung, sehingga membuat lari lebih mudah. Walaupun begitu bernafas lebih dalam tidak membuat lari menjadi lebih mudah. Latihan rutin tidak meningkatkan kapasitas paru-paru, namun dapat mempertahankan kapasitas paru, membuat bernafas saat lari menjadi lebih terbiasa dan lebih teratur. Sehingga pertukaran oksigen lebih baik.

Kemudian dr Hilmi bercerita juga tentang otot dan metabolisma yang bekerja saat kita lari. Dia bercerita disana ada mitokondria di otot yang menjadi pabrik energi, dengan membakar karbohidrat dan lemak (fat) melalui proses aerobic. Semakin banyak mitokondria maka proses aerobik meningkat dan tidak mudah lelah. Latihan yang rutin dapat meningkatkan jumlah mitokondria dan enzim-enzim.

Serat otot (muscle fiber) ada beberapa tipe:

  • Slow twitch (ST) Fiber: digunakan untuk kegiatan aerobik, tidak terlalu kuat dan bertenaga. Semakin banyak ST maka semakin tidak mudah lelah kita. Rutin berlatih dapat meningkatkan jumlah ST. Bekerja pada zona HR, zona 1,2 dan 3
  • Fast twitch A (FT-A) fiber: kandungan mitokondria lebih sedikit dari ST. Digunakan setelah ST mengalami kelelahan. Lebih kuat dan bertenaga dari ST. Glikogen sebagai sumber energi. Bekerja pada zona 4 HR
  • Fast twitch B (FT-B) fibers: Mitokondria sangat sedikit. Sangat kuat dan bertenaga. Bagus untuk sprinter. Mudah lelah (hanya bertahan 5-8 menit). Glikogen dan kreatin fosfat sebagai sumber energi. Bekerja pada zona 5 HR

Sampai disini dulu. Besok insyaAllah saya lanjutkan lagi. Semoga Bermanfaat

Silahkan tuliskan tanggapan, kritik maupun saran